
"janji?"kata Rudi.
"ehm kamu bilang akan penuhi apapun permintaan
aku"kata Yuna mengangguk
"oooh iya tentu saja,sekarang apa yang kamu
minta"tanya Rudi
"ayo ikut aku"ajak Yuna bangun dari tempat
duduknya dan diikuti oleh Rudi.
Yuna mengajaknya ketempat permainan.
"main game sepagi ini"kata Rudi heran.
"iya temenin aku main game"kata Yuna setelah beli
koin Yuna mrmberikan beberapa koin pada Rudi.
"biar aku yang bayar"kata Rudi.
"tidak perlu aku masih bisa membelinya"kata Yuna.
Yuna memainkan game pukul-pukulan dengan sangat bersemangat.
"kelihatannya, kamu sedang marah ya? Dengan
pacarmu?"kata Rudi senyum memperhatikan Yuna yang memukul dengan sangat
keras.
"marah,aku tidak perduli dia mau telpon apa
tidak"kata Yuna tanpa menoleh dan masih sibuk memukul.
"jadi benar karena pacar?"kata Rudi lagi.membuat
Yuna menoleh.
"aah apa nggak kok ,pacar? Bukan pacar?"kata Yuna.
"trus siapa yang dipukul sekeras itu"kata Rudi
lagi
"ini cuma game,buat olahraga saja,bagiku tidak ada
pacar"kata Yuna lagi sambil melanjutkan permainannya.
"syukurlah"kata Rudi pelan merasa lega karena Yuna
ternyata blom punya pacar mungkin ada kesempatan deketinnya.
"oh ya bagaimana denganmu, kenapa bisa kenalan sama
cewek sexy tadi"kata Yuna sedikit tertawa.
"oooh itu,mamaku yang jodoh-jodohin aku?"kata Rudi
gantian memainkan game.
"kenapa? Oooh tunggu apa kamu itu...maaf
duda?"kata Yuna
"tidak aku blom pernah menikah"kata Rudi lagi.
"ha..ha..ha berarti bujang lapuk ya,eeeh
sorry"kata Yuna menutup mulutnya menahan tawa. Rudi menjadi malu. Koinnya
pun habis
"mau beli koin lagi"kata Rudi
"aaah kita kesana aja yuk, ada arena baru sky
"kata Yuna mengajak Rudi berpindah.
"yah blom buka"kata Yuna kecewa. melihat Wajah
Yuna yang menampakkan raut kecewa.
"masih banyak arena lain"kata Rudi
"iya tapu blom buka masih terlalu pagi,kita beli eskrim
aja trus duduk sana yuk"kata Yuna mengajak. Rudi mengangguk setelah beli
eskrim mereka duduk dipinggir dan bersantai. yuna mengambil hapenya. Dan
membuka pesan dari Esty. Setelah membacanya kemudian menyimpanya kembali.
"ada seseorang yang ditunggu"kata Rudi. yuna
tersenyum dan menggeleng.
"enggak,tadinya aku kesini nyusul temen,tahunya dia
pulang duluan"kata Yuna lagi.
"ooh "kata Rudi lagi.
"mencari jodoh jangan asal,cewek tadi cuma
memperalatmu, karena kamu punya mobil"kata Yuna
"oooh ya, kok kamu bisa tahu,?"kata Rudi heran.
"bukan aku njelekin fisiknya ya,tapi dia itu bukan
orang baik,emangnya kamu blom pernah pacaran"kata Yuna menikmati
eskrimnya.
__ADS_1
"aku,pernah dulu sekali,tapi dicampakkan"kata Rudi
lagi sambil memakan eskrim. Tanpa menoleh. yuna menatap Rudi yang makan eskrim.
"oooh pantas saja,orangtuamu jodoh-jodohin?"kata
Yuna lagi
"iya, biarkan saja... Kalau memang itu baik aku terima
saja,bagaimana denganmu... Pernah pacaran"Tanya Rudi sambil menatap kearah
Yuna.
"aaah aku blom pernah pacaran,mungkin aku mau langsung
menikah, dan aku tak suka perceraian, cinta itu indah dengan adanya pernikahan
dan hanya maut yang memisahkan,seperti ayahku meskipun ibuku sudah tidak ada
tapi ayah tak menikah lagi sampai sekarang"kata Yuna lagi
"berarti kamu tipe setia,gimana klo kamu menikah saja
denganku"kata Rudi kemudian entah kenapa dia langsung mengatakan itu.
"apa ? Sebenernya aku sudah punya pacar,maksudku
seseorang yang sedang dekat,dan dia sedang sedikit mengecewakanku hari
ini"kata Yuna kaget dan bicara sekenannya entah kenapa seolah dia seperti
berselingkuh dan menatap Rudi agak aneh.
"oooh aku cuma bercanda jangan dianggap
serius"kata Rudi agak kecewa mendengar perkataan Yuna. Kemudian keduannya
tersipu.
"haah iya baiklah"kata Yuna. kemudian Rudi
mendapat telpon dari seseorang.
"aduh maaf sepertinya aku nggak bisa nemenin kamu terus
aku ada perlu sedikit"kata Rudi
"oooh Iya nggak apa-apa,tadi kamu udah nemenin
aku"kata Yuna lagi
"aku pergi dulu"kata Rudi agak berat melangkah
meninggalkan Yuna.
"ga apa-apa pergilah"kata Yuna. Kemudian Rudi
pergi meningalkannya. Yuna terdiam kemudian mengecek telponnya ada beberapa
dia berdiri tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dengan sangat erat dan
nafas yang terengah-engah. Membuatnya tak bisa bergerak dan bernafas.
"kamu nggak apa-apa kan"kata Heri sedikit
merenggangkan pelukannya.
"iih apaan sih,aku nggak bisa nafas,kamu bau
keringet"kata Yuna mendorong Heri sampai jatuh terduduk. Namun Heri tak
langsung bangun hanya duduk dan mengatur nafasnya sambil menatap wajah Yuna dan
membuat Yuna salah tingkah.
"kok kamu bisa tahu aku disini"kata Yuna dan Heri
tak.menjawab dan hanya terus menatap sambil mengatur nafasnya.
"oooh pasti tanya Esty ya"kata Yuna lagi namun
tak.menatap mata Heri entah kenapa dia tak sanggup menatapnya.
"kamu nggak lihat,kekasihmu ini sedang kecapaian habis
lari-lari mencari belahan jiwanya yang pergi,kasi minum kek"kata Heri
komplain.
"oooh aku nggak punya air minum,tunggu aku beliin
dulu"kata Yuna hendak pergi.
"nggak usah,"kata Heri sambil menarik tangan Yuna
dan membuatnya terduduk di sebelahnya. Yuna menatap cowok disebelahnya yang
terlihat omut dan ganteng banget.
"rasa hausku sudah terobati,saat melihat wajah
kekasihku dalam keadaan sehat wal afiat"kata Heri dengan tatapan serius
membuat Yuna tersipu.
"prett lah"kata Yuna memalingkan wajahnya tak
sanggup menatap Heri.
"kamu tidak sedang selingkuh kan?"kata Heri.Yuna
kaget.
"selingkuh apaan?"kata Yuna sambil mikir apa tadi
dia lihat aku berduaan sama orang lain?
__ADS_1
"klo ga selingkuh ngapain masih disini,kan Esty udah
pulang"kata Heri.
"kan Esty yang ninggalin aku duluan,ga
bilang-bilang,kamu juga ga jelas... Ngomong enggak suruh nunggu atau
gimana"kata Yuna sambil memukul-mukul tasnya. Heri pun tertawa.
"maaf,tapi bener yah kamu ga selingkuh"kata Heri
lagi Yuna tak menjawab dan bangun meninggallan Heri.
Yuna jengkel dan
merasa kesal dengan perkataan Heri. Apa maksudnya coba bilang selingkuh ,jadi
bener aku udah pacaran benar sama orang ini… .
Heri menarik tangan Yuna sehingga berhenti .
“jawab dulu”kata Heri
“selingkuh?, tunggu kita klarifikasi dulu, apa bener kita
udah jadian?”kata Yuna dengan kesal.
“ya iyalah, sampai sejauh ini masa nggak sadar”kata Heri
masih memegang tangan Yuna. Yuna kemudian melihat tangannya yang di genggam.
“kalo gitu, trus kenapa aku di cuekin… tadi nggak bilang
suruh nunggu atau gimana?,kamu tahu nggak perasaan aku tadi gimana?, jengkel
tahu nggak”kata Yuna menarik tangannya dan berjalan pergi.
“oke aku salah, maaf ya, tapi kamu juga nggak angkat telpon
aku”kata Heri berjalan mengikuti Yuna di belakangnya dan Yuna menoleh serta
memonyongkan mulutnya tanda kesal.
“oke aku maafin”kata Yuna namun masih manyun.
“makasih sayang”kata Heri melingkarkan tangan kepinggang
Yuna membuat Yuna reflex menyingkirkan tangan Heri dari pinggangnya. Namun Heri
malah menariknya ke pelukannya membuat mereka saling bertatapan dan cukup lama.
Dan Heri menyandarkan pipinya ke pipi Yuna.
“dasar kesempatan yah “kata Yuna mendorong Heri mundur
sambil senyum.
“kita beli eskrim yuk”kata Heri mengajak Yuna
“nggak ah aku tadi udah makan es krim sama….”kata Yuna tertahan Apa expresinya yah kalo aku bilang makan
escrim sama cowok .
“sama siapa? Cowok?”kata
Heri menatap tajam kearahnya. Beneran nih
tatapan matanya tajam seolah menginvestigasiku.
“sama orang orang
yang lagi pada makan escrim lah”kata Yuna menghindar. Begini kali ya rasanya berbohong. Sambil nyengir.
“mau sama siapa itukan terserah gue,”kata Yuna lagi sambil
melengos pergi.
“jadi bener tadi kamu selingkuh?berarti kamu telah ingin
melihat aku mati”kata Heri berdiri tanpa bergerak namun terlihat agak pucat.
Yuna melihat itu namun tak terlalu perduli. Perkataannya
lebay banget dan Yuna merasa jengkel dengan kata-kata SELINGKUH. Dan menoleh
kearahnya.
“kalo kamu nganggap aku selingkuh ya udah kita putus, oke
mulai hari ini yah kita nggak ada hubungan apa-apa lagi”kata Yuna dengan kesal
dan pergi benar –benar pergi meninggalkan Heri. Dengan begini aku nggak ada
beban pikiran lagi. Yuna mempercepat langkahnya namun kenapa ada beberapa orang
berlari berlawanan arah dengannya. Namun dia terus melangkah tiba-tiba ada yang
berteriak.
“ada yang pingsan cepat tolong “kata orang itu sambil
berlari. Yuna masih terus berjalan menuju jalan keluar. Ketika hendak naik
angkot. Tiba-tiba tersadar dan menoleh kearah dimana Dia meninggalkan Heri kemudian kembali dengan
bergegas mencari keberadaan Heri. Namun sudah tidak ada.
Aku harus bertanya
pada siapa nih, coba aku miscall Yuna mengeluarkan hpnya lalu menelpon
namun di batalkannya kemudian dia mencari lagi.
“kenapa aku masih khawatir, dan perduli, mungkin juga bukan
dia”kata Yuna mengurungkan niatnya. Dan kembali menuju angkot untuk pulang.
__ADS_1