Cinta Tulus Sang Ketua Mafia

Cinta Tulus Sang Ketua Mafia
episode-7


__ADS_3

Kini Maya dan bibi Dita sudah berada di minimarket. Maya dan bibi Dita mencari bahan bahan sembari mendorong keranjang troli.


"Aduh!" pekik Maya jatuh tersungkur saat seorang pria tak sengaja menabrak nya dengan keras.


"Maaf, maafkan aku, apa kau baik baik saja?" tanya pria itu merasa bersalah dan membantu Maya untuk berdiri.


"I am okay" jawab Maya tersenyum.


"Maafkan aku, bagaimana jika aku mentraktir mu makan malam?" tawar pria itu di jawab gelengan oleh Maya.


"Tidak usah, itu sangat merepotkan" tolak Maya tak enak hati.


"Ayolah, anggap saja ini tanda maafku karna tak sengaja menabrak mu" gerutu pria itu sedikit memaksa.


"Eum... bagaimana yah" gumam Maya menatap bibi Dita seolah meminta tolong.


"Gapapa nona, saya bisa pulang sendiri kok, lagian mansion dekat darisini" ucap bibi Dita tersenyum.


"Makasih bibi, jangan lupa yah titip salam ke kakak Abi, nanti aku akan pulang kok" ujar Maya di balas anggukan oleh bibi Dita.


Maya pun tanpa menaruh curiga mengikuti pria itu. Pria itu mengajak Maya ke sebuah restoran terdekat.


-Di restoran-


"Oh iya nama ku Andika kau bisa memanggilku Dika" ucap Andika mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Aku Maya kak" balas Maya menerima uluran tangan Andika.


"Btw kau tinggal di dekat sini?" tanya Andika. Entah mengapa ia sangat ingin tau dengan status Maya.


"He'em aku tinggal di mansion kakak Abi di blok E" jawab Maya membuat Andika tersenyum.


"Abi adalah kakak mu?" tanya Andika penuh selidik.


"Bukan, kata kakak Abi aku adalah kekasihnya" jawab Maya dengan polos.


"Jadi kau kekasihnya? haha sial sekali aku malam ini, bertemu dengan gadis cantik seperti mu tapi sayangnya sudah ada yang punya" ucap Andika tertawa kecil.


"Ini sudah jam 10 malam, aku harus pulang takut jika kakak Abi mencari ku" ujar Maya berdiri dari duduknya.


"Tunggu" cegah Andika menahan tangan Maya.


"Jadi restoran ini milikmu?" tanya Maya terkejut di balas anggukan oleh Andika.


"Heem... kak kebetulan aku lagi cari kerja, apa boleh aku bekerja disini?" tanya Maya dengan tatapan berharap.


"Kau mau bekerja? tentu saja boleh! kau bisa bekerja disini mulai besok" pungkas Andika dengan antusias. Ia senang jika Maya mau bekerja di restoran nya, itu akan membuat Andika lebih leluasa menatap wajah cantik Maya.


"Benarkah?! wah makasih kak! aku akan bekerja disini mulai besok, kalau begitu aku pulang dulu yah kak! bay bay kak!" seru Maya dengan bahagian. Maya pun pergi meninggalkan Andika


Skip-!

__ADS_1


Mansion.


"Huff aku telat pulang karna asik bercerita dengan kakak Dika! aku harap kakak Abi sudah tidur" gumam Maya membuka pintu mansion.


Maya terdiam saat ia membuat pintu terdapat Abian yang duduk di sofa sembari menatapnya dengan tatapan yang begitu tajam.


"Kak-kakak Abi" gumam Maya terkejut.


"Darimana?" tanya Abi dengan sinis dan penuh hawa kemarahan.


"Dari restoran kak, seseorang tadi menabrak ku lalu dia mentraktir ku makan malam sebagai tanda permintaan maaf" jawab Maya dengan jujur.


"Aku sudah tau dari bibi Dita, kau tidak perlu menjelaskan nya kepada ku" balas Abian berdiri dari duduknya lalu melangkah mendekati Maya.


"Kakak marah yah?" tanya Maya mundur karena takut dengan tatapan Abian yang begitu tajam.


"Menurutmu? kau tau kan aku mencintaimu? lalu kenapa kau sangat berani pergi bersama pria lain hah?!!" bentak Abian marah. Maya yang terkejut resfleks menutup matanya karena sangat ketakutan.


"Coba katakan! pria mana yang berani mendekati kekasih ku ini!" pungkas Abian memegang pipi Maya lalu menatap dalam kedua bola matanya. Abian sedikit merasa bersalah telah berani membentak Maya. Maya tampak ketakutan dan matanya sudah berkaca kaca.


"Hiks kakak Abi jangan marah, Maya tau Maya salah hiks" ucap Maya menangis.


Grep-!!


Abian langsung memeluk tubuh mungil kekasihnya itu.

__ADS_1


"Maafkan aku, aku terlalu murka mendengar mu pergi bersama pria lain. Aku cemburu sayang, tolong jangan lakukan ini lagi, cukup bersama ku saja karna kau adalah milik ku" ujar Abian merasa bersalah dan langsung memeluk tubuh Maya dengan erat.


Bersambung.


__ADS_2