Cinta Tulus Sang Ketua Mafia

Cinta Tulus Sang Ketua Mafia
episode-6


__ADS_3

Malam hari di kediaman mansion.


Maya dan Abian baru saja pergi berbelanja sesuai yang di butuhkan oleh Maya.


"Kakak ini terlalu banyak, aku ga mungkin nerima ini semua" ujar Maya cemberut. Ia merasa bersalah karena Abian membelikan nya banyak keperluan. Maya merasa ia menjadi beban untuk Abian.


"Membeli keperluan kecil ini tak akan membuat ku bangkrut sayang" balas Abian tersenyum lalu mengacak acak rambut Maya.


"Sa-sayang?" ucap Maya terbata bata saat Abian memanggil nya dengan sebutan sayang. Bahkan kini wajah Maya langsung merona karena malu.


"Apa yang salah? kau kan milikku" pungkas Abian memeluk pinggang Maya dengan erat.


"Milik? kata siapa?"


"Kataku, mulai sekarang kau juga harus memanggil ku sayang, aku tidak menerima penolakan dari mu" jawab Abian mengecup bibir Maya dengan singkat.


"Kakak!" pekik Maya langsung terkejut. Wajah Maya semakin memerah membuat Abian terkekeh.


"Mencium kekasih sendiri tidak melanggar aturan bukan?" tanya Abian kembali mendekati wajah Maya.


"A-aku bantu bibi Dita untuk masak dulu yah kakak, dadah" pamit Maya buru buru keluar dari kamar meninggalkan Abian yang tertawa keras.


"HAHAHA lucu sekali gadis itu" seru Abian tertawa keras. Ini kali pertamanya Abian kembali tertawa setelah kejadian menyedihkan itu.


Pov Maya.


"Huff jantung ku ga aman kalau dekat dekat kakak Abi" pungkas Maya mengelus dadanya yang sedang berdegup kencang.


"Eh nona Maya?" seru bibi Dita melihat kedatangan Maya di dapur.


"Hai bibi, ngomong ngomong bibi masak apa malam ini?" tanya Maya menghampiri bibi Dita.

__ADS_1


"Belum tau mau masak apa, bahan bahan sudah habis semua bibi niatnya mau keluar sebentar untuk beli bahan bahan makan malam" jawab bibi Dita.


"Aku ikut boleh bibi?" tanya Maya dengan berharap. Maya ingin ikut karna ia bosan harus berada di mansion terus.


"Aduh gimana yah, nona minta izin sama tuan dulu, saya takut kena marah kalau nona keluar sama saya tanpa izin" ujar bibi Dita tersenyum kikuk.


"Yaudah bibi tunggu disini yah, aku minta izin ke kakak Abi dulu" ucap Maya tersenyum.


Maya pun pergi menyusul Abian di kamar. Ia berniat meminta izin kepada Abian, semoga Abian memberinya izin.


"Kakak" panggil Maya saat masuk ke dalam kamar.


"Aku disini" seru Abian berada di balkon.


Maya melihat Abian yang sedang duduk di balkon sembari merokok.


"Loh?! kakak ngerokok?!" tanya Maya menatap Abian dengan tatapan marah.


"Sayang!" pekik Abian saat Maya mengambil rokok di tangannya lalu melemparnya ke lantai.


"Merokok ga baik kak!" omel Maya menginjak rokok itu sampai gepeng.


"Kau sudah berani merusak mainan mulut ku, dan sekarang kau harus menggantinya" pungkas Abian berdiri di hadapan Maya sembari menatap Maya dengan tatapan mesumnya.


"Ya aku akan menggantinya dengan jus jeruk! asal kakak ga ngerokok lagi!" balas Maya.


"Tapi sayangnya aku tidak suka jus jeruk" pungkas Abian mendekati wajah nya ke wajah Maya.


"Lalu kakak Abi sukanya apa dong?" tanya Maya berkedip polos.


"Cup-!" Abian langsung menyambar bibir ranum milik Maya. Membuat Maya terkejut dan seketika menegang di tempatnya.

__ADS_1


Maya memberontak namun tangan kekar Abian mengunci pergerakan nya. Abian dengan leluasa memasuki liang mulut Maya lalu melilit lidah nya.


"Cpkk cpkk cpkk" decapan demi decapan terdengar jelas di balkon kamar itu. Abian begitu candu dan suka dengan rasa mulut Maya yang begitu manis.


Beberapa menit kemudian.


"Apa kau menyukai nya?" tanya Abian setelah melepaskan tautannya. Ia menempelkan dahinya ke dahi Maya.


"Rasanya aneh... rasa rokok , aku ga suka" ucap Maya dengan jujur membuat Abian lagi lagi tertawa dengan sikap polos kekasihnya itu.


"Hahaha sayang kau itu suka sekali membuat ku tertawa!" gerutu Abian tertawa keras sembari memeluk pinggang ramping Maya.


"Ish! kakak Abi kok malah ketawa! aku itu kesini mau meminta izin bukan untuk di tertawakan" ucap Maya cemberut.


"Meminta izin? kau mau kemana hm?" tanya Abian menatap wajah Maya dengan penuh selidik.


"Aku sama bibi Dita mau belanja bahan bahan untuk makan malam, boleh yah?" tanya Maya berharap Abian akan mengizinkan nya.


"Tidak boleh!" tegas Abian menolak keras permintaan Maya. Abian tak ingin Maya kemana mana lantaran di mata Abian Maya adalah gadis polos dan lugu, dia bisa saja di kelabui oleh orang orang jahat diluar sana.


"Kakak Abi aku mohon, tempat belanjanya dekat kok, di minimarket depan sana" mohon Maya dengan wajah memelas.


"Gadis ini kenapa sangat ahli untuk membujuk ku?" batin Abian tak tahan melihat wajah memelas Maya.


"Huff tapi kau harus hati hati! jika ada yang berani mendekati mu ataupun melukai mu, langsung berteriak minta tolong oke?" ujar Abian mengelus pipi Maya dengan lembut. Abian akhirnya pasrah, ia tak mampu menolak permintaan Maya melihat Maya yang begitu sangat menggemaskan.


"Yey!! makasih kakak Abi! aku sayang kakak" seru Maya langsung mengecup pipi Abian. Maya langsung berlari keluar untuk menemui bibi Dita yang sedang menunggu nya.


"Gadis itu..." gumam Abian memegang pipinya yang baru saja Maya cium. "Aku juga sangat menyayangimu" lanjut Abian tersenyum tipis.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2