Cintai Aku Dion

Cintai Aku Dion
part 31


__ADS_3

sejak dari tadi selama berbelanja dan sampai di rumah, Lidia terus memegang dadanya yang seperti baru saja lari maraton.


"Woy....ente kenapa?" tanya rose menepuk pundak lidia yang sendari tadi melihat temannya seperti orang gila senyum - senyum sendiri.


"iya mirip orang gila" timpal Keyla sibuk nyemil makanan yang di bawakan Lidia.


Ya, Lidia sengaja berbelanja makanan dan snack merayakan ulang tahun Rose . Yang di adakan sederhana dan hanya mereka berempat saja merayakan, mengingat keluarga rose semua berada di luar negeri.


"eh...kalian tadi udah dengan berita nggak" tanya Keyla sembari memperlihatkan handphone nya, membuat ketiga temannya penasaran dan kaget dengan berita tersebut.


"deg"


"kasian sekali tuan Alex semoga masalahnya cepat selesai" ucap Clara merasa kasihan dan di anggukkan ketiga temannya.


"apa ini" gumam Lidia bertanya - tanya. Mengingat pria ia cintai begitu terobsesi dengan sahabat nya yang tak lain Kim - jisoo.


Ya, ada berita datang dari Alex Ferguson yaitu pacar Kim - jisoo perusahaan sedang dalam masa krisis mendadak. Membuat perusahaan begitu terguncang bahkan berita begitu cepat menyebar.


.


.


"Tuan apa ini tidak keterlaluan?" tanya Justin melihat kelakuan tuannya yang begitu obsesi terhadap nona kim- jisoo.


Ya, sesuai dengan dugaan Lidia ternyata Dion adalah dalang dari permasalahan tersebut. Jujur saja melihat kelakuan tuannya yang begitu amat terobsesi membuat ia prihatin dengan nona Lidia yang tak lain kekasih tuanya. Walaupun sekedar kontrak, namun akan teramat sakit, apalagi sudah melihat hati.


"Keluar!!" ucap Dion dengan datar. merasa kesenangannya terganggu dengan ucapan asistennya.

__ADS_1


"Aku tak mau kehilangan kamu lagi" ucap dion dalam hati sambil menatap kepergian asistennya.


Namun ia tak sadar jika kelakuan yang ia buat akan menimbulkan masalah yang baru. Dan pasti akan menyakiti orang - orang terdekatnya dengan sikapnya.


"sayang kamu makan dulu ya" ucap Kim - jisoo merasa sedih mendengar kabar sang kekasih tak makan dari semalam hingga sekarang, karena merasa lalai dalam tugasnya.


"Sebentar lagi sayang" jawab Alex terus sibuk dengan berkas - berkasnya. Bagaiman tak sedih perusahaan susah payah di bangun oleh kakeknya, akan hancur di tangannya.


"dengerin aku!" memegang pipi prianya dengan lembut "kalun kamu sakit pasti keluarga kamu sedih, yang namanya bisnis pasti ada pasang surut nya" lanjut jisoo menatap Alex dengan lembut dan penuh cinta.


Ternya benar Alex akan menurut dengan perintah jisoo. Ia juga merasa dirinya salah mengambil langkah. Dulu juga papa nya pernah mengalami ini, namun berkat kepercayaan dan kerja kerasnya. perusahaan kembali normal seperti dulu.


kakek Alex bukan terakhir orang kaya. Terlahir dari keluarga berkecukupan dan berkat kerja kerasa. Kakeknya mempu membangun usaha melaju tinggi hingga di teruskan oleh papanya.


"aku bahagia kamu selalu ada di sisiku" ucap Alex menerima suapan dari jisoo. "makasih sayang!!" mengecup lembut kening jisoo. Dan mereka pun tersenyum kembali di iringi dengan percakapan ringan.


Keesokan harinya pria dengan sedikit senyuman menerima suapan dari perempuan di samping nya. Namun tak ada yang tau senyuman itu kenapa.


Dan benar dugaan Dion, tamu yang ia tunggu datang. Membuat Lidia menoleh dan tersenyum melihat siapa yang datang begitu sebaliknya.


"Di...ini pasti perbuatan kamu!!" ucap jisoo dengan tenang tapi aura wajah tampak menahan amarah.


"maksudnya?" tanya Dion seolah tak mengerti. setelah Lidia pergi sesuai dengan perintahnya.


"Aku tau ini perbuatan kamu" menahan amarah tapi matanya tersimpan Luka yang hanya dia yang tau.


Bukan tanpa alasan ia menuduh sahabatnya dan pria yang terobsesi terhadap nya. Duku sebelum mengenal Alex, ia pernah dekat dengan beberapa pria. Namun tidak ada angin dan hujan, mereka pergi tampa kabar.

__ADS_1


Tentu itu menjadi tanda tanya besar, namun setelah berjumpa dengan Alex ia tau siapa di balik perginya semua pria yang mendekati nya, yaitu pria gila di hadapannya.


"Kenapa Lidia bisa mau dengan pria gila ini" umpatnya dalam hati. Entah kenapa ia merasa jengkel dengan pria di hadapannya ini.


"Tinggal kan dia dan menikahlah dengan ku" tawar Dion.


"plak"


"sebenarnya kamu kenapa? kamu tau aku sudah ada Alex" bentak jisoo merasa geram melihat pria ini berbalik dan pergi dari ruangan.


Sedang Dion hanya terdiam menerima tamparan dengan wanita di hadapannya. Bersama Lidia datang melihat wajah jisoo berlinang air mata. Namun ada hal yang lebih mengejutkan, pipi Dion tampak merah.


"Di...ini" hendak memegang wajah Dion namu langsung di tepis kasar.


"pergi" bentak Dion dengan penuh amarah. Namun bukannya pergi justru Lidia mengambil kotak p3k.


"aku bilang pergi" ulang Dion menekan kata tiap kata.


"Aku akan pergi setelah ngobatin ini" jawab Lidia dengan berani sedikit menekan pipi Dion.


"kamu nggak mikir dengan kalau kelakuan kamu di ketahui sama orang tua kamu" sejenak Lidia terdiam. "kamu juga buat orang di sekitar kamu akan sedih" lanjutnya setelah mengucapkan kata itu Lidia pergi meninggalkan ruangan.


"akh"


"prang"


"prang"

__ADS_1


Dion begitu marah hingga membuat ia menghancurkan barang - barang ruangannya.


"S**l!! kenapa jadi gini" Entah mengapa perasaan nya tak karuan begini. apalagi melihat wajah lidia tersirat kesedihan. Entahlah apa yang dirasakannya sekarang.


__ADS_2