Cintai Aku Dion

Cintai Aku Dion
part 15


__ADS_3

"Deg"


Ucap sang nenek masih terngiang - ngiang membuat Lidia tau perkataan karena hidup masa lalu begitu menyedihkan. Menatap langit - langit kamarnya.


Setelah selesai makan Lidia hanya membalas dengan senyuman. "Kenapa nenek bilang gitu ya" ucap Lidia membaringkannya diri di kasurnya. Membayangkan hal kalau nenek pergi membuat Lidia takut.


Tok


Tok


"Kenapa nak?"tanya ya tumben sekali pikir sang nenek.


"Nek Lia tidur di sini ya"ucap Lidia


Setelah berbaring di tempat tidur Lidia langsung tidur sambil memeluk erat sang nenek. Membuat si empunya tersenyum dan mengusap kepala sang cucu.


:


:


Beberapa hari kemudian. Pagi hari seperti biasa Lidia ke perusahaan Dion. Membawa makanan untuk pria itu Karena nanti siang red white ada jadwal.


"Nanti malam temani aku"ucapan Dion sibuk dengan pekerjaannya.


"Kemana?" Tanya Lidia. Seperti biasa membuat kan minum dan duduk di sofa.


Sedangkan pria tampan di meja kerjanya diam tanpa menjawab. Seperti inilah suasana beberapa hari di ruang tersebut hening karena pria itu irit sekali berbicara.


Tiba - tiba pintu di ketok dan langsung membuka tanpa izin. Gadis cantik dengan anggun datang tersenyum melihat ke dua manusia di ruangan itu.


"Hai Li..hai di..."menyapa dengan tersenyum manis.


"Hai juga kak jisoo" ucap Lidia membalas sapaan dengan ramah. melirik ke arah pria di depannya juga membalas senyuman jisoo.


"Nanti kalian datang kan?" Tanya jisoo karena nanti adalah hari sepesial.


"Iya kak tapi acara apa ya?" Tanya Lidia bingung apalagi melihat tangan Dion mencekam erat berkas di tangannya.


"Ada deh...nanti juga kamu tau" jisoo hanya tersenyum dan pamit pergi.


Setalah jisoo pergi. Dion tiba - tiba mengebrak meja membuat Lidia terkejut apalagi melihat wajah pria itu merah.


"Keluar"

__ADS_1


"Tap..."


"Aku bilang keluar..." Teriaknnya dengan keras bagi siapa pun melihat wajah Dion begitu menyeramkan. Namun ruangan tersebut kedap suara.


Bukannya pergi Lidia justru berlari memeluk pria itu. Melihat tangan,lengan dan keningnya mengeluarkan darah.


"Di...stop jangan sakiti diri kamu" ucap Lidia mencoba menenangkan namun justru sebaliknya.


Dion mencekam erat wajah Lidia agar wanita itu pergi. Karena ia tak mau menyakiti perempuan karena pantang bagi keluarga besar mereka di larang menyakiti perempuan dengan fisik.


Melihat Lidia kesakitan Dion langsung melepaskan cengkraman.


"Keluar"


Namun lagi - lagi bukan keluar justru gadis ini kembali memeluk Dion dan membisikan sesuatu. "Di...apapun yang terjadi, jangan pernah melukai diri Kamu sendiri aku akan disini." Ucap Lidia sambil mengusap lengan kekar pria dipelukanya.


karena setelah mengatakan hal tersebut Dion langsung membalas pelukan wanita di hadapannya.


:


:


Setelah kejadian tadi pagi. Lidia pergi ke perusahaan untuk membicara comeback lagu terbaru.


"Em... nggak apa-apa kok, aku bisa minta tolong nggak" ucap lidia saat mereka makan siang setelah selesai rapat. Membuat ke tiga gadis di depannya penasaran.


"Nanti aku ada acara Sama Dion jadi temani aku cari baju yang bagus ya" jawab lidia membuat ke tiga gadis cantik itu tersenyum dan mengangguk.


"Semoga ini awal yang baik buat hubungan kalian" gumam Clara dalam hati. Menatap lidia dan dibalas dengan senyuman juga seolah tau di pikirankan.


:


:


Di sebuah mansion mewah dan megah hampir sama mewahnya dengan mansion utama one Alexander. Tampak beberapa bodyguard dan banyak pelayanan begitu sibuk menyiapkan acara.


Tak lama datanglah mobil mewah masuk ke dalam dan langsung di buka oleh penjaga karena tau siapa yang datang.


"Cepat turun" ucapnya dengan lembut namun matanya menatap tajam.


"Eh...i..ya" ucap gadis itu yang tak lain adalah Lidia. Karena Dion membukakan pintu untuknya agar tampak dia di perlakukan bak ratu.


Mereka pun masuk dan langsung di sapa beberapa pelayan dan penjaga di pintu.

__ADS_1


"Nak kalian sudah datang" ucap nyonya Jesika sudah datang dari tadi.


"Iya mom" ucap Dion singkat. Tangan Dion terkepal erat karena dia tau ini acara apa setelah mendapatkan info dari Justin.


"Hari ini kamu cantik baget nak" puji mom Cindy dan di balas dengan senyuman. Karena ternyata gadis di depannya begitu cantik dengan kulit asia.


Setelah itu nyonya cindy menarik pelan Lidia ke arah tamu pemilik rumah tersebut dan mengenalkan sebagai calon mantu. Tentu saja beberapa anak remaja yang ada disitu tau siapa gadis cantik tersebut.


"Talk"


"Talk"


Seorang gadis cantik berjalan dari tangga dengan anggun dan begitu cantik. Bahkan tamu yang di undang terpesona dengan kecantikan yang di miliki gadis tersebut.


"Selamat malam semuanya" tersenyum dan tak lain kim-jisoo. Mengingat ini hari sepesial.


"Baiklah terimakasih yang sudah datang tujuan kamu kemari untuk membicarakan pernikahannya anak saya Alex Ferguson dan kim-jisoo Assegaf Wijaya." ucap tegas zulio Ferguson daddy Alex yang begitu gagah dan tampan walaupun paruh baya. begitu juga dengan wanita di samping tak lain nyonya angel Ferguson tampak masih cantik dan anggun. karena waktu pertunangan hanya keluarga kedua pihak saja.


"Deg"


"Ternyata inj alasan Dion marah" gumam Lidia menatap pria di sampingnya.


Dion tentu saja mengepalkan tangannya menahan agar tak mengancurkan pesta ini. Tapi sedetik kemudian tangannya di pegang lembut dan erat gadis di sampingnya.


Setelah acara selesai Dion langsung pergi dan disusul Lidia. "Mom berharap kamu bisa menenangkannya nak" gumam mom Cindy dan digandeng suami tercinta.


:


:


"Di...jangan ngebut aku takut" ucap Lidia memejamkan matanya. "Aku tau kamu lagi sedih dan marah tapi jangan melukai diri sendiri.aku yakin kamu bisa melupakannya dengan perlahan" ucap lembut Lidia memegang lengan pria di sampingnya begitu takut mobil dengan kecepatan tinggi dan jalan tampak sunyi.


"Keluar...aku bilang keluar" bentaknya dengan keras karena gadis di sampingnya hanya diam ketakutan dan langsung Tampa aba - aba menyeret keluar dengan kasar dan pergi begitu saja.


"Di...Dion....aku takut hiks... gelap" teriak Lidia karena jalan yang di lewati sunyi dan gelap. Entah jalan apa ini pun Lidia tak tau.


Hanya terlihat beberapa lampu jalan dan pohon tinggi.


"Kayaknya ini pertanian" gumam Lidia takut karena hanya dia seorang sambil mengubungi menejer ya.


Tak lam kemudian mobil mewah datang menghampiri tak lain Nisa manejer dan Lidia sudah menganggap seperti kakaknya.


"Kok Lo bisa di sini sih, bukannya tadi..."ucapnya terhenti karena Lidia diam dengan mata kosong menatap ke arah luar.

__ADS_1


Jujur Nisa takut karena dia tau masa - masa kelam yang membuat dia begitu takut dengan gelap. Waktu konser dia sudah mulai terbiasa saat beberapa saat lampu padam namun tadi.


__ADS_2