Cinta tanpa batas

Cinta tanpa batas
kecelakaan


__ADS_3

Pagi ini vero dan surya berangkat kejepang untuk perjalanan bisnisnya, gita sempat berkunjung kerumah orang tuanya karna orang tuanya akan tinggal disana lebih lama dari biasanya , mereka ingin menikmati hari tuanya dengan bersenang senang tanpa memikirkan pekerjaan.


“ papa sama mama jangan lama lama disana gita pasti bakalan kangen sama kalian “ ucap gita dengan memeluk kedua orang tuanya.


“ kenapa anak mama jadi melo gini sih, mama sama papa juga pengen liburan, sekarang kamukan udah ada yang jagain jadi kami bisa pergi dengan tenang “ sahut vero dengan mengelus kepala putrinya.


“ mama sama papa jangan lama lama disana ya, jaga kesehatan juga , gita bakalan rindu kalian terus “ ucap gita dengan air mata yang sudah jatuh.


“ loh kok jadi drama gini sih, papa sama mama kan udah sering pergi perjalanan bisnis , biasa juga kamu senang kalau kami tinggal sendiri dirumah “ ucap surya dengan menenangkan putrinya karna tidak tega melihatnya menangis.


“ sayang kamu gak boleh ginilah, papa sama mama kan pergi bentaran aja, lagian kan ada aku yang temani kamu “ tambah mahendra dengan menggenggam tangan gita.


Setelah berdrama menghadapi tingkah gita yang semakin manja semenjak mengandung , vero dan surya memang memaklumi putrinya.


“pagi pak, sepertinya kita harus segera berangkat kebandara pak , takutnya nanti ketinggalan pesawat “ kata pak dedi asisten pribadi surya .


“ ya udah papa sama mama berangkat ya, kamu dirumah aja papa gak mau nanti kamu menangis seperti anak kecil dibandara” ucap surya seraya berdiri dan memeluk putrinya.


“ mahendra tolong kamu berjanji selalu menjaga gita walau dalam keadaan apa pun “ kata surya dengan menepuk pundak menantunya .


“ mahendra janji Pa bakalan jagai gita walau nyawa mahendra taruhannya “ jawab mahendra dengan memeluk ayah mertuanya itu.


“ mama titip gita ya nak, tolong jaga dia dengan baik, dia hanya punya kamu setelah kami pergi “ vero bergantian memeluk tubuh mahendra.


“ gita baik baik ya nak, harus nurut sama suami dan selalu jaga kandungan kamu “ perintah vero seraya memeluk putrunya dan berpamitan pergi.


Gita melambaikan tangannya saat kedua orang tuanya memasuki mobil fortuner putih yang akan menghantarkan mereka kebandara internasional Soekarno hatta. Gita yang merasa sedih hanya bisa memeluk tubuh suaminya. Setelah mobil itu melesat hingga tak terlihat lagi barulah gita masuk kekamarnya.


“ kamu istirahat ya sayang, jangan sedih terus bayi kita nanti ikut sedih juga “ ucap mahendra dengan membantu gita merebahkan dirinya.


Baru sekitar satu jam kepergian orang tuanya hanphone milik gita berdering...


Drrttt..Drrttt..


Dengan cepat gita meraih ponselnya dan dilihat panggilan masuk bernama pak dedi.


“ loh kenapa tiba tiba pak dedi nelpon ya “ gumam gita keheranan.


Ditekannya tombol terima panggilan dilayar ponsel yang memiliki simbol apel yang digigit separuhnya dibagian belakang ponselnya.

__ADS_1


“ hallo nona gita, ini pak dedi “ ucap orang di seberang sana.


“ hallo pak, ada apa pak” tanya gita dengan menuruni ranjangnya.


“ begini mbak, mobil yang ditumpangi pak surya dan ibu vero mengalami kecelakaan, sekarang papa dan mamanya non lagi dibawa kerumah sakit “ ucap pak dedi dengan memberanikan diri menyampaikan kabar tidak enak ini.


Gita yang mendengar langsung menjatuhkan ponsel yang ada ditangannya, dia juga langsung berteriak sehingga mahendra yang sedang membuatkan susu ibu hamil untuk gita langsung berlari menemui gita, dilihatnya gita sudah terduduk dilantai dengan air mata yang membanjiri pipinya.


“ sayang kau kenapa ?” tanya mahendra dengan memeluk gita.


Tapi gita tetap diam dalam tangisnya dengan cepat tangan mahendra meraih ponsel istrinya dan dilihatnya panggilan dari pak dedi yang belum berakhir.


“ hallo pak dedi, ada apa sebenarnya mengapa gita menangis ?” tanya mahendra dengan masih memeluk gita.


“ pak surya dan buk susi mengalami kecelakaan yang hebat pak , mobil mereka menabrak pembatas jalan sehingga terjun kedalam jurang, saya mohon pak tolong tenangkan non gita, jangan sampai dia tahu kalau kecelakaan ini sangat serius“ ucap pak dedi yang sudah sampai dirumah sakit mengantar majikannya itu.


“ bagaimana keadaan papa dan mama saya?” tanya mahendra dengan semakin cemas .


“ kami baru saja sampai dirumah sakit, mereka akan segera ditangani oleh dokter “ pak dedi mulai menerangkan.


“ tolong lakukan yang terbaik untuk mereka, segeralah panggil dokter dokter berpengalaman “ perintah mahendra.


“ sayang kita harus tenang ya, mama sama papa pasti tidak kenapa kenapa “ ucap mahendra dengan menghapus air mata istrinya.


“ aku ingin segera menemui mereka, ayo kita kesana “ gita menarik lengan suaminya.


“ pak dedi bilang mama sama papa gak apa apa, kamu tenang dulu ya nanti kita akan kesana “ sahut mahendra dengan memeluk gita.


“ kamu bohong, kamu bohong sama aku, kamu aja suruh pak dedi buat suruh dokter terbaik yang tangani, berarti mama sama papa keadaannya lagi gak baik baik aja “ tangis gita dengan memukul mukul dada bidang suaminya.


“ mereka gak kenapa kenapa, mereka hanya cidera ringan aja jadi kamu gak usah khawatir ya “ bujuk mahendra.


“ kalau kamu gak mau temani aku, aku bisa sendiri “ kata gita dengan berlari menuruni anak tangga.


Mahendra yang mencemaskan keadaan gita dan mertuanya dia semakin binggung harus menuruti yang mana, akhirnya mahendra mengantarkan gita kerumah sakit. Setibanya dirumah sakit gita langsung melihat pak dedi yang sedang berbicara dengan seorang dokter.


“ pak dedi, mama sama papa gimana keadaannya ?” tanya gita dengan air mata yang sudah berjatuhan.


“ pak surya dan buk vero sedang diruang operasi dan dokter belum keluar “ ucap pak dedi dengan menunduk karna merasa bersalah berbohong pada gita tentang keadaan bosnya itu.

__ADS_1


Gita, mahendra dan pak dedi terlihat berdiri didepan pintu ruang operasi mereka sangat cemas, gita sendiri tidak mau duduk dikurusi ruang tunggu padahal saat itu dia sudah merasa sangat lemas sekali.


Tidak lama susi dan bambang datang bersamaan karna mahendra memberitahu orang tuanya perihal kecelakaan yang menimpa mertuanya itu.


“ sayang, kamu harus kuat ya nak “ ucap susi dengan memeluk menantunya itu.


Gita hanya mengangguk saja, susi berulang kali membujuk gita agar mau minum ataupun makan sesuatu, tapi gita menolaknya mentah mentah.


Setelah menunggu hingga kurang lebih dua jam akhirnya dokter pun keluar dan dengan cepat gita menanyakan keadaan orang tuanya.


“ dok, bagaimana keadaan mama sama papa saya ?” tanya gita dengan menggigit kukunya.


“ mohon maaf yang sebesar besarnya, kami sudah berusaha sekuat tenaga kami tapi kedua orang tuamu tidak tertolong “ jawab dokter itu dengan melepas masker dan sarung tangan karetnya.


“ maksud dokter mama sama papa saya” ucapan gita terpotong.


“ iya benar, mama sama papa kamu meninggal, kamu harus kuat menghadapi musibah ini “ ucap dokter itu dengan menepuk pundak gita.


Saat itu juga gita rasanya tertimpa beban yang sangat berat dan nafasnya terasa sesak serta pandangannya semakin kabur, dia pun terjatuh dan pingsan setelah mendengar penjelasan dokter itu.


“ sayang, sayang..”. panggil mahendra yang sudah menangkap tubuh gita.


Semua orang panik dan seorang suster segera membawa gita keruang UGD untuk mendapatkan bantuan medis. terlihat selang infus dan masker oksigen menghiasi tubuh gita.


selain dia kelelahan kondisi tubuh gita menurun karna dia sedang mengandung.


mahendra merasa sangat bersalah karna sudah berbohong soal kecelakaan mertuanya yang sangat serius.


tapi dia tidak sanggup kalau gita harus semakin terpukul sehingga dia berinisiatif mengatakan kalau mertuanya hanya cidera ringan.


.


.


.


Mohon kritik dan sarannya


jangan lupa like dan komennya ya kakak kakak..

__ADS_1


semoga hari anda selalu bahagia 😗😗


__ADS_2