Cinta Tulus Sang Ketua Mafia

Cinta Tulus Sang Ketua Mafia
episode-5


__ADS_3

Setelah berpamitan kepada sang adik kembar. Abian pun memutuskan untuk pulang ke mansion pribadinya.


_Mansion_


"Maya aku pulang" teriak Abian masuk ke dalam.


"Kakak Abi udah pulang?" tanya Maya kegirangan saat melihat kedatangan Abian.


"Hah, hari ini melelahkan sekali" pungkas Abian membuang tubuhnya ke sofa. Abian memijit pelipisnya yang terasa sedikit pusing.


"Kakak capek yah? mau aku bikinin minuman apa?" tanya Maya menawarkan minuman kepada Abian.


"Air putih saja" jawab Abian. Maya pun mengangguk lalu pergi menuju dapur.


"Apakah aku terlalu kasar kepada Daddy? tapi semua ini terjadi karna ulah nya..." gumam Abian dengan mata berkaca kaca.


Abian tak tau harus bersedih atau marah. Mengetahui Daddy nya yang sakit, Abian sangat ingin memeluknya namun setiap kali ia melihat Dave ada perasaan benci yang tak bisa Abian jelaskan.


Kejadian waktu umur Abian yang ke 7 tahun membuat hati Abian menjadi sangat keras dan menjadi seorang yang tak mengenal apa itu yang namanya keluarga.

__ADS_1


Saat umur Abian dan Aidan sudah genap berusia 7 tahun. Dave dengan kejam menyeret Abian berpisah dari Aidan. Dave membawa Abian ke bandara dan dengan kasar Dave mendorongnya masuk ke dalam pesawat pribadi.


Disana Abian memohon dan terus menangis tak ingin berpisah dari Aidan dan juga mommy Amanda. Tapi Dave tetap bersih keras akan mengirim Abian ke Spanyol untuk latihan fisik dan juga senjata.


"Bukan kah waktu itu kau sendiri yang bilang bahwa kau ingin menjadi mafia? maka Daddy akan mengwujudkan nya! pergilah ke Spanyol dan jangan pernah kembali ke negara ini sebelum kau mewarisi tahta kakek mu!"


Itu lah kata kata terakhir Dave yang pernah Abian dengar sebelum pesawat sudah pergi membawanya ke negara Spanyol.


Sebenarnya Dave juga tak ingin berperilaku kasar kepada putranya, namun kondisi memaksanya untuk melakukan itu. Dave sudah berjanji kepada sang kakek untuk mendidik Abian dengan keras agar Abian tumbuh menjadi pria yang kuat mental.


"Tidak, aku tidak ingin menjadi mafia, aku menyesal mengatakan itu! aku tidak ingin menjadi mafia! bawa aku pulang Daddy! aku merindukan mommy dan juga Aidan! hiks" teriak Abian.


"Kakak Abi kamu kenapa? kakak Abi kenapa nangis?" tanya Maya datang saat melihat Abian menangis sesenggukan.


"Hiks Maya peluk aku" pintah Abian semakin menangis. ia sedang butuh sandaran dan untungnya Maya datang di waktu yang tepat.


Maya langsung memeluk Abian. Abian menangis sejadi jadinya di dalam pelukan Maya.


"Kakak kenapa nangis? kakak merindukan ibu kakak lagi?" tanya Maya mengusap kepala Abian agar tenang.

__ADS_1


Abian langsung tenang di pelukan Maya. Entah mengapa dirinya sangat nyaman jika berada di dekat Maya.


"Kakak are you okay?" tanya Maya.


"Aku baik baik saja" jawab Abian menyeka air matanya.


"Sebenarnya kakak Abi kenapa?" tanya Maya duduk di samping Abian.


"A-aku hanya punya masalah" jawab Abian dengan nada gemetar.


"Masalah?"


"Masalah perusahaan" bohong Abian.


"Kakak Abi sampai nangis gini karna masalah perusahaan, apa kakak Abi akan bangkrut dan jatuh miskin seperti di dalam film film Indosiar?" batin Maya menatap kasihan ke arah Abian.


"Kalau aku tetap tinggal di mansion ini kasihan kakak Abi, pasti kakak Abi capek capek kerja buat biayain hidup aku. Aku harus cari kerja nih! biar ga jadi beban buat kakak Abi" gumam Maya.


Maya memutuskan untuk mencari kerja membantu Abian untuk mendapatkan uang. Sungguh otak yang polos.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2