
Rudi mengambil hapenya dan mencoba menghubungi Yuna. Namun
tidak tehubung-hubung mencoba beberapa kali.
“Salah nggak sih nomernya”kata Rudi memeriksa skype. Dan menyamakan nomernya.
“bener ini kok, tapi nggak nyambung-nyambung”kata Rudi
sambil coba terus menghubungi. Kemudian meletakkan hpnya di meja.
****
Yuna dan Heri yang berjalan menuju gubug namun sepertinya
bapaknya sudah tak ada. Kemudian mereka berjalan menyusuri jalan setapak.
“masih sakit nggak?”kata Yuna. Heri menggeleng sambil senyum.
Namun wajahnya terlihat agak pucat.
“perasaan darahnya nggak banyak banget kok, mukanya pucat
gitu”kata Yuna masih berjalan memapah suaminya.
“kamu khawatir ya? Aku nggak apa-apa kok, makasih ya kamu
udah perduli sama aku”kata Heri agak sempoyongan.
“katanya nggak apa-apa, kok jadi berat, jangan pingsan yah,
nanti aku nggak kuat bawanya”kata Yuna.
“nggak kok, tapi nggak tahu tiba-tiba aja gelap, berhenti
dulu aja, kasihan kamu nanti keberatan”kata Heri kemudian mereka duduk.
Tiba-tiba Yuna menitikkan air mata.
“iiih kok nangis sih, jangan cengeng donk, kan aku udah
bilang nggak apa-apa, Cuma rasanya lemes aja”kata Heri sambil menyeka airmata
Yuna.
“kamu bikin aku nangis…., “kata Yuna sambil. Heri merasa
lemas sambil merebahkan badanya di jalan setapak.
“ya udah coba telpon bapak apa Dadi minta jemput”kata Heri
sambil menutup mata. Yuna segera mengambil hapenya wah lowbatt. Hpnya Heri yang
aku nggak hapal nomernya gimana nih.
“batere habis, mas…. Mas Heri”kata Yuna menguncang tubuh
Heri yang ternyata lagi pingsan. Yuna bingung dan panic dan masih sedikit
terisak. Tiba-tiba seseorang lewat.
“loh mb ngapain disini, kok itu tiduran di jalan toh, eeeh
yang baru nikah semalem toh”kata Gimin.
“iya,aduh Mas tolong bantuin ini suami saya pingsan”kata
Yuna.
“ooooh Pingsan toh, ya udah mba sini saya bantu ngendong,
anterin ke klinik Bu asih”kata Gimin sambil menurunkan keranjang yang sudah
berisi Rumput penuh.
“terus keranjangnya gimana?, biar saya yang nungguin
keranjangnya Mas anterin bawa suami saya ke klinik ya”kata Yuna
“nggak usah mb, ayo ke klinik bareng, biarin keranjang
tinggal disini dulu nggak bakal ada yang nggambil kok, nanti saya balik lagi
ambil kesini, kasihan loh masnya harus segera di tolong” kata Gimin lagi
langsung mengendong Heri di punggungnya dan segera berjalan dengan agak cepat,
sementara Yuna segera mengikutinya. Sambil mengusap airmatanya. Yuna sudah tak
menangis namun masih sangat khawatir.
“Bu Asih, tolong nih”kata Gimin setelah sampai di depan
klinik.
“aduh ada apa ini mas Gimin” kata Anih Assisten Bu Asih yang
sedang berada diluar.
“bawa masuk dulu aja ya”kata Gimin langsung menurunkan Heri
Dari gendonganya dan merebahkannya di tempat tidur.
“ya udah biar disitu aja dulu, Bu asih lagi sholat”kata Anih
kemudian.
“makasih ya mas”kata Yuna
“iya mb sama-sama, saya mau pamit dulu ya… mau ambil
keranjang tadi”kata Gimin
“iya mas maaf udah ngrepotin”kata Yuna
“nggak apa-apa mbak, kita udah selayaknya saling membantu”kata
Gimin senyum langsung pergi meninggalkannya.
Saat keluar bertemu dengan Prapto.
“eeeh Min ngapain kamu di klinik Bu Asih, berobat karena patah hati ya pujaan hatinya semalem
nikah” sindir Prapto.
“huss ngomong apa sih?”kata Gimin menutup bibirnya dengan
telunjuk sambil menoleh kearah klinik.
“trus ngapain kamu disini?”kata Prapto.
“aku habis nganterin suaminya mb Yuna, tadi pingsan”kata
Gimin Prapto kaget.
“haaah, gimana ceritanya toh kok kamu yang nganterin, kamu
habis berantem sama suaminya mb Yuna ya, kamu hajar karena cemburu gitu”kata
mak Darmi tiba-tiba.
“kata siapa, aku nggak ada masalah sama suaminya mbak Yuna,
__ADS_1
kalian jangan nggosip…. Wes lah aku mau ambil keranjangku ntar sapiku laper”kata
Gimin beranjak pergi.
“eeeeh tunggu, jadi Aslinya gimana ceritanya, kalo bukan
kamu yang hajar trus siapa yang hajar, kamu Prapto”kata mak Darmi.
“lah apa hubungane sama saya, sek…sek toh, pp”kata Prapto
“suaminya mb Yuna itu pingsan di alas, aku pas pulang dia
udah ngletak di jalan, aku Cuma nolongin aja bawa ke klinik gitu, jangan
macam-macam”kata Gimin sambil berlalu tanpa mengindahkan mak Darmi dan Prapto
yang masih penasaran.
“oooh berarti pingsan karena kebanyakan di MP nya”kata mak
Darmi. Sambil menuju klinik untuk mengintip. Diikuti Prapto.
“eeeh ngapain toh kamu, ikut-ikutan aja, ini urusan
emak-emak”kata mak Darmi usir Prapto. Prapto nyengir dan pergi.
“ada apa ini, Bu Tolong suami saya, tadi sebelumnya digigit
lintah, tapi nggak tahu kenapa kok jadi pingsan”kata Yuna masih panic
“haaah, tunggu ya saya periksa dulu”kata Bu Asih.
“mbak tunggu sini aja”kata Anih mengajak Yuna keluar. Yuna
masih panic berjalan mondar mandir.
“mbak aku boleh numpang sholat dulu nggak?”kata Yuna
“oh iya boleh , sebelah sini mb”kata Anih mengantarkan Yuna
ke tempat sholat.
Sementara itu mak Darmi yang masih celingukan di depan
klinik ditegur Anih
“eeeh mak Darmi ngapain?”kata Anih mengagetkan Mak Darmi.
“nggak “kata Mak Darmi sambil Pergi. Anih hanya
menggeleng-nggeleng.
***
Rudi kemudian skype pada Widi.
“apaan nih, pak Rudi skype? (nomernya bener nggak, kok di
telpon nggak di bisa) ah masa’ sih”kata Widi membaca skype di komputernya.
“ah masa’ sih pak, tadi siang saya sempet WA dibaca kok”kata
Widi sambil mengetik pesannya.
“emank ga di balas sih?”kata Widi ngomong sendiri.
“eeeh Wid, ngapain loh ngomong sendiri?”Tanya Indra.
“enggak, ini Cuma balesin skype ajah”kata Widi nggak
disangka Indra menuju kearahnya dan kepo segera Widi memindahkannya ke layar
utama.
“oooh 3 hari”kata Widi.
“ooooh”kata Indra sambil kembali ke tempat duduknya . sepertinya
Widi ngumpetin sesuatu pikir Indra. Indra Menoleh dan Widi Cuma nyengir.
***
Saat Yuna sedang sholat . Heri sadar dan tengok sana-sini. Dan
dia ingat terakhir sedang di bukit dengan Yuna.
“sudah sadar, coba ceritain… gimana kok bisa pingsan?”kata
Bu Asih.
“aaah, saya ada diklinik ya dokter”kata Heri.
“iya…., katanya di gigit lintah yang mananya, ?”Bu Asih.
“oooh ini di belakang punggung saya, tadi habis nyebur di
sendang”kata Heri.
“coba lihat, ini udah kering nggak apa-apa kok, tapi saya
sarankan mending periksa lagi ke Rumah Sakit”kata Bu Asih.
“loh kenapa emangnya Bu, tadi ibu bilang nggak apa-apa?”kata
Heri.
“saya Rasa mas punya penyakit Dalam, jadi lebih baik di
rongsent aja, biar ketahuan…., soalnya kalo Cuma digigit lintah kecil nggak
mungkin bisa pingsan”kata Bu Asih.
“ooooh, iya nanti saya periksa lagi kerumah sakit”kata Heri
sambil celingak-celinguk.
“cari istrinya ya? ada di luar”kata Bu asih. Dan Yuna
langsung masuk mendapati Heri sudah sadar dan duduk. Wajahnya tampak sedikit
lega.
“jadi gimana bu”Tanya Yuna pada Bu Asih.
“nggak apa-apa kok, perlu saya buatkan rujukan nggak mas”kata
Bu Asih
“rujukan?emank kenapa bu, apa parah?”kata Yuna
“aaah ga usah Bu, lagian saya baik-baik aja kok”kata Heri
“oooh ya Udah ini vitamin aja ya, sama betadin ya”kata Bu
Asih.
“ya bu makasih, Ayo pulang nanti Bapak kawatir lagi”kata
Heri menarik Yuna keluar.
“tunggu, mau nanya bu dokter dulu, tadi rujukan apa
__ADS_1
maksudnya”kata Yuna.
“nggak usah, nggak lihat aku baik-baik aja”kata Heri.
“tapi kan…”kata Yuna tiba-tiba Heri mencium pipinya. Membuat
Anih kaget dan Bu Asih tertawa. Sedangkan wajah Yuna merona merah.
“Ayo Pulang”kata Heri. Yuna memegangi wajahnya.
“makasih bu, kita permisi dulu, Assalamualaikum”kata Heri.
“Waalaikumsalam”jawab Anih dan Bu Asih bareng.
“wuih romantis ya bu,”kata Anih dan Bu Asih menarik bajunya.
Yuna masih memegangi pipinya.
“ngapain sih kayak gitu di depan orang”kata Yuna berjalan
didepan Heri sambil ngedumel.
“kenapa? Malu ya?ngapain malu kan udah sah”kata Heri
langsung memeluk Yuna dari belakang membuat Yuna kaget.
“iiih, nanti ada yang lihat, atau jangan-jangan tadi
pura-pura pingsan ya, pura-pura sakit”kata Yuna sambil mencoba melepaskan tangan
Heri.
“iya”kata Heri.
“iiih Dasar, awas ya nanti ku balas”kata Yuna segera
berjalan dengan cepat menjauhi Heri.
Sementara Heri tersenyum Getir. Sambil mengejar istrinya.
Setelah sampai depan Rumah Bi Sumi dan Bapak sudah ada di
depan Rumah.
“loh baru mau di jemput, tadi kata Mak Darmi lagi di klinik,
katanya Nak Heri pingsan,apa ndak apa-apa”kata Bi Sumi.
“nggak aapa-apa Bi Sumi, nggak keliatan tuh sehat wal afiat”kata
Yuna sedikit kesal sambil masuk Rumah.
“hheeh, kok ngomonge ketus gitu ono opo?”kata Bapak sambil
melihat Yuna.
“nggak ada apa-apa pak, saya mau sholat dulu blom sholat
tadi”kata Heri. Kemudian masuk Rumah diikuti oleh bi Sumi dan pak Basuki Sambil
berpandangan .
“nunggu suamimu dulu”kata bi Sumi saat berada si ruang makan
dan Yuna sedang mengambil nasi yang niatnya mau makan.
“dia masih kenyang bi, kan tadi habis makan”kata Yuna
“sebenere ada apa?”Tanya Pak Basuki.
“tadi itu dia berenang di sendang trus tahunya di gigit
lintah punggungnya, trus aku cabut tuh lintahnya malah darahnya ngucur terus,
trus aku ajak pulang masih dijalan malah pingsan, tahu pingsan beneran apa
pura-pura”kata Yuna sambil menuangkan sayur.
“husss, masa iya pingsan kok pura-pura”kata Pak Basuki.
“apa kesambet penunggu sendang yo”kata Bi Sumi.
“alah itu malah lebih ngawur lagi”kata Pak Basuki. Dan Heri
selesai sholat menuju ruangan dimana istrinya dan bi Sumi dan Pak Basuki berkumpul.
“eeeh sini nak Heri”panggil Pak Basuki.
“berhenti dulunya makannya siapin makan dulu buat suamimu,
nggak sopan”kata pak Basuki.
“nggak Usah pak saya masih kenyang, kan tadi udah makan”kata
Heri.
“iya kan tadi, sekarang mindo”kata pak Basuki. Bi Sumi
menyuruh Yuna dengan matanya. Yuna segera bangkit dan menyiapkan makan untuk
Heri.
“Nak Heri, maafin anak Bapak ya, mungkin sifatnya masih
kekanak-kanakan, nak Heri yang sabar didik dia ya”kata pak Basuki.
“iya pak InsyaAlloh”kata Heri.
“ya udah silahkan makan dulu, saya mau beresin kerjaan di
depan”kata Pak basuki
“oooh iya Pak”kata Heri.
“oooh iya saya juga mau pulang dulu”kata Bi Sumi
“iya bi”kata Heri. Dan tinggal Heri dan Yuna.
“senengnya ada yang belain, ya udah selamat makan”kata Yuna
pergi.
“tunggu, mau kemana?”Tanya Heri
“mau bobo cantiklah, nanti malem kita harus balik”kata Yuna.
“apa? Kok Buru-buru sih aku masih betah disini”kata Heri.
“ya udah kalo nggak mau ikut balik,… aku nggak mungkin nggak
balik, izin aku Cuma 3 hari, nanti bermasalah lagi di pabrik”kata Yuna sambil
pergi.
“ya ikut, tapi suapin dulu”kata Heri.
“oooohh, mau pake sendok apa pake tangan”kata Yuna sambil
mengeratkan giginya.
“ya udah nggak usah”kata Heri. Yuna tersenyum puas dan pergi
__ADS_1
kekamar. Di periksannya hapenya kemudian di casnya. Lalu tidur.