
Satu Minggu kemudian, mereka sibuk hadir di undang ke acara televisi. Dan hari ini mereka ikut bermain game, yang sudah di siapkan oleh pemilik acara tersebut.
"Siap!!" Ucap pembawa acara dan di anggukan oleh mereka. Mereka tak hanya berempat tapi mereka bersama dengan beberapa artis ternama dan beberapa aktor tampan yang sedang naik down.
"Hahaha" mereka tertawa saat yang lain wajah Mereka terkenal makanan. Banyak permainan yang mereka ikuti dari mereka berkelompok dengan para lelaki dan perempuan memenangkan pertandingan.
Sejenak mereka semua melupakan masalah hidup. Bahagia bisa bermain dan bercanda dengan beberapa artis dan aktor karena mereka juga ramah dan baik.
"Baiklah pemenangnya adalah... tim Rose dan tim Lidia..." Ucap pembawa acara. Membuat tim Rose dan Lidia bersorak senang karena mereka akan mendapatkan makanan banyak dan boleh memilih makanan. Sedangkan yang kalah hanya dapat memilih beberapa menu saja.
Tim Lidia begitu kompak mereka bertos bareng.
"Hmmm....Ini enak banget" ucap pria tampan bernama alvino. Salah satu tim dari Lidia.
"Iya, ini makanan khas Batak mie gomak. karena terbuat dari bahan - bahan alami terutama biji andaliman nya" ucap Lidia menjelaskan dengan teliti membuat ke tiga temannya tim senang.
Mereka merasa salut kepada red white, padahal mereka artis sedang populer dan tajir. Namun tak membuat mereka sombong. Kebanyakan artis hanya untuk Passos saja, Namun berbeda dengan semua member red white.
Lidia juga mengenalkan makanan khas daerah lainnya yang ia ketahui begitu juga teman - teman yang lain mengenal khas daerah mereka. Begitu dengan Alvin keturunan China dan Jepang.
Begitupun dengan rose mengenalkan makan khas daerahnya dan makanan khas negara jepang karena ia berdarah campuran.
Begitu pun tim Keyla yang sibuk bercanda dan jahil. Sedangkan tim Clara sibuk berbicara dan tertawa melihat tingkah abarsub Keyla.Apalagi mereka tim Keyla satu frekuensi.
Malam hari pun tiba, mereka semua tidur di kamar yang di sediakan. Namun lidia terbangun karena tiba - tiba tenggorokannya teras kering.
O,iya kalau ada yang nanya mereka sedang syuting di mana. Mereka syuting di salah satu daerah sumut, letaknya di Toba Samosir pemandangan indah, sawah dan beberapa rumah adat yang masih ada. Jadi tim staff pemilik acara, menyewa salah satu rumah adat tersebut.
Untuk mengingatkan para anak muda jaman sekarang tak lupa dengan adat istiadat.
.
.
Berbeda di tempat lain seorang pria gelisah, menunggu kabar dari seseorang yang ia bentak.
"Kenapa nggak minta maaf" ucap seseorang tanpa ngerasa bersalah sama sekali.
__ADS_1
Ting
Sebuah pesan masuk, membuat si empunya langsung melihat notifikasi tersebut.
"Ternyata dia sedang syuting di luar kota" gumamnya menatap pesan dari anak buahnya. Dan melanjutkan pekerjaannya kembali.
"Kamu ngapain di sini?" tanya seorang pria.
"Astaga...kamu" ucap lidia. Merasa terkejut melihat pria itu entah dari mana.
"Sorry, kamu ngapain kesini?"tanya pria itu lagi.
"Mau minum, kalau kamu?" tanya lidia sembari meneguk minuman ditangannya.
"Sama" ucap pria itu tak lain adalah alvin. Melihat lidia cepat - cepat meneguk tehnya, membuat pria itu tersenyum.
"Kenapa??"tanya lidia dengan ketus.
"Pelan - pelan minuman tak ada yang minta" jawab alvin membuat lidia malu. Pasalnya dia memang kehausan.
" Ke belakang yuk" ajak alvin membuat lidia menatap curiga membuat pria mengerti.
"Udaranya sejuk banget" ucap lidia dalam hati. Alvin yang melihat rambut lidia di tiup angin. Apalagi wajah melihat wajah cantik yang alami tampa make up. Membuat alvin terpesona.
"Vin...alvin?" Panggil lidia sembari melambaikan tangan ke arah wajah pria itu. Membuat pria itu gugup karena ketahuan memandang perempuan di sampingnya tanpa berkedip.
"Em...iya kenapa?" Jawaban alvin berusaha menetralkan wajahnya.
"Itu...kamu kok bisa, jadi artis di sini" tanya lidia pasalnya. Pria ini adah keturunan cina dan belanda, yang ia dengar dari staff. Karena begitu kagumi para perempuan di lokasi syuting.
"Aku niatnya ingin main, ke rumah aunty ku" ucap alvin sembari beberapa kali meneguk minuman di tangannya.
Ya, sebenarnya ia tak ada niatan menjadi artis. Namun karena aunty nya menikah dengan seorang artis indonesia. Membuat ia juga menjadi sorotan dan di tawarkan menjadi artis oleh salah satu pihak agensi.
" Tapi kamu hebat, cepat banget belajar bahasa indonesia" ucap lidia membuat alvin tersenyum dan cerita mereka terus berlanjut.
.
__ADS_1
.
Keesokan harinya mereka syuting seperti bisa dan kedekatan lidia dengan alvin semakin terlihat. Apalagi tim mereka begitu kompak.
Hingga tak terasa satu minggu berlalu dan pagi ini mereka pulang. Setelah selesai berpamitan dan berdoa sebelum berangkat.
" Seru banget!!" Ucap keyla dan rose merasa begitu senang. Apalagi bertemu dengan aktor tampan.
" Btw.. lo kan udah punya pacar" tanya rose membuat keyla terdiam sejenak.
" Ya, nggak apa - apa " jawab keyla santai. "Tapi kalau udah married...itu jangan" lanjut keyla sembari mengedipkan mata. Membuat ke duanya tertawa terbahak - bahak, berbeda dengan lidia dan clara kebingungan melihat mereka. Padahal tak ada yang lucu.
Malam hari baru mereka sampai di rumah masing - masing. Setelah sampai tadi sore mereka berempat kembali ke perusahaan. Mengingat dua minggu ke depan mereka tak ada jadwal.
Sampai di depan gerbang komplek. Ada sebuah mobil mewah menghadang mobil yang di tumpangi lidia.
" Loh justin...kamu ngapain di sini" tanya lidia merasa bingung. Pria itu hanya menjawab bahwa ia di minta untuk menjemput lidia.
"Tapi barang ku bagaimana??" Tanya lidia kembali. Namun tiba - tiba satu mobil muncul untuk membawa barang - barang lidia.
Di dalam perjalanan hanya keheningan, mengingat ia bertanya "ada apa" namun pria itu hanya diam.
" Em...kenapa tadi tak ke rumah saja?" Tanya lidia lagi mencoba mengubah topik.
" Tidak apa- apa" jawab justin dengan singkat dan jelas. Membuat lidia bermonolog, kenapa ia dan keyla bisa jatuh cinta dengan pria model seperti mereka.
Sesampai di mansion di persilahkan masuk ke ruangan pria dingin yang terlihat sibuk dengan berkas - berkas di mejanya.
" Bagaimana? Seru liburnya" tanya dion mengalihkan perhatian ke arah perempuan di hadapannya . Namun yang di tanya hanya diam saja, membuat dion tersenyum sinis.
" Kamu tau!! aku bahkan tak peduli sama sekali dengan urusan mu. Namun aku nggak mau sampai citraku jelek karena tingkah lakumu" ucap dion menekankan kata demi kata. Baru kali ini pria itu berbicara panjang kali lebar. Namun kata - kata yang amat sangat menyakitkan.
Setelah selesai maki - makian keluar dari pria itu. Membuat lidia hendak pergi karena tak tahan, namun langkahnya terhenti saat pria bermulut pedas itu. Refleks ia menatap ke arah pria itu dengan tatap yang tajam.
" Kau...apa sebenarnya" tanya lidia mencoba berbicara baik - baik, sembari melangkah mendekat.
"Aku mau kamu menurut dengan perkataan ku" bisiknya membuat siapa saja mendengar pasti takut. Namun tidak dengan lidia, apalagi menyangkut orang yang paling ia sayangi dan satu - satunya bertahan orang membuat ia bertahan di dunia yang amat menyakitkan.
__ADS_1
Menatap dalam pria di hadapannya, seolah meminta penjelasan. " Jadilah budak ku" lanjut dion di hiasi senyuman yang tak pernah ia lihat . Namun bukan senyuman ketulusan, melainkan senyuman menakutkan di mata lidia.
Ucapan dion amat lah menyakitkan dan tak terasa air mata berjatuhan di pipi cantik perempuan itu.