
Abian Ibrahim Paterson. Anak pertama dari sepasang kekasih yang bernama Dave dan Amanda.
Abian adalah seorang pembisnis hebat di kalangan pembisnis lainnya. Abian memiliki wajah sempurna dengan sejuta pesona bagi kaum wanita. Memiliki hidung mancung, rahang yang kokoh, serta mata hitam yang begitu tajam.
Selain seorang pembisnis hebat, Abian juga merupakan seorang pemimpin mafia. Abian memiliki banyak anak buah di berbagai negara. Seperti Spanyol, Turky, Amerika dan masih banyak lagi.
Masuk ke cerita. Malam ini di kota Jakarta turun hujan yang begitu lebat. Malam ini menunjukkan pukul 1 pagi dimana semua penduduk disana sudah beristirahat.
Jalan di kota Jakarta itu begitu sepi. Hanya ada satu mobil kijang yang membela jalan raya itu.
"Leo sialan, berani beraninya dia tak menjemput ku di bandara! kita lihat sejauh apa kau sangat berani kepada ku!" umpat Abian yang sedang mengendari mobil nya di tengah jalan kota Jakarta.
Abian mengumpat Leo asisten pribadi nya, karna telah berani membuatnya menunggu lama di bandara. Abian baru saja pulang dari Spanyol, dan menunggu jemputan dari Leo. Namun Leo tak kunjung datang membuat Abian sangat murka.
Disisi lain.
"Hiks engga! pokoknya aku ga mau di jodohin!" teriak seorang gadis menangis sesenggukan berlari di tengah tengah lebatnya hujan.
"Berhenti kau anak sialan!" teriak ayah gadis itu mengejar nya.
"Hiks ga mau" lirih gadis itu berlari sekuat tenaga untuk menghindari kejaran sang ayah.
Gadis itu terus berlari sekuat tenaga tanpa ia sadari bahwa ia berlari ke tengah jalan raya.
"MAYA!!" teriak sang ayah saat melihat gadis itu hampir di tabrak oleh mobil.
__ADS_1
"Citt!!" mobil itu berhenti mendadak tepat di hadapan Maya. Maya yang sangat syok langsung jatuh terduduk ke tanah.
"Ikut pulang dengan ayah!" tegas sang ayah menarik Maya untuk berdiri, namun Maya langsung menepis tangan sang ayah membuat ayahnya semakin kesal.
"Jika kau tidak ikut dengan ayah, maka nyawa ayah tidak akan selamat! apa kau mau ayah mati di tangan gangster itu?!" gerutu sang ayah membentak Maya.
"Itu salah ayah sendiri! aku sudah terlalu sering melarang ayah untuk berjudi, tapi apa?!! ayah malah tak mendengarkan ku dan malah menghasilkan hutan dimana mana! lalu? kenapa aku harus menikah dengan pak tua itu? itu karena ayah menjual ku kepada nya?! begitu?!!" teriak Maya menangis histeris.
Pemilik mobil yang hampir menabrak Maya hanya menyimak di dalam mobilnya. Pemilik mobil itu terlihat tersenyum licik menyaksikan tingkah dramatis kedua orang tersebut.
Jangan tanya siapa pemilik mobil itu, yang pasti kalian tau dia siapa. Yap! dia adalah Abian.
"Plak-!!" Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Maya.
"Balasan? menghidupi? katakan! DARI SUDUT MANA KAU MENGHIDUPI KU?! SELAMA INI AKU BEKERJA SENDIRI UNTUK MELUNASI HUTANG AYAH! dan ayah di luar sana hanya bisa ber foya foya tanpa memperdulikan aku yang sedang banting tulang!" teriak Maya semakin menangis.
Sudah cukup penderitaan ini. Maya sudah berusaha keras untuk sabar menghadapi ayahnya yang sudah sangat kecanduan berjudi itu. Namun kesabaran Maya sudah habis saat tau dirinya di jodohkan oleh seorang gangster tua.
"Sudah cukup drama kalian?" tanya Abian dengan nada dingin, keluar dari mobilnya. Ia tersenyum angkuh menatap Maya yang sedang menangis sesenggukan.
"Katakan kepada ku, berapa harga anak gadis mu ini. Katakan saja aku akan membayar nya asal anak gadis ini menjadi penghangat ranjang ku di setiap malam" pungkas Abian dengan nada kejamnya. Ia melangkah mendekati Maya lalu mengangkat dagunya.
Abian melihat jelas wajah cantik milik Maya, tampak dari sisi pipi Maya yang terlihat memerah akibat di tampar keras oleh ayahnya sendiri.
"Ck ck ck, kasihan sekali nasib mu gadis kecil" seru Abian dengan seringai licik di wajahnya.
__ADS_1
"Le-lepaskan a-aku" ucap Maya dengan gugup saat tangan Abian mulai meraba-raba setiap inci tubuh nya.
"Melepaskan mu? kenapa?" tanya Abian semakin melancarkan aksinya.
"Kau serius ingin membeli putri ku?" tanya sang ayah membuat Abian menghentikan aksinya dan menatap intens ke arah ayah Maya.
"Apa wajah ku ini terlihat sedang bercanda?" tanya Abian dengan tatapan mata yang mematikan membuat ayah Maya merinding.
"Tapi putri ku masih virgin, tentu harganya tidak akan murah" balas sang ayah membuat Maya sangat syok.
"APA KALIAN SEMUA SUDAH GILA?! kalian tidak ada hak untuk menjual ataupun membeli ku!! ayah apa yang kau katakan!! kenapa kau tega sekali menjual ku kepada orang asing ini!!" teriak Maya tak terima atas perlakuan kedua pemuda itu yang seolah-olah menganggap Maya sebagai barang yang di perjual belikan.
"Ssttt berhenti bersikap bodoh, kau pikir siapa yang akan menolong mu disini selain aku? Coba katakan, apa kau mau menikah dengan si tua gangster yang akan di jodohkan dengan mu itu?"
"Kalau kau lebih memilih dia, it's okay, i don't care. Tapi kalau kau lebih memilih ikut bersama ku, maka berterimakasih lah karna aku akan membuat mu berteriak nikmat di setiap malam yang kau lalui" bisik Abian menjilat telinga Maya membuat Maya merinding di tempatnya.
"Pria gila" batin Maya ketakutan.
"Ini alamat perusahaan ku, besok kau datang ke sana dan ambil uang mu! mulai sekarang anak gadis mu ini adalah milik ku" pungkas Abian memberi sebuah kartu tanda pengenal kepada sang ayah Maya.
"Lepaskan aku!! kalian pria jahat!! aku tidak mau ikut dengan mu!! lepaskan!!" teriak Maya saat Abian tiba tiba menggendong nya ala karung beras.
"Diamlah, atau aku akan menjatuhkan mu!" ancam Abian membuat Maya langsung terdiam. Maya takut jika Abian benar benar menjatuhkan nya pasti rasanya sakit sekali. Apa lagi tubuh Abian begitu tinggi, jika Maya di banting ke bahwa pasti tulangnya langsung remuk semua.
Bersambung.
__ADS_1