Cintaku Siapa?

Cintaku Siapa?
18.Mendadak Menikah


__ADS_3

Didalam kamar Heri menatap atap yang langsung genteng tanpa


plafon. Ranjang dari anyaman bambu di lapisi dengan anyaman dari pandan. Yuna


membuka kamar Heri dan mengintip. Diikuti Dadi.


“pasti kamu nggak biasa tinggal di kampung orang miskin kan


dan nggak betah, mending balik aja sono”kata Yuna


“kenapa ga betah kan ada kamu, lagian aku udah biasa miskin”kata


Heri lagi Yuna masuk ke kamar. Dan menyendekapkan kedua tangan di dada.


“mas Heri Miskin tapi nggak keliatan orang miskin”kata Dadi


heran.


 “kamui nggak tahu aja


Dad tapi semiskin di kota sama di desa itu beda, di kota masih ada lantai


keramik, disini langsung tanah, di kota masih ada plafon, di sini langsung


genteng, beda jauh banget kan, kalo mandi disumur ada diluar pake timba”kata


Yuna meledek. Dadi menggaruk kepalanya bingung.


“tidak apa-apa sepertinya aku akan betah disini”kata Heri


kemudian merebahkan badannya di tempat tidur.


“uuuh kasurnya alami enak banget, silahkan keluar dulu aku


mau tidur”kata Heri mengusir keluar Yuna.


Ini rumah ku kenapa


dia yang ngusir.


“ayo mb kasian mas Heri mau istirahat”kata Dadi keluar


kamar. Dan Yuna masih terdiam sebentar lalu hendak keluar.


“semalaman nggak tidur, Karena harus njagain calon istriku”kata


Heri memejamkan mata. Yuna menoleh. Dan Heri  sudah tertidur. Yuna memandanginya dan


berpikir. apa benar aku harus menikah


dengan dia, tapi memang benar kalau bukan untuk serius, untuk apa aku


mengajaknya. Yuna kembali mendekati Heri yang sepertinya sangat pulas. Bener nggak sih aku suka sama dia, dia


manis sih.


Kemudian Yuna


menyentuh alisnya dan bibirnya tiba-tiba Heri membuka matanya dan menatapnya


membuatnya terkejut.


“Yun sarapan dulu ,ngapain kamu ngintip masuk aja, suruh dia


sarapan”kata Bi Sumi mengagetkan Yuna. Ya


ampun aku mbayangin apa barusan


“oooh iya, tadinya aku pikir, mau ngajakin sarapan tapi


kayaknya tidurnya pulas banget, kasihan semaleman nggak tidur di bis, jagain


aku”kata Yuna sal ting deh.


“uuuuh, so sweet deh, tapi kasian tidur blom makan, bangunin


aja, nanti habis makan tidur lagi”kata bi Sumi.


“cepetan, masa Bi sumi yang bangunin,iya bi sumi tunggu di


meja makan”kata bi Sumi ninggalin Yuna.


“ya Ampun beneran masa aku bangunin dia”kata Yuna dan masuk


pelan-pelan . Dan dilihatnya kelambu yang banyak sarang laba-laba. Yuna hendak


menarik laba-laba di kelambu. Malah kakinya kesandung dan mau nggak mau perut

__ADS_1


Yuna menimpa pinggang Heri yang tidur miring mengadap tembok sehingga


membuatnya terbangun.  Dan menatap Yuna


yang menimpanya secara vertikal dan Yuna Cuma nyengir.


“kamu udah nggak sabar ya pengen tidur bareng sama “kata


Heri tertawa.


“apaan sih ah, orang mau ambil ini juga eeeh…eeeh…eeeh “kata


Yuna yang hendak menarik kelambu yang ada sarang laba-laba tapi malah salah


menarik kayu penyangganya sehingga membuatnya jatuh terlentang di tanah dan


reflek Heri menutup badan Yuna dengan Badannya sehingga kayu penyangga kelambu


menimpa badan Heri. Dan Yuna reflek menutup matanya.


“aaagh”kata Heri menahan sakit.


Dan nggak sengaja pak Basuki membuka kamar dan melihat Yuna


Dan Heri yang sudah berada dalam posisi yang pasti orang akan salah mengira.


Karena Yuna dibawah dan Heri di atasnya. Di susul bi Bi Sumi dan Dadi dan entah


kenapa ada Mak Darmi si lemes disebut gitu karena nggak bisa menjaga mulutnya.


Dadi  langsung membantu Heri bangun yang


masih tertimpa penyangga kelambu. Dan  bi


sumi membangunkan Yuna memindahkannya keruangan tengah. Dan mereka terdiam. Sementara


Dadi membantu mengobati luka dan mengajak Heri sarapan pagi.


“tadi ada mak Darmi kesini sebentar kayaknya”kata Bi sumi


“pasti dia sudah cerita macam-macam ke warga”kata Bi Sumi


lagi


“kalian tadi sedang apa?”kata pak Basuki.


“mas , tadi kan udah cerita kalo nggak sengaja narik


mereka bukan lagi sengaja  ###


begitu”kata Bi sumi dan Yuna hanya menunduk takut.


“iya aku juga, lihat emank tadi nggak lihat siap yag kesini


, mak Darmi, lihat aja bentar lagi juga bawa warga kesini”kata Pak Basuki.


“ya udah kita jelasin aja, mereka memang udah mau nikah”kata


bi Sumi.


“pak, Yuna minta maaf”kata Yuna lagi sambil menangis


“ya udah nanti malam kalian Akad Nikah”kata pak Basuki. Yuna


kaget dan menatap ayahnya, sedangkan Heri menoleh kearahnya. Yuna yang sedang


di ajak bicara serius sama bapaknya.


“loh mas ngedadak,”kata bi Sumi.


“loh emank kenapa toh mereka nantinya juga akan nikah, apa


bedannya, nanti atau sekarang…. , la malah enak , kalo mau ngapain aja kan udah


sah, ya toh nggak ada omongan orang lagi”kata pak Basuki.


“mungkin Yuna blom siap mas”kata Bi sumi


“loh siap nggak siap, harus siap, siapa yang bikin masalah,


udah berani ajak pria kerumah coba, ya udah siapin aja buat ntar malem,minta


tolong sama pak Karno bantu potong kambing sama beberapa ayam sekarang, sama


minta ibu-ibu buat bantu masak, panggil itu Heri kesini saya mau ngomong”kata


pak Basuki.

__ADS_1


“iya mas”kata Bi sumi.


Bi sumi mengantar Yuna ke kamarnya. Dan segera memanggil


Heri.


“mas Heri udah sarapannya, bapak nya Yuna pengen ngomong”kata


Bi Sumi


“ada apa toh bu”kata Dadi


“sst bantu ibu panggil pak Karno suruh potong kambing sama


ayam”kata Bi sumi


“mau ada apa toh bu kok potong kambing”kata Dadi


“nanti juga kamu tahu”kata bi sumi. Kemudian Dadi keluar


rumah dan mencari pak Karno sementara Bi Sumi siap-siap minta tolong


tetangganya buat bantu masak.


Dan Heri sedang berbicara dengan pak Basuki.


“pak saya minta Maaf, saya bener nggak ngelakuin apa-apa ke


anak bapak”kata Heri menjelaskan.


“saya tahu, saya percaya, yang saya ingin tahu… kamu serius


nggak ke anak saya”kata pak Basuki


“pak sebenernya saya ikut kemari, mau minta izin buat


pacaran serius sama Yuna”kata Heri


“pacaran serius, nggak ada itu,jadi kamu ga ada niat buat nikah sama anakku”kata pak Basuki.


"bukan begitu pak, tapi saya ikut kesini nggak bawa persiapan apa-apa,"kata Heri.


"gampang, saya butuh kepastian kamu harua nikahin anakku malam ini"kata Pak Basuki.


"malam ini pak"kata Heri kaget.


"tapi bagaimana dengan Yuna, apa dia nggak apa-apa? "kata Heri agak cemas.


"jangan khawatir soal Yuna aku sudah bicara dengan dia,kamu siap-siap aja, jangan mencoba untuk kabur... "kata pak Basuki.


"apa harus malam ini"kata Heri lagi.


"aku ga mau sebelum warga datang dan salah faham bisa-bisa kamu dan anakku di usir dari kampung sini"kata Pak Basuki.


"kalau begitu saya minta izin buat beli sesuatu mungkin buat mahar"kata Heri.


"ya kamu pergi sama Dadi aja"kata pak Basuki. kemudian mereka keluar rumah. Benar saja di depan Rumah sudah ada Bejo si tukang profokasi warga, Gimin dan Prapto.


"oooh ini toh,orang yang sudah mesum dirumah pak Basuki,ayo usir dia karena sudah menodai kampung kita"kata Bejo berapi-api.


"tunggu jangan main usir aja, ini calon suami anak saya"kata pak Basuki.


"baru calon suami kok udah berani mesum"kata Bejo lagi


"mesum apa? apa kalian punya Bukti, asal nuduh aja"kata pak Basuki.


"ada saksi, mak Darmi"kata Gimin.


"mana mak Darmi nya"kata pak Basuki.


"kemana mak Darmi kang"kata Prapto.


"huuuh ini orang"kata Bejo kesal.


"makanya pak jangan Asal percaya sebelum ada bukti" kata pak Basuki.


"ya udah kami minta maaf, tapi pak kami cuma ngingetin aja, jangan sampe keluarga bapak membiarkan perzinahan"kata Prapto.


"baiklah, nanti malam ba'da Isya datang kesini, tolong kasih tahu bapak-bapak yang lain kenduri di rumah saya, mau menikahkan maa ini dengan Yuna, tolong kasih tahu bapak-bapak yang lain ya" kata Pak Basuki.


"iya pak nanti saya sampekin, kami mohon maaf ya,ayao balik"kata Prapto lagi mengajak teman-temannya balik.


"huuh nggak jadi nih kita ngusir orang"kata Bejo.


"Ayo pulang... pulang" ajak Gimin. sepeninggal orang-orang itu.


"tuh kan kamu lihat sendiri, warga di sini mudah tersulut emosi,padahal berita velum jelas"kata pak Basuki.

__ADS_1


"iya pak saya mengerti"kata Heri lagi...


bersambung


__ADS_2