
Beberapa bulan berlalu. Kini hubungan Abian dan Maya semakin membaik. Tak lupa dengan Keenan yang sangat suka dan nyaman berada disisi Abian. Abian sangat bersyukur bisa kembali lagi bersama keluarga kecilnya.
Sedangkan Aidan? ia sudah muak. Ia muak karena di rumah itu Abian dan Maya sering melakukan adegan-adegan yang mesra membuat Aidan iri karna ia tak mempunyai pacar.
"Kau mau kemana?" tanya Abian melihat Aidan yang hendak pergi membawa koper nya.
"Minggat" jawab Aidan singkat.
"Yasudah" ucap Abian cuek.
"Kau tidak mencegah ku?! cih kakak macam apa yang aku miliki ini!" pekik Aidan kesal.
"Untuk apa aku mencegah mu? ada baiknya juga jika kau pergi darisini, dengan begitu aku bisa leluasa bermesraan dengan Maya dirumah ini tanpa ada gangguan darimu" jelas Abian membuat Aidan kesal.
"Itulah mengapa aku minggat! aku sudah lelah menjadi obat nyamuk dirumah ini!" pungkas Aidan.
"Yasudah cepatlah pergi darisini! aku ingin bermesraan dengan istriku!" usir Abian.
"KAU ITU!!" umpat Aidan kesal. "Hah! sudahlah, mending aku pergi!" gerutu Aidan menghela nafas dengan kasar lalu pergi dari rumah itu.
"HAHAHA akhirnya anak itu pergi juga! baby i'm coming!" ucap Abian tersenyum bahagia lalu menyusul istrinya yang sedang memasak didapur.
Didapur.
Grep-!! Abian memeluk Maya dari belakang sembari mencium tengkuk leher milik Maya.
"Kakak Abi!" pekik Maya terkejut.
"Ayo kita kekamar" bisik Abian dengan nada beratnya.
"Maya lagi masak!" ucap Maya menolak.
__ADS_1
"Tapi aku menginginkan mu pagi ini" lanjut Abian mulai menjilat dan menggigit telinga Maya membuat Maya merinding kegelian.
"Tadi malam kan udah! kamu ini emang ga ada puas puasnya!" gerutu Maya mendorong wajah Abian menjauh darinya.
"Tadi malam kenapa mommy?" tanya Keenan tiba tiba datang memergoki Daddy dan Mommy nya yang sedang bermesraan.
"Aku lupa masih ada bocil satu ini dirumah!" batin Abian memukul jidatnya dengan pelan.
(Bisa bisanya lu lupa ama anak lu sendiri biðŸ˜)
"Tadi malam, aku memberikan sosis dan mayones hangat kepada Mommy mu" jawab Abian dengan wajah tanpa dosa. Maya yang mendengar itu resfleks melotot.
"Sosis dengan mayones hangat? apa itu enak Daddy?" tanya Keenan dengan polos.
"Tentu saja enak! Mommy mu bahkan minta tambah berkali kali" jawab Abian dengan santai.
"Kak!" pekik Maya melotot kearah Abian.
"Kenapa sayang? yang aku katakan memang benar kan?" tanya Abian.
"Aduh sakit! mommy sakit aduh!! Keenan tolongin Daddy!" pekik Abian merasakan panas ditelinga nya.
"Eum... Keenan ga bisa bantu kalau mommy udah garang gitu" jawab Keenan ikut takut dan memutuskan untuk pergi dari dapur itu.
"Bahkan anakku saja takut dengan mommynya" batin Abian tersenyum tipis.
Disisi lain.
Aidan sedang dalam perjalanan menuju mansion pribadi miliknya. Dirinya mengemudi dengan santai sembari mendengar musik kesukaan nya.
"Nanana..." gumam Aidan bersenandung.
__ADS_1
Saat Aidan mengemudi tiba tiba ia dikejutkan dengan seorang wanita yang berlari kearah depan mobilnya. Dengan cepat Aidan mengerem mobilnya.
CITT-!!!
"GADIS BODOH! APA KAU GILA HAH!" teriak Aidan dengan marah dan keluar dari mobilnya.
"Ma-maaf" ucap gadis itu menunduk bersalah.
"Jika kau ingin mati jangan disini! kau bisa merugikan orang lain dengan tingkah bodoh mu itu!" bentak Aidan.
"Aku tidak ingin mati" balas gadis itu.
"Itu dia! kemari kau!" teriak seorang pria paruh baya datang mendekati gadis itu. Gadis itu refleks bersembunyi dibalik tubuh tegap dan gagah milik Aidan.
"Om selamatkan aku..." bisik gadis itu memohon sembari meremas ujung kemeja Aidan dari belakang.
Pria paruh baya itu hendak merai tangan gadis itu dengan sigap Aidan mencegahnya.
"Kau siapa?! jangan berlagak jadi pahlawan kesiangan kau!" teriak pria paruh baya itu marah.
"Salah gadis ini sendiri kenapa meminta tolong kepada ku" ucap Aidan meremas kuat tangan pria paruh baya itu.
"Akh! sialan lepaskan tanganku! tanganku bisa r3muk!!" pekik pria paruh baya merasakan s4kit ditangannya.
"Baiklah aku akan m3r3mukkan nya sesuai keinginan mu" ucap Aidan dengan santai.
"Trak-!!" tangan milik pria paruh baya itu r3tak akibat Aidan.
"SIALAN LEPASKAN TANGANKU!" teriak pria paruh baya itu kes4kit4n.
"Berani sekali kau berteriak dihadapan ku!" ucap Aidan penuh penekanan semakin m3r3takkan tulang tangan pria paruh baya itu.
__ADS_1
"Om..." lirih gadis itu memeluk tangan Aidan. Gadis itu tampak ketakutan melihat Aidan marah.
Bersambung.