
dua hari pun berlalu, mereka memutuskan untuk pulang karena lusa akan perform di bandung.
Namun mereka tetap membuat konten. Mengabari para penggemar agar tak khawatir.
"btw... Minggu depan kita di undang ke salah satu Chanel" ucap Lidia sembari memakan cemilan. setelah selesai latihan, Mereka makan siang.
"iya, acara tentang permainan gitu" ucap Keyla sembari mengunyah dan di angguk ke dua temannya.
.
.
Sedangkan di perusahaan menjulang tinggi. Seorang pria duduk di kursi kebesarannya, sambil menunggu lebar dari asistennya.
tok
tok
"masuk"
"bagaimana ?" tanyanya sembari menatap asistennya.
"sudah tuan, nyonya jisoo protes dengan surat yang di berikan" ucap Justin juga merasa ngeri dengan tuannya. melakukan apapun demi mendapatkan yang di inginkan.
Tak lama kemudian datang seorang gadis cantik dengan wajah marah. mengerti dengan situasi Justin pun pergi. Meninggalkan tuannya yang begitu obsesi terhadap tunangan orang.
"Dion..apa - apaan ini" ucap jisoo dengan nafas memburu sembari melemparkan kertas ke meja tepat di hadapan sahabat baiknya.
Namun pria itu hanya diam, membiarkan perempuan yang ia cintai sampai tenang. Dan hanya seorang kim-jisoo yang berani melakukan semena - mena terhadap pria di sampingnya.
__ADS_1
"itu adalah kebijakan terbaru di perusahaan" ucap dengan jujur, namun sebenarnya ada tujuan lain yang Dion buat.
"tapi.. kenapa kamu nggak bilang dari awal" ucapnya jisoo menggebu. Bagaimana tidak di kontrak itu tertulis jelas di larang menikah saat masih bekerja di perusahaan.
Bukan tampa alasan ia marah, kebijakan ini baru tertulis di saat ia sudah mendatangi kontrak. jisoo bisa aja membayar denda itu, namun sangat tak profesional , meninggalkan perkejaan begitu saja.
"itu sudah peraturan perusahaan tapi kamu masih bisa berpacaran" ucap Dion dengan santai sambil memainkan pulpen yang ia Pegang.
"Di..kamu taukan aku dengan Alex sudah tunangan dan nggak lama lagi kami menikah" ucap jisoo menjelaskan, mungkin Dion akan merasa kasihan dan memberikan keringanan.
Namun justru pria itu diam. Membuat jisoo kecewa dan pergi dari ruangan tersebut untuk membicarakan dengan sang kekasih hati tentang masalah ini.
Sepeninggalan jisoo, Dion hanya menghela nafas. Entah berapa kali ia membuat perempuan yang di cintai kecewa terhadapnya. Namun entah lah di bahkan tak rela jika kim-jisoo menikah dengan pria lain selain dirinya.
"Dion" ucap Lidia sembari membuka pintu, karena dari tadi mengetuk tak ada jawaban dari pria itu.
"maaf tadi aku udah berulang kali ketok, namun tak ada jawaban tapi kata asisten dan sekretaris kamu ada di dalam" ucap Lidia menjelaskan dengan senyuman. Ia tak sakit hati karena memang itu makanan sehari-hari jika bersama pria ia cintai.
"em...ini aku bawa makan" sembari mengeluarkan bekal di meja dekat sofa ruangan tersebut. "o..iya tadi aku liat kak jisoo, tapi kayaknya di sedih?" tanya Lidia karena tadi ia berpapasan di lift. namun kim-jisoo hanya tersenyum saat ia bertanya.
"aku tak berselera makan!" ucap Dion sembari melangkah hendak keluar. Namun di hadang Lidia.
"makan dulu, tadi kata Justin kamu melewatkan makan siang" ucap Lidia sambil membawa ke sofa untuk makan. Karena untuk satu Minggu ke depan ia tak bisa membuat kan makanan.
"prang"
bekal di tangan Lidia pecah berserakan. Akibat pria itu menepisnya begitu saja membuat Lidia kaget.
ini pertama kali pria itu berbuat kasar terhadapnya. karena biasanya Dion hanya diam dan ketus.
__ADS_1
"aku bilang aku tidak lapar" ucap Dion dengan wajahnya memerah sembari mengepalkan tangan dengan erat. "aku bahkan tak butuh makan mu itu, kalau bukan karena mommy yang menyuruhku. Udah dari kemarin kontrak itu ku buang!!!" bentaknya dengan keras. Namun jika ada yang mendengar pasti akan ketakutan. tapi ternyata ruangan tersebut kedap suara.
"maaf" hanya satu kata terucap dari mulut Lidia dengan menunduk. jika biasanya perempuan akan kebanyakan menangis. Berbeda dengan Lidia hanya diam dan menunduk, karena ia sudah biasa dengan kehidupan dari kecil hingga ia dewasa.
"keluar....jangan kembali jika aku tak memintanya" ucapnya sembari mengatur nafas takut akan kelepasan dan menyakiti perempuan dia hadapannya.
"Baik...tapi sekali lagi aku minta maaf" ucap Lidia dan pergi dengan santai seolah tak ada yang terjadi.
.
.
Berbeda di tempat lain, Seorang gadis cantik menangis di pelukan pria yang ia cintainya. Seolah mencurahkan kesedihan yang ia pendam.
"***...sudah sayang, kamu kenapa? " ucap pria itu tak lain adalah Alex. Ia merasa bingung dengan wanitanya datang kekantor nya dan memeluknya langsung menangis.
ya, perempuan itu adalah kim-jisoo. Ia merasa kesal dan kecewa terhadap Sahabat nya itu. Padahal Dion tau sebentar lagi kim-jisoo dan Alex akan menikah.
"udah tenang" tanya Alex dengan lembut, namun yang hanya ia tunjukkan dengan wanita di depan nya.
Bahkan melebihi wanita masa lalunya, yang berselingkuh dengan rekan kerjanya. karena ia sangat posesif, namun sekarang ia berubah karena ia tak mau kehilangan untuk kedua kalinya. ia sangat mencintai perempuan di hadapannya.
"aku merasa sedih dan kecewa" ucap kim-jisoo sembari menjelaskan ke jadian yang terjadi.
"Gimana kalau aku bayar uang dendanya" tanya Alex merasa kesal terhadap Dion. Ia bukan tak tau jika Dion menyukai wanitanya. Namun kim-jisoo memberikan alasan agar hubungan persahabatan dan keluarga mereka tak renggang.
Ya, kim-jisoo tau jika Dion menyukai. Ia berjanji pada dirinya sendiri agar sahabatnya, mendapatkan perempuan yang tepat. karena ia juga akan sedih melihat Dion menutup hati kepada semua perempuan hanya untuk dirinya.
Namun ada hal yang kim-jisoo tak tau, jika Dion melakukan segala cara untuk mendapatkan perempuan yang ia cintai. Bahkan ia mempunyai rencana untuk membuat kim-jisoo meminum obat perangsang. Agar ia bisa tidur dengan kim-jisoo agar dapat menikah perempuan yang ia cintai.
__ADS_1