Cintaku Siapa?

Cintaku Siapa?
1. Hari yang memalukan


__ADS_3

Yuna dan esty hendak menyeberang menuju sebuah mall yang ada di seberang


jalan. Setelah turun dari jembatan penyebrangan. Mereka celingak


celinguk tengok kiri kanan. karena disitu jalan pelintasan berbagai


penjuru yang di kelilingi beberapa Mall cukup besar. Ada GTC ada Goyan


Mega mall dan Damayana mall. Maklum saja disitu kota industri banyak


pabrik dan juga mall.


"kita ke mega mall aja yuk"kata yuna sambil berjalan menuju tengah batas


jalan penyebrangan sambil menggandeng tangan esty sahabatnya.


" ke damayana aja sih kan atm banyak diluar soalnya blom ambil dwt nih"


kata esty menunjuk mall yang berada di seberang kiri.


"ke mega aja atmnya banyak juga si dalem cuna di lantai dasar,lagian


gedean juga di mega... aku mau cari vcd karaoke nih" kata yuna sambil


senyum dan melepas gandengan tangannya pada esty.


Esty yang memegang


handpone berhenti sambil baca pesan sms Elang pacarnya tidak begitu


mendengar kata -kata yuna.


Sementara pandangan yuna tertuju ke mega mall.


"yuk nyebrang "kata yuna sambil menggandeng lagi.


"esty kok tanganmu berat banget sih... perasaan tadi ngga berat"kata


yuna menurunkan tanganya dan memasukkan telapak jari jemarinya ke


telapak di tangan temannya bahkan sempat mengayun ayun kan tanganya dan


menatap genggaman tanganya terkejutlah dia. ternyata yang digenggam


bukan tangan esty temannya "haa" stengah teriak yuna sambil melepaskan


genggaman tanganya pada seorang pria.


"astagfirullah ? "kata yuna sambil menutup mulut terkejut dan


malu,pipinya memerah pandangan matanya yg agak melotot ke arah wajah


pria itu.


pria itu tersenyum misterius dan menyilangkan tanganya di dada. wajahnya


yang tampan dan posturnya yang tinggi Membuat yuna deg degan sekaligus


malu.


"mb lain kali kalo mau gandeng orang dilihat dulu ya, kalo kayak gini


gimana... siapa yang mau tanggung jawab kalo mb jatuh cinta sama


aku"kata pria itu sembari senyum kepedean dan mengerlingkan matanya. esty yang ada sebelah pria


itu melongo sebentar lalu cekikikan menertawakan yuna. sebelumnya pria


itu ngomong lagi yuna langsung menarik esty mengajaknya kabur karena

__ADS_1


malu..


Yuna memegangi dadanya yang berdegup kencang. Sambil tengok sana sini takut diikuti. Esty protes pada temannya yang langsung mengajak kabur gara-gara insiden salah genggam tangan orang.


"apaan sih yun kamu, ngapain juga lari, malu ya"kata Esty meledek lagi sambil menyikutkan tanganya ke pundak Yuna.


"iyalah udah tahu juga... yuk ke atm, biar mukaku sembuh dari malu keinget itu tadi"kata Yuna dan mengajak Esty ke lantai bawah mega mall tempat dimana duit kumpul (maksudnya mesin atm he... he).


"gila ya, ehm.... tadi tuh cowok ngomong apa ya? "kata yuna sambil mengeluarkan kartu atm dari dalam dompetnya.


"masih kepikiran kamu"tanya Esty senyum.


"ga sih,ya kali ya dikit, tapi kamu denger nggak dia ngomong apa tadi? "tanya yuna setelah memasukkan kartu atm ke mesin atm.


"eh buruan yun masukin pinnya, ngantri tahu di belakang nih... ga usah di pikiirin nanti kamu salah pin" kata Esty kesal karena Yuna lama banget. Kemudian setelah mengambil beberapa uang dari Atm. Mereka pun naik ke lantai 2 dan mulai shopping. Yang namanya cewek apalagu Esty kalo belanja paling hobby banget pindah sana sini. Lama-lama Yuna jadi bete. Tujuannya buat nyari vcd blom keturutan.


"Esty mau kemana lagi sih... beli baju udah sepatu udah tas juga udah..., yuk ketempat kaset"pinta Yuna protes.


"mbentar lihat accesorris nih bagus... nanti aja ketempat kasetnya.... sekaliyan kita ke theater 21 nonton... kan tempatnya juga di lantai 3 yak" kata Esty ngangguk-ngangguk.


kan harusnya aku yang ngangguk kalee kata yuna dalam hati karena cuma bisa nyengir.


"oke deh"kata Yuna akhirnya.


Yuna melihat-lihat sekeliling dan pandangan tertuju pada otlet buku.


"Esty aku lihat buku dulu ya ke sebelah sana"kata Yuna. Esty menoleh


"entar aja sih sekaliyan "kata esty.


"kamu masih lama kan, sebentar doank"kata Yuna berjalan menuju otlet buku.


"ya udah tunggu ayo kesono" kata Esty akhirnya.


Yuna tersenyum berhasil juga mengalihkan Esty. Dan mereka pun menuju ke otlet buku.


"mau nyari buku apa sih"tanya Esty


"eeeeh Yun tunggu dulu belanjaanku jatuh nih bantuin donk"kata Esty saat membereskan belanjaan.


Esty terpana lihat pemandangan didepannya. Yuna dipeluk dengan seorang pria. langsung embrrassing donk.


"kalian ngapain"kata Esty terpana


POV 1.kita review dulu tadi pas belanjaan Esty jatuh sebenernya apa yang terjadi kok bisa Yuna peluk-pelukan sama cowok sssst jangan salah faham ternyata Waktu Yuna mau masuk ke otlet buku Esty bilang belanjaan jatuh Yuna sempat menoleh kearah Esty. Namun karena Yuna melihat Esty bisa membereskan nya Berbalik badan sambil berharap memegang handel pintu kaca malah pintu kata terbuka dari dalam dan ada seorang pria yang hendak keluar. Yuna bukan memegangi pintu tapi tanpa sengeja dia mendorong orang membuat Yuna hampir teriatuh jadi otomatis pria itu yang tertimpa badan yuna dengan posisi punggung Yuna menimpa dada pria itu. dan otomatis cowok itu memegangi perut Yuna. jadi seperti sedang pelukan deh.


"aaduuh " kata cowok itu meringis-ringis. Yuna otomatis menoleh kebelakang karena merasa menimpa sesuatu. Ketika dia tengok wajah cowok yang timpa oleh badannya.


"kalian ngapain"kaya Esty terpana.


"kamu ga mau bangun.... enakkan posisinya"kata cowok itu mngerlingkan sebelah mata kanannya membuat Muka Yuna memerah. dan seketika langsung memukul (plaak) wajah cowok itu dan bangkit dari atasnya.


"aaduuh,eeh apaan sih,kamu ya harusnya terima kasih sama aku, udah nolongin kamu, kalo nggak tadi udah yungsep dilantai"kata cowok itu sambil bangun.


Yuna yang masih memerah menahan malu langsung menarik tangan Esty mengajaknya kabur.


"Yuna, yuna tunggu berhenti dulu berat... "kata Esty protes


"Dia ga ada kejar kita kan kata Yuna"ngos-ngosan.


"kayak ga deh, tahu ga kamu udah 2 kali loh, ngajakin aku lari-lari,trus ga jadi lihat buku?"kata Esti


"ga usah lah, kita ke foodcourt aja yuk cari makan,ke lantai atas aja sekaliyan deket sama otlet kaset "kata Yuna.


Esty menatap Yuna mengganguk tandanya ia setuju. lagian memang perutnya udah dangdutan aja. mereka menaiki eskalator untuk naik keatas. kemudian nyari tempat duduk.


kemudian ada beberapa orang menawarkan makanan.


"Esty mau makan apa nih"tanya Yuna

__ADS_1


"makan bebek bakar Aja yuk"tawar Esty semangat emank dia tuh seneng banget daging bebek.


"iya udah, pesen bebek bakar 2,minumnya apa teh botol aja yuk"kata Yuna


"ga gue mau teh anget, sambelnya pasti pedes banget. "kata esty lagi


"ya udah, mb bebek bakar 2,trus minumnya teh anget 1 teh botol 1 ya, makasih"kata Yuna pada mbak-mbak pelayan nya. (hah)


"oke mb udah di catet ya, silahkan tunggu sebentar"kata mbak itu pergi. Esty merapikan belanjaannya yang banyak disebelah kirinya.


"Es, bener ya haru ini itu hari sial banget, buay gue, gue bener-bener malu banget,untung kita ga ketemu orangnya lagi"kata Yuna sambil menutup mukanya mengingat beberapa kejadian yang dialaminya.


"kayaknya lo nggak untung deh, eh coba lihat kesana itu bukannya cowok yang tadi peluk kamu"kata Esty meyakinkan penglihatannya pada Pria yang berjalan masuk ke area foodcourt.


"haaah masa sih... emank kamu inget mukanya "kata Yuna menoleh kearah yang ditunjuk Esty. Yuna melotot dan membuka mulutnya lebar.


"eeh tutup mulutnya nanti laler masuk lagi"kata Esty memukul lengan Yuna sambil tertawa.


Yuna segera menutup mulut dan melengos serta menutup setengah wajahnya.


"aduh gimana nih, dia kearah mana... atau kita pindah tempat aja yuk"kata Yuna.


"ih janganlah kan kita udah pesen makanan, udah biarin aja eeh kamu mau kemana? "kata Esty melihat Yuna berdiri.


"mau ke toilet sebentar"kata Yuna kemudian berbalik memalingkan badan namun betapa terkejutnya. didepannya sudah ada cowok yang tadi di timp oleh badannya.


"eeh ketemu lagi boleh ga ikut gabung aku ga punya temen nih"kata Cowok mengerlingkan matanya kearah Yuna yang tak lain namanya adalah Heri. dan tiba-tiba panas dingin badan blom sempat ngomong apa-apa karena terperanjat.


"Ya nggak apa-apa kok sini duduk"kata Esty sambil senyum. Yuna mengedipkan mata kearah Esty berharap Esty mengerti bahwa artinya Yuna nggak setuju. dan ketika Heri duduk menatap matanya kearah Yuna.


"boleh kan? "tanya Heri yang sebenernya wajahnya cukup ganteng untuk dilihat.


"ooh iya ga apa-apa kok itu bangku bukan punya pribadi, silahkan"kata Yuna agak terbata.


"oke thank"kata Heri sambil mengerlingkan matanya pada Yuna. uuh lagi-lagi dia kayak gitu ngapain coba genit banget apa mungkin dia kremian?pikir hati Yuna berkecamuk.


"ngapain berdiri sini duduk,ngliatnya kayak gitu banget ,gue terlalu ganteng yah, nanti jatuh cinta kangen ga ada obatnya"kata Heri lagi-lagi mengerlingkan mata ke arah yuna. aduuh ini beneran udah genit, kremian plus narsis banget .


"loh kamu katanya mau ke toilet, cepetan nanti keburu makanannya dateng loh toiletnya kan ngantri say"kata Esty seolah mengusir Yuna dengan expresi yang anak, masa dia pengen berduaan sama cowok itu pikir Yuna.


"ga jadi "kata Yuna duduk kembali.


"kamu cemburu ya aku berduaan sama temen kamu ini"Kata Heri dengan pedenya.


"hah"kata itu yang terucap kok seolah-olah kayak aku pacar dia aja cemburu lihat mereka gitu emank Esty orang ketiga.


"Bercandanya lebay banget kenal kamu juga enggak, kapan kita jadian?"kata Yuna menggeleng-gelengkan kepalanya.


"kita kan barusan jadian, lupa kejadian romantis yang beberapa kali terjadi diantara kita"kata Heri ketawa. Esty jadi senyum kecut seolah jadi obat nyamuk.


"ehm ehm"dehem Esty. membuat Yuna jadi kikuk gimana gitu.


"nama kamu siapa? "tanya Heri pada Yuna. yang bersendekap.


"gue Esty"kata Esty menjulurkan tangannya ke arah Heri


"ooh gue Heri, Heriyanto panjangnya."kata Heri menyambut tangan Esty.


"temen lo siapa namanya"kata Heri pada Esty karena Yuna diam saja.


"sssst"kata Yuna melarang Esty mengatakan namanya. padahal Esty udah mangap.


"oooh iya gue tahu, dia kan pacar gue..., ga maulah si seburin namanya, ya kan sayang"kata Heri pada yuna sambil mengerlingkan mata sekali-lagi tangan gue udah gemes pengen nyolok matanya.


"iih apaan sih, stress ya, kurang kerjaan banget"kata Yuna mulai risih.


Esty cekikikan.


"esty kalian udah pesen makanan, ikutan donk kalian makan apa,kamu makan apa sayang? "

__ADS_1


"iih bisa ga sih ga ngomong sayang,geli tahu dengernya? "kata Yuna mulai kesal.


__ADS_2