
Kepulangan member red white membuat para penggemar heboh bahkan banyak datang ke bandara.
Ya, setelah perkejaan mereka selesai member red white memutuskan berlibur bersama untuk beberapa hari.Itu sebabnya mereka pulang berempat .
beberapa Minggu berlalu Lidia kebanyakan melamun waktu istirahat bahkan beberapa kali menghela napas membuat ke tiga temannya bingung.
"Lid kamu kenapa?" Tanya Clara menatap bingung. Namun hanya di balas dengan gelengan dan senyuman.
.
.
Malam hari mereka berempat pulang namun Lidia di kejutkan mobil mewah yang ia kenal di hadapannya.
"Loh...tuan Justin!! Mau ketemu Keyla ya?" Tanya Lidia. Namun bukan menjawab malah membukan pintu.
"Nona saya di perintahkan mengantar anda" ucap Justin seperti biasa Dengan datar menghiasi wajah tampan itu.
Lidia menurut dan mobilnya di bawa suruhan Justin selah sudah di persiapkan.
Hening ya tentu menghiasi selama di perjalanan.Bertanya pun tak berguna, pria datar itu hanya menjawab mengikuti perintah dari tuannya.
Bingung bercampur kesal, namun betambah bingung lagi sekarang sudah berganti di salah satu restoran mewah namun tampak sepi.
__ADS_1
Lidia melangkah sesuai perkataan Justin. Melangkah lantai dua dan melihat dua pelayan menyambut sambil membuka pintu.
Alangkah terkejutnya Lidia melihat tulisan "Happy birthday" dan menatap pria di depannya memberi bunga.
Bahagia sudah pasti, walaupun kebanyakan ia bertanya dan jangan lupakan wajah dingin dan datar pria itu dalam acara dinner.
Di dalam mobil lidia senyuman menghiasi dalam perjalanan sambil menatap bunga yang ia pegang.
"Kasihan nona" guman Justin dalam hati melirik dari kaca. Sebab yang memberikan hadiah itu dari nyonya Jesica one Alexander.
Bahkan Dion tadi berdebat dengan sang mommy karena Dion tak mau. Namun pada akhirnya Dion menurut, membuat nyonya Jesica bahagia dan menyiapkan acara ulang tahun untuk Lidia.
Sampai di rumah tampak sunyi dan gelap. "Mungkin mereka udah tidur" pikir Lidia.
"Jangan nangis" ucap kelya dengan manja sambil memeluk Lidia dan di ikuti dengan yang lain.
"Selamat ulang tahun ya nak" ucap nenek tercinta. Membuat lidiah bahagia bisa melihat orang yang ia sayangi merayakan hari ulang tahunnya.
.
.
.
__ADS_1
"Akh... ternyata mereka masih ingat!" Ucap Lidia sambil berbaring di kasur mewahnya. Apalagi di tambah pria ia cintai memberi hadiah romantis dan kalung yang baru di berikan Dion.
Dan jangan lupa para penggemar besar red white dan teman sosial mengucapkan selamat ulang tahun. Membuat gadis itu tersenyum bahagia. Namun dalam sekejap semua itu sirna karena mendapatkan pesan yang di berikan nomor tak di kenal.
"Apa ini benar?" Gumamnya sambil menatap dalam handphone yang ia Pegang tapa ia sadari air matanya berjatuhan. Membuat kasur basah.
"Tapi siapa dia?" Tanya Lidia dalam hati dan menelepon nomor tak di kenal. Namun hasilnya nihil, membuat gadis cantik itu blok nomor tersebut. Hingga larut dalam kesedihan dan tertidur.
Berbeda di tempat lain. Seorang pria Duduk di kursi kebesarannya sambil menatap layar handphone dengan senyuman tipis.
.
.
Tiga hari berlalu seperti biasa Lidia tetap melakukan tugasnya datang membawa makanan siang ke pemilik perusahaan pria ya ia cintai.
Bersikap seolah tak terjadi apapun itu adalah Lidia. Bahkan beberapa kali Lidia di bentak pria ia cintai, namun tetap tersenyum. berkerja pun tetap tersenyum menampilkan senyum terbaik seolah tak ada masalah dalam hidup.
Berkerja sebagai idol membuat Lidia harus sangat presional. Karena sangat berpengaruh terhadap grup dan perusahaan.
"Lid...besok jadikan" ucap Clara sambil menguyah makanan.
"Iya kak" ucap Lidia dengan senyuman. Karena Mereke berempat sekarang sedang makan siang di rumah latihan.
__ADS_1
Ya, ini lah ke unikan Mereka. Walaupun terkenal dan banyak uang mereka lebih suka membawa makanan sendiri dan berbagi. kebersama dengan kesederhanaan ini yang membuat mereka berempat kompak.