
Membuat Lidia tersenyum melihat ke bersama Dion dengan mom Jesika. Jujur ia sangat merindukan ke dua orang tuanya namun tuhan memberi jalan lain untuk kebahagiaan Lidia. Itulah yang ia ingatkan selalu kepada dirinya sendiri.
" Mom...kesini mau ngajak mantu mom ikut shopping sekalian ngenalin arisan mom" ucap mom Jesika sambil menatap mata sang putranya. Namun pria itu seolah tak peduli membuat mom Jesika sedikit kecewa.
Di dalam perjalanan mom Jesika dan Lidia asik berbincang - bincang sampai tak sadar kalau sudah sampai di tujuan.
" Mom..." Ucap Lidia. Di balas dengan senyuman oleh mom Jesika sembari mengajak masuk ke mansion Dion.
Ya, mom Jesika tadinya ingin berniat mengajak calon mantunya ini shopping namun ia berubah pikiran.
" Ini kamar Dion" ucap mom Jesika memulai pembicaraan sembari memperkenalkan luar dalam anaknya itu.
" Berarti Dion suka bubur ayam buatan mom" ucap Lidia tak percaya pasalnya pria itu blasteran namun tak ada sedikitpun darah Indonesia.
" Mom...ajarin aku ya" ucap Lidia dengan semangat dan di anggukan oleh mom Jesika.
Di dapur mereka sibuk memasak sampai para pelayan tak di ijinkan masuk ke arah dapur. Mom Jesika begitu senang mengajarkan Lidia yang cepat mengerti.
__ADS_1
" Mmmm....wangi banget mom" ucap Lidia dan di beri pelukan oleh mom Jesica tandanya Lidia berhasil.
" Sekarang aku pergi ya mom" ucap Lidia begitu semangat membuat mom Jesica begitu bangga.
Dan selama di perjalanan Lidia tak henti - henti tersenyum begitu bahagia entah kenapa ataukah karena pelukan sang mommy membuatnya mengingat mamanya atau karena resep rahasia mom Jesica.
Entah lah apapun itu dia begitu bahagia hari ini. Sampai - sampai supir keluar Dion pun merasa heran.
" Terimakasih pak" ucap Lidia tersenyum dan pergi masuk ke perusahaan.
Tok
Tok
" Tada....aku bawa makan siang hari ini bubur" ucap Lidia begitu senang. Dan tentu Dion tak kaget melihat kedatangan perempuan ini. Sebab ia sudah di beri taukah oleh bawahnya.
" Kenapa??" Tanya Dion dari tadi Lidia terus senyum - senyum sendiri namun di balas hanya dengan gelengan.
__ADS_1
" Nanti kita jalan - jalan ya" ucap Lidia dengan berani membuat Dion menoleh.
" Tadi aku udah bilang mommy kok" ucap Lidia sembari Menaik turunkan alisnya. " Kalau kamu nggak mau ya udah, aku bilang sama mommy aja deh..." Lanjut lidia membuat pria itu hanya diam saja tanpa berniat menjawab sepatah kata pun.
Malam hari pun tiba lidia dan Dion sudah sampai di tempat tujuan.
" Pasar malam" gumam Dion dalam hati . Dia ingat banget dulu dia kesini bersama jisoo dan seseorang yang sangat berharga di keluarga mereka. Namun orang itu meninggalkan luka yang begitu mendalam bagi keluarga dan dirinya sendiri mengingat ia sempat merasa dirinya tak di sayangi, namun ternyata ada rahasia yang begitu menyedihkan.
" Kenapa? " Tanya Lidia. Merasa heran melihat Dion yang hanya berdiam saja.
" Pulang" ucap pria itu singkat namun di tahan Lidia.
"Eis....mau kemana nggak boleh, udah ayo" ucap Lidia sembari menarik ke salah satu wahana permainan.
" Hwa..." Teriak Lidia begitu seru menaikan wahana.
" Cantik" gumam Dion dalam hati Tampa sadar ini kedua kalinya ia mengungkapkan. Jujur mau taro di mana mukanya seorang Dion one Alexander orang masuk 10 terkaya di dunia bermain bianglala dan beruntunglah sesampai disini Dion langsung menghubungi sang asisten.
__ADS_1
Ya, sampai di tujuan tadi Dion langsung menghubungi Justin dan dalam hitungan menit semua orang yang bermain tiba - tiba pergi membuat Lidia bingung namun tak berkomentar sedikit pun.