Cintaku Siapa?

Cintaku Siapa?
9. Hiburan saat Kesal


__ADS_3

“Kita mau kemana sih”kata Yuna yang mengikuti Heri berjalan di belakangnya.


“kan aku udah bilang Ke Musa Café “kata Heri lagi masih sambil jalan agak


cepat.


“ketempat yang kemarin, kan jauh kenapa ga naik taksi aja ,emank udah habis


yah duitnya”kata Yuna lagi sambil ngos-ngosa tahu gitu aku nggak ngikut.katanya


menggerutu.


“ya udah naik taksi aja biar cepet”kata Heri berhenti mendadak membuat Yuna


menabrak punggung Heri dan hampir jatuh namun Heri menarik tangan Yuna hingga


memeluk punggungnya.


“kamu tuh suka yang kayak gini?’kata Heri sambil senyum.


“haah apaan sih kegeeran banget”kata Yuna sambil menarik tangannya menjauh


namun tiba-tiba ada motor lewat. Membuat Heri kembali menarik dan memeluknya di


dadanya.


“tuh kan barusan aku bilang apa, kamu tuh pengen di peluk aku terus”kata


Heri sambil mendekap erat kepala Yuna sehingga tidak bisa bernafas dan


memukul-mukul dada Heri.


“oooh sorry”kata Heri melepaskan dekapannya. Yuna sambil batuk-batuk menjauh


dari Heri.


“kamu nggak apa-apa kan?”kata Heri seolah khawatir.


“ah nggak mood, mau pulang lagi aja”kata Yuna kemudian berjalan berbalik.


“harusnya kamu terimakasih aku udah nolongin kamu tadi 2 kali kalo nggak


udah jatuh dan tertabrak, kamu itu jangan sembrono”kata Heri lagi


“iih bawel banget sih, ya udah makasih, cari kesempatan dalam


kesempitan”kata Yuna lagi sambil berjalan.


“tuh kan nggak tulus “kata Heri lagi menatap kepergian Yuna


“iya terima kasih udah nolongin aku, udah puas”kata Yuna dan tetep


meninggalkan Heri


“ ya udah sekarang temenin aku, kenapa malah pergi”kata Heri lagi.


“nggak, udah malas”kata Yuna sambil senyum. Namun tetep berjalan


meninggalkan Heri. Namun tiba-tiba Heri mengejarnya dan mengangkatnya serta


memikulnya dan menaruh di pundaknya membuat Yuna berteriak.


“turunin aku, turunin”kata Yuna sambil memukul-mukul punggung Heri.


“janji mau ikut aku sekarang”kata Heri lagi memaksa


“iya, iya ,turunin dulu, nanti ada yang ngliat”kata Yuna lagi. Kemudian Heri


menurunkannya.


“dasar psycho, memangnya nggak berat”kata Yuna kesal.


“ya beratlah, apa kamu bilang aku psycho, makanya jangan paksa aku buat jadi


psycho, mau lebih psycho lagi?”kata Heri kemudian memonyongkan bibir hendak


mencium Yuna. Kemudian Yuna memukul wajah heri.


“kalo ini namanya mesum”kata Yuna sambil senyum


“tapi kamu suka kan”kata Heri mengerlingkan matanya. Yuna tertawa geli dan


kesal. Heri memperhatikannya ingat ketika Yuna menertawakan dompetnya.


“mobilnya datang”kata Heri. Yuna berhenti tertawa. Kemudian keduanya masuk


mobil.


“kenapa sih liatin aku terus kayak gitu bikin aku grogi aja” kata Yuna


melirik Heri yang memandangnya terus.


“aku ingin merekam wajahmu dalam ingatanku”kata Heri.


“huh ngegombal aja”kata Yuna dan memalingkan wajahnya keluar jendela mobil


“aku beneran ga bohong,ya udah aku pake jaket ini seperti di peluk kamu”kata


Heri menarik jaket yang di berikan Yuna padanya kemarin sambil masih terus


menatapnya.


“pak kalau orang ini, gombal lagi berhentiin mobilnya aku mau turun”kata


Yuna lagi setengah kesal. Heri lalu berpaling kearah lain dan menatap keluar

__ADS_1


jendela.


Yuna tersenyum puas.


***


Sedangkan sopir hanya tersenyum dan geleng-geleng melihat kelakuan kedua


penumpangnya. Setelah sampai di Musa Café. Kemudian mereka pun turun. Dan Heri


pun membayarnya. Yuna terdiam mematung.


“ayo masuk”kata Heri mengajaknya. Yuna Cuma tersenyum dan Heri langsung


meraih tangan Yuna dan merapatkan jari-jarinya kesela jari-jari Yuna. Yuna


kaget dan tak bergerak.


“kenapa diam ayo, kan kamu pernah ngelakuin ini waktu itu”kata Heri sambil


mengerlingkan matanya. Ah masa sih ? kapan ya? Pikir Yuna sambil mengingat-ingat.


Namun Heri sudah menariknya.


Yuna masih tak mau bergerak.


“eeh tunggu, kamu nggak lihat cafenya blom buka”kata Yuna.


“tenang saja aku tahu jalan lain”kata Heri menariknya lagi namun Yuna


menahan lagi.


Heri berdecak dan menoleh.


“aku bukan yang punya café ini, aku hanya karyawan yang bekerja di kafe ini,


aku tahu jalan lain karena aku tinggalnya di dalem kafe okeeh, pasti itu yang


mau kamu tanyain kan?”kata Heri. Namun yuna masih tak mau bergerak. Dan menggeleng.


“ada apa lagi sih”kata Heri namun Yuna Hanya menunjuk kepada seseorang. Heri


menoleh kepada seseorang yang ditunjuk oleh Yuna. Heri tersentak dan melepaskan


tangan Yuna seketika.Sedangkan orang itu hanya menatap mereka dengan kedua tangan


berada di dada. Sambil nyengir menatap orang itu pelan-pelan Heri membalikkan


badan hendak pergi. Namun Dito hanya berdehem dua kali. Itu pun cukup


membuatnya membalikkan badan kembali. Sedangkan Yuna heran melihat Heri yang


biasanya super Pd dan Narsis tak berkutik di hadapan pria itu emanknya siapa


dia apa mungkin ini bossnya?kata Yuna lagi.


Heri dan Pria itu berbicara di suatu tempat. Kemudian di hentikan gerakan


kakinya.


“gue ngapain disini yah, nungguin orang nggak jelas, dia juga nggak mikirin


gue kali”kata Yuna sambil mengambil hapenya memainkannya kemudian di cexnya.


Yuna mulai kesal dan bosan. Kemudian berdiri di tengoknya namun tak muncul juga


Heri dan orang itu, lalu dia memutuskan untuk pergi.


“ah bête mending gue nyusul Esty sekarang”kata Yuna kemudian keluar


meninggalkan kafe dan Entah dia masih berharap Heri menahannya.


“ga ngomong apa-apa ninggalin gitu aja, suruh nunggu juga nggak sms juga


nggak huuh”kata Yuna menggerutu lagi kemudian dia naik mobil angkot menuju ke Bunderan.


“bodo amat gue nggak mau ngangkat telpon dia”kata Yuna lagi kesal namun


masih menengok hpnya. Kemudian dia mencari kontak Esty. Lalu menelponnya.


“hallo Esty, kamu masih di Bunderan nggak”kata Yuna ketika Esty mengangkat


telponya.


“ iya, kenapa mau nyusul ya udah kesini aja, emank kamu sama Heri lagi


ngapain? Dirumah aja?”kata Esty lagi sambil makan bubur ayam.


“iiih nggak usah ngomongin dia”kata Yuna  ngomel.


“kenapa sih, kalian berantem gitu”kata Esty terhenti makannya mendengar


jawaban Yuna.


“nanti aku ceritain tunggu disitu yah jangan pulang, nanti ningalin gue lagi”kata


Yuna.


“nggak aku lagi makan ini, cepetan sini bentar lagi pulang, kamu sama dia


nggak kesini nya”kata Esty masih penasaran.


“enggak, udah ya tunggu gue”kata Yuna. Lagi


***

__ADS_1


Sementara itu Elang dan Esty setelah berlari-lari di CFD mereka makan bubur


ayam. Kemudian tak berapa lama Esty menerima telpon dari Yuna.


“siapa yang telpon”kata Elang pada Esty


“siapa lagi Yuna,tapi aneh deh kayaknya terjadi sesuatu diantara Yuna dan


Heri”kata Esty lagi.


“masa, kok kamu tahu”kata Elang sambil menikmati bubur ayamnnya.


“Yuna keliatannya bête banget, dari kata-katanya yang ketus tadi”kata Esty


lagi


“kira-kira kenapa ya”kata Elang heran


“eeeh semalem kan kamu tidur sama Heri, nggak ngobrol sesuatu gitu”kata Esty


Kepo Sambil menggambil mangkuk bubur Elang dan menaruhnya disamping kanan .


Padahal Elang hendak menyuapkan bubur kemulutnya.


“say”kata Elang


“cerita dulu donk”kata Esty lagi


“nggak ngobrol apa-apa aku kan nggak sempet nanya-nanya banyak”kata Elang


sambil mencoba meraih mangkok  yang di


singkirkan Esty.


“iiih cerita dulu, cowok mah gitu pasti ada rahasia deh”kata Esty namun tak


berapa lama muncul Yuna. Sehingga Elang berhasil mendapatkan mangkoknya dan


melanjutkan makan bubur.


“Esty “kata Yuna sambil melambaikan tangannya.


“hai sebelah sini”kata Esty membalas lambaian tangan Yuna. Segera Yuna duduk


dekat Esty.


“kok cepet banget udah sampe sini,kamu habis dari mana sama Heri?”kata Esty


lagi


“aaah  emank aku mau kesini dari tadi,


kalian makan apa?”kata Yuna Lagi


“aku habis makan bubur ayam,kamu udah sarapan belum maua di pesenin bubur


ayam?”kata Esty lagi


“aah ga usah tadi udah makan nasi goreng, dirumah sedikit”kata Yuna


mengingat pagi-pagi makan nasi goreng sedikit dan di habisin Heri.


“emank masih ada nasi di rumah”kata Esty lagi


“ada cukup buat 1 porsi”kata Yuna lagi.


“1 porsi, oooh pasti kalian tadi pagi makan sepiring berdua yah”kata Esty


meledek Yuna sambil ketawa.


“iiih apaan sih, sepiring berdua apaan? aku Cuma makan 2 sendok dia yang


ngabisin”kata Yuna jengkel. Sementara Esty masih tertawa sambil menutup


mulutnya.


“oooh itu masalahnya”kata Esty lagi dan masih tertawa.


“ ya udah makan lagi atuh nanti laper lagi”kata Elang menyahut setelah


buburnya habis.


“males ah makan bubur, sebenernya bukan itu masalahnya nggak usah di bahas


dai yah”kata Yuna.


“ya udah nanti aja di rumah ceritanya”kata Esty berbisik kearah Yuna dan


Yuna menggangguk.


“ngomong apa sih,malu ya kalo gue denger”sahut Elang.


“ssssst”kata Esty lagi. Membuat Elang kemudian menarik jarinya disela


bibirnya seolang sedang menutup resleting bibirnya.


“eeh katanya, di Sellly Center ada buka permainan,kita kesitu yuk”kata Yuna


lagi


“haah kamu mau main game, “Tanya Esty lagi Heran


“emank


orang dewasa nggak boleh main game”kata Yuna lagi dan mengajak Esty menuju

__ADS_1


Selly center. Elang hanya mengikuti tanpa bicara


bersambung


__ADS_2