
Didalam kamar Heri menatap atap yang langsung genteng tanpa
plafon. Ranjang dari anyaman bambu di lapisi dengan anyaman dari pandan. Yuna
membuka kamar Heri dan mengintip. Diikuti Dadi.
“pasti kamu nggak biasa tinggal di kampung orang miskin kan
dan nggak betah, mending balik aja sono”kata Yuna
“kenapa ga betah kan ada kamu, lagian aku udah biasa miskin”kata
Heri lagi Yuna masuk ke kamar. Dan menyendekapkan kedua tangan di dada.
“mas Heri Miskin tapi nggak keliatan orang miskin”kata Dadi
heran.
“kamui nggak tahu aja
Dad tapi semiskin di kota sama di desa itu beda, di kota masih ada lantai
keramik, disini langsung tanah, di kota masih ada plafon, di sini langsung
genteng, beda jauh banget kan, kalo mandi disumur ada diluar pake timba”kata
Yuna meledek. Dadi menggaruk kepalanya bingung.
“tidak apa-apa sepertinya aku akan betah disini”kata Heri
kemudian merebahkan badannya di tempat tidur.
“uuuh kasurnya alami enak banget, silahkan keluar dulu aku
mau tidur”kata Heri mengusir keluar Yuna.
Ini rumah ku kenapa
dia yang ngusir.
“ayo mb kasian mas Heri mau istirahat”kata Dadi keluar
kamar. Dan Yuna masih terdiam sebentar lalu hendak keluar.
“semalaman nggak tidur, Karena harus njagain calon istriku”kata
Heri memejamkan mata. Yuna menoleh. Dan Heri sudah tertidur. Yuna memandanginya dan
berpikir. apa benar aku harus menikah
dengan dia, tapi memang benar kalau bukan untuk serius, untuk apa aku
mengajaknya. Yuna kembali mendekati Heri yang sepertinya sangat pulas. Bener nggak sih aku suka sama dia, dia
manis sih.
Kemudian Yuna
menyentuh alisnya dan bibirnya tiba-tiba Heri membuka matanya dan menatapnya
membuatnya terkejut.
“Yun sarapan dulu ,ngapain kamu ngintip masuk aja, suruh dia
sarapan”kata Bi Sumi mengagetkan Yuna. Ya
ampun aku mbayangin apa barusan
“oooh iya, tadinya aku pikir, mau ngajakin sarapan tapi
kayaknya tidurnya pulas banget, kasihan semaleman nggak tidur di bis, jagain
aku”kata Yuna sal ting deh.
“uuuuh, so sweet deh, tapi kasian tidur blom makan, bangunin
aja, nanti habis makan tidur lagi”kata bi Sumi.
“cepetan, masa Bi sumi yang bangunin,iya bi sumi tunggu di
meja makan”kata bi Sumi ninggalin Yuna.
“ya Ampun beneran masa aku bangunin dia”kata Yuna dan masuk
pelan-pelan . Dan dilihatnya kelambu yang banyak sarang laba-laba. Yuna hendak
menarik laba-laba di kelambu. Malah kakinya kesandung dan mau nggak mau perut
__ADS_1
Yuna menimpa pinggang Heri yang tidur miring mengadap tembok sehingga
membuatnya terbangun. Dan menatap Yuna
yang menimpanya secara vertikal dan Yuna Cuma nyengir.
“kamu udah nggak sabar ya pengen tidur bareng sama “kata
Heri tertawa.
“apaan sih ah, orang mau ambil ini juga eeeh…eeeh…eeeh “kata
Yuna yang hendak menarik kelambu yang ada sarang laba-laba tapi malah salah
menarik kayu penyangganya sehingga membuatnya jatuh terlentang di tanah dan
reflek Heri menutup badan Yuna dengan Badannya sehingga kayu penyangga kelambu
menimpa badan Heri. Dan Yuna reflek menutup matanya.
“aaagh”kata Heri menahan sakit.
Dan nggak sengaja pak Basuki membuka kamar dan melihat Yuna
Dan Heri yang sudah berada dalam posisi yang pasti orang akan salah mengira.
Karena Yuna dibawah dan Heri di atasnya. Di susul bi Bi Sumi dan Dadi dan entah
kenapa ada Mak Darmi si lemes disebut gitu karena nggak bisa menjaga mulutnya.
Dadi langsung membantu Heri bangun yang
masih tertimpa penyangga kelambu. Dan bi
sumi membangunkan Yuna memindahkannya keruangan tengah. Dan mereka terdiam. Sementara
Dadi membantu mengobati luka dan mengajak Heri sarapan pagi.
“tadi ada mak Darmi kesini sebentar kayaknya”kata Bi sumi
“pasti dia sudah cerita macam-macam ke warga”kata Bi Sumi
lagi
“kalian tadi sedang apa?”kata pak Basuki.
“mas , tadi kan udah cerita kalo nggak sengaja narik
mereka bukan lagi sengaja ###
begitu”kata Bi sumi dan Yuna hanya menunduk takut.
“iya aku juga, lihat emank tadi nggak lihat siap yag kesini
, mak Darmi, lihat aja bentar lagi juga bawa warga kesini”kata Pak Basuki.
“ya udah kita jelasin aja, mereka memang udah mau nikah”kata
bi Sumi.
“pak, Yuna minta maaf”kata Yuna lagi sambil menangis
“ya udah nanti malam kalian Akad Nikah”kata pak Basuki. Yuna
kaget dan menatap ayahnya, sedangkan Heri menoleh kearahnya. Yuna yang sedang
di ajak bicara serius sama bapaknya.
“loh mas ngedadak,”kata bi Sumi.
“loh emank kenapa toh mereka nantinya juga akan nikah, apa
bedannya, nanti atau sekarang…. , la malah enak , kalo mau ngapain aja kan udah
sah, ya toh nggak ada omongan orang lagi”kata pak Basuki.
“mungkin Yuna blom siap mas”kata Bi sumi
“loh siap nggak siap, harus siap, siapa yang bikin masalah,
udah berani ajak pria kerumah coba, ya udah siapin aja buat ntar malem,minta
tolong sama pak Karno bantu potong kambing sama beberapa ayam sekarang, sama
minta ibu-ibu buat bantu masak, panggil itu Heri kesini saya mau ngomong”kata
pak Basuki.
__ADS_1
“iya mas”kata Bi sumi.
Bi sumi mengantar Yuna ke kamarnya. Dan segera memanggil
Heri.
“mas Heri udah sarapannya, bapak nya Yuna pengen ngomong”kata
Bi Sumi
“ada apa toh bu”kata Dadi
“sst bantu ibu panggil pak Karno suruh potong kambing sama
ayam”kata Bi sumi
“mau ada apa toh bu kok potong kambing”kata Dadi
“nanti juga kamu tahu”kata bi sumi. Kemudian Dadi keluar
rumah dan mencari pak Karno sementara Bi Sumi siap-siap minta tolong
tetangganya buat bantu masak.
Dan Heri sedang berbicara dengan pak Basuki.
“pak saya minta Maaf, saya bener nggak ngelakuin apa-apa ke
anak bapak”kata Heri menjelaskan.
“saya tahu, saya percaya, yang saya ingin tahu… kamu serius
nggak ke anak saya”kata pak Basuki
“pak sebenernya saya ikut kemari, mau minta izin buat
pacaran serius sama Yuna”kata Heri
“pacaran serius, nggak ada itu,jadi kamu ga ada niat buat nikah sama anakku”kata pak Basuki.
"bukan begitu pak, tapi saya ikut kesini nggak bawa persiapan apa-apa,"kata Heri.
"gampang, saya butuh kepastian kamu harua nikahin anakku malam ini"kata Pak Basuki.
"malam ini pak"kata Heri kaget.
"tapi bagaimana dengan Yuna, apa dia nggak apa-apa? "kata Heri agak cemas.
"jangan khawatir soal Yuna aku sudah bicara dengan dia,kamu siap-siap aja, jangan mencoba untuk kabur... "kata pak Basuki.
"apa harus malam ini"kata Heri lagi.
"aku ga mau sebelum warga datang dan salah faham bisa-bisa kamu dan anakku di usir dari kampung sini"kata Pak Basuki.
"kalau begitu saya minta izin buat beli sesuatu mungkin buat mahar"kata Heri.
"ya kamu pergi sama Dadi aja"kata pak Basuki. kemudian mereka keluar rumah. Benar saja di depan Rumah sudah ada Bejo si tukang profokasi warga, Gimin dan Prapto.
"oooh ini toh,orang yang sudah mesum dirumah pak Basuki,ayo usir dia karena sudah menodai kampung kita"kata Bejo berapi-api.
"tunggu jangan main usir aja, ini calon suami anak saya"kata pak Basuki.
"baru calon suami kok udah berani mesum"kata Bejo lagi
"mesum apa? apa kalian punya Bukti, asal nuduh aja"kata pak Basuki.
"ada saksi, mak Darmi"kata Gimin.
"mana mak Darmi nya"kata pak Basuki.
"kemana mak Darmi kang"kata Prapto.
"huuuh ini orang"kata Bejo kesal.
"makanya pak jangan Asal percaya sebelum ada bukti" kata pak Basuki.
"ya udah kami minta maaf, tapi pak kami cuma ngingetin aja, jangan sampe keluarga bapak membiarkan perzinahan"kata Prapto.
"baiklah, nanti malam ba'da Isya datang kesini, tolong kasih tahu bapak-bapak yang lain kenduri di rumah saya, mau menikahkan maa ini dengan Yuna, tolong kasih tahu bapak-bapak yang lain ya" kata Pak Basuki.
"iya pak nanti saya sampekin, kami mohon maaf ya,ayao balik"kata Prapto lagi mengajak teman-temannya balik.
"huuh nggak jadi nih kita ngusir orang"kata Bejo.
"Ayo pulang... pulang" ajak Gimin. sepeninggal orang-orang itu.
"tuh kan kamu lihat sendiri, warga di sini mudah tersulut emosi,padahal berita velum jelas"kata pak Basuki.
__ADS_1
"iya pak saya mengerti"kata Heri lagi...
bersambung