Cinta Tulus Sang Ketua Mafia

Cinta Tulus Sang Ketua Mafia
S3_episode-5


__ADS_3

Aku mau nanya kekalian, gimana kalau kita bikin cb khusus Aidan? tapi aku masih bingung judulnya apa?. Tolong kasih saran yah may. Aku tunggu komen kalian💬.


Setelah mengh4j4r pria paruh baya itu, Aidan membawa gadis itu masuk kedalam mobilnya. Dan melajukan mobil dengan kecepatan rata rata.


"Siapa namamu?" tanya Aidan dengan nada dingin sembari fokus menatap kearah depan.


Disini kita tau bahwa Aidan tak memiliki pacar karena sifat dinginnya yang sudah mendara daging:v.


"Ji-jihan" jawab gadis itu menunduk ketakutan.


"Dimana rumahmu?" tanya Aidan berniat mengantar Jihan pulang kerumahnya. Namun Jihan hanya diam dan tak menjawab pertanyaan Aidan.


"Aku bilang dimana rumahmu! apa kau tuli?!" tanya Aidan geram.


"A-aku ga punya rumah" jawab Jihan dengan nada gemetar seperti menahan tangisan.


Aidan resfleks menatap Jihan dari atas hingga bawah.


"Jangan berani membohongi ku, atau aku akan melemparmu keluar dari mobil ini!" ancam Aidan seperti tak percaya dengan ucapan Jihan barusan.


"Tidak mungkin gadis seperti mu tak memiliki rumah!" lanjut Aidan.


Aidan tak mungkin percaya begitu saja dengan ucapan Jihan barusan. Karena melihat penampilan Jihan yang terlihat seperti berkemampuan.


"A-aku kabur dari rumah" ucap Jihan memberanikan diri untuk jujur.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Aidan melirik Jihan yang sedang menunduk menangis.


"Aku dijodohin dengan pak tua tadi, tapi ternyata dia melihat ku kabur dari rumah dan mengejarku sampai kesini" jawab Jihan.


"Cih hanya masalah perjodohan ternyata" gumam Aidan namun masih terdengar oleh Jihan.


"APA KAMU BILANG?! HANYA MASALAH PERJODOHAN?!! kamu ga tau gimana nasib ku jika menikah dengan kakek kakek itu!!" teriak Jihan marah.


"Apa aku terlihat perduli? lagi pula kau bukan siapa siapa" ucap Aidan dengan dingin.


"Oh jadi begitu?! lalu kenapa kau membawaku masuk kedalam mobil mu?! turunkan aku dari mobil ini" teriak Jihan kesal.


CITT-!!!


"Turunlah" perintah Aidan santai menghentikan mobilnya dipinggir jalan.


"A-aku..." ucap Jihan gugup dan sedikit takut untuk turun dari mobil.


"Kenapa kau diam? bukankah tadi kau berteriak meminta aku menurunkan mu dari mobil?" tanya Aidan tertawa sinis.


"Kau itu jahat sekali!" gerutu Jihan terpaksa turun dari mobil walau dirinya sudah benar benar ketakutan di hutan itu.


BRUMM-~🏎️


"DASAR OM JELEK!!! JAHAT!!!" teriak Jihan mengumpat Aidan saat Aidan pergi meninggalkan nya.

__ADS_1


"Gadis bodoh" kekeh Aidan melihat Jihan dari kaca spion. Wajahnya begitu lucu saat sedang marah pikir Aidan.


Entah mengapa ia sangat suka mengerjai gadis itu, mungkinkah es batu sudah meleleh karna jihan?🤭


Aidan memundurkan kembali mobilnya untuk menjemput Jihan kembali.


"Naiklah" perintah Aidan.


"Kenapa kau kembali?! pergi sana!!" ketus Jihan cuek.


"Aku bilang naik ya naik!" perintah Aidan dengan tegas.


"Ga mau! dasar om jelek!" ucap Jihan.


"Aku dengar dihutan ini ada harimau yang sedang kelaparan, hais kenapa aku jadi merinding seperti ini, apa mungkin harimau itu sudah dekat?" gumam Aidan sedikit mengeraskan suara nya agar Jihan merasa takut mendengarnya.


"Ha-harimau?" tanya Jihan gugup.


"HUAAA OM JELEK!!" teriak Jihan segera naik kemobil. Saking takutnya dia, dia tak sengaja duduk dipangkuan Aidan dan memeluk lehernya dengan erat.


Deg-!! jantung Aidan tiba tiba berdegup kencang tak karuan disaat Jihan naik ke pangkuannya.


"Aku takut om jelek, cepat nyalakan mobilnya!" perintah Jihan ketakutan semakin memeluk leher Aidan. Bahkan ia menenggelamkan wajahnya dicekuk leher Aidan.


"Gadis menggemaskan!" batin Aidan tersenyum puas. Aidan memeluk pinggang Jihan lalu menyetir dengan satu tangan.

__ADS_1


Bukan muhrim Aidan, bukan muhrim!!!😭😭😭


Bersambung.


__ADS_2