Cintaku Siapa?

Cintaku Siapa?
5. Bintik merah bikin frustasi


__ADS_3

Yuna menatap keluar jendela mobil.Esty pulang bersama Elang dengan motor sehingga mau ga mau dia ikut Heri naik mobil dengan Farid. terbayang di matanya bagaimana mamanya meninggal ketika itu. mamanya meninggal karena kanker serviks dan dia menyaksikan sakaratul mautnya. kemudian memejamkan matanya. Heri yang duduk di sebelahnya memandang Yuna dengan penuh perasaan. kemudian hendak menyentuh pundak Yuna namun tidak jadi karena Yuna telah menoleh kearahnya.


"maafin aku ya, seharusnya aku tidak melakukan itu"kata Yuna


"ga apa-apa kok, itu bukan salah kamu sepenuhnya"kata Heri


"ini juga gara-gara kamu"kata Yuna kesal


"iya aku juga minta maaf, tapi beneran kita jadian kan, jangan putusin aku ya, aku serius ,aku belum pernah merasakan perasaan ini kepada siapapun sebelumnya"kata Heri


"oooh itu nanti aku pikir-pikir dulu"kata Yuna melengos karena malu.


"jangan lama-lama ya mikirnya nanti kalau aku mati gimana"kata Heri lagi kemudian.membuat Yuna tersenyum.


"jangan malu-malu"kata Heri lagi masih dengan menutup mata dan menyenderkan kepalanya ke jok mobil. Yuna menoleh ke Heri


namun pandangan nya berpaling kearah Farid yang sedang menyetir dan seolah sedang memperhatikan dia dan Heri. Farid mengalihkan pandangan tatkala tatapanya yang terlihat di cermin oleh Yuna.


"Mas Heri mau di anter kemana?"kata Farid kemudian


"ke cafe "kata Heri membuat Yuna menoleh kearahnya. Apa ?sebenernya siapa sih ini orang sebelah gueh?kata Yuna dalam hati sambil menatap Heri dia ingin bertanya.


"kafe itu bukan punya gue, gue cuma kerja disana,"kata Heri membuat Yuna tertegun kok dia tahu pikiran aku.


"farid bukan supir aku, dia temen aku"kata Heri lagi. Yuna menatap Farid dari cermin depan namun Farid mengalihkan pandangan tanpa bicara. kalo dia bukan orang kaya kok temennya pada punya mobil sih dan Yuna hendak bertanya lagi.


"kenapa? emank ga boleh punya temen orang kaya, kamu lihat wajahku ini sangat tampan mengalahkan artis-artis tv"kata Heri masih menutup mata. uek.. uek Yuna pura-pura muntah.


"jangan muntah di mobilku, maksudku mobil temenku"kata Heri membuka matanya. kemudian dia mengambil dompet mengeluarkanya namun teringat Yuna menertawakan dompetnya, akhirnya dia menutupi dompet itu dengan tangannya. dan mengambil uang 500 ratus ribu yang diberikan pemusik tadi mall. saat Yuna menoleh kearahnya dia segera memasukkan dompetnya.


"niih buat kamu"kata Heri sambil memberikan uang kepada Yuna.


"apa ini? ternyata bener ya kamu penipu... tadi bilang ga ada uang sekarang memberikan uang "kata Yuna


"eeeh ini uang hadiah aku nyanyi tadi di mall, aku kan sudah berjanji padamu akan ganti uang traktiran makan"kata Heri meletakkan uang itu ke tangan Yuna. Yuna terpaksa mengambil uang itu dan menghitungnya.


"ah banyak banget tadi itu cuma 80 ribu kok, ga usah buat kamu aja lebih membutuhkan lagian aku udah bilang sedekah buat kamu"kata Yuna mengembalikan uang itu pada Heri.


"ga kok kan aku udah janji sama kamu"kata Heri menolak.

__ADS_1


"ya udah aku ambik 100 aja, sisanya buat kamu itukan hasil jerih payah kamu, kalo kamu ga mau,aku ga mau juga"kata Yuna akhirnya Heri setuju. setelah sampai di depan Cafe.


"ayo turun"kata Heri menyuruh Yuna turun.


Yuna segera turun dan melihat tulisan yang terpampang tulisan Musa cafe. Heri mengatakan sesuatu pada Farid. Farid mengangguk kemudian pergi membawa mobilnya.


"aaah"kata Heri berpura-pura memegang perutnya dengan sigap Yuna merangkul Heri.


"masih mual, mau muntah"tanya Yuna.


"nggak, cuma pengen digandeng kamu aja"kata Heri memonyongkan mulutnyavdan mengerlingkan mata kearah Yuna. lalu Yuna segera melepaskannya dan menatapnya.


"muka kamu kok merah "kata Yuna terkejut.


"ah masa sih bukannya muka kamu yang merah karena malu"kata Heri meledek. Yuna mengambil hape dan menyalakan kamera selfi. Heri tertawa karena mengira mengajak selfi.


"gr banget sih kamu ngaca nih"kata Yuna memberikan hanphonenya pada Heri.


heri melihat ke kamera hape dan terkejut saat wajahnya.


"haah aduh. gimana nih"kata Heri panik menyerahkan hp dan merebut tas Yuna untuk menutup mukanya yang merah dan bintik-bintik. Yuna kaget saat tasnya Diambil Heri.


"ih kenapa kok ditutup mukanya"kata Yuna heran.


"trus mau gimana kerumah sakit aja yuk"kata Yuna.


"jangan ga usah ketempat kamu aja"kata Heri kemudian melihat seseorang yang dikenalnya menuju kearah luar kafe. Heri segera mengajak Yuna pergi.


"perasaan tadi gua lihat Heri didepan,ngilang kemana dia"kata Dito celingukan mencari keberadaan Heri yang jelas di lihatnya. namun sudah tidak ada.


"mau kemana kita ketempatmu aja " ajak Heri hendak naik bis.


"kamu yakin mau naik bis"Tanya Yuna heran.


"oh iya muka gue taruh mana"kata Heri bingung, sekarang terdengar bunyi gagak ditelinga Yuna.[kwak... kwak]


"naik taksi aja"kata Heri yang masih memegang tas Yuna untuk menutup wajahnya setelah mendapat taksi kemudian. Mereka menaikinya.


"mau kemana kerumah sakit"kata Yuna

__ADS_1


"iih jangan,kerumah mu aja"kata Heri


"ke klinik aja pak, kalo ga mau aku turun sini"kata Yuna lagi


"oke oke Klinik tapi deket rumah mu, serius aku ga punya tempat tinggal, ini slah kamu, kamu harus tanggung jawab nih"kata Heri akhirnya .Yuna gegegetan.


"iya iya, tadi katanya bukan salah gue"jawab Yuna sambik menggerutu.


"jadi mau dianter kemana"kata sopir taksi


Heri menggerak-nggerakkan alisnya kearah Yuna.


"jalan mawar pak"kata Yuna akhirnya.Heri tersenyum penuh kemenangan.namun segera di sembunyi kan wajahnya supaya tak terlihat Yuna. Kemudian memandabg ke Yuna dengan muka memelas.


"sini tas gue"kata Yuna merebut tas dari Heri. Heri membiarkannya dan menutup wajahnya dengan tangan.


Yuna manyun.


"kiri pak, bayar taksinya "kata Yuna pada Heri mengambil duit pada dompet nya dan membayar sejumlah uang.


"rumah kamu disini? "kata Heri


"bukan ini klinik"kata Yuna menunjukkan papan pada Heri. mau nggak mau akhirnya Heri Mengikuti Yuna masuk ke klinik setelah di periksa dan membayar obatnya.


"ayo kerumahmu"kata Heri


"iya iya"kata Yuna. kenapa juga aku harus ngajak dia kerumah sih,terpaksa kalo bukan rasa bersalahku yang lebih besar males banget ngajak dia. keluh Yuna dalam hati.


"kau tidak sedang mengeluh dalam hati kan"kata Heri.Yuna melirik kesal kok dia tahu apa yang ada dipikiran aku sih. menyebalkan.


"masih jauh nggak sih"kata Heri.


"jauh banget mending kamu balik aja ketempat kamu berasal"kata Yuna kesal.


"ini aku sedang menuju tempat aku berasal"kata Heri Membuat Yuna menoleh.


"maksud lo"kata Yuna berhenti.


"aku berasal dari hatimu"kata Heri sambil mengerlingkan mata nya.Yuna yang kesal segera ingin menyolok mata Heri dengan tanganya namun di genggam oleh Heri dan situasi pun menjadi romantis. tiba-tiba angin serasa berhenti berhembus dan dan daun-daun berhenti bergerak.

__ADS_1


"loh kalian kok ada disini"kata Elang yang keluar dari dalam rumah. diikuti Esty. angin kembali berhembus dan daun-daun mulai bergerak.


Yuna menarik tangannya. Heri menoleh kearah Elang dan Esty melongo.


__ADS_2