Cintai Aku Dion

Cintai Aku Dion
part 25


__ADS_3

Di dapur begitu luas dan mewah, tampak seorang perempuan sedang sibuk membuat makanan dengan mata kosong, terlihat sedang tak baik- baik saja .


Sesuai dengan permintaan pemilik mansion mewah dan megah. Sesekali air mata berjatuhan di pipi cantik dan manis sembari mengusap.


" Aish...jangan keluar terus, aku nggak konsen masak" ucap lidia.


Ya, setelah selesai dengan kata - kata makin keluar dari pria jahat itu. Sekarang ia di suruh untuk membuat makanan. Miris itulah satu kata terucap dari bibirnya.


"Tuan apa anda tak keterlaluan memperlakukan nona seperti ini?" Tanya justin. Berdiri di belakang tuannya. Sembari memperhatikan layar monitor di depannya.


" Bukankah...kau juga terlibat" jawab dion yang sibuk memperhatikan gerak gerik lidia, lewat komputer di meja kebesarannya.


Jleb


Kata - kata tuannya seakan tepat mengenai sasaran. " Itu karena perintah anda tuan!!" Ucap batin justin tertekan. Apalagi ia akan di tanya oleh nyonya besar, membuat dia benar - benar pusing.


" Aku tau kau sedang mengumpat ku dari belakang." Ucap dion "keluarlah..." lanjut dion sembari mengibas tangannya. Saat melihat lidia ke arah kemari.


" Bilang aja bucin" umpat justin. Melangkah kakinya keluar.


" Gaji mu ku potong 50 persen, karena sudah berani mengumpat ku lagi" ucap dion sembari menyeringai tipis.


Tok


Tok


Lidia melangkah masuk membawa makan malam. Meletakan makanan di meja dekat sofa. Sembari mengambil tas dan hendak pergi.


" Tugas mu belum selesai" ucap dion. Membuat langkah lidia, menatap pria itu seolah bertanya. Namun dion hanya diam saja.


Sebenarnya lidia tau apa maksud dion. Namun dia ingin pria itu mengatakannya.


Setelah selesai menyuapi dion, lidia pun berpamitan karena tak mau nenek khawatir.


" Terimakasih justin" ucap lidia sembari masuk ke rumah setelah mobil pergi. Di teras ia sudah di sambut oleh sang nenek wajah garang.


"A...a sakit...nek" rengek lidia pasalnya bukan di sambut dengan baik,malah dijewer.


" Kamu tuh....ya, baru pulang kok udah kelayapan" omel sang nenek, mengeluarkan segala unek - unek ya. Karena dia begitu khawatir dengan cucunya ini. Namun lidia hanya tersenyum saat mendengar ocehan sang nenek.

__ADS_1


"Tak ku biar kan, seseorang pun menyakiti nenek" janji Lidia dalam batinnya. Sembari memeluk nenek, karena dia begitu merindukan ocehan sang nenek yang tak pernah lagi ia dengar selama ia menjadi artis.


" Eh....sekang peluk - peluk " ucap sang nenek dan membalas pelukan cucu tersayang nya.


Melihat keakraban nona dengan sang nenek. Membuat mbak rina tersentuh, ia berdoa agar keluarga ini di lindungi.


.


.


Ke esok pagi ya,lidia tetap menjalankan perintah pria menyebalkan sekali gus. Pria yang ia cintai bahkan semakin bertambah, ia bahkan tak mengerti dengan perasaanya.


" Pagi nyonya " ucap pelayan dan penjaga, menyambut dengan ramah dan di balas dengan sapaan oleh lidia.


" Nyonya sudah di tunggu tuan" ucap justin. Membuka pintu.


"Semoga nyonya bisa mendapatkan cinta tuan" batin justin menatap iba lidia, yang di perlakukan semena - mena oleh tuannya.


Seperti biasa dia akan membuat makanan dan menyuapi dion. Setelah itu mereka pergi hanya berdua saja. Jujur ia tak tau di bawa kemana, bertanya sungguh ia malas berhadapan dengan pria di sampingnya.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam. Mobil berhenti di sebuah perusahaan yang sering ia datangi siang hari.


Tak lama kemudian seorang tamu datang yang di tunggu - tunggu pemilik perusahaan.


" Ada apa?" Tanya dion. Padahal dia sudah tau maksud kedatangan pria di hadapannya.


" Kamu tau kedatangan ku ke sini" justru ia menanyakan kedatangannya karena biasanya ia akan menyuruh asistennya bernama vino.


" Itu sudah menjadi keputusaan baru di perusahaan ini" jawabnya dengan jujur. Namun di juga mempunyai niat terselubung.


" Come on bro, gue bentar lagi akan married dengan sahabat lo. Apa lo nggak ingin kami bahagia" ucap alex tak lagi berbahasa formal. Karena sebenarnya mereka pernah berkuliah sama. Namun alex melanjutkan S2 nya di negaranya.


" Gue bakal bayar pinaltinya" ucap alex pada akhirnya. Membuat dion menggenggam erat sebentar berkas di tangganya.pria mengatakan harus jisoo sendiri turun tangan.


Berbeda di ruangan namun tetap satu perusahaan dua perempuan cantik sedang asik bercerita. Tak lama kemudian seorang pria datang menghampiri.


"Maaf" ucap alex. Membuat salah satu perempuan langsung menghampiri dan memeluk kekasih hatinya.


" Kalau gitu aku keluar" ucap yang tak lain lidia. Membiarkan ruangan untuk sepasang kekasih.

__ADS_1


" Maaf kak, aku juga belum bisa bantu kak" ucap lidia dalam hati berjalan ke arah ruangan ceo. Lidia ingat jelas bagaimana kim - jisoo minta tolong kepadanya.


" Di....sebenarnya tujuanmu??" Tanya lidia kepada dion.


" Tujuan ku hanya satu, mendapatkan perempuan ku cintai" jawab dion dengan santai.


" Kenapa nggak perempuan lain. Kenapa harus sepasang kekasih yang sangat mencintai di" ucap lidia tak mengerti dengan pria di hadapannya.


" Kalau kamu benar - benar mencintainya, seharusnya kamu bisa merelakannya" ucap lidia berterus terang.


" Tutup mulut mu, ya kau benar merelakan. Tapi apa menurut mu bisa semudah itu" jawab dion dengan penuh penekanan di setiap perkataannya. Lidia bisa melihat mata dion begitu amat mencintai dion.


" Pergi...jangan kembali sebelum perintahku" lanjut dion takut akan kelepasan.


.


.


" Maaf sayang" ucap alex memeluk kekasihnya yang amat ia cintai.


" Iya nggak apa - apa, berati kita menikah tahun depan" ucap kim - jisoo sembari bergelut manja di pelukan pria ia cintai.


" Nanti kita bicara sama mama dan papa ya" ucap alex menatap penuh cinta perempuan di dekapannya.


Jujur saja mereka bisa membayar denda itu. Namun mereka berdua tak mau sampai dion melakukan hal lebih.


Ya, mereka berdua tau jika dion mencintai kim - jisoo. Namun kim - jisoo tau bagaimana watak keras kepalanya dion. Apa pun di lakukan demi mendapatkan tujuan.


" Sekarang kita makan siang ya, aku udah buat masakan hasil ku" ucap kim - jisoo dengan bangga, karena ini masakan pertamanya dan disambut dengan hangat.


" Gimana...enak?" Tanya kim - jisoo, menunggu hasil makanan nasi goreng campur telur yang ia buat pagi tadi. Bahkan sudah berulang - ulang memasak telur ceploknya.


" Enak" jawab alex sembari tersenyum. Membuat kim - jisoo tersenyum senang. Dan hendak mencicipi makanan buatannya, namun di tahan alex.


" Ini punyak ku, karena ini masakan pertamamu" ucap alex. Yang tadinya kesal namun sekarang menyinggung senyuman.


" Sayang bentar ya, aku ke belet " ucap alex yang tak tahan lagi dengan makanan di mulutnya.


" Kayaknya enak banget, sampai - sampai dia lahap banget" gumamnya kim - jisoo. Sembari mencoba makanan yang ia buat, walaupun sudah di larang. Jujur ia sangat penasaran " Mumpung dia ke kamar mandi" lirihnya. setelah pintu kamar mandi tertutup.

__ADS_1


Namun belum sempat menelan satu suapan langsung ia langsung memuntahkan "huek...asin banget" pekik jisoo. Meneguk minuman botol di hadapan hingga tandas.


__ADS_2