Cintaku Siapa?

Cintaku Siapa?
25.Aku cinta kamu


__ADS_3

Yuna tersentak bangun langsung duduk terkejut tatkala


melihat Heri yang hampir menyentuh wajahnya. Begitupun Heri tampak kaget


niatnya yang ingin mengusap keringat Yuna ternyata Yuna malah bangun.


“Ya Ampun kamu ngapain? jangan-jangan…”kata Yuna sambil


menutupi dadanya.


“jangan GR , aku itu mau ngelap kringetnya tuh”kata Heri.


“Alasan aja, jangan-jangan kamu udah ngakuin sesuatu pas aku


lagi tidur ya”kata Yuna masih sambil menutupi dadannya.


“kamu ini pikirannya mesum ya, lagian kalo aku nglakuin


apa-apa itu juga udah hakku jangan lupa aku ini suamimu” kata Heri sambil


bangun dan berdiri mau keluar kamar namun berbalik.


“ooooh atau kamu keringetan itu karena mimpiin kita berdua


lagi bercinta ya”kata Heri sambil ketawa. Dan segera Yuna melemparnya dengan


bantal dan Heri menghindar sehingga tidak kena. Yuna segera menggambil guling


mau melemparnya lagi namun Heri segera keluar kamar.


Setelah Heri keluar Yuna segera menuju pintu dan mengintip


Heri yang yang menuju kearah luar rumah. Yuna mengelus dadanya merasa lega.


“kok dia tahu sih aku mimpiin dia , lagian kenapa juga aku


bisa mimpi kayak gitu, nanti kalo dia denger dia GR, aku juga malu iiih”kata


Yuna menutup kupingnya dan membuka pintu lagi kemudian keluar mencari-cari


keberadaan Heri.


“kemana dia kok nggak keliatan”kata Yuna. Dan terdengar


suara ketawa di samping rumahnya. Yuna segera menuju kearah suara itu. Dan ternyata


ada pak Basuki dan Heri disana. Ternyata Heri sedang di ajari membuat keranjang


untuk tempat mencari rumput dari bambu.


“hati-hati nak nanti bisa kemasukan bambu tangannya”kata pak


Basuki.


“kayak gini ya pak”kata Heri sambil merangkai bambu . Yuna


memperhatikan Heri sambil tersenyum. Tak sengaja Heri menoleh kearahnya sambil


mengerlingkan mata. Yuna segera pura-pura mengalihkan pandangan kearah lain.


“aduuuh”kata Heri


“tuh kan, sini biar bapak aja”kata Bapak Basuki.


“tajam ya pak, bambunya”kata Heri sambil memegangi tanganya


yang berdarah tergores bambu.


Yuna sedikit terkejut namun ditahannya nanti GR dia pikirnya dalam Hati. Heri berjalan kearah Yuna dan Pak


Basuki segera menggantikan nya.


“syukurin, makanya mata jangan jelalatan”kata Yuna. Dengan masih


memegangi tangannya yang berdarah seraya mendekati Yuna.


“aku jelalatan, ya nggak mungkin lah, kan Cuma ngliat 1


cewek cantik doank, yang udah jadi milikku”kata Heri. Yuna langsung berlaga


muntah.


“iiih kok muntah aku bener nggak bohong, aduh sakit ini obtain


donk”kata Heri.


“luka sedikit ini nggak usah cengeng”kata Yuna sambil


memukul tangan Heri yang terluka.


Sementara Pak Basuki tertawa melihat tingkah mereka berdua.


“Udah sono diobatin dulu”kata Pak Basuki.


“Alah luka kayak gitu doank aja, nanti juga sembuh sendiri


pak”kata Yuna. Heri sibuk meniup-niup telapak tangannya yang perih.


“sakit tahu, harus di obati tahu ini nanti infeksi”kata Heri


lagi.


“iiih manja dasar orang kota, pak bikin keranjang lagi, kan


itu masih ada mau buat siapa?”kata Yuna duduk dekat pak Basuki tanpa


menghiraukan perkataan Heri.


“iya tapi itu udah rusak, udah sono obatin dulu, bapak bisa


kerjain sendiri, kasian bojomu”kata Pak Basuki.


“tuh dengerin”kata Heri.


“iya”kata Yuna segera masuk kedalam rumah dan mengeluarkan


motor membuat Heri jadi heran. Yuna mendekati Heri dan memberikan helm.

__ADS_1


“ini pake”kata Yuna sambil mendorong Heri kearah motor.


“loh ini tangan aku yang terluka, kok suruh naik motor”kata


Heri


“trus kamu nggak bisa naik motor”kata Yuna


“bisa lah,coba panggil aku Mas Heri gitu kayak kemarin,”kata


Heri sambil menyandar di motor.


“ya Ndok, masa sama suami manggilnya kamu”kata Pak Basuki


menyahut.


“ooh iya, mas Heri yang guanteng suamiku tersayang, ayo naik


motor aku ajak ke tempat berobat”kata Yuna geregetan. Heri tertawa melihatnya.


“Ya Alloh Adem dengernya, kayak di siram air es, coba bilang


sekali lagi”kata Heri lagi. Namun Yuna sudah melotot dan manyun.


“seksi”kata Heri sambil mengerlingkan mata. Segera Yuna


menjulurkan tangan kearah wajah Heri namun Heri segera menggunakan Helm.


Sehingga Yuna hanya bisa menggepalkan tangannya sendiri dengan gemas.


“ayo berangkat”kata Heri dan Yuna segera naik dimotornya. Segera


motor itu melaju di jalan yang berbatu membuat Yuna berpengangan pada baju


Heri. Setelah agak jauh Heri berhenti.


“kok berhenti, masih jauh tahu”kata Yuna.


“kalo pengangan itu kayak gini”kata Heri sambil menarik


kedua tangan Yuna agar memeluknya.


“iiih nggak mau”kata Yuna menarik tangannya lagi. Segera Heri


melajukan motornya kemudian nggak sengaja menabrak batu agak besar membuat Yuna


kaget dan langsung memeluk Heri.


“sengaja ya”kata Yuna dan Heri tak menjawab tetap melajukan


motornya. Ya udah biarin aja dipeluk buat


nyenengin dia dikit, lagian ternyata nyamanan begini juga pikir Yuna dalam


hati sambil tersenyum malu sendiri. Heri


pun tersenyum karena Yuna tak melepaskan pelukannya.


“mau kemana kita”kata Heri sambil mengurangi kecepatan


motornya.


kepalanya. Namun Heri menghentikan motornya. Membuat Yuna kaget iiih kok berhenti sih apa dia mau bikin aku


malu.


“kenapa sih, nggak boleh nyender”kata Yuna pura-pura menahan


malu. Heri membuka Helm. Menoleh kearahnya dan menggeleng.


“kita ambil foto disitu yuk”kata Heri sambil menunjuk kearah


sungai. Yuna kaget .


“MasyaAlloh bagus banget, aku kok nggak pernah tahu


pemandangan seindah itu disini”kata Yuna sangat takjub. Yuna begitu gembira sambil


dan Heri hanya melihatnya.Tiba-tiba dadanya terasa sakit namun Yuna tak


memperhatikannya. Akankah aku mati


sekarang pikir Heri sambil terus memegangi dadanya. Bagaimana kalau dia melihatku dalam kondisi seperti ini, Tuhan aku


tidak mau mati sekarang biarkan aku bahagia bersamanya. Apakah aku terlalu egois jika ingin selalu


bersamanya.Yuna menoleh kearah Heri. Namun Yuna tak sadar jika Heri sedang


kesakitan. Setelah berangsur-angsur rasa sakit itu menghilang. Heri menatap


Yuna dengan penuh kesedihan.


“kenapa kok lihatnya kayak gitu, kita foto yuk gentian,


sekarang fotoin aku dulu”kat Yuna menjulurkan hapenya. Heri mendekatinya dan


berhenti tak langsung mengambil hape Yuna.


“Yuna maukah kamu benar-benar serius menjadi istriku”kata


Heri terlihat serius dan penuh perasaan. Yuna tersipu namun di tahannya.


“kita kan nikahnya serius”kata Yuna menurunkan tanganya dan


menghindari tatapan Heri.


“coba tatap aku”kata Heri.


“Yuna aku berkata jujur padamu”kata Yuna memegang kedua


tangan Yuna. Membuat Yuna semakin malu.


“apaan sih, nanti ada orang lihat”kata Yuna berusaha


melepaskan tangan Heri. Namun pegangan tangan Heri sangat kuat.


“Yuna aku benar-benar serius, lihatlah aku”kata Heri dan

__ADS_1


Yuna mau tak mau menatap mata Heri. Yang membuatnya heran kenapa matanya


berkaca-kaca seolah mau nangis.


“baper deh”kata Yuna melihat Heri menitikkan airmata.


“Yuna, aku benar-benar telah jatuh cinta padamu, hingga aku


sangat takut kehilanganmu ,aku hanya ingin kamu selalu bersamaku, tapi


seandainya aku tidak ada ,jagalah dirimu dengan baik selalu bahagia”kata Heri


yang tiba-tiba menangis. Yuna merasa heran dan terbawa perasaan karena Heri


yang biasanya ceria mengapa seperti itu.


“ngomong apa sih, seolah-olah mati, apa sebenernya yang


terjadi kamu maksudku, mas punya penyakit parah?, kemarin kata dokter…”kata


Yuna penasaran.


“bukan itu, aku hanya ingin tahu perasaanmu saja”kata Heri.


Yuna yang tadinya begitu simpati melepaskan diri dan berjalan meninggalkan Heri.


Namun Heri membiarkannya dengan terdiam.


“tapi jika kamu tidak mencintaiku,atau mungkin ingin lepas


dariku, katakan saja aku akan melepaskanmu sekarang”kata Heri masih tak merubah


posisinya.


“jika kamu memang mencintaiku jangan harap bisa


meninggalkanku seenaknya”kata Yuna


Heri menoleh kearah Yuna. Yuna berjalan mendekati Heri.


"aku terlalu gengsi untuk bilang, kalau aku... "kata Yuna terputus karena Heri langsung memeluknya. Yuna pun membiarkan itu dan tangan menggambar bentuk hati di punggung Heri.


"aku tahu kamu menggambar hati untukku kan? "kata Heri dan Yuna mengangguk di pelukan Heri. sambil menyatakan "Aku Cinta Kamu" dengan berbisik. meskipun berbisik Heri mendengarnya. dan mengeratkan dekapannya.setelah keduanya saling melepaskan namun mereka masih bertatapan Yuna mulai nenggoda Heri dengan mendekatkan wajahnya pada Wajah Heri. dan ketika sudah sangat dekat.


"cepat fotokan aku"kata Yuna langsung menempelkan hpnya ke wajah Heri dab berlari. dengan sigap Heri menangkap hp Yuna yang hampir jatuh. Heri memandang Yuna dengan bahagia.


"cepat foto"kata Yuna sambil ber pose. Heri bukanya memotret malah videoin Yuna.


"udah blom lama banget sih, mau gantian nggak? "kata Yuna hendak mendekati Heri namun **Heri menggeleng.


"beneran nggak mau? "kata Yuna.namun Heri menggeleng Lagi.


"eeh mas Heri, mau di bantuin"kata Dadi yang nggak sengaja lewat. Heri menoleh dan menggangguk.


"pegangin sebentar"kata Heri pada Dadi dan turun dari motor.


"eeeh Dad mau kemana? "panggil Yuna sambil mau menuju kearah Dadi.


"eeeh mb disitu aja, nih mas Herii mau kesitu"kata Dadi sambil memegangi hp. Sementara Heri mendekatinya


"tadi katanya nggak mau "kata Yuna kemudian menarik Heri untuk berpose.


"Dad udah blom? "kata Yuna.


"mbak pose yang Alami aja,biar kayak lagi beraktifitas, kan hasilnya bisa buat bikin wes wedding"kata Dadi.


"ngomong apa sih Dad kamu itu, aneh...kamu juga senyum-senyum aaaneeh? "kata Yuna.


"panggil yang bener donk"kata Heri.


"mas... kamu,mas ngerjain aku ya"kata Yuna.


"mas Heri udah yo bikin videone, aku mau pergi dulu nanti Takut kelamaan"kata Dadi.


"tuh kan dari tadi aku pose itu ga ada fotonya? iih dasar"kata Yuna memukul Heri. dan Heri tertawa sambil menuju kearah Dadi.


"nih mas, aku pergi dulu... met jalan-jalan yo mb Yun dada"kata Dadi pergi.


"Dad... eh mau kemana toh"kata Yuna


"mana Mau lihat"kata Yuna.


"iiih kok nggak ada fotonya"kata Yuna


"ya udah mau foto lagi"kata Heri.


"nggak ah udah males,tapi lumayan, yuk kita makan bakso aja dulu"kata Yuna


"beneran nggak apa-apa"kata Heri khawatir istrinya ngambek lagi.


"nggak apa-apa,ayo berangkat"kata Yuna.


"oke"kata Heri segera memakai helm dan menunggu Yuna naik kemudian melajukan motornya.


setelah sampai ditempat makan bakso dan mencari tempat duduk Yuna bangun.


"biar aku yang pesan ya,tunggu sini"kata Yuna lagi sambil menuju penjual bakso dan pesan. Heri menatapnya dan mereka saling senyum. saat Heri mendapat panggilan telpon.


"mas bakso 2 ya nanti anter kesana sama es kelapa 2, oh ya mas warung sebelah mana sih"kata Yuna


"sebelah sana tuh mb kelihatan tapi nyebrang "kata penjual bakso.


"ooh iya makasih mas"kata Yuna kemudian pergi menuju warung.


saat baksonya sudah diantar Heri sudah selesai menerima telpon.


"makasih mas, loh mana istri saya"kata Heri celingukan tengok sana sini.


"nyariin yah,wah baksonya udah siap makan yuk"kata Yuna tiba-tiba.


"darimana kok ga lihat perginya tadi"kata Heri sambil duduk.


"cari obat buat suamiku"kata Yuna. Heri nyengir.


"sini tanganya"kata Yuna dan heri memberikan tangan kanannya.


"mana katanya luka"kata Yuna mengusap telapak tangan Heri**.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2