
Suara riuh berteriak memanggil nama member red white. Ya, mereka sudah sampai tadi malam dengan para staf yang bertugas. Pagi hingga siang red white sudah latihan. Sore mereka semua persiapan dan tibalah malam jam 20:00 acara berlangsung.
"Wah, ternyata mereka cantik semuanya cantik!". Ucap salah satu penggemar dari negara tersebut.
"Iya, nggak harus putih biar cantik" jawab temannya di sampingnya.
Bagaimana tidak senyuman mereka begitu manis apalagi Lidia dan Clara keturunan asli Indonesia. Sedangkan rose dan Keyla berdarah campuran kulit mereka lebih putih terutama rose.membuat visual mereka lengkap.
Sekarang red white di berikan beberapa pertanyaan yang paling sering di tanyakan (komentar) para penggemar yang di bacakan oleh hos. Hingga satu pertanyaan membuat salah satu member red white diam.
"Em... kayaknya dia lagi sibuk jadi kemungkinan besar nggak akan di angkat" ucap Lidia dengan senyuman manis tapi hos seolah sedikit memaksa. Rose dan yang lain tentu kesal dengan pertanyaan itu karena ini adalah masalah privasi.
"Baiklah aku coba"
Semua penggemar sangat penasaran bahkan hening. Membuat lidia takut karena yang ia tau sekarang di Indonesia masih pagi. Apalagi hubungan mereka beberapa Minggu ini merenggang.
"Halo sayang" ucap dari sebrang dengan lembut.
" Halo ini kamu sapa dulu teman - teman disini semua". Ucap Lidia kaku karena terkejut.
"Hai" ucap tak lain adalah Dion dengan singkat. Membuat para penggemar dan staf di sana terkejut. Sebab Dion terkenal sangat dingin dan tegas.
Setelah acara selesai ketiga member red white terus menggoda Lidia. Membuat Lidia kesal hingga berlanjut keesokan harinya saat mereka sudah sampai di perusahaan.
Ya, subuh mereka berangkat dan tiba di perusahaan.
:
:
"Hai apa kabar?" Ucap Lidia langsung pergi ke kantor Dion.
__ADS_1
"Em...aku cuman mau bilang makasih" ucap Lidia karena sudah hampir sepuluh menit tak ada jawaban bahkan pria ini hanya fokus ke laptop.
"Itu agar mereka percaya dengan hubungan palsu ini."jawab Dion dengan tegas. Matanya tetap menatap laptop yang di mejanya.
"Ini aku bawa makan siang,maaf beberapa Minggu ini." Ucap Lidia menghiraukan jawaban pria yang mampu membuat sakit hati. Meletakkan makanan yang ia masak karena merasa bersalah tak menjalankan tugasnya selama beberapa Minggu ini.
"Pergi" ucap Dion
Di pinggir jalan sebuah mobil berhenti tampak seorang gadis menangis tak lain Lidia.
Karena saat di lobby perusahaan Lidia kembali lagi ke dalam perusahaan.karena kunci mobilnya tertinggal di ruangan Dion tapi Langkahnya terhenti melihat makanan yang ia masak di buang ke tempat sampah.
Membuat gadis itu tetap tersenyum kembali lagi ke ruangan tersebut dengan alasan kunci mobil tinggal dan pergi. Makanan yang ia buat sendiri padahal badannya kurang fit karena jadwal begitu padat di buang begitu saja.
.
.
.
"Iya nih,sangking rindunya sama tuan Dion sampai lupa waktu dan kesehatan" ucap Keyla karena Mereka bertiga cemas.
"Iya, maaf ya aku nggak ngabarin kalian" jawab Lidia tak enak dan di angguk ke tiga temannya. Saat Lidia sudah sampai di perusahaan dan langsung ke kamar.
"O...ya jadinya kalian pindah ke mana" ucap Keyla sambil makan malam.
Satu bulan yang lalu mereka berempat sepakat pindah membeli apartemen karena dua tahun lagi mereka akan bubar jadi harus mempersiapkan dari sekarang agar uangnya tak kepakai buat yang nggak penting.
"aku di jalan xxx aku beli rumah aja lagian kan orang tua aku di sini".ucap Clara rumah kawasan elit dengan harga fantastis.
"Kalau aku juga di sini rumah juga di sini sekali sama nenek" ucap Lidia di salah satu rumah elit tapi berbeda blok dengan Clara rumah yang sudah ia beli dengan harga fantastis.
__ADS_1
Sedangkan rose beli apartemen karena orang tuannya di luar negeri jadi nggak netap dan Keyla akan tinggal ke mansion mewah keluarganya.
Karena ini juga demi keselamatan mereka mengingat banyak fans fanatik sering mengikut mereka terutama untuk privasi pribadi.
:
:
"Huf....bosan juga ya,satu Minggu ini belum ada jadwal." Gumam lidia sambil merebahkan dirinya ke tempat tidur mewahnya.
Ya,Satu Minggu berlalu member red white sudah pindah kerumahnya masing - masing.
"Nek lagi ngapain? Tengah malam gini kok belum tidur" tanya Lidia karena merasa haus turun ke bawah mengambil minum.
Kemarin malam nenek Anna sampai di rumah megah cucunya. "Nenek lagi masak kue!" Tetap fokus ke adonan tersebut.
Walaupun lidia sudah melarang tetapi tetap saja sang nenek bilang "nenek bosen kamu juga sibuk jadi ini buat nenek senang!" Ucap sang nenek
"Lidia bantu ya nek...Lia juga bosen!" Ucap Lidia dengan semangat dan di anggukkan sang nenek.
.
.
.
Keesokan harinya tampak dua pelayan sibuk di dapur menyiapkan makan. Begitu juga dengan sang nenek pemilik rumah tampak ikut memasak ke suka kan sang cucu kesayangannya.
"Nek!" Ucap lidia baru saja selesai olahraga.
"Apa nenek yang mau" seakan tau perkataan cucunya melarang terus di dapur "nenek sengaja buat kue juga buat pacar tampan kamu." Ucap sang nenek sambik tersenyum lembut.
__ADS_1