Cintai Aku Dion

Cintai Aku Dion
part 16


__ADS_3

"akh...pasti ini tuan Dion" gumamnya dengan geramnya tapi dia mana bisa marah karena pria bukan sembarangan.


Di sisi lain tampak di kawasan elit salah satu unit.menghancurkan barang - barang di ruangan tersebut. Melampiaskan segala beban dan sakit bahkan beberapa luka dan darah mengalir deras di lengan dan pelipisnya.


"Akh.... kenapa....kenapa kamu milih dia" teriaknya dengan keras karena ruangan kedap suara. Tak lama kemudian pingsan dan tak sadarkan diri.


:


:


Ke esokan harinnya seorang pria dengan beberapa luka di obati.


"Hufh..."memegang kepalanya sedikit pusing dan bingung tak lama kemudian kebingungan terjawab melihat seorang tertidur di sofa.


Gadis yang ia tinggal di jalan semalam membuat ia berasa bersalah."Li...bangun!" menepuk pelan lengannya.


"Hm" gumamnya sambil mengucek matanya dan tersadar melihat pria di sampingnya sambil mengingat kejadian semalam.


Flash back on


"Li..."ucap Nisa karena sempanjang jalan Lidia hanya diam. "Is't oke, aku di sini"memberhentikan mobil di pinggir jalan dan memeluk Lidia.


"Hiks...hiks..aku takut...kak...a..ku"lirih Lidia sambil memeluk Nisa dengan erat.


Membuat Nisa merasa sesak "udah kamu jangan takut aku di sini kok." Bisik Nisa dengan pelan menenangkan. Setelah beberapa saat Lidia sudah tenang.


"O...ya aku bawa oleh - oleh nih, maaf ya aku cuti hampir 10 bulan lebih" ucapnya merasa tak enak. mengalihkan pembicaraan.


"Iya kak, nggak apa-apa kok,lagi itu juga demi kebaikan kakak" jawab Lidia dengan senyuman. Mengerti waktu itu kandungan Nisa lemah karena terpeleset di kamar mandi jadi harus istirahat total dan nggak boleh capek.


"Kakak beruntung baget ya bisa dapet mas Dimas" puji Lidia


"Iya kakak yakin kamu juga bisa dapat lebih baik" tersenyum mengingat suaminya. Sedangkan gadis di sampingnya hanya tersenyum kerucut.


"Kak...anter aku ke mansion Dion ya" ucapnya entah kenapa tiba - tiba khawatir dengan dion. Awalnya Nisa tak mau tapi dengan segala rayuan Lidia mereka pun pergi.


Sesampai di mansion Dion kata pelayan belum pulang namun kepala pelayan datang menghampiri.


"Non biasanya tuan kalau lagi ada masalah dia pergi ke apartemen tuan" ucap kepala pelayan dengan hormat terutama perintah dari nyonya cindy.


"Makasih ya bik" tersenyum tulus karena di antar salah satu penjaga khusus di sana.

__ADS_1


"Semoga nona dan tuan berjodoh" menatap kepergian Lidia Karena merasa baik dan mempunyai atutid yang baik tanpa memandang status.


Sampai di kawasan apartemen elit dan di antar. Lidia meminta mereka berdua untuk pulang. Awalnya Nisa menolak namun Lidia menyakinkan.


Tak lama kemudian datang seorang wanita paruh baya yaitu bik Dina memberitahu pin sandi apartemen. Betapa kagetnya Lidia dan bik Dina melihat apartemen berantakan dan Dion tergeletak di lantai.


Pada akhirnya pun Meraka berdua menginap. Namun karena kecapekan Lidia pun tertidur setelah mengobati luka Dion. Bik Dian yang tak sengaja melihat pintu kamar terbuka dan menutup melihat Lidia tertidur di sofa lelah apalagi kamar Dion begitu berantakan dan sekarang sudah bersih.


Flash back of


"Dion kamu udah bangun,jangan bergerak dulu nanti makin sakit"ucap Lidia dengan panik dan membawa ke tempat tidur.


"Kamu yang bersihkan kamar ini" tanya Dion dan di jawab anggukkan "di bantu sama bik Dina " lanjut sambil membawa makanan yang baru di bawa bik Dina.


"Lain kali biar dia aja yang bersihkan" ketus Dion karena memang bik Dina pagi - pagi sudah datang dan siang pulang ke rumahnya sebab Dion jarang makan malam dan beberapa Minggu ini juga.


Sementara gadis di sampingnya hanya tersenyum."Kamu nggak makan?" Tanya Lidia dari tadi makan hanya diamkan. Tak ada jawaban Lidia bersiniatif mengambilkan alih dan menyuapkan. Tentu seperti yang sudah - sudah Dion langsung melahap. Membuat Lidia tersenyum.


Semejak beberapa hari lalu Lidia rutin membawa makanan pagi bahkan kadang siang kalau Lidia tidak ada jadwal.


"Nggak usah senyum jelek.." ketus Dion namun tak membuat Lidia sakit hati karena menurut Lidia seperti mengasuh ada bayi besar walaupun Dion berkata pedas.


"Bibik belum pulang" tanya Lidia setelah di dapur.


"bik Lidia boleh ikut nggak, tapi jangan bilang dionnya"ucapnya pelan membuat bik Dina bingung namun hanya mengangguk.


"Makasih bik" membuat bik dina kaget karena Lidia begitu baik dan sopan.


:


:


Setelah pamit pulang Lidia menunggu bik Dina di dalam taksi sebrang dan tak lama kemudian mereka berangkat ke mall.


"Bik kalau Dion makan kesukaan apa bik"tanya Lidia sambil memilih bahan dapur.


Bik Dina tersenyum karena tau tujuan nyonya Lidia.


Setelah selesai berbelanja mereka pun makan di restoran di mall tersebut.


"Non makasih ya, udah bawa Lidia makan ke sini"ucapbik Dina karena Lidia membeli juga untuk keluarga bik Dina.

__ADS_1


"Iya sama - Sam bik"


:


:


"nenek Lia pulang" ucap Lidia menghampiri sang nenek duduk di ruang tamu sambil menonton.


"Kok lama banget?tadi katanya bentar lagi sekarang malah udah sore"


"Iya nek maaf ya tadi Lia beli makan kesukaan nenek" ucap Lidia mengeluarkan makanan darinpapee bag.


"Wah...kebetulan tadi nenek udah pesan juga sama si Nia" karena tadi saat bik Nia mau ke pasar menitip makan favoritnya.


"Iya nek"


Malam hari Lidia duduk di handboart kasur kig size memeriksa jadwal beson yang di kirim oleh Nisa.


"Di kamu udah makan" chat Lidia namun tak dibalas hanya di lihat saja seperti yang sudah - sudah.


Beberapa Minggu kemudian red white di undang salah satu pembisnis merayakan pesta pembukaan salah satu hotel mewah di jakarta.


"Tuan kita sudah sampai" ucap asisten membukakan mobil.


Pria itu pun turun dan masuk ke acara tersebut. membuat banyak orang yang terpesona dengan ketampanan pria yang di milikinya. Apalagi pria ini balasteran indo dan Korea tampak gagah dan tegas dan jangan lupakan aura dinginnya.


"Terimakasih tuan Dion sudah datang" ucap paruh baya pemilik tersebut.


"Sama - sama paman" ucap Dion dengan singkat.


"Heh...bro gua baru datang" menepuk pundak teman kuliahnya dulu. Karena hanya dia paling dekat dengan Dion. Walaupun Dion dingin tak membuat seorang Bian witama takut.


Mereka pun menikmati makanan di selangi beberapa lagu artis ternama termasuk red white.


"Itu bukannya cewek lo ya" ucap bian sambil memakan steak yang ia ambil.


"Hmm" memakan makanan dan matanya fokus menatap ke arah Lidia tapi Lidia tak melihat karena fokus.


"Li...itu kan tuan Dion" ucap Keyla setelah mereka selesai dan sekarang sedang makan.


"Iya" melihat ke arah ditunjukkan namun matanya melihat ke arah lain karena tadi Dion menatap tajam.

__ADS_1


"Loh Keyla kamu mau kemana" ucap rose dan Clara bersamaan karena tiba - tiba gadis itu pergi.


__ADS_2