Cintai Aku Dion

Cintai Aku Dion
part 17


__ADS_3

Sedangkan yang di tanya, hanya pergi dan menghampiri pria yang membuat dia jatuh cinta. Tak lain asisten Dion one Alexander yaitu Justin pria dingin dan datar.


"Hai" melambaikan tangan dengan tatapan genit "kalau jodoh memang tak kemana!!" ucap Keyla pelan namun dapat di dengar Justin sambil menatap jengah dan pergi.


"Hei Justin" Tampa embel-embel memangil nama sang asisten Dion one Alexander. Karena sudah terbiasa beberapa Minggu terakhir "Ish..kok di tinggal sih," gerutu Keyla mengikuti langkah pujaan hatinya.


"Keyla..Keyla kamu nggak sadar kalau di perhatikan" gumam rose menatap kepergian Keyla dan Untung aja para tamu dilarang menggunakan handphone saat acara berlangsung demi kenyamanan dan privasi.


"Ternyata Keyla membuktikan ucapannya?" ucap Clara, sedangkan dua teman di sampingnya hanya mengangguk.


Ya,Semenjak di ruang latihan beberapa bulan lalu. Keyla mengatakan kalau dia jatuh cinta kepada Justin dan mengatakan akan berusa membuat Justin jatuh cinta kepadanya. Sontak membuat ketiga temannya terkejut. Namun hingga saat ini, Keyla benar - benar membuktikan ucapannya.


Pandangan Lidia terhenti, saat melihat Dion tersenyum hangat kepada wanita pujaan tak lain kim-jisoo. Sepupu dari bian witama mewakili orang tuanya rak dapat hadir.


"Kak...aku pergi ke kamar mandi dulunya." ucap lidia setelah meminta izin dan pergi setelah menanyakan kepada pelayan.


"Kenapa? rasa cinta ini semakin dalam!" Isak pelan sambil menutup mulut agar tidak kedengaran dan duduk di toilet.


Mengingat pria itu tersenyum hangat kepada kim-jisoo, yang tak pernah dia tunjukkan kepada siapapun. Bahkan ketika bersamanya Lidia lebih banyak bertanya sedangkan dion hanya menampakkan wajah datar dan dingin.


Setelah puas menangis, Lidia membasuh wajahnya ke arah wastafel dan memakai kembali makeup di tasnya lalu pergi. Sedangkan seorang gadis yang tak sengaja melihat kejadian. Di salah satu toilet menghela napas sambil membuka pintu toilet dan pergi berlalu.


"Hai" ucap seorang pria tampan tersenyum hangat dan mengulurkan tangannya.


"Hai juga" ucap Lidia membalas uluran, bingung pria tampan tersebut. Duduk di meja khusus red white dan menatap kedua temannya yang mengangguk.


"Bian witama" mengerti tatapan gadis di hadapannya. Membuat Lidia tahu, anak pemilik acara tersebut.


:


:


Di dalam mobil mereka berempat hanya diam Setelah acara selesai. Sibuk dengan pemikiran masing-masing.


"Key, gimana hubungan kamu dengan tuan Justin?" tanya rose memecah keheningan.


"Makin maju dong!!" jawab Keyla dengan semangat menutupi kejadian sebenarnya. Membuat ke Lidia dan Clara hanya menggeleng kepalanya berbeda dengan rose mengkerut keningnya.


Setelah sampai di rumah masing - masing.

__ADS_1


"Hiks....hiks..." Isak seorang gadis di kamar.


"Kak Keyla kenapa?" ucap Lidia masuk ke kamarnya. Karena Keyla menginap di rumahnya, dengan alasan ingin bertemu dengan nenek Lidia.


"Ini filmnya sedih" ucap Keyla, sambil mengusap air mata dengan tissue yang berserakan di sofa tv ruangannya. Entah berapa lama Keyla menangis saat Lidia di dapur membuat minuman dan cemilan.


"Emang kenapa kak" penasaran dengan film tersebut ikut bergabung sambil mengunyah makanan dan di ikuti Keyla.


"Cerita si cowok suka sama sahabat kecilnya, tapi sayang sahabat sudah punya pacar" ucap Keyla sambil menguyah makan dengan sesenggukan "trus si cowok berpacaran dengan sekretaris. karena hanya menutupi luka!! padahal sektretaris tulus cinta sama cowok ini." Jelas Keyla sambil menelan makanan di mulutnya.


"Deg"


Dari cerita tersebut hampir sama dengan kisahnya hanya berbeda profesi saja.


"Li...kok diam" tanya Keyla sambil mengusap air matanya bingung. "Kak, itu ingus jatuh!"ucap Lidia mengalikan pembicaraan.


"Akh...mana" ucap Keyla panik sambil mengelap dengan tissue, Sedangkan Lidia tertawa terbahak - bahak. Karena berhasil mengerjai temannya, di ikuti Keyla sejenak mereka melupakan masalah mereka masing-masing.


"Udah yuk, kita tidur" ucap Lidia menatap jam dinding sudah ganti hari. Setelah drama menangis saat menonton film hingga selesai karena lelah menangis mereka langsung naik tempat tidur.


Sedangkan di tempat berbeda tepatnya di mansion mewah. Seorang pria tampan tak lupa dengan wajah dingin dan datar duduk di ruang kerjanya. fokus dengan laptop dan berkas di tangannya.


Drt


Drt


"Sudah beres tuan" ucap seberang telepon tak kalah datar.


"Good" ucap pria tersebut tak lain Dion one Alexander, sambil mematikan telepon dengan seringai di bibirnya. Membuat siapa saja melihatnya pasti takut.


.


.


Keesokkan harinya. Lidia datang ke kantor Dion seperti biasa namun agak telat.


"Hai di..." Ucap Lidia. sambil mengerjakan tugasnya seperti bias menyuapi bayi besarnya.


Setelah selesai Lidia izin pergi ke lobby perusahaan. Mengambil sesuatu yang di titipkan sang nenek tercinta.

__ADS_1


Namun saat hendak masuk ke ruangan Dion, langkah Lidia terhenti tak sengaja mendengarkan percakapan Dion dengan seseorang lewat telepon.


"Bagus!! Pastikan sampai pernikahan itu gagal." Ucap Dion dengan tegas tak menyadari seseorang mendengar percakapan tersebut.


"Deg"


"Pernikahan siapa? Apa mungkin..."gumam Lidia. Menggeleng - geleng kepala menepis pikirannya. Namun Lidia tak bertanya setelah percakapan selesai,masuk dengan senyuman seolah tak terjadi apapun.


"Dion...ini makanan buatan nenek, khusus untuk kamu!" Ucap Lidia dengan senyuman. Berharap Dion mengatakan sesuatu untuk sang nenek.


"Maaf aku nggak bisa lama" ucap Lidia karena tak kunjung berbicara. "Aku ada kerjaan" lanjut Lidia dan pergi berlalu.


Sedangkan Dion hanya menatap punggung gadis itu sambil mengelap napas. Dion merasa terjebak dengan situasi yang ia buat. Akibat ancaman sang mommy tercinta.


Malam hari member red white baru pulang larut. Sebab ada kegiatan di luar negeri beberapa hari ke depan.


"Li...hari ini aku nginap di rumah mu lagi ya" ucap Keyla dengan nada memales.


"Tumben?" Ejek rose.


"Bilang aja, Lo nggak rela!!" Telak Keyla sambil menaikan alisnya. membuat Lidia dan Clara hanya menghela napas pusing. Karena pasti seperti yang sudah - sudah mereka akan bertengkar sengit antar mereka berdua.


Drt


Drt


"Halo" ucap Lidia tak lama kemudian ekspresi di wajahnya berbeda.


"Maaf...aku pergi dulu ya" ucap Lidia pergi ke mobil berlalu menghiraukan teriakan Keyla.


"Hahaha emang enak di kacangin" ejek rose membuat Keyla kesal dan pergi menaiki mobil Clara.


"Haha...loh pada kemana?" Guman rose menyadari dirinya di tinggal sendiri.


Di sebuah club mewah begitu berisik dengan alunan musik yang menggema. Bahkan banyak orang berjoget, seolah tak mempunyai beban.


"Duh,ini seram baget sih" ucap Lidia. pasalnya Lidia tak pernah ke sini. Kalau tidak tak mendengar kabar dari asisten Dion tentu saja Lidia tak akan datang ke tempat tersebut.


Guys, doinnya agar bisa update tiap hari.

__ADS_1


Maaf juga, karena masih banyak tulisan typo dan alur tak nyambung. Terimakasih yang sudah setia membaca 🥰🥰.


__ADS_2