
Heri membuka bajunya.
"mau ngapain"kata Yuna bingung.
"mau berenang lah"kata Heri memberikan baju dan celana panjang yang dibukannya pada Yuna dan Hanya mengenakan celana Pendek dan Yuna melihatnya sedikit malu.
"Dad jangan lupa rekam aku ya"kata heri.
"oke mas siaaap"kata Dadi. kemudian Heri berjalan ketempat lain.
"loh mau kemana kan kolamnya juga di sebelqh sini.
"aku mau terjun dari atas sana"kata Heri menunjuk tebing.
"iih ngapain sih bahaya, lagian airnya juga dikit... awas nanti bukannya masuk kolam tapi nyungsep ke batu"kata Yuna agak cemas.
"jangan khawatir istriku, aku akan baik-baik saja"kata Heri di sertai kerlingan mautnya.
"dasar bandel.... emank nggak bisa berubah ya mata genitnya itu"gerutu Yuna sambil senyum sedangkan Dadi sibuk bikin video. dan Heri menuju tebing. setelah sampai atas.
"istriku lihatlah kemari"kata Heri. Yuna cukup Geli mendengar Heri beberapa kali menyebutnya dengan kata istriku. Yuna tersenyum tipis dan menatap Heri yang berada di ketinggian.
"I love u"kata Heri sambil menunjuk kearah Yuna dan Dadi hanya senyam-senyum aja. Yuna menutup mata stengah malu melihat kelakuan pria itu. Dan tiba-tiba Heri langsung melompat membuat Yuna kaget. Bunyi air dan keras terkena hantaman badan Heri. Yang melompat sambil berteriak. Yuna langsung mengejar ke kolam diikuti Dadi. Namun Heri tak muncul. Yuna cukup panic.
"Dan sendangnya nggak dalem toh, kok dia nggak muncul-muncul sih"kata Yuna
matanya menjelajah kemana-mana karena Heri tak muncul.
"ora mbak, mungkin mas Heri pengen nyelem aja biar seger,jangan khawatir"kata Dadi yang melihat wajah cemas Yuna. dan tiba-tiba Heri muncul. didekat Yuna.
"wow airnya seger banget"kata Heri
Yuna tampak merasa lega.
"mas lama banget nyelemnya Mbak Yun udah panic loh tadi, takut Mas Heri kenapa-napa"kata Dadi.
"aaah masa sih Dad, waduh aku nggak lihat sepanic apa dia"kata Heri tertawa.
"apaan sih Dad, ya wajar aku panic dia bukan orang asli kampung kita, kalo kenapa-napa gimana, kampaung kita jadi imbasnya"kata Yuna ngeles.
"bener cuma karena itu, bukan karena kamu benar-benar cinta sama aku"kata Heri menggoda. kemudian
Heri langsung berenang lagi.
"aduh Mbak... aku lupa ada janji, habis dhuhur... aku duluan ya balik,mb Yun tahu kan jalan pulang"kata Dadi.
"apa... ya udah aku ikut, kita pulang sekarang,"kata Yuna.
__ADS_1
"trus, itu Mas Heri, jangan ditinggal atuh mbak, kan dia lagi nikmatin renang loh tuh liatin"kata Dadi.
"ya udah biarin, diakan cowok pasti tahu jalan keluar"kata Yuna lagi.
"jangan mbak temenin dulu sebentar, emanknya mau mas Heri di culik bidadari penunggu sendang"kata Dadi
"haaah,ngomong apa sih Dad nggak masuk akal"kata Yuna.
"nggak masuk Akal, gimana? mas Heri guanteng penunggu sendang pasti seneng, udah ya saya duluan"kata Dadi menyerahkan Hp Heri pada Yuna. dan Yuna hanya berdecak. kemudian Yuna duduk di pinggir kolam sambil membuka ponselnya karena ada pesan masuk dari Widi
"Yuna aku udah urusin izin 3 hari, tapi ada sesuatu yang penting dan pengen aku tanyain, nanti istirahat aku telpon ya"kata Widi dalam Pesan WA Nya. penting apa ya? pikir Yuna.
"mau berenang nggak"kata Heri yang sudah duduk disebelah Yuna. Yuna menoleh dan menggeleng.
"Dadi kemana? "kata Heri lagi
"pulang ada janji katanya"kata Yuna.
"oooh, beneran nggak mau berenang, seger tahu airnya..., mandi juga ga apa-apa kan cuma kita berdua "kata Heri sambil menggerakkan kedua alisnya.
"iiih nggak ah, ga bawa baju ganti, buruan pake baju kita pulang "kata Yuna yang malu melihat Heri bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek.
"nanti dulu masih basah"kata Heri sambil mengibaskan kepalanya sehingga air kibasan rambutnya mengenai mata Yuna.
"aaduuh perih tahu"kata Yuna mengucek matanya.
"hajjjcu" membuat Heri melepaskannya.
"hajjjcu, hajjcu" beberapa kali Yuna bersin asal-asalan. Heri tersenyum kecut tahu Kalau Yuna sengaja.
"aku yang berendam di air, tapi kamu yang bersin sungguh aneh, aku tahu kamu sengaja menghindari ciumanku"kata Heri. membuat Yuna berhenti bersin dan diam.
"saat aku mengenalmu, entah kenapa aku merasa bahagia, aku selalu ingin bersamamu, aku bahkan merasa aku hanya butuh dirimu, untuk bertahan hidup, perhatianmu itu melebihi siapapun orang yang dekat denganku, sekalipun itu keluargaku, dirimu yang paling perhatian, maka aku selalu ingin diperhatikanmu, dan ketika ayahmu menyuruhku untuk menikahimu, aku sangat bersyukur, bahkan ayahmu menyuruhku untuk menjagamu dan membahagiakanmu, padahal sesungguhnya akulah yang kau bahagiakan, dan sepertinya kamu pun tak bahagia denganku"kata Heri dan perkataan itu menyentuh hati Yuna sehingga membuatnya menangis.
"aku bahkan hanya bisa membuatmu menangis, mungkin memang seharusnya bukan aku yang pantas disisimu"kata Heri lagi. Yuna menunduk menangis.
"haaaaa... haaaa... aku tak percaya, kenapa aku mau menikahi seorang penjahat haaaa.. haaaa.. "kata Yuna sambil menangis. Heri menoleh kearah Yuna bingun.
"aku penjahat? baiklah kau benar, mungkin kamu ingin kita akhiri"kata Heri.
"kamu memang benar-benar jahat, setelah kamu buat aku jatuh cinta, mau meninggalkankanku begitu saja,kenapa kamu hanya melihat dari sisimu dan tak melihat dari sisiku"kata Yuna kesal dan mendorong Heri membuat Heri terdorong hingga sengaja tiduran.
"oooh ya udah, kalau kamu beneran cinta ga usah nangis, lagian aku nikah untuk serius bukan untuk cerai"kata Heri sambil tiduran. Yuna berhenti menangis dan mengusap air matanya.
"tapi boleh donk aku meminta hakku sebagai suami"kata Heri dudyk kembali dan menoleh kearah Yuna. Yuna menoleh sebentar.
"iya aku tahu, tapi untuk sekarang aku blom siap, semua terjadi mendadak aku blom berpikir tentang itu, yang aku pikirkan kedepannya apa yang akan terjadi dengan kita, masih kah kita bertahan selamanya seperti ini, bagaimana dengan keluargamu, apa mereka mau menerimaku, mereka mungkin menuduhku wanita nggak bener, bagaimana dengan kebutuhan hidupku nanti"kata Yuna menjelaskan.
__ADS_1
"apa kamu sudah memberitahu keluargamu, tentang pernikahan ini"tanya Yuna.
"blom, tapi aku berjanji padamu setelah kita kembali dari sini aku akan segera beritahu mereka,soal kerjaan aku berjanji tidak akan menelantarkanmu"kata Heri meyakinkan.
"semoga itu benar, aku akan percaya padamu"kata Yuna dan mereka kembali bertatapan. Dan wajah heri mulai mendekati wajah Yuna dan kali ini Yuna ingin pasrah saja dengan menutup matanya membiarkan Bibir Heri mendekati Bibirnya lagi. namun setelah hampir dekat beberapa mili saja. Tiba-tiba Heri Berhenti dan meringis sehingga memundurkan wajahnya.
"Bisakah kamu lihat punggungku, sepertinya ada sesuatu"kata Heri .Kemudian Yuna membuka matanya dan jadi malu. ya ampunseolah aku ngarep banget dicium. Yuna jadi salah tingkah.
"maaf ,tolong lihat sebentar"kata Heri mengarahkan punggungnya pada Yuna dan Yuna melengos malu.
"jangan Mesum.... lihat dulu ada apa,padahal aslinya pengen meluk kan? "kata Yuna.
"iiih siapa yang mesum,kegeeran banget juga deh"kata Yuna jengkel dan menoleh pelan pelan.
"haaah, hiii apaan itu? "teriak Yuna.
"ada apaan sih"kata Heri Heran.
"ada cacing nempel di punggung nih aku fotoin ya"kata Yuna kemudian memotretnya.
"oooh ini bukan cacing, ini namanya lintah,"kata Heri nyengir.
"trus gimana nih biar lepas"kata kata Yuna ngeri.
"bawa garam, atau minyak kayu putih nggak"kata Heri.
"ya nggak bawa lah, aduuh gimana nih aku cabut aja ya"kata Yuna dengan segera mencabut lintah dan membuangnya jauh.
"eeh jangan"kata Heri namun Yuna sudah terlanjur membuangnya.
"looh kok darahnya keluar terus"kata Yuna memegang punggung Heri bekas gigitan lintah yang mengeluarkan darah terus.
"kalo lintah belum kenyang di cabut ya begitu bekas gigitannya akan ngeluarin darah terus"kata Heri dan Yuna merasa panic dan bersalah.
"maafin aku, aku ngga tahu."kata Yuna menyesal.
"udah nggak apa-apa, mana bajuku kita pulang sekarang"kata Heri .kemudian yuna memberikan baju dan Heri mengenakan baju. namun darahnya masih menembus bajunya. Yuna meyentuh punggung Heri yang berdarah.
"Sakit ya,darahnya ngalir terus ga berhenti, gimana? "tanya Yuna masih panic.
"nggak, tenang aku nggak akan mati dan ninggalin kamu jadi janda disini sekarang,nanti darahnya juga berhenti sendiri, ayo pulang,"kata Heri tertawa sambil menggandeng tangan Yuna. lalu melihat tangan Yuna yang terkena darah.
"mau cuci tangan nggak"kata Heri Yuna menggeleng. Heri menatap Yuna yang masih menampakkan kecemasan. dan menarik Yuna kedalam pelukanya.
"aku bilang jangan khawatir, dan jangan merasa bersalah, aku baik-baik saja, kenapa kamu selalu begini"kata Heri sambil memeluknya namun Yuna hanya terdengar suara ingus hidungya yang berair.
"kita pulang langsung ke klinik"kata Yuna akhirnya.
__ADS_1
"okee, ayo, takutnya ayahmu nunggu lama"kata Heri melepaskan pelukannya dan Yuna mengangguk. kemudian mereka berjalan bergandengan.