
Seperti biasa Lidia tetap gencar menggoda Dion dan terus berusaha membuat pria itu tertarik padanya. Tentu hal itu tak sengaja di dapat oleh Justin membuat ia menahan tertawa.
Seperti saat ini Lidia terus saja menatap pria itu dengan senyuman dan tentu hal itu membuat Justin dan Dion merasa geli.
Setelah selesai makan siang Lidia memutuskan pergi jalan - jalan merasa bosan karena Dion sangat sibuk dan dia tak berani menganggu pria itu.
Di taman ia termenung sendiri, namun tiba - tiba seseorang menghampiri memberi bunga dan balon dengan baju badut sembari menari - nari membuat anak - anak di taman tertawa.
" Terima kasih " ucap tulus Lidia. Menerima hadiah yang di berikan sembari mengingat sesuatu hampir sama dengan kejadian di masa lalu.
" Hai"
" Kak jisoo ngapain di sini?" Tanya Lidia merasa terkejut melihat kehadiran perempuan ini di hadapannya.
Namun jisoo hanya mengatakan ia bosan sama halnya dengan dirinya mereka pun berbincang - bincang hingga tak terasa waktu terus berjalan dan mereka memutuskan balik ke perusahaan.
.
.
Malam hari pun tiba Lidia dan Dion sudah berada di pesta. Entah kenapa Dion mengajak Lidia pergi ke pesta padahal baru beberapa hari yang lalu juga.
Lidia hanya berdiam saja sesekali ikut berbicara ketika Dion sedang berbicara dengan beberapa perusahaan lainnya. Hingga Lidia meminta izin ke toilet sembari membawa tasnya.
__ADS_1
"Hia apa kabar" ucap seseorang membuat Lidia menoleh. Lidia hanya menatap bingung ke arah seorang perempuan cantik berjalan elegan.
"em....siapa ya" tanya Lidia membuat perempuan itu tersenyum sinis ke arah Lidia.
"oh...ini aku teman kamu saat di acara kemarin"
"kak Karin ya" jawab Lidia tersenyum manis sembari mengulurkan tangan.
"ya"
"senang bisa ketemu kakak lagi" dengan khas senyum lesung pipinya membuat Lidia tersenyum manis. Namun bukannya menjawab justru Karin pergi tanpa sepatah kata.
"sebenarnya dia kenapa?" bertanya - tanya dalam hati merasa ke bingung.
"bagaimana apa sudah beres" tanya seorang pria dengan wajah datar dan dingin. kepada salah satu investor dengan tawaran yang sangat mengiurkan.
"bagus" sambil meminum wine anggur yang tersedia di meja, dengan sedikit senyuman menyeringai. matanya menyapu ke arah seseorang yang sedang data ke arahnya. Ya, siapa lagi kalau bukan Lidia.
"kita pulang" ucapnya dengan singkat.
"loh...kita masih baru datang!!" jawab Lidia menggantung saat Dion memegang tangannya membuat jantung nya berdebar kencang.
"Di...kok tadi kita cepat banget pergi!!" tanya Lidia. pria yang di tanya hanya diam saja terus sibuk dengan handphone di genggaman nya.
__ADS_1
"kak Justin bisa tolong berhenti di depan nggak"
"bruk"
Mendadak mobil Lamborghini berhenti mendadak membuat orang di dalam hampir saja kebentur. Untung Lidia di tahan pria di sampingnya.
"deg"
Tatapan mereka bertemu jantung Lidia begitu deg - deg kan, namun berbeda dengan Dion hanya menatap datar ke arah Lidia.
"Turun" ucap Dion dengan singkat seperti biasa.
"eh...iya maaf" Lidia turun dari pangkuan Dion " kalian pulang aja, aku mau beli sesuatu di sini" sembari membuka pintu dan pergi.
Setelah Lidia pergi mendadak mobil mewah itu hawanya terasa dingin dan mencekam. Entah udah berapa kali Justin menekuk ludahnya seakan - akan ada hal yang mengerikan akan terjadi.
"plak"
"Bodoh" umpat dion dengan kesal "tunggu saja hadiah mu"
"glek"
justi hanya diam seakan pasrah dengan hukuman yang akan di berikan pria dingin dan tak berekspresi ini. Sembari menaruh kembali kotak kaca mata tuannya yang baru saja melayang kepalanya.
__ADS_1
"huh, entah hari sial apa ini!!" ucap Justin dalam hati "lagi kenapa nyonya tiba - Tina manggil aku dengan sebutan??" lanjut dalam hati.
Berbeda dengan dion merasa hawa mobil begitu panas dan membuat kedua kancing kemejanya dan dasinya seakan mencekik lehernya. Padahal dari tadi hanya tetap sama, namun entah lah hanya dia yang tau hal itu.