Cinta Tulus Sang Ketua Mafia

Cinta Tulus Sang Ketua Mafia
episode-1 versi Aidan


__ADS_3

Ini versi Aidan Yah...


Hari sudah malam, Aidan dan Jihan baru tiba di mansion karena jarak dari kota ke mansion Aidan begitu sangat jauh.


Mansion pribadi milik Aidan.


Aidan mengangkat tubuh gadis itu masuk kedalam mansion. Jihan masih ketakutan didalam gendongan Aidan.


"Apa harimau nya sudah pergi?" bisik Jihan ketakutan.


"Kau sudah aman sekarang" jawab Aidan tersenyum tipis lalu menurunkan Jihan kesofa.


"Wah...." Jihan melongo dengan isi mansion itu, dimana mansion itu terlihat mewah dan megah.


"Tutup mulutmu gadis bodoh, air liur mu menetes!" ucap Aidan tertawa dalam hati.


Jihan yang mendengar itu resfleks menyeka sudut bibirnya namun tak ada satu tetes pun air yang mengalir dari sudut bibirnya.


"Mana ada! dasar om jelek!" batin Jihan kesal.


"Sekarang ini rumah mu" ucap Aidan duduk di kursi kebesaran nya.


"Ini? rumah ku?" tanya Jihan tak percaya.


"Lebih tepatnya rumah kita" jawab Aidan tersenyum menyeringai.


"Tapi. Aku ini seorang pengusaha, kau kenal betul kan bagaimana pengusaha mencari uang? Aku tak ingin rugi dengan menampung mu dirumah ini! setiap bulan kau harus membayar uang sewa untuk tinggal disini" lanjut Aidan.


"Loh? om itu sebenarnya niat ga sih buat kasi aku tumpangan?!" gerutu Jihan kesal.


"Masa iya aku harus bayar setiap bulan untuk tinggal disini, apa lagi rumah ini begitu mewah pasti biayanya sangat mahal!" lanjut Jihan cemberut.


"Kau tidak perlu membayar nya dengan uang kas. Tinggallah dirumah ini sebagai pelayan ku. Aku akan menggaji mu sebesar 22 juta dan sebagai uang sewa rumah ini, gaji mu di potong 2 juta setiap bulan" jelas Aidan.


"Benarkah?! berarti aku akan mendapatkan 20 juta setiap bulan?!" tanya Jihan terkejut dibalas anggukan oleh Aidan.


"Om tidak menipuku kan?" tanya Jihan curiga.


"Buat apa aku menipu gadis bodoh seperti mu?" tanya Aidan dengan nada mengejek.


"Aku tidak bodoh om!" ucap Jihan kesal.


"Lalu apa kalau tidak bodoh? tidak punya otak?" tanya Aidan tertawa kecil.


"Om jelek ngeselin banget ihh!" rengek Jihan cemberut.


"Jangan memasang wajah seperti itu, kau begitu terlihat jelek" ucap Aidan dengan suara berat nya. Padahal jauh di lubuk hati yang terdalam ada Aidan yang sedang salting setengah mati melihat tingkah imut Jihan.

__ADS_1


"Aku jelek? jangan meremehkan aku yah om! gini gini aku disekolah banyak yang suka loh!" ucap Jihan percaya diri.


"Mungkin disekolah mu kebanyakan orang yang matanya sudah katarak" balas Aidan.


"Asal om tau, aku ini cantik, kalau aku tersenyum, senyumku ini bisa membuat om jatuh hati kepadaku" ucap Jihan tak mau kalah.


"HAHAHA!" tawa Aidan dengan keras. "Gadis ini kenapa begitu menggemaskan!" batin Aidan begitu gemas.


"Om ini malah asik ketawa! lihat aja nanti kalau udah lihat senyuman aku pasti langsung diam!!" gerutu Jihan dalam hati.


"Om coba lihat sini" pintah Jihan. Aidan yang sibuk tertawa langsung menatap kearah Jihan.


Deg-! Aidan terdiam dan membeku di tempatnya saat melihat Jihan yang tersenyum manis kearah nya.


"Sial, senyum apa itu!" pekik Aidan dalam hati. Jantungnya berdetak tak karuan bahkan kini ia tak sadar bahwa kakinya melangkah untuk mendekati Jihan.


"Tuhkan langsung diam! hahaha sudah ku bilang om itu-!! umhh-!!" ucapan Jihan terpotong saat tiba tiba Aidan menariknya kedalam pelukan dan langsung menyambar bibir mungil milik Jihan.


Woi jangan woi!!!πŸ˜­πŸ˜­πŸ™πŸ™


Disisi lain.


Kamar Abian dan Maya.


"Sayang ayo" pintah Abian naik kekasur.


"Tadi pagi aku belum dapat jatah loh" ucap Abian cemberut.


"Kakak Abi, tubuhku ini sudah remuk semua, libur dulu satu malam yah, plisss" pintah Maya.


"Ga bisa gitu dong, lagian ini permintaan suami, kalau kamu nolak kamu dapat dosa loh" balas Abian berbaring dipaha Maya.


"Tapi Maya capek kakak Abi" ucapnya.


"Satu ronde aja, janji" pintah Abian dengan wajah memelas.


"Kemarin juga gitu! janjinya satu ronde tapi kakak malah hilang kendali gempur Maya habis habisan!" gerutu Maya.


"Mau bagaimana lagi sayang, itu kan enak" ucap Abian tersenyum m3sum.


"Ceklek"


"Dad, Mom" panggil Keenan masuk kedalam kamar.


"Ada apa?" tanya Abian bangun dari baringnya.


"Keenan boleh tidur disini? Keenan ga bisa tidur dikamar sebelah dad" jawab Keenan dengan tanpa izin naik kekasur.

__ADS_1


"Ga bo-" ucapan Abian terpotong.


"Boleh kok nak! boleh banget malah!" ucap Maya tersenyum senang karena ia merasa sudah bebas dari gempuran brutal Abian malam ini.


"Sayang...." panggil Abian merengek.


"Ga ada jatah malam ini, kan Keenan mau tidur disini" ucap Maya tertawa melihat Abian yang begitu lucu saat meminta jatah.


"Dasar anak brandal! Daddy ga dapat jatah kan jadinya!" batin Abian sedikit kesal lantaran sudah dari tadi pagi putra sang mata wayangnya itu selalu mengganggu momen kebersamaan nya dengan Maya.


HAHAHA MAMPUS!!☺️🀭.


Makan malam dimansion pribadi Aidan.


"Kau ini mau makan apa tidak?!" tegur Aidan melihat Jihan yang hanya mengaduk ngaduk nasinya tanpa ia makan.


"Ga nafsu!" jawab Jihan ketus.


"Kau masih marah dengan ku?" tanya Aidan.


"Om jahat!" jawab Jihan memalingkan wajahnya dengan kesal.


"Salah sendiri kenapa kau tersenyum begitu dihadapan ku! jadi jangan salahkan aku jika aku mencium mu secara tiba tiba tadi" ucap Aidan tak mau disalahkan.


"Oh, jadi ini semua salah ku?!!" tanya Jihan naik pitam berdiri dari duduknya.


"Tentu saja itu salahmu" ucap Aidan dengan santai.


"Sudah ah! mending aku kekamar!" gerutu Jihan hendak pergi dari sana.


"Makan dulu!" teriak Aidan.


"Ga mau!" jawab Jihan terus melangkah pergi.


"Kau ini bisa tidak jangan jadi wanita pembangkang sekali saja?!" teriak Aidan berdiri dari duduknya lalu mengejar Jihan.


"HUAAAA TOLONG!! ADA OM JELEK!!" teriak Jihan lari dari kejaran Aidan.


"Berhenti disana gadis bodoh!" teriak Aidan terus mengejar Jihan.


"Wiliam, apa kau tau siapa gadis itu?" tanya Novi seorang pelayan dimansion itu.


"Aku tidak tau, tapi tadi tuan sempat mengatakan kepadaku bahwa kita harus memanggil nya nyonya dirumah ini" jawab Wiliam sang kepala pelayan dimansion itu.


"Mansion ini terasa hidup semenjak hadirnya gadis itu. Bahkan mansion ini terlihat ramai akibat tuan Aidan yang sudah tak dingin lagi" ucap Novi tersenyum.


"Kau benar" balas Wiliam ikut tersenyum menyadari perubahan tuannya.

__ADS_1


__ADS_2