
Di tengah malam.
Kamar Abian.
Abian terbangun karena ponselnya berdering.
Abian langsung menatap Maya yang tertidur pulas.
"Syukurlah dia tidak terbangun" batin Abian mengelus dan mencium kening Maya.
Abian pun melangkah menuju balkon ia takut jika ia mengangkat telpon itu di dalam kamar Maya akan terbangun dari tidurnya.
"Halo, ada apa, kenapa kau menelpon di tengah malam seperti ini?" jawab Abian saat mengangkat telepon.
"Tuan, musuh kita dari tim mafia Prancis sudah mengetahui lokasi anda, saya dengar mafia Prancis mengirim satu pengawal untuk mencuri data data tentang anda" jelas salah tau tangan kanan Abian.
"Bagaimana bisa mereka mengetahui dimana lokasi ku?!" teriak Abian murka.
"Saya tidak tau tuan! tapi pengawal mafia Prancis sudah berada di sekitar lokasi anda sejak kemarin lusa!" pungkas tangan kanan Abian.
"Kau kemari dan bawa pengawal yang banyak untuk menjaga mansion ini!" perintah Abian. Wajahnya tampak khawatir lalu menatap Maya yang sedang tertidur nyenyak di dalam kamar.
"Bagaimana pun musuhku tak boleh mengetahui bahwa aku memiliki kekasih! jika mereka sampai mengetahuinya maka nyawa Maya akan terancam! tidak! aku tidak mau itu terjadi" batin Abian terlihat cemas.
Keesokan harinya. Abian terbangun dari tidurnya.
"Kemana Maya?" gumam Abian saat tak melihat Maya tertidur disebelah nya.
"Sayang, apa kau didalam?" tanya Abian mengetuk pintu kamar mandi namun tak ada respon sama sekali.
"Dia tidak ada didalam, lalu dia kemana?" gumam Abian.
Abian pun memutuskan untuk mencari Maya di lantai satu mansion, ia pikir Maya sedang bersama dengan bibi Dita.
__ADS_1
Sesampainya di dapur.
"Bibi apa kau melihat Maya? dia tidak ada dikamar saat aku bangun" tanya Abian.
"Tadi nona Maya meminta izin kepada saya tuan. Katanya dia ada urusan sebentar dengan pamannya di kota sebelah" jawab bibi Dita membuat Abian sedikit kesal.
"Kenapa dia tidak meminta izin kepada ku?" tanya Abian.
"Saya tidak tau tuan, tapi nona Maya tadi terlihat terburu buru pergi dari mansion" jawab bibi Dita.
"Aku rasa aku kurang tegas pada anak itu!" batin Abian.
Disisi lain.
Maya sedang berlari menuju ke restoran milik Andika.
"Hah.. hah... hah... capek!" leguh Maya ngos-ngosan karena habis berlari.
"Kau sudah datang?" tanya Andika melihat kedatang Maya.
"Tentu saja! sini bantu aku untuk melayani pelanggan disana" ujar Andika di balas anggukan oleh Maya.
Andika dan Maya pun mulai bekerja. Walau Maya terlihat begitu antusias namun dia merasa gelisa. Ia takut jika Abi tahu bahwa dirinya bekerja disini tanpa sepengetahuan nya.
"Kalau kakak Abi tau aku bohong soal pekerjaan, dia marah engga yah?" batin Maya gelisah.
Skip-!!
Malam hari pun tiba, di mansion tampak sepi karena Maya belum pulang juga.
"Sebenarnya anak itu kemana! kenapa sampai jam segini dia belum pulang!" pekik Abian memijit pelipisnya yang terasa pusing akibat memikirkan Maya yang tak kunjung pulang.
Pov Maya.
__ADS_1
"Aduh udah jam 11! pasti kakak Abi nyariin aku" batin Maya gelisah. Kini Maya sedang dalam perjalanan pulang ke mansion.
Sesampainya di mansion, dengan hati hati Maya membuka pintu.
"Huff syukurlah kakak Abi sudah tidur" gumam Maya menghela nafas lega. Maya tahu bahwa Abi sudah tertidur karna lampu mansion sudah gelap.
Dengan langkah hati hati Maya berjalan ke arah tangga dan hendak melangkah kan kakinya ke atas sana, namun tiba tiba lampu menyala dan menampakkan sesosok pria gagah yang tengah berdiri dari kejauhan sembari menatap nya dengan tatapan tajam.
"Baru ingat pulang?" tanya Abian melangkah mendekati Maya.
"Ka-kakak Abi belum tidur?" tanya Maya dengan gugup.
"Kenapa? kecewa aku belum tidur?"
"Bukan begitu..."
"Kau pergi di pagi pagi buta tanpa berpamitan dengan ku lalu pulang di ralut malam seperti ini apa kau tau bagaimana khawatir nya aku memikirkan mu?!!" teriak Abian, kali ini Abian benar benar marah pada Maya. Maya hanya menunduk tak berani menatap Abian.
"Angkat kepala mu! dan katakan kenapa kau pergi dari mansion sejak tadi pagi!" pungkas Abian dengan tegas.
"Eum... Maya tadi pagi ke rumah paman yang berada di kota sebelah. Kata paman dan bibi aku diminta jaga anak mereka soalnya mereka harus pergi kerja" jawab Maya dengan kebohongan nya.
"Kenapa tidak menyewa bebysuster saja?!" tanya Abian kesal dengan pengakuan Maya.
"Kakak udah makan malam?" tanya Maya mengalihkan topik pembicaraan.
"Aku belum makan karena aku menunggu mu pulang" jawab Abian.
"Mau Maya masakin apa? sini Maya masakin! kita makan malam bersama" ucap Maya memeluk lengan Abian sembari tersenyum lebar.
"Kenapa aku merasa Maya berbohong? aku tau dia sedang menyembunyikan sesuatu! aku harus cari tau sendiri" batin Abian.
Abian tahu bahwa Maya berbohong, melihat wajah Maya yang terlihat gugup saat berbicara menaruh kecurigaan di lubuk hati Abian.
__ADS_1
Bersambung.