Cinta Tulus Sang Ketua Mafia

Cinta Tulus Sang Ketua Mafia
episode-11


__ADS_3

Kini Abian dan juga Maya sudah pulang ke rumah. Tampak Abian masih tidak mau bicara kepada Maya.


"Kakak masih marah sama Maya?" tanya Maya dengan suara sedihnya.


"Ceroboh! bisa bisanya kau mempercayai orang asing seperti dia!" bentak Abian marah membuat Maya menunduk ketakutan.


"Ma-maya ga tau kalau kakak Dika mau lukain Maya..." lirih Maya.


"Beruntung aku datang di waktu yang tepat! jika tidak kau pasti..." ucapan Abian terpotong. Ia tak sanggup melanjutkan perkataannya karna ia takut jika itu benar benar terjadi.


Dengan sigap Abian memeluk Maya. Mencium kening Maya berkali kali.


"Aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika aku terlambat sedikit saja saat menyelamatkan mu" ucap Abian.


"Kakak jangan marah lagi yah... Maya janji ga akan seceroboh itu lagi" ucap Maya mendongak menatap wajah Abian.


"Aku memaafkan mu sayang, tapi jangan seperti ini lagi, aku benar benar takut jika aku melihat mu hampir terluka" pungkas Abian mengusap lembut kepala Maya.


"Tapi.... kakak kok bisa tau kalau aku tadi di rumah kakak Dika?" tanya Maya kebingungan.


"Saat aku pulang, aku tidak melihat keberadaan mu, aku khawatir dan takut jika kau lari dari rumah karena aku mengabaikan mu tadi pagi. Dan disaat aku mengecek hp, aku melihat GPS mu aktif di rumah pria itu. Dengan segera aku kesana dan melihat kau hampir di lukai pria gila itu. Aku marah, takut, dan begitu khawatir melihat mu hampir di lukai. Aku takut kehilanganmu Maya aku sangat takut, aku tidak akan bisa hidup tanpa mu jadi aku mohon jangan membuat ku khawatir lagi" pintah Abian memeluk Maya begitu erat.


"GPS itu apa kak Abi?" tanya Maya dengan polos, Abian yang mendengarnya langsung tertawa keras.


"Hahaha kau tidak tau GPS itu apa?" tanya Abian tertawa keras membuat Maya cemberut.


"Jangan menertawakan aku" pintah Maya cemberut sembari memeluk Abian. Maya menyembunyikan wajahnya di dalam jas milik Abian karena malu.


"GPS itu alat pelacak sayang, aku memasangnya di tas mu" ucap Abian dengan lembut sembari tangan yang tak berhenti mengelus kepala Maya.


Beberapa saat kemudian. Abian mengerutkan kening karena Maya tak rewel lagi seperti sebelumnya.


"Sayang? kenapa kau diam saja?" tanya Abian namun tak ada jawaban dari Maya.


Noted: Maya dalam posisi masih memeluk Abian.


Pelukan Maya ke Abian tiba tiba longgar membuat Maya hampir terjatuh kebelakang beruntung Abian menangkap nya dengan sigap.


"Tidur?" gumam Abian saat mengetahui Maya tertidur di pelukannya. "Pantas saja dia tertidur, ini sudah jam 1 pagi ternyata" lanjut Abian terkekeh melirik jam yang sudah masuk setengah 2 pagi.

__ADS_1


Abian menggendong tubuh Maya masuk ke dalam kamar. Ia meletakkan Maya ke kasur dengan perlahan.


Cup-! Abian mengecup kening Maya dengan lembut lalu ia membuka pakaian nya yang hanya menyisakan boxer saja.


Abian naik ke kasur lalu menyelimuti tubuh nya dan tubuh Maya. Ia memeluk tubuh Maya dengan erat.


Skip-!! Keesokan harinya.


Maya terbangun lebih awal. Dirinya langsung tersenyum melihat Abian tertidur dengan pulas di hadapannya.


"Kakak Abi ganteng banget" gumam Maya mengelus rahang tegas milik Abian.


Maya terus menatap wajah Abian, entah mengapa Maya sangat suka melihat Abian saat tertidur.


"Sudah puas menatap ku?" tanya Abian memeluk pinggang ramping milik Maya. Lalu mengecup singkat bibirnya.


"Ka-kakak udah bangun?" tanya Maya terkejut.


Yap! sedari tadi Abian sudah terbangun saat Maya mengelus rahang nya Abian sedikit terusik itulah yang membuatnya terbangun.


"Aku mencintaimu sayang" ucap Abian memeluk erat tubuh Maya.


"Benarkah kau mencintaiku? lalu apa yang akan kau berikan kepada ku sebagai tanda cinta?" tanya Abian menggoda Maya.


"Beri apa yah kak.... eumm Maya cuman bisa masak doang" jawab Maya berhasil membuat Abian tertawa kecil.


"Tetap berada disisi ku itu sudah cukup sayang... Tapi lebih cukup lagi jika kau memberiku sebuah kecupan selamat pagi" pungkas Abian tersenyum menggoda.


"Tapi kan tadi udah...."


"Itu kan dariku untuk mu, sekarang untukku mana?" tanya Abian memonyongkan bibirnya.


"Sekali doang yah" ucap Maya mengecup singkat bibir Abian.


Cup-!


"Aku mau lagi" pintah Abian.


"Sekali doang, ga boleh lebih"

__ADS_1


"Tapi aku mau lagi"


"Ga mau"


"Tidak ada penolakan bagiku sayang" ucap Abian langsung menindih tubuh Maya.


Maya hendak memberontak namun Abian mengunci pergerakan nya dan langsung menyambar bibir mungil miliknya.


"Upmhh ka..kak Abi..." keluh Maya disela sela ciuman. Namun Abian tak menggubris perkataan Maya. Ia malah semakin ganas ******* dan melilit lidah Maya.


"Cpkk cpkk cpkk" decapan demi decapan terdengar di kamar itu. Membuat Abian semakin memanas.


7 menit kemudian. Abian melepaskan tautan dengan nafas terengah-engah. Dada keduanya naik turun mengambil nafas dengan rakus.


"Huaa sesak, kakak Abi ciumnya lama banget!" rengek Maya dengan nafas naik turun.


"Bibirmu begitu candu bagiku sayang" ucap Abian mengecup bibir Maya kembali.


Skip-!!.


"Aku pergi kerja dulu, jaga dirimu baik baik, jangan kemana mana, stay bersama bibi Dita didalam rumah okey?" pungkas Abian mengecup kening Maya. Maya hanya bisa mengangguk.


"Jangan kemana mana lagi, jangan cari Dika yang lain lagi yah?" tanya Abian sedikit terkekeh.


Mendengar candaan dari Abian membuat Maya terdiam. Seketika dia mengingat sesuatu... dimana Maya mengingat ucapan Andika dimalam itu.


Yeah... Maya mengingat dimana Andika mengatakan bahwa Abian adalah seorang mafia. Tubuh Maya langsung gemetar ketakutan karena Maya tau betul mafia itu seperti apa.


"Ka-kakak hati hati yah dijalan, kalau begitu Maya masuk dulu" ucap Maya sedikit gugup lalu melangkah masuk ke rumah tanpa memperdulikan Abian.


"Ada apa dengan nya? tidak seperti biasanya" batin Abian melihat punggung Maya masuk ke dalam mansion.


Pov Maya.


"Ya Allah, kakak Abi seorang mafia? berarti dia...." lirih Maya ketakutan. Ia berada dikamar dan menyembunyikan tubuhnya didalam selimut tebal.


"Hiks Maya takut..."


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2