Cintai Aku Dion

Cintai Aku Dion
part 14


__ADS_3

Siang hari lidia datang ke perusahaan tinggi dan luas. Untuk memberikan makanan yang sudah di pesankan sang nenek.


Tok


Tok


"Masuk"


"Hai tuan Dion" sambil duduk "ini dari nenek"ucap Lidia gugup bahkan takut jika di buang.


Hening tidak ada jawaban


"Tuan..."


"Saya sibuk" jawab Dion fokus dengan laptopnya.


Entah setan dari mana datang sehingga berani langsung membuka makanan dan menyodorkan makan.


"Duh...apa yang kamu lakuin Li.." gerutu Lidia dalam hati. Namun tak berselang lama dia terkejut.


hal tak terduga justru pria ini menerima makanan dan mengunyah, hingga suapan terakhir habis tak tersisa.


"Tuan..."


belum sempat melanjutkan Dion melarang Lidia memanggil dengan sebutan tuan entah kenapa di merasa risih.


"Em...di..on aku mau minta maaf udah jarang ke kantor" ucap Lidia sambil menunduk.


"Baik aku maklumi untuk ini tapi jangan ulangi" ucap Dion dengan tegas sambil beradu tatapan.


Dua jam berlalu Lidia hanya di suruh duduk di sofa ruangan tersebut kadang membuat kopi. Seolah merasa di kerjain namun tak membalas bagi Lidia bisa dekat dengan seorang Dion adalah keberuntungan.


"Ini jas siapa? Ya ampun aku ketiduran udah malam lagi." Terkejut melihat jam di ruang tersebut.


"Di..." Berjalan menghampiri teryata tertidur di kursi dengan laptop di pangkuan. "Kalau tidur gini,adem banget liat mukanya" menatap Dion dan tersenyum.


.


.


.

__ADS_1


Tampak halaman begitu luas dan mansion mewah. mansion utama keluarga one Alexander. Tadi saat di perjalanan pulang Dion dan Lidia di udang sang mommy tercinta datang makan malam.


"Sayang kamu sudang datang" menghampiri Lidia dan mengabaikan sang anak tercinta.


"Sebenarnya siapa sih, anak mommy" gumamnya menatap ke dua perempuan di hadapannya dan pergi ke kamar membersihkan dirinya terlebih dahulu.


"Sayang gimana hubungan kalian berdua ?"tanya mommy setelah memperkenalkan dengan temen - temannya dan pergi ke ruangan khusus.


"Baik mom"


"Mom hanya berharap Dion bisa mencintai kamu nak. Mom nggak ingin dia terus begini" gumamnya dalam hati.


Mengingat putranya sangat mencintai Kim - jisoo teman masa kecil hingga dewasa. Bahkan putranya sempat drop mengetahui wanita di cintai nya berpacaran. Membuat sang mommy begitu khawatir dan mencoba menjodohkan dengan anak bisnis sang Daddy.


Namun di tolak dengan alasan sudah move on. Hingga saat ini ia memiliki Lidia walaupun hanya kontrak sang mommy berharap mereka saling mencintai.


Makan malam selesai sekarang mereka di ruang tamu yang tampak begitu luas dan megah.


Sebenarnya nyonya cindy sengaja membuat pesta dadakan tersebut untuk mengenalkan calon mantunya ke pada kerabat terdekat hingga jauh. Tentu saja bagi seorang Dion tahu tujuan sang mommy namun hanya diam saja.


"Wah!! Ternyata calon mantu aunty artis terkenal?" Pekik karin begitu senang dan bahagia bisa bertemu dengan idolanya.


"Karin...udah kamu dari tadi nggak capek terus berteriak heboh?" Ucap winter jengah melihat kelakuan adiknya.


"Maaf ya kak, wajar aja dia belum pernah liat artis langsung" ucap winter sambil melirik adiknya. sedangkan Karin hanya mengerucut bibir membuat winter senang dan gemas.


"Kak kakak tau tidak kenapa namanya winter?" Tanya Karin membalas ejekan sang kakak.


Sedangkan yang di tanya menggeleng kepalanya. " Karena...."


Winter lahir pada saat musim dingin di negara. Anehnya winter tidak cengeng seperti ke banyakan bayi umum dan sang ayah mempunyai ide membuat namanya si dingin (winter) namun saat besar nama dan sifatnya bertolak belakang.


"Semoga saja kak winter dapat jodoh dingin biar cocok." Lanjut karin tertawa puas membayangkan,Di susul dengan yang lain.


Waktu sudah berganti hari membuat penghuni di rumah sudah tidur di kamar masing - masing dan Lidia jangan di tanya lagi sudah pasti menginap karena paksaan dari nyonya one Alexander.


"Ternyata keluarga di sini sangat baik dan menyenangkan" ucap Lidia menatap langit-langit kamar yang begitu indah.


Lidia berjalan ke arah balkon dan memandang ke luar tampak begitu mansion begitu luas dan mewah. Merenung mengingat masa lalu begitu berat berjuang


Bahkan pernah berkerja di cafe sebagai pelayan untuk membayar biaya rumah sakit sang nenek.

__ADS_1


Dulu waktu jam 5 pagi. Lidia sudah sibuk sebentar di ladang peninggalan sang ayah hingga jam setengah tujuh pulang dan pergi bersekolah. Pulang sekolah langsung pergi kerja di cafe dan pulang malam. Membuat gadis cantik ini kelelahan di malam hari. Karena belum lagi mengejar kan tugas sekolah.


Hingga pada akhirnya Lidia ikut audisi entertainment dari media di handphonenya.


Hingga dinyatakan lolos bahkan masa training 2 tahun di jarang berkomunikasi dengan nenek.


Tapi walaupun begitu Lidia tetap mengirimkan uang kepada nenek dari hasil uang tabungannya. Dulu waktu ikut masuk audisi perusahaan ini tampak baik.Namun saat red white di bentuk dan akan comeback perusahaan hampir di nyatakan bangkrut. Tapi itu tidak membuat lidia putus asa dan menyemangati teman - temannya. Hingga akhirnya, mereka sukses bahkan perusahaan pesat dan banyak aktris, aktor dan penyanyi Terkenal dari perusahaan CKLR entertainment.


Mengingat itu membuat gadis cantik ini berlinang airmata."akh..sesak baget..." Ucap Lidia mengingat masa remaja tak dapat merasakan kasih sayang orang tuanya yang telah tiada. Dimana anak-anak semasa dia seharusnya fokus belajar.


:


:


Pagi hari Lidia sudah di perjalanan pulang walaupun sebenarnya masih di tahan mom cindy namun dengan alasan khawatir dengan nenek.


Tentu saja di antara dengan Dion itu pun karena paksaan dari sang mommy tercintanya.


"Nenek...Lidia pulang" ucap Lidia dengan semangat dan di sambut dengan sang nenek Tak kalah semangat.


"Itu tadi pacar kamu?" Tanya sang nenek mengingat semalam cucunya minta izin nginap di rumah orang tua sang kekasih.


"Iya nek"


"Kok nggak di ajak masuk" karena ingin melihat secara langsung.


"Dia harus berangkat ke kantor nek. Udah nek Lidia laper"ucap Lidia memberi alasan. Karena waktu Lidia mengajak Dion namun menolak.


"Tadi kamu belum sarapan di sana" tanya sang nenek karena tau sang cucuku mengalihkan pembicaraan.


"Udah tapi sekarang laper nek" ucap Lidia tersenyum manis.


"Iya udah ayo makan Lia" ucap sang nenek membuat gadis cantik ini memeluk nenek yang paling ia sayangi karena ia tau nama sepesial di berikan nenek waktu masih remaja.


"Nenek liat dari tv kemarin ternyata pacar kamu masuk 10 orang terkaya di dunia dan menepati posisi ke lima!!" ucap sang nenek heboh.


Terkejut ya pasti, ternyata calon cucunya bukan orang biasa. " Kamu harus bisa nikah sama dia." Ucap sang nenek dengan serius.


"Kenapa harus nek?" Tanya Lidia mengerut keningnya.


"Biar kamu nggak capek lagi kerja nak, kamu udah bisa hidup bahagia dan bisa punya teman nanti kalau nenek udah nggak ada lagi" terang sang nenek.

__ADS_1


__ADS_2