Cintaku Siapa?

Cintaku Siapa?
20. MALAM PERTAMA 21+


__ADS_3

Setelah akad selesai orang-orang mengucapkan selamat dan


beberapa orang meminta foto. Bu Wati memfoto Heri dan Yuna untuk


dokumentasinya. Kemudian foto bersama Pak Basuki, bi Sumi dan Dadi serta dan


Pak Baki Bapaknya Dadi. Kemudian foto bersama Pak Baskoro, ustad Yasiin, pak


Karno dan Pak Muchlis sebagai sakasi dan penghulunya. Sampai akhirnya semua


orang pun pergi satu persatu. Yuna sudah berganti pakaian biasa namun make


upnya belum di bersihkan.


“aku mau pulang ya”kata Pak Baki


“aku disini aja pak , sambil bantuin  beres-beres”kata bi sumi


“ya wes,saya pamit dulu, pengantin udah tidur ya?”kata pak


Baki


“iyo makasih ya, udah pada bantuin,Yun sini bentar nduk”kata


Pak Basuki.


“iya pak”kata Yuna keluar kamar.


“eeeh pak lik, mau pulang disini dulu aja besok pulang”kata


Yuna


“halah sapine dirumah, suka berisik kalo malam”kata pak Baki


“oooh mau nemenin sapi ya pak”kata Yuna pak Baki ketawa.


“mana bojomu”kata Pak Baki.


“nggak tahu pak kemana tadi perginya”kata Yuna nyengir.


“itu ada diluar sama Dadi”kata Bi sumi


“ya udah saya pulang dulu”kata pak Baki pamit.


“bi sumi ada mau di bantu nggak”kata Yuna.


“udah selesai, tadi di bantu ibu-ibu, kamu istirahat aja sana”kata


bi sumi


“ya bapak juga mau tidur”kata Pak Basuki


“udah sana ajak suamimu tidur”kata Bi sumi. Haaah Yuna tersipu.


Gimana Nih.


Bi Sumi keluar.


“Dadi ajak masuk Mas Heri, udah malem biar istirahat”kata Bi


Sumi.


“iya ya…bum Mas Heri itu ternyata suarannya bagus, loh bu,


katanya bisa main gitar besok aku mau minta ajarin ya mas, ayo masuk, kan


waktunya ****”kata Dadi sambil menyikut Heri. Heri nyengir. Kemudian mereka


masuk. Dan Heri mau menuju kamar pertama dia tidur tadi pagi.


“eeeh… ehhe… itu kamar saya, kamu kamar sono”kata Bi sumi


menunjuk kamar Yuna.


“tapi tas saya, barang-barang saya”kata Heri lagi.

__ADS_1


“udah tak pindahin kesono”kata Bi Sumi.


“Dad temenin ngobrol yuk”kata Heri.


“maaf Mas, saya juga ngantuk”kata Dadi


“trus Bapak Mana?”Tanya Heri yang masih berupaya untuk


menghindari tidur sekamar dengan Yuna.


“udah tidur di depan kasian capek, udah sono kamu masuk”kata


Bi sumi mendorong-dorong Heri.


Dan Heri hanya nyengir sambil mau buka gagang pintu sambil


melihat Bi sumi. Seolah tahu bi sumi pura-pura menguap dan menutup mulutnya samba


masuk ke kamar.lalu menoleh ke Dadi hal sama pun dilakukan Dadi sambil menuju


kamar depan kamar pak Basuki. Heri memegang gagang pintu dengan gemetaran dan


pelan-pelan membukanya dan ….


***


Beberapa menit sebelumnya setelah bi sumi menyuruh Yuna


kekamar. Ya Ampun aku harus gimana ini. Nggak mungkin mau **** disini. Aku blom


siap. Nanti kalo tiba-tiba dia masuk aku harus gimana. Kata Yuna sambil mondar


mandir salah tingkah dan sesekali melihat pintu. Oooh aku punya ide kata Yuna


segera mengambil masker wajahnya yang warna Hitam dan segera mengoleskan ke


mukanya. Nah ini baru bener. Dan tiba-tiba gagang pintu bergerak. Aku harus


gimana, tiduran apa duduk. Dan akhirnya Yuna memutuskan untuk duduk di kasur


melihat kearah dalam. Dan setelah menutup pintu. Kemudian dia berputar. Dan betapa


kagetnya karena wajah hitam tepat di depannya. Dan hampir saja dia teriak.


“aaabbb”Namun Yuna sudah menutup mulutnya dengan handuk


kecil yang di pegangnya.


“sssst jangan teriak, nanti pasti pikiran orang rumah bakal


macam-macam, dikirain kita lagi****”kata Yuna menempelkan telunjuk di bibirnya


sendiri. Kemudian duduk di kasur dan merapihkan bantal dan tiduran.


“kamu mau berdiri disitu aja, apa mau tidur… tapi terserah


kalau mau berdiri sih”kata Yuna sambil menutup mata. Heri senyum. Dan meletakkan


kedua tangannya di dada. Sambil memandang Yuna.


“sepertinya kamu memang sudah siap-siap untuk tidur dan


melakukan ***denganku ya”kata Heri.


Yuna membuka matanya.


“apa? maksud kamu apa?, apa nggak keliatan aku sudah ngantuk”kata


Yuna. Heri masih berdiri dan senyum.


“trus kamu mau tidur pake masker, kapan mau membersihkannya


pagi-pagi, nggak mungkin kan pasti nanti malem kamu bersihin muka, lalu


mengajak aku melakukan ****”kata Heri meledek. Yuna melotot.

__ADS_1


“iiih kata siapa?, aku pake masker ini karena biar seger,


soalnya capek seharian, yanga ada bukannya kamu yang pengen banget tidur sama


aku”kata Yuna berdiri dekat dengan Heri sambil melotot kesal.


“ooooh iya tadinya, saat kamu lagi cantik banget, tapi kalo


lagi gini nggak banget lah, aku juga mau tidur, capek ”kata Heri kemudian


pindah merebahkan diri ke kasur. Mata Yuna yang masih melotot mengikuti arah


Heri yang merebahkan diri ke kasur. Bisa-bisanya


dia bilang seperti itu padahal dia yang ngejar-ngejar aku dasar menyebalkan. Kata


Yuna kemudian ikut berbaring disebelah Heri.


“awas jangan coba-coba pindahin guling ini”kata Yuna. Meletakkan


guling diantara mereka.


“yang ada juga kamu nanti malam jangan peluk-peluk aku ya”kata


Heri masih dengan menutup matanya. Menghadap ke tembok sedangkan Yuna pun


menghadap ke pintu.


“oooh ya ,aku mau bilang orang kampung sini, hebat ya,


padahal acara kita dadakan tapi mau saling membantu”kata Heri masih dengan


menutup mata karena memang lelah dan ngantuk.


“iya itulah yang membuat aku betah tinggal di sini, namun warga


disini juga mudah marah”kata Yuna lagi dan Heri sudah tidak menyahut.


“kamu tahu nggak, aku Ragu dengan pernikahan dadakan kita


ini,apakah bisa bertahan, apa aku bisa hidup sama kamu terus, bagaimana


kedepanya nanti”kata Yuna dan Heri sudah tak menyahut…. Lagi.


“dia sudah tidur rupanya, aku masih tak percaya, punya pacar


dadakan, dan punya suami dadakan”kata Yuna kemudian duduk disentuhnya wajahnya


tampaknya masker wajahnya sudah kering kemudian dia keluar untuk membersihkan


wajahnya.


“pake apa ini bersihinnya kok nggak ada air”kata Yuna


mencari-cari air untuk cuci muka.


Yuna kedapur nggak ada


air, mau pake air kendi, gimana kalo ke sumur, iiih takut kalo malem minta


anter Heri…. Malas bangunin dia, pasti nanti GR. Akhirnya dia kembali


kekamar dan merebahkan badanya dilihatnya punggung Heri yang tidur menghadap


tembok.


Gimana kalo tiba-tiba nanti malem dia nyerang aku pikir Yuna.


Aduh mata udah mulai ngantuk lagi. Dan semakin berat beberapa saat kemudian


Yuna tertidur. Lalu tiba-tiba tersadar kemudian melihat jam.


“jam berapa ini,”ditengoknya jam di hape baru jam 1 malam. Kemudian


Yuna dilihat nya guling masih ditengah dan Heri masih di posisi awal tidur. kemudian Yuna meletakkan badan ke bangku dan tertidur. kemudian bangun jam stengah 3. entah sudah berapa kali Yuna pindah tempat bangun dan tidur lagi . dan nengawasi suaminya yang tidur. sampai akhirnya dia benar-benar tertidur.

__ADS_1


__ADS_2