Cintaku Siapa?

Cintaku Siapa?
11. Ngedate dadakan 2


__ADS_3

"janji?"kata Rudi.


"ehm kamu bilang akan penuhi apapun permintaan


aku"kata Yuna mengangguk


"oooh iya tentu saja,sekarang apa yang kamu


minta"tanya Rudi


"ayo ikut aku"ajak Yuna bangun dari tempat


duduknya dan diikuti oleh Rudi.


Yuna mengajaknya ketempat permainan.


"main game sepagi ini"kata Rudi heran.


"iya temenin aku main game"kata Yuna setelah beli


koin Yuna mrmberikan beberapa koin pada Rudi.


"biar aku yang bayar"kata Rudi.


"tidak perlu aku masih bisa membelinya"kata Yuna.


Yuna memainkan game pukul-pukulan dengan sangat bersemangat.


"kelihatannya, kamu sedang marah ya? Dengan


pacarmu?"kata Rudi senyum memperhatikan Yuna yang memukul dengan sangat


keras.


"marah,aku tidak perduli dia mau telpon apa


tidak"kata Yuna tanpa menoleh dan masih sibuk memukul.


"jadi benar karena pacar?"kata Rudi lagi.membuat


Yuna menoleh.


"aah apa nggak kok ,pacar? Bukan pacar?"kata Yuna.


"trus siapa yang dipukul sekeras itu"kata Rudi


lagi


"ini cuma game,buat olahraga saja,bagiku tidak ada


pacar"kata Yuna lagi sambil melanjutkan permainannya.


"syukurlah"kata Rudi pelan merasa lega karena Yuna


ternyata blom punya pacar mungkin ada kesempatan deketinnya.


"oh ya bagaimana denganmu, kenapa bisa kenalan sama


cewek sexy tadi"kata Yuna sedikit tertawa.


"oooh itu,mamaku yang jodoh-jodohin aku?"kata Rudi


gantian memainkan game.


"kenapa? Oooh tunggu apa kamu itu...maaf


duda?"kata Yuna


"tidak aku blom pernah menikah"kata Rudi lagi.


"ha..ha..ha berarti bujang lapuk ya,eeeh


sorry"kata Yuna menutup mulutnya menahan tawa. Rudi menjadi malu. Koinnya


pun habis


"mau beli koin lagi"kata Rudi


"aaah kita kesana aja yuk, ada arena baru sky


"kata Yuna mengajak Rudi berpindah.


"yah blom buka"kata Yuna kecewa. melihat Wajah


Yuna yang menampakkan raut kecewa.


"masih banyak arena lain"kata Rudi


"iya tapu blom buka masih terlalu pagi,kita beli eskrim


aja trus duduk sana yuk"kata Yuna mengajak. Rudi mengangguk setelah beli


eskrim mereka duduk dipinggir dan bersantai. yuna mengambil hapenya. Dan


membuka pesan dari Esty. Setelah membacanya kemudian menyimpanya kembali.


"ada seseorang yang ditunggu"kata Rudi. yuna


tersenyum dan menggeleng.


"enggak,tadinya aku kesini nyusul temen,tahunya dia


pulang duluan"kata Yuna lagi.


"ooh "kata Rudi lagi.


"mencari jodoh jangan asal,cewek tadi cuma


memperalatmu, karena kamu punya mobil"kata Yuna


"oooh ya, kok kamu bisa tahu,?"kata Rudi heran.


"bukan aku njelekin fisiknya ya,tapi dia itu bukan


orang baik,emangnya kamu blom pernah pacaran"kata Yuna menikmati


eskrimnya.

__ADS_1


"aku,pernah dulu sekali,tapi dicampakkan"kata Rudi


lagi sambil memakan eskrim. Tanpa menoleh. yuna menatap Rudi yang makan eskrim.


"oooh pantas saja,orangtuamu jodoh-jodohin?"kata


Yuna lagi


"iya, biarkan saja... Kalau memang itu baik aku terima


saja,bagaimana denganmu... Pernah pacaran"Tanya Rudi sambil menatap kearah


Yuna.


"aaah aku blom pernah pacaran,mungkin aku mau langsung


menikah, dan aku tak suka perceraian, cinta itu indah dengan adanya pernikahan


dan hanya maut yang memisahkan,seperti ayahku meskipun ibuku sudah tidak ada


tapi ayah tak menikah lagi sampai sekarang"kata Yuna lagi


"berarti kamu tipe setia,gimana klo kamu menikah saja


denganku"kata Rudi kemudian entah kenapa dia langsung mengatakan itu.


"apa ? Sebenernya aku sudah punya pacar,maksudku


seseorang yang sedang dekat,dan dia sedang sedikit mengecewakanku hari


ini"kata Yuna kaget dan bicara sekenannya entah kenapa seolah dia seperti


berselingkuh dan  menatap Rudi agak aneh.


"oooh aku cuma bercanda jangan dianggap


serius"kata Rudi agak kecewa mendengar perkataan Yuna. Kemudian keduannya


tersipu.


"haah iya baiklah"kata Yuna. kemudian Rudi


mendapat telpon dari seseorang.


"aduh maaf sepertinya aku nggak bisa nemenin kamu terus


aku ada perlu sedikit"kata Rudi


"oooh Iya nggak apa-apa,tadi kamu udah nemenin


aku"kata Yuna lagi


"aku pergi dulu"kata Rudi agak berat melangkah


meninggalkan Yuna.


"ga apa-apa pergilah"kata Yuna. Kemudian Rudi


pergi meningalkannya. Yuna terdiam kemudian mengecek telponnya ada beberapa


dia berdiri tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dengan sangat erat dan


nafas yang terengah-engah. Membuatnya tak bisa bergerak dan bernafas.


"kamu nggak apa-apa kan"kata Heri sedikit


merenggangkan pelukannya.


"iih apaan sih,aku nggak bisa nafas,kamu bau


keringet"kata Yuna mendorong Heri sampai jatuh terduduk. Namun Heri tak


langsung bangun hanya duduk dan mengatur nafasnya sambil menatap wajah Yuna dan


membuat Yuna salah tingkah.


"kok kamu bisa tahu aku disini"kata Yuna dan Heri


tak.menjawab dan hanya terus menatap sambil mengatur nafasnya.


"oooh pasti tanya Esty ya"kata Yuna lagi namun


tak.menatap mata Heri entah kenapa dia tak sanggup menatapnya.


"kamu nggak lihat,kekasihmu ini sedang kecapaian habis


lari-lari mencari belahan jiwanya yang pergi,kasi minum kek"kata Heri


komplain.


"oooh aku nggak punya air minum,tunggu aku beliin


dulu"kata Yuna hendak pergi.


"nggak usah,"kata Heri sambil menarik tangan Yuna


dan membuatnya terduduk di sebelahnya. Yuna menatap cowok disebelahnya yang


terlihat omut dan ganteng banget.


"rasa hausku sudah terobati,saat melihat wajah


kekasihku dalam keadaan sehat wal afiat"kata Heri dengan tatapan serius


membuat Yuna tersipu.


"prett lah"kata Yuna memalingkan wajahnya tak


sanggup menatap Heri.


"kamu tidak sedang selingkuh kan?"kata Heri.Yuna


kaget.


"selingkuh apaan?"kata Yuna sambil mikir apa tadi


dia lihat aku berduaan sama orang lain?

__ADS_1


"klo ga selingkuh ngapain masih disini,kan Esty udah


pulang"kata Heri.


"kan Esty yang ninggalin aku duluan,ga


bilang-bilang,kamu juga ga jelas... Ngomong enggak suruh nunggu atau


gimana"kata Yuna sambil memukul-mukul tasnya. Heri pun tertawa.


"maaf,tapi bener yah kamu ga selingkuh"kata Heri


lagi Yuna tak menjawab dan bangun meninggallan Heri.


Yuna jengkel dan


merasa kesal dengan perkataan Heri. Apa maksudnya coba bilang selingkuh ,jadi


bener aku udah pacaran benar sama orang ini… .


Heri menarik tangan Yuna sehingga berhenti .


“jawab dulu”kata Heri


“selingkuh?, tunggu kita klarifikasi dulu, apa bener kita


udah jadian?”kata Yuna dengan kesal.


“ya iyalah, sampai sejauh ini masa nggak sadar”kata Heri


masih memegang tangan Yuna. Yuna kemudian melihat tangannya yang di genggam.


“kalo gitu, trus kenapa aku di cuekin… tadi nggak bilang


suruh nunggu atau gimana?,kamu tahu nggak perasaan aku tadi gimana?, jengkel


tahu nggak”kata Yuna menarik tangannya dan berjalan pergi.


“oke aku salah, maaf ya, tapi kamu juga nggak angkat telpon


aku”kata Heri berjalan mengikuti Yuna di belakangnya dan Yuna menoleh serta


memonyongkan mulutnya tanda kesal.


“oke aku maafin”kata Yuna namun masih manyun.


“makasih sayang”kata Heri melingkarkan tangan kepinggang


Yuna membuat Yuna reflex menyingkirkan tangan Heri dari pinggangnya. Namun Heri


malah menariknya ke pelukannya membuat mereka saling bertatapan dan cukup lama.


Dan Heri menyandarkan pipinya ke pipi Yuna.


“dasar kesempatan yah “kata Yuna mendorong Heri mundur


sambil senyum.


“kita beli eskrim yuk”kata Heri mengajak Yuna


“nggak ah aku tadi udah makan es krim sama….”kata Yuna tertahan Apa expresinya yah kalo aku bilang makan


escrim  sama cowok .


 “sama siapa? Cowok?”kata


Heri menatap tajam kearahnya. Beneran nih


tatapan matanya tajam seolah menginvestigasiku.


 “sama orang orang


yang lagi pada makan escrim lah”kata Yuna menghindar. Begini kali ya rasanya berbohong. Sambil nyengir.


“mau sama siapa itukan terserah gue,”kata Yuna lagi sambil


melengos pergi.


“jadi bener tadi kamu selingkuh?berarti kamu telah ingin


melihat aku mati”kata Heri berdiri tanpa bergerak namun terlihat agak pucat.


Yuna melihat itu namun tak terlalu perduli. Perkataannya


lebay banget dan Yuna merasa jengkel dengan kata-kata SELINGKUH. Dan menoleh


kearahnya.


“kalo kamu nganggap aku selingkuh ya udah kita putus, oke


mulai hari ini yah kita nggak ada hubungan apa-apa lagi”kata Yuna dengan kesal


dan pergi benar –benar pergi meninggalkan Heri. Dengan begini aku nggak ada


beban pikiran lagi. Yuna mempercepat langkahnya namun kenapa ada beberapa orang


berlari berlawanan arah dengannya. Namun dia terus melangkah tiba-tiba ada yang


berteriak.


“ada yang pingsan cepat tolong “kata orang itu sambil


berlari. Yuna masih terus berjalan menuju jalan keluar. Ketika hendak naik


angkot. Tiba-tiba tersadar dan menoleh kearah dimana Dia  meninggalkan Heri kemudian kembali dengan


bergegas mencari keberadaan Heri. Namun sudah tidak ada.


Aku harus bertanya


pada siapa nih, coba aku miscall Yuna mengeluarkan hpnya lalu menelpon


namun di batalkannya kemudian dia mencari lagi.


“kenapa aku masih khawatir, dan perduli, mungkin juga bukan


dia”kata Yuna mengurungkan niatnya. Dan kembali menuju angkot untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2