
"Maya hanya takut dengan kakak... kakak itu seorang mafia pasti punya banyak musuh dan juga...." ucapan Maya terpotong ia tak sanggup untuk melanjutkan perkataannya.
"Dan juga aku seorang p3mbu/nuh?" tanya Abian dibalas anggukan oleh Maya.
"Ngapain takut sayang? walau aku seseorang yang sangat kejam aku tidak mungkin melukai orang yang aku cintai seperti dirimu" ucap Abian.
Tangan Abian mengelus pipi Maya dengan lembut agar Maya yakin kepadanya bahwa ia tak akan pernah melukai Maya.
"Janji?" tanya Maya.
"Janji" jawab Abian mengangguk.
Keduanya pun saling berpelukan, melepaskan rindu masing masing.
"Aku merindukan mu" bisik Abian.
"Kakak Abi..." gugup Maya saat Abian mengelus pipi Maya lalu mendekatkan bibirnya kebibir Maya.
Cup-! Abian ******* bibir Maya dengan agresif, memainkan lidah Maya dengan ganas.
"Jangan mengabaikan aku lagi, aku sangat merindukan mainan mulut ku ini" ucap Abian mengelus bekas salivanya disudut bibir Maya.
"Kakak Abi kebiasaan ciumannya kelamaan mulu! Maya hampir mati kehabisan nafas tau!" gerutu Maya merengek.
Abian tertawa kecil melihat tingkah lucu Maya.
"Besok kita kekantor Agama yah" seru Abian.
"Kenapa?" tanya Maya.
"Aku mau besok kita menikah, untuk saat ini aku mau menikah dengan mu secara sembunyi sembunyi, aku takut jika musuh ku tau aku mempunyai istri mereka akan mengincar mu juga. Kamu taukan musuh mafia itu banyak?" jelas Abian.
"Hah!! menikah?!" pekik Maya.
"Kenapa? kamu tidak ingin menikah denganku?" tanya Abian penuh selidik.
"Bukan begitu... ta-tapi Maya belum siap" jawab Maya dengan gugup.
"Siap atau tidak siap, kamu harus tetap menjadi istriku karna aku mencintaimu sayang" ucap Abian mengacak acak rambut Maya.
"Ish kakak! Maya udah sisir rambut loh! kok malah diberantakin!" gerutu Maya cemberut karena rambutnya yang baru saja ia sisir tadi pagi di acak acak oleh Abian.
Abian tertawa kecil.
Skip-!! Keesokan harinya.
__ADS_1
Perusahaan Abian.
"KENAPA KAU BERTINDAK GEGABA SEPERTI INI?! APA KAU TIDAK TAU KONSEKUENSI NYA JIKA KAU MENIKAHI WANITA ITU!" bentak sepupu jauh Abian.
"Aku menikahinya karena aku mencintainya!" jawab Abian dengan tegas.
"Ingat Abian, kau akan menjadi pewaris tahta mafia. Jangan melupakan janjimu kepada kakek buyut" ucap sepupu jauh Abian.
"Aku tidak mungkin melupakan itu, tapi aku mencintai Maya, aku tidak mungkin meninggalkan nya" jelas Abian.
"Kau fikir jika paman tau kau sudah menikah, hidup istrimu akan aman?! tidak Abian!! jangan bertingkah seperti orang bodoh! ceraikan istri mu jika kau ingin dia selamat!" tegas sepupunya memperingati Abian.
"Apa kau gila?! aku baru menikah tadi pagi dan kau mau aku menceraikan nya? jangan mimpi!" teriak Abian.
"Kau itu benar benar keras kepala! terserah mu saja! tapi jangan salahkan aku jika paman tau tentang semua ini" ucap sepupunya.
"Tolong sembunyikan rahasia ini dari paman" pintah Abian.
"Tentu saja aku akan menyembunyikan nya, tapi apa kau lupa bahwa mata mata paman itu banyak, cepat atau lambat paman akan mengetahui semuanya" ucap sepupunya membuat Abian termenung.
"Paman tidak akan mengetahuinya, pasti" pungkas Abian meyakinkan dirinya sendiri.
Sepupu jauh Abian datang menemui Abian dari Spanyol, ia mendapat kabar bahwa Abian menikahi seorang wanita yang membuatnya harus turun tangan.
Sepupu jauh Abian berusaha meyakinkannya agar ia tak bertindak gegabah dan melewati batasnya sebagai pewaris ketua.
.
.
.
.
.
Mansion.
"Sayang aku pulang" seru Abian masuk kedalam.
"Kakak Abi!" teriak Maya dengan girang, berlari memeluk Abian dengan erat.
"Ada apa denganmu, kenapa kau begitu senang hari ini?" tanya Abian tertawa kecil.
"Gapapa hehehe, Maya hanya kangen sama kakak Abi" jawab Maya mendusel duselkan wajahnya didada bidang Abian.
__ADS_1
"Bersiaplah, aku akan membawamu kesuatu tempat" bisik Abian.
"Kemana?" tanya Maya berkedip polos.
"Kau akan tau nanti" jawab Abian penuh arti.
"Yaudah Maya mandi dulu yah, kakak Abi tunggu sini" ujar Maya berlari kecil menuju tangga.
"Aku akan membuat Maya hamil secepatnya, agar keluarga kecil kami sudah lengkap" batin Abian tertawa kecil melihat tingkah Maya yang begitu menggemaskan.
"Aku bahagia hidup bersama Maya. Inilah yang aku inginkan dari dulu, mempunyai keluarga kecil sendiri dan hidup bahagia selamanya" lanjut Abian.
.
.
.
.
.
"Kakak kita ngapain disini?" tanya Maya melongo melihat hotel yang begitu megah didepannya.
"Kau lupa? ini kan malam pertama kita" pungkas Abian mengelus puncuk kepala Maya.
"Eum... malam pertama?" tanya Maya kebingungan. Mendengar itu membuat Abian tertawa keras.
"HAHAHA kau tidak tau malam pertama itu apa?" tanya Abian tertawa keras melihat tingkah polos Maya.
"Ish! malah ketawa! Maya kan lagi nanya!" omelnya cemberut.
"Ayo masuk" ajak Abian menggenggam tangan Maya dengan erat. Dengan langkah pelan Abian dan Maya masuk ke dalam hotel tersebut.
Abian membawa Maya masuk kedalam sebuah kamar VIP yang begitu mewah yang hanya bisa di sewakan oleh orang dari kalangan atas.
"Bagus banget kamarnya" ucap Maya melongo.
"Kau suka?" tanya Abian mengelus pipi Maya dengan lembut.
"Suka kakak" jawab Maya dengan antusias.
"Berbaringlah, tunggu aku disini, aku mau mandi dulu" ujar Abian.
"Kenapa ga mandi dirumah aja tadi?" tanya Maya mulai duduk dikasur empuk.
__ADS_1
"Tidak ada waktu sayang" jawab Abian.
Abian pun masuk kedalam kamar mandi, melakukan ritual mandinya sekaligus melakukan pemanasan untuk menggempur Maya habis habisan, UPS!✋😭