Cintai Aku Dion

Cintai Aku Dion
part 32


__ADS_3

Memiliki wajah cantik, baik dan keluarga harmonis adalah keinginan semua orang. Namun tidak dengan jisoo merasa dirinya terjebak dengan situasi permainan.


Sikap baiknya selama ini dengan pria yang sudah ia anggap jadi sahabat dan kakak ternya menyalah artikan dan mengira menyukai.


"hiks....hiks...kenapa jadi kayak gini" gumam dalam hati merasa sesak dengan situasi ini. Kalaupun ia meminta tolong dengan Daddy akan percuma karena Dion lebih memiliki kekayaan amat besar dan akan gagal.


Pasti hal itu akan menimbulkan permasalahan begitu jika ia memberikan taukan kepada orang tua Dion pasti akan menimbulkan pertikaian antara anak dan orang tua.


Kim - jisoo hanya menangis sejadi - jadinya di ruangan yang ia pakai bahkan khusus yang di buat oleh Dion.


.


.


Malah hari tampak seorang pria dengan perban di tangan dan lengan tertidur akibat obat bius yang di berikan.


"Kenapa bisa terulang lagi" lirih mom Jesica merasa khawatir dengan keadaan anaknya.


"Maafkan saya nyonya" tulis Justin merasa gagal melindungi tuannya.

__ADS_1


"Ini nggak ada salah kamu" jawab mom Jesica setelah mendengar permasalahan ini.


Bukannya tak setia dengan tuannya,namun ia juga merasa kasihan dengan mommy tuannya. Dan tentu hal ini tak di ketahui oleh sang Daddy yang baru saja pulang dari luar kota.


Takut menimbulkan masalah. Namun dugaan mereka salah sebab dari dulu sang Daddy memberi pengawasan ketat terhadap putra semata wayangnya.


Ia tak mau kehilangan lagi salah satu anggota keluarganya dan akan pasti berdampak buruk dengan istri tercinta.


"Sayang" ucap pria paruh baya namun tubuhnya masih terlihat tegap.


Merasa tak di butuhkan lagi, Justin pergi meninggalkan keluarga tuanya.


"Dia itu anak kamu"


"Putra kita sayang" jawab tak mau kalah. Sembari menatap istrinya dengan penuh cinta dan nafsu. pasangan yang tak muda itu melakukan hal romantis layaknya anak muda sedang di mabuk cinta.


Keesokan harinya Dion berserta keluarga nya menikmati sarapan di pagi hari. Dan hanya Sura denting sendok yang terdengar.


"Mom..kalian nginep semalam di sini" tanya Dion memulai obrolan.

__ADS_1


"iya nak dan untuk satu Minggu kedepannya" jawab mom Jesica sesuai dengan percakapan dengan sang suami tercinta.


"Kenapa? kamu senang kami tinggal di sini" Timpal dad Alex setelah sekian lama baru bersuara.


"Enggak" jawab Dion.


"Hari ini Daddy ingin ikut perusahaan"


merasa sang Daddy ingin membicarakan sesuatu yang penting membuat Dion mengiyakan. Dan sesuai dengan tampak mereka duduk di kursi kebesaran yang dulu ia tempati dan sekarang sudah di tempati sang putranya.


"Ada yang ingin kamu sampaikan" tanya dad Alex to the point.


"Tidak" jawab Dion dengan cepat.


"Baiklah" sedikit menghela nafas "kapan kalian menikah" ia berharap keputusan yang ia ambil tak salah jalan.


"Daddy aku hukum ingin menikah" merasa tau arah tujuan pembicaraan.


"kalau gitu... Daddy dan mommy yang akan menentukan" berdiri dan melangkah "dan aku tak menerima batahan" lanjut dengan tegas sembari pergi. Menahan amarah melihat kelakuan putranya yang begitu terlihat obsesi dengan Putri sahabatnya.

__ADS_1


Ya, tentu ia tau dengan seluk beluk kelakuan anaknya. Selama ini ia hanya mengawasi dari jauh melihat sejauh mana yang dilakukan putranya. Namun kali ini si akan turun tangan walaupun akan mengorbankan perasaan seseorang.


__ADS_2