Cinta Tulus Sang Ketua Mafia

Cinta Tulus Sang Ketua Mafia
S3_episode-3


__ADS_3

"Aahh udah hiks, capek banget" keluh Maya mend3sah saat Abian tak berhenti menggempurnya habis habisan.


Maya lelah, sudah hampir 4 jam Abian melakukan itu tanpa henti, membuat Maya hampir pingsan bahkan membuka matapun ia sedikit tak sanggup.


"Sebentar lagi sayang!" ucap Abian dengan nada beratnya yang sudah hampir mencapai puncak.


Abian menggenggam erat tangan Maya, dan mulai mempercepat tempo, hingga beberapa saat kemudian Abian memuntahkan isi cairannya kedalam milik Maya.


Cup-!


"Terimakasih sayang!" ucap Abian mengecup kening Maya.


"Hiks capek banget, mau minum" ucap Maya merengek.


Abian yang mendengar ucapan Maya hanya bisa terkekeh lalu mengambil gelas air yang berada diatas nakas.


"Bangunlah" perintah Abian dibalas anggukan oleh Maya. Ia pun duduk dikasur. Abian pun memberinya segelas air putih.


"Pelan pelan minumnya, tidak ada yang akan mengambilnya darimu" tegur Abian melihat Maya yang meneguknya habis air putih dengan rakus.


"Hm!" dehem Maya memalingkan wajahnya dengan kesal. Sepertinya dia semakin marah kepada Abian.


"Kamu marah?" tanya Abian.


"Ga tau!" jawab Maya dengan ketus.


"Terserah kamu aja, tapi kamu ga bisa lari lagi dariku, karna bibitku udah tertanam dimilik mu" ucap Abian tertawa kecil.


"Aku ga bakal lari, kamunya aja tuh yang bakal lari! apa kamu lupa waktu itu kamu yang pergi ninggalin aku?!" tanya Maya mengungkit masa lalu membuat Abian terdiam.


Abian kembali berbaring dikasur dan meminta Maya untuk tidur disampingnya.


"Kemarilah" perintah Abian menepuk kasur di sebelahnya.


"Ga mau!" tolak Maya ketus.


"Kamu mau dihukum lagi? katakan saja lagi pula aku masih kuat kok buat gempur kamu lagi" ucap Abian.


"Gila..." gumam Maya melongo, bisa bisanya Abian masih kuat untuk menggempurnya, bahkan permainan tadi saja sudah lebih dari 4 jam. Dapat tenaga darimana sih ini anak? pikir Maya.


"Kenapa diam? kemari atau aku hukum lagi?" ancam Abian.

__ADS_1


"Ish! iya iya!" gerutu Maya ikut berbaring disamping Abian.


"Apa kamu tau sayang?" tanya Abian memeluk Maya dengan erat.


"Ga tau, kan belum dikasi tau" jawab Maya dengan polos.


"Aku sangat merindukan kalian. Apa kamu tau bagaimana tersiksanya aku saat merindukan kalian? Aku sangat tersiksa sayang, bahkan aku merasa diriku tak berguna setelah meninggalkan kalian"


"Aku menangis setiap hari dan malam, berkali kali aku mencoba untuk melupakan mu namun itu tidak berhasil karna kamu sudah memenuhi otak dan juga hatiku"


"Disaat itu mansion utama diserang oleh musuh. Paman panik dan segera memerintahkan aku untuk pergi mencari kalian. Dan kamu tau paman bilang apa? dia bilang "Pulang lah Abian! kembalilah bersama anak dan istrimu, paman tau ini akhir dari semua ini! semoga kau bahagia bersama keluarga kecilmu, maafkan paman yang dulu memisahkan kalian" itu kata pamanku saat dia tiba tiba dit3mbak dari belakang oleh musuh" jelas Abian.


"Aku tidak tau aku harus bersedih atau harus bahagia. Yang intinya setelah kejadian itu aku pulang kembali ke negara ini. Saat aku tiba, aku bergegas kembali ke mansion kita. Namun yang aku temukan bukanlah dirimu. Melainkan orang lain. Dan aku baru sadar bahwa kalian telah pindah ke tempat lain"


"Saat itu aku benar benar hancur, aku tidak tau harus mencari kalian kemana lagi. Namun takdir memihak kepadaku, kita dipertemukan kembali di kedai eskrim kemarin" pungkas Abian tertawa kecil.


"Kamu menangis?" tanya Abian melihat Maya menangis didalam pelukannya.


"Hiks sedih banget" ucap Maya terisak.


"Jangan menangis, kan aku udah ada disini" pungkas Abian mengelus surai rambut Maya.


"Dih ngarep banget, siapa juga yang sedih mikirin kamu! aku itu sedih karna tadi kamu bilang paman dit3mbak m4ti dari belakang. Hiks sedih banget" jelas Maya kembali terisak.


"Kenapa, emang salah? kan ga ada waktu untuk sedih mikirin cowo kaya kamu" ucap Maya dengan terus terang.


"Oh? udah berani yah sekarang?! minta di hukum lagi? it's okay baby! permainan tadi di tambah dua jam!" ujar Abian kembali men1nd1h tubuh Maya.


"HUAAA KAKAK ABI!!! MAYA CAPEK!!" teriak Maya saat Abian mulai melakukan aksinya.


HEHEHE GEMPUR LAGI ABIAN! GEMPUR LAGI🤣🤣🤭🤭


.


.


.


.


"Paman, ini udah jam 3 sore kok Daddy dan Mommy belum keluar?" tanya Keenan penasaran. Karena kedua orang tuanya tak kunjung keluar kamar sejak tadi pagi.

__ADS_1


"Mana paman tau" jawab Aidan mengangkat bahunya dengan acuh.


"Buat dedenya kok lama banget" keluh Keenan membuat Aidan yang mendengarnya tertawa keras.


"Harus lama dong! kan bikin Dede itu enak" ucap Aidan dengan sesat.


"Paman pernah bikin Dede? terus dedenya kemana?" tanya Keenan dengan polos.


"Uhukk uhukk" Aidan yang mendengar itu resfleks tersedak air liur sendiri.


"Gini gini paman masih perjaka loh Ken!" ucap Aidan.


"Perjaka tua yah?" tanya Keenan membuat Aidan terdiam seribu bahasa.


"Sialan banget nih bocah" batin Aidan merasa tertampar oleh perkataan Keenan barusan.


Beberapa saat kemudian.


"Apa masih s4kit?" tanya Abian membantu Maya keluar dari kamar.


"Ini semua karna kakak Abi!" ucap Maya dengan kesal. Maya harus berjalan di bantu oleh Abian karna area sensitif nya sangat s4kit. Jangan tanya kenapa bisa s4kit. Itu karna permainan Abian yang begitu brut4l menggempur Maya habis habisan.


"Tapi enak kan?" tanya Abian menggoda Maya.


"E-engga" jawab Maya dengan gugup.


"Ga enak? terus tadi ngapain teriak minta di percepatin?" tanya Abian tersenyum m3sum.


"Ma-mana ada, aku ga pernah teriak kaya gitu" elak Maya dengan wajah yang memerah menahan malu.


"Yakin? terus kenapa wajah kamu merah kaya gitu hm?" tanya Abian lagi. Mengangkat alisnya.


"HUAAA KAKAK ABI!!!" teriak Maya merengek dengan malu membuat Abian tertawa kecil akibat gemas dengan tingkah istrinya.


-Aidan vs Author-


Aidan: Gini amat nasib jomblo, reader maukah kau menikah dengan ku?


Author: Hehehe Author mau kok jadi pasangan Aidan.


Aidan: Gue ga ngomong ke elo anjrt. Gue ngomongnya ke reader.

__ADS_1


Author: Gapapa sumpah gapapa ☺️


Bersambung.


__ADS_2