Cintai Aku Dion

Cintai Aku Dion
part 18


__ADS_3

"Nona sebelah sini" ucap Justin memapah tubuh tuannya.


Lidia mengkelabak matanya melihat pria yang di cintainya mabuk berat. "Maaf nyonya saya tidak bisa mengantar karena ada tugas yang harus di selesaikan." Bohong Justin karena ini permintaan nyonya besar. Sebenarnya dia takut di marahi tuannya. Namun nyonya lebih mengerikan lagi dan jangan lupa cerewetnya minta ampun.


"Loh...tuan Justin mau kemana?" Lidia Bingung. Sedangkan yang di tanya pergi tanpa menjawab.


"Kamu berat baget sih," gerutu lidia, membaringkan tubuh kekar Dion di bantu dengan dua pengawal berjaga di pintu utama. Setelah mengantarkan dua pengawal permisi pergi. Mengingat tuannya murka ketika berani masuk Tampa seizinnya.


Lidia memutuskan membawa ke mansion utama. Agar tidak terjadi salah paham. Mengingat di apartemen hanya Dion sendiri sedangkan bik Dina balik pulang ketika tugasnya selesai.


"Nona mari saya antar" ucap salah satu pelayan, Setelah melihat Lidia keluar dari kamar tuannya. yang di perintahkan ibu tuannya.


"Terimakasih" ucap Lidia sambil tersenyum membuat beberapa pelayan yang ada di tempat itu kaget.


"Mbak ini nggak salah?" Tanya Lidia kaget. Bagaimana tidak pasalnya baju yang di berikan salah satu brand pakai mahal.


Namun pelayan hanya menggeleng.


Setelah itu Lidia kembali masuk ke kamar Dion. Lidia memutuskan untuk masuk mengambil tasnya yang ia letakkan dan hendak pergi.


"Ya, ampun badan kamu panas banget!" Ucap Lidia panik saat melihat Dion menggigil dan memanggil orang di luar.


"Dia hanya perlu istirahat" ucap pria tampan, Ketika ia di hubungi kepala pelayan mansion Dion. Sambil menatap lidia yang kagum.


"Adrian dokter pribadi keluarga Aleksander" memperkenalkan diri yang mengantikan Daddy yang sudah pensiun.


"Lidia" menerima uluran tangan Adrian sambil tersenyum lucu. Karena pria itu menjelaskan panjang lebar.


Setelah Adrian pergi berpamitan. Lidia dengan telaten merawat Dion Tampa pamrih. Dan melangkah pergi setelah panas pria itu turun.


"Jangan pergi"


Deg


"Ucapan itu bukan untuk aku" ucapnya seduh.Sambil melanjutkan langkah tampa menoleh ke belakang. Karena pria itu begitu mencintai perempuan yang di sudah miliki orang lain.


Tampa menyadari sepasang mata menatap perempuan itu.

__ADS_1


.


.


Tampak seorang gadis melamun seperti memikirkan sesuatu. Tapi tak lama lamunan berhenti, terganti ingin rasanya mengeplak seseorang di sampingnya.


"Key, bisa diam nggak" berusaha menahan amarah. Namun gadis tersebut sibuk bernyanyi dengan nada tinggi yang tak tertarik, al hasil berubah membuat telinga sakit.


"Key,plis! telinga ku sakit" sambil mengusap telinganya. Entah kenapa Keyla memutuskan kembali ke rumahnya. Padahal tadi di meninggalkan Mereka bertiga.


Walaupun semua member red white dapat benyanyi dan rap namun untuk nada tinggi hanya rose dan lidia. Karena mereka vocal utama di grup tersebut. Berbeda dengan Keyla dan Clara di bagian rap, walaupun ada beberapa bagian vocal tapi tidak dengan nada tinggi.


"Kamu tau nggak? Ternyata Justin udah punya pacar" ucap Keyla begitu frustasi hendak bernyanyi. namun dengan langkah cepat Lidia langsung menarik mik dan mematikannya.


"Kamu serius!!" Tanya Lidia. Karena selama lidia dengan Dion tak pernah sekalipun pria itu dekat dengan wanita. Sama halnya dengan bosnya itu, namun bedanya Dion sudah menemukan tambatan hati.


"Ah" mengingat itu membuat frustasi


"Tapi mereka beda agama" lanjut Keyla "kemarin aku ketemu sama perempuan itu" ucap Keyla menceritakan.


"Kak key serius?" Tanya Lidia sambil mengelap nafas "ternyata kisah percintaan ku dengan kak Keyla tak jauh beda" gumamnya dalam hati.


"Iya kamu benar" jawab Keyla saling menata kemudian mereka tertawa enak apa yang di tertawa pun hanya mereka yang tau.


Keesokan harinya member red white sedang syuting video lagu mereka yang akan di rilis.


"Lid...kamu kenapa?" Clara memperhatikan gerek gerik Lidia hanya diam tak seperti biasanya.


"Enggak kok kak, Lidia cuman laper" jawab Lidia sambil tersenyum.


Clara mengajak yang lain ke kantin Tampa bertanya lagi karen iya tau semua orang butuh privasi.


"Key, tumben Lo kayak orang nggak bertenaga?" sindir rose namun yang di sindir justru hanya diam.


"Stt..biasalah lagi putus cinta" Clara ikut mengejek dan terkekeh.


Namun tak lama kemudian "Hua...hiks...hiks,manajer mereka ledekin aku!" Ujar Keyla saat melihat sang manajer di kantin perusahaan. Bahkan para perkejaan sedang sarapan ikut terkejut. Namun hanya sesaat karena mereka sudah terbiasa.

__ADS_1


"Hadeh...mulai lagi deh" gumanya rose sambil menggeleng-gelengkan kepala."selain manja, cengeng ternyata bodoh" gerutu rose melihat gadis itu pergi dari kantin namun salah jalan.


Hari pun berganti, seorang pria tampan dan jangan lupa wajah datar dan dinginnya. Duduk di salah satu restoran ternama dengan kliennya. Membagikan tentang perkejaan.


"Bagaimana?" Ucap pria itu dengan singkat.


"Baik saya terima, semoga kerja sama ini berhasil dan keuntungan dua belah pihak." Ucap pria itu sambil berjabat tangan dan pergi.


"Aku akan melakukan apapun demi mendapatkan mu kembali" gumam dalam hati sembari seringai di bibirnya. Membuat sang asisten yang duduk di samping bergidik ngeri.


"Kenapa cinta itu buta" gumamnya dalam hati mengingat kisah percintaan pun tak kalah runyam. Sambil mengikuti langkah tuannya.


.


.


Di sebuah gedung megah tampak banyak arti, penyanyi,model,aktor dan selebriti terkenal dari berbagai Negara. Berjalan di atas panggung membawa brand yang di kenakan.


Terlebih lagi salah satu member red white tak lain Lidia. Berjalan di panggung menjadi pusat perhatian tak lama kemudian di susul orang yang ia kenal.


"Gimana perasaan kamu ?" Tanya seorang gadis cantik dan anggun tak lain kim-jisoo.


"Sedikit gugup kak" ujar Lidia jujur.


"Ish...oke tadi kamu udah bagus kok!" Memuji Lidia.


Di sebuah hotel mewah khusus beberapa artis ternama. Khusus di sediakan oleh brand Mereka. Tampak seorang gadis cantik sedang merenung. Mengingat kejadian di lantai bawah hotel, terdapat restoran.


"Hai...kamu udah sampai" ucap kim-jisoo dengan ramah. Karena mereka pulang dengan mobil khusus perusahaan.


"Iya kak"


"Kenalin ini teman aku Celine,..." Ucap kim-jisoo dengan bahasa inggris karena beberapa teman Kim-jisoo berbeda negara. Memperkenalkan ke tiga temannya di sapa dengan ramah. Namun salah satu dari mereka menatap sinis kepada Lidia.


"Ini yang aku ceritakan tadi" ucap kim-jisoo membuka percakapan.


"Kita beruntung banget bisa ketemu sama kekasih tuan Dion" ucap salah satu dari ketiga teman kim-jisoo bernama key Dengan ramah.

__ADS_1


"Belum tentu juga jadi, so nggak usah heboh!!" Ketus Celine membuat kim- jisoo tak enak hati dan yang lain menegur sedangkan Lidia hanya tersenyum.


__ADS_2