Cinta Tulus Sang Ketua Mafia

Cinta Tulus Sang Ketua Mafia
episode-2


__ADS_3

#cinta tulus sang ketua mafia


Mansion pribadi Abian.


"Ikut dengan ku!" perintah Abian menyeret tangan Maya masuk ke mansion. Namun Maya terus memberontak tak ingin mengikuti apa kata Abian.


"Tidak mau hiks, tolong lepaskan saya! saya tidak mau ikut dengan mu!" pungkas Maya menangis.


"Sepertinya aku harus berlaku kasar kepada mu agar kau bisa menjadi penurut!" seru Abian. Abian lalu menggendong tubuh Maya dan membawanya ke kamar pribadinya.


Di dalam kamar. Abian menghempaskan tubuh Maya dengan kasar ke kasur.


"Ka-kau mau apa" tanya Maya gugup. Ia meringkuk ketakutan saat Abian mulai membuka kemeja putihnya.


"Menurut mu?" ucap Abian dengan seringai liciknya. Abian naik ke kasur dan mulai mendekati Maya dengan tatapan mata laparnya.


"Ja-jangan mendekat!" teriak Maya semakin ketakutan.


"Gadis bodoh!" batin Abian menahan tawa dalam hatinya.


Entah mengapa Abian sangat suka melihat Maya dengan wajah ketakutan seperti itu. Baginya wajah seperti itu sangat menggemaskan di mata Abian.


"Tidak usah khawatir, aku tidak akan menyentuhmu" ujar Abian turun dari kasurnya. Abian tersenyum tipis lalu melangkah mendekati lemari besar miliknya.


"Aku tidak punya pakaian wanita, mungkin kau cocok dengan kemeja ku ini! ganti baju mu dan pakailah ini" ujar Abian saat membuka lemarinya. Abian tinggal sendiri di mansion pribadinya, itu sebabnya ia sama sekali tak mempunyai baju ataupun pakaian wanita.


Maya yang basah kuyup dan merasa sangat kedinginan dengan cepat mengambil kemeja itu di tangan Abian.

__ADS_1


"Apa kau yakin, ini cocok untuk ku?" tanya Maya ragu melihat kemeja putih yang hampir transparan menurut nya.


"Itu cocok untuk tubuh mungil seperti mu, sana ganti pakaian mu!" perintah Abian di balas anggukan oleh Maya.


"Kenapa kau diam saja? apa kau mau sakit dengan berlama lama memakai pakaian basah itu?!" gerutu Abian yang kesal melihat Maya yang hanya diam saja.


"Bukan begitu kak. Hanya saja, bagaimana aku bisa berganti pakaian sedangkan kakak masih ada disini?" tanya Maya dengan wajah menunduk.


"Gadis bodoh, kau masuk dan berganti pakaian lah disana!" jawab Abian menunjuk sebuah pintu kamar mandi sembari menyentil kening Maya dengan keras karena gemas dengan sikap polos nya.


"Sakit kak!" pekik Maya mengelus keningnya yang terasa sakit.


"Itu pantas untuk mu dasar gadis bodoh" ucap Abian dengan nada mengejek nya membuat Maya terlihat kesal.


"Aku tidak bodoh kak!" elak Maya mencurutkan bibirnya.


"Hahaha lucu sekali anak ini!" tawa Abian dengan keras membuat Maya semakin kesal.


"Dasar pria jahat!" umpat Maya cemberut. Maya melangkah menuju kamar mandi sembari menghentak hentakan kakinya dengan kesal ke lantai.


"Kenapa dia begitu menggemaskan saat sedang marah? hah... dia sangat cantik!" batin Abian tersenyum tipis melihat kepergian Maya.


Disisi lain.


Maya sedang berganti pakaian sembari terus mengumpat Abian dengan kesal.


"Dasar kakak jahat! menyebalkan sekali!" umpat Maya dengan kesal.

__ADS_1


"Tapi... kakak itu tidak buruk juga" gumam Maya.


Bersambung.


jangan lupa follow, like, and komen.


semoga


suka


yh


up


up


up


up


up


up


up


up

__ADS_1


up


__ADS_2