Cinta Tulus Sang Ketua Mafia

Cinta Tulus Sang Ketua Mafia
episode-10


__ADS_3

Skip-!! Keesokan harinya.


Maya terbangun dikamar tamu, dirinya semalam tidur disana karena Abian tak ingin membuka pintu dan semalaman mengurung diri didalam kamar.


"Aku harus mengundurkan diri dari pekerjaan biar kakak Abi ga marah lagi sama aku" batin Maya.


Maya pun melakukan ritual mandinya, setelah itu ia memutuskan untuk memasak sarapan untuk Abian.


Beberapa saat kemudian.


Maya sedang menata makanan di meja.


"Semuanya sudah siap, tinggal panggil kakak Abi buat sarapan" gumam Maya yang kini sedang melangkah ke arah tangga.


Maya berniat naik ke lantai dua dimana kamar Abi berada disana.


"Kakak Abi" langkah Maya terhenti saat melihat Abian yang berpapasan dengan nya.


Maya melihat pakaian Abi yang sudah rapi. Abian memakai setelan jas berwarna biru navy senada dengan celananya.


"Kakak Abi mau kekantor? Maya sudah siapin sarapan buat kakak Abi, ayo sarapan dulu sebelum ke kantor" ajak Maya dengan lembut namun Abian hanya diam sembari menatap dingin ke arah Maya.


"Kakak Abi masih marah sama Maya? maafin Maya yah... Maya janji ga gitu lagi" ucap Maya menunduk.


Abian mendekati Maya. Maya sangat berharap Abian memaafkan nya dan langsung memeluknya disaat itu juga. Namun harapan Maya tak sesuai ekspektasi. Abian ternyata melangkah melewati nya.


"Kakak Abi..." lirih Maya hampir menangis melihat Abian yang begitu cuek kepadanya.


Abian pergi dari mansion tanpa memakan masakan Maya. Maya begitu kecewa namun ia mengerti bahwa Abian butuh waktu untuk memaafkan kesalahannya.


Skip-!!


Maya sedang menunggu Abi pulang. Sudah jam 10 malam namun Abi belum pulang dari kantor membuat Maya begitu cemas.


Drttt drttt drttt


Ponsel Maya berdering, Maya langsung mengangkat panggilan itu berharap bahwa Abi yang menelpon nya.


"Maya apa kau bisa membantu ku?" tanya Andika.


Ekspresi wajah Maya terlihat kecewa, ternyata bukan Abi yang menelpon nya melainkan Andika.

__ADS_1


"Bantu apa kak?" tanya Maya.


"Tolong datang kerumah ku yah? aku sedang sakit, aku tidak punya tenaga untuk memeriksa ke rumah sakit, bisakah kau membantu ku?" tanya Andika penuh harap.


"Astaga kakak kok bisa sakit? yaudah kakak kirim alamat nya di SMS yah, nanti Maya kesana" ujar Maya terlihat kasihan saat mendengar bahwa Andika sedang sakit.


"Baiklah, makasih Maya" balas Andika tersenyum lalu mematikan telpon secara sepihak.


Maya pun bersiap siap kerumah Andika. Bukan maksud Maya yang ingin membantah perkataan Abian lagi. Namun Maya juga berniat ingin menemui Andika karena ingin minta pengunduran diri dari pekerjaan.


Sesampainya di alamat Andika. Maya masuk dalam rumahnya. Sesuai isi pesan Andika, Andika menyuruh Maya langsung masuk ke dalam rumah itu.


"Kok gelap yah..." gumam Maya melihat kondisi rumah itu sangat gelap.


Maya perlahan lahan melangkahkan kakinya masuk kedalam.


BRAK!! pintu langsung terbanting dengan kuat membuat Maya terkejut setengah mati.


"Siapa disana?!" teriak Maya ketakutan, namun tak ada jawaban sama sekali. Rumah itu sangat sunyi...


"Kakak Dika kamu dimana, Maya takut..." lirih Maya ketakutan.


Blam! Lampu menyala membuat Maya bernafas lega. Namun di saat itu juga Maya kembali ketakutan ssat melihat Andika dari kejauhan menatap nya dengan tatapan yang begitu tajam.


"HAHAHA Akhirnya aku bisa mendapatkan titik kelemahan dari mafia sialan itu!" teriak Andika seperti orang kesetanan.


"Ma-mafia?" tanya Maya melangkah mundur.


"Yah... Apa kau tau?, kekasihmu yang bernama Abian itu telah berani m3mbu/nuh istri dan anak ku! dan sekarang giliran ku untuk membalasnya!" jawab Andika semakin mendekat.


"Aku tidak mengerti apa maksudmu kak, tolong jangan membuat ku takut" ucap Maya dengan nada gemetar.


"Kau tidak perlu tau, aku hanya ingin membuat Abian merasa kehilangan orang yang paling ia sayangi di dunia ini, dan kau adalah orang nya" pungkas Andika.


Andika menahan pergerakan Maya, dan mulai menempelkan pis4au yang ia genggam nya ke leher Maya.


"Kakak Abi... tolong" batin Maya.


Saat hendak mengg0r0k leher Maya. Tiba tiba


BRAK!! dengan satu tendangan, pintu rumah itu berhasil di dobrak.

__ADS_1


Jangan tanyakan siapa orang itu.


"KAPARAT LEPASKAN KEKASIH KU!!" teriak Abian dengan emosi yang sudah memuncak.


"Kau! bagaimana bisa kau mengetahui keberadaan ku!" pekik Andika terkejut.


"Hiks kakak Abi, Maya takut" ucap Maya dengan mata berair menatap Abian dengan tatapan memohon pertolongan.


"Lepaskan dia! dia tidak tau apa apa!!" teriak Abian mengepal tangan dengan kuat. Abian ingin sekali mengh4j4r Andika namun demi keselamatan Maya Abian mengurung niatnya untuk melakukan itu.


"Melepaskan nya? hahaha jangan harap! aku tidak akan melepaskan nya!"


"Apa yang kau inginkan!"


"Keinginan ku hanya satu, aku ingin membuat mu merasakan bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang kau sayangi!" jawab Andika dengan nada menyeramkan. Kembali mendekatkan pis4au ke arah leher Maya.


"BERANI KAU MELUKAI DIA, AKU TIDAK AKAN MENGAMPUNI MU SIALAN!" teriak Abian mengeraskan rahangnya.


Andika tak peduli dengan ucapan Abian dan mulai mengg0r0k leher Maya.


Srett-!! Abian langsung menepis tangan Andika yang hendak mengg0r0k Maya.


"Sial!" umpat Andika saat pis4au nya terjatuh kelantai.


"Bug!!" Abian langsung melayangkan tinjuan keras di rahang Andika membuat Andika jatuh tersungkur ke lantai.


"Sayang kau tidakpapa?" tanya Abian terlihat khawatir.


"Hiks kakak Abi, aku takut hiks" tangis Maya.


Abian memeluk tubuh Maya dengan erat. Tanpa ia sadari Andika bangkit sembari memegang pis4au nya kembali dan hendak men1k4am Abian dari belakang.


"KAKAK ABI AWAS!" teriak Maya.


Abian resfleks melihat kebelakang dan dengan cepat menepis tangan Andika yang hendak menusuk nya.


Terjadilah pert3ngk4ran antara Abian dan juga Andika.


Beberapa saat kemudian.


Andika t3w4s di h4jar habis habisan oleh Abian.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2