
“Kita mau kemana sih”kata Yuna yang mengikuti Heri berjalan di belakangnya.
“kan aku udah bilang Ke Musa Café “kata Heri lagi masih sambil jalan agak
cepat.
“ketempat yang kemarin, kan jauh kenapa ga naik taksi aja ,emank udah habis
yah duitnya”kata Yuna lagi sambil ngos-ngosa tahu gitu aku nggak ngikut.katanya
menggerutu.
“ya udah naik taksi aja biar cepet”kata Heri berhenti mendadak membuat Yuna
menabrak punggung Heri dan hampir jatuh namun Heri menarik tangan Yuna hingga
memeluk punggungnya.
“kamu tuh suka yang kayak gini?’kata Heri sambil senyum.
“haah apaan sih kegeeran banget”kata Yuna sambil menarik tangannya menjauh
namun tiba-tiba ada motor lewat. Membuat Heri kembali menarik dan memeluknya di
dadanya.
“tuh kan barusan aku bilang apa, kamu tuh pengen di peluk aku terus”kata
Heri sambil mendekap erat kepala Yuna sehingga tidak bisa bernafas dan
memukul-mukul dada Heri.
“oooh sorry”kata Heri melepaskan dekapannya. Yuna sambil batuk-batuk menjauh
dari Heri.
“kamu nggak apa-apa kan?”kata Heri seolah khawatir.
“ah nggak mood, mau pulang lagi aja”kata Yuna kemudian berjalan berbalik.
“harusnya kamu terimakasih aku udah nolongin kamu tadi 2 kali kalo nggak
udah jatuh dan tertabrak, kamu itu jangan sembrono”kata Heri lagi
“iih bawel banget sih, ya udah makasih, cari kesempatan dalam
kesempitan”kata Yuna lagi sambil berjalan.
“tuh kan nggak tulus “kata Heri lagi menatap kepergian Yuna
“iya terima kasih udah nolongin aku, udah puas”kata Yuna dan tetep
meninggalkan Heri
“ ya udah sekarang temenin aku, kenapa malah pergi”kata Heri lagi.
“nggak, udah malas”kata Yuna sambil senyum. Namun tetep berjalan
meninggalkan Heri. Namun tiba-tiba Heri mengejarnya dan mengangkatnya serta
memikulnya dan menaruh di pundaknya membuat Yuna berteriak.
“turunin aku, turunin”kata Yuna sambil memukul-mukul punggung Heri.
“janji mau ikut aku sekarang”kata Heri lagi memaksa
“iya, iya ,turunin dulu, nanti ada yang ngliat”kata Yuna lagi. Kemudian Heri
menurunkannya.
“dasar psycho, memangnya nggak berat”kata Yuna kesal.
“ya beratlah, apa kamu bilang aku psycho, makanya jangan paksa aku buat jadi
psycho, mau lebih psycho lagi?”kata Heri kemudian memonyongkan bibir hendak
mencium Yuna. Kemudian Yuna memukul wajah heri.
“kalo ini namanya mesum”kata Yuna sambil senyum
“tapi kamu suka kan”kata Heri mengerlingkan matanya. Yuna tertawa geli dan
kesal. Heri memperhatikannya ingat ketika Yuna menertawakan dompetnya.
“mobilnya datang”kata Heri. Yuna berhenti tertawa. Kemudian keduanya masuk
mobil.
“kenapa sih liatin aku terus kayak gitu bikin aku grogi aja” kata Yuna
melirik Heri yang memandangnya terus.
“aku ingin merekam wajahmu dalam ingatanku”kata Heri.
“huh ngegombal aja”kata Yuna dan memalingkan wajahnya keluar jendela mobil
“aku beneran ga bohong,ya udah aku pake jaket ini seperti di peluk kamu”kata
Heri menarik jaket yang di berikan Yuna padanya kemarin sambil masih terus
menatapnya.
“pak kalau orang ini, gombal lagi berhentiin mobilnya aku mau turun”kata
Yuna lagi setengah kesal. Heri lalu berpaling kearah lain dan menatap keluar
__ADS_1
jendela.
Yuna tersenyum puas.
***
Sedangkan sopir hanya tersenyum dan geleng-geleng melihat kelakuan kedua
penumpangnya. Setelah sampai di Musa Café. Kemudian mereka pun turun. Dan Heri
pun membayarnya. Yuna terdiam mematung.
“ayo masuk”kata Heri mengajaknya. Yuna Cuma tersenyum dan Heri langsung
meraih tangan Yuna dan merapatkan jari-jarinya kesela jari-jari Yuna. Yuna
kaget dan tak bergerak.
“kenapa diam ayo, kan kamu pernah ngelakuin ini waktu itu”kata Heri sambil
mengerlingkan matanya. Ah masa sih ? kapan ya? Pikir Yuna sambil mengingat-ingat.
Namun Heri sudah menariknya.
Yuna masih tak mau bergerak.
“eeh tunggu, kamu nggak lihat cafenya blom buka”kata Yuna.
“tenang saja aku tahu jalan lain”kata Heri menariknya lagi namun Yuna
menahan lagi.
Heri berdecak dan menoleh.
“aku bukan yang punya café ini, aku hanya karyawan yang bekerja di kafe ini,
aku tahu jalan lain karena aku tinggalnya di dalem kafe okeeh, pasti itu yang
mau kamu tanyain kan?”kata Heri. Namun yuna masih tak mau bergerak. Dan menggeleng.
“ada apa lagi sih”kata Heri namun Yuna Hanya menunjuk kepada seseorang. Heri
menoleh kepada seseorang yang ditunjuk oleh Yuna. Heri tersentak dan melepaskan
tangan Yuna seketika.Sedangkan orang itu hanya menatap mereka dengan kedua tangan
berada di dada. Sambil nyengir menatap orang itu pelan-pelan Heri membalikkan
badan hendak pergi. Namun Dito hanya berdehem dua kali. Itu pun cukup
membuatnya membalikkan badan kembali. Sedangkan Yuna heran melihat Heri yang
biasanya super Pd dan Narsis tak berkutik di hadapan pria itu emanknya siapa
dia apa mungkin ini bossnya?kata Yuna lagi.
Heri dan Pria itu berbicara di suatu tempat. Kemudian di hentikan gerakan
kakinya.
“gue ngapain disini yah, nungguin orang nggak jelas, dia juga nggak mikirin
gue kali”kata Yuna sambil mengambil hapenya memainkannya kemudian di cexnya.
Yuna mulai kesal dan bosan. Kemudian berdiri di tengoknya namun tak muncul juga
Heri dan orang itu, lalu dia memutuskan untuk pergi.
“ah bête mending gue nyusul Esty sekarang”kata Yuna kemudian keluar
meninggalkan kafe dan Entah dia masih berharap Heri menahannya.
“ga ngomong apa-apa ninggalin gitu aja, suruh nunggu juga nggak sms juga
nggak huuh”kata Yuna menggerutu lagi kemudian dia naik mobil angkot menuju ke Bunderan.
“bodo amat gue nggak mau ngangkat telpon dia”kata Yuna lagi kesal namun
masih menengok hpnya. Kemudian dia mencari kontak Esty. Lalu menelponnya.
“hallo Esty, kamu masih di Bunderan nggak”kata Yuna ketika Esty mengangkat
telponya.
“ iya, kenapa mau nyusul ya udah kesini aja, emank kamu sama Heri lagi
ngapain? Dirumah aja?”kata Esty lagi sambil makan bubur ayam.
“iiih nggak usah ngomongin dia”kata Yuna ngomel.
“kenapa sih, kalian berantem gitu”kata Esty terhenti makannya mendengar
jawaban Yuna.
“nanti aku ceritain tunggu disitu yah jangan pulang, nanti ningalin gue lagi”kata
Yuna.
“nggak aku lagi makan ini, cepetan sini bentar lagi pulang, kamu sama dia
nggak kesini nya”kata Esty masih penasaran.
“enggak, udah ya tunggu gue”kata Yuna. Lagi
***
__ADS_1
Sementara itu Elang dan Esty setelah berlari-lari di CFD mereka makan bubur
ayam. Kemudian tak berapa lama Esty menerima telpon dari Yuna.
“siapa yang telpon”kata Elang pada Esty
“siapa lagi Yuna,tapi aneh deh kayaknya terjadi sesuatu diantara Yuna dan
Heri”kata Esty lagi.
“masa, kok kamu tahu”kata Elang sambil menikmati bubur ayamnnya.
“Yuna keliatannya bête banget, dari kata-katanya yang ketus tadi”kata Esty
lagi
“kira-kira kenapa ya”kata Elang heran
“eeeh semalem kan kamu tidur sama Heri, nggak ngobrol sesuatu gitu”kata Esty
Kepo Sambil menggambil mangkuk bubur Elang dan menaruhnya disamping kanan .
Padahal Elang hendak menyuapkan bubur kemulutnya.
“say”kata Elang
“cerita dulu donk”kata Esty lagi
“nggak ngobrol apa-apa aku kan nggak sempet nanya-nanya banyak”kata Elang
sambil mencoba meraih mangkok yang di
singkirkan Esty.
“iiih cerita dulu, cowok mah gitu pasti ada rahasia deh”kata Esty namun tak
berapa lama muncul Yuna. Sehingga Elang berhasil mendapatkan mangkoknya dan
melanjutkan makan bubur.
“Esty “kata Yuna sambil melambaikan tangannya.
“hai sebelah sini”kata Esty membalas lambaian tangan Yuna. Segera Yuna duduk
dekat Esty.
“kok cepet banget udah sampe sini,kamu habis dari mana sama Heri?”kata Esty
lagi
“aaah emank aku mau kesini dari tadi,
kalian makan apa?”kata Yuna Lagi
“aku habis makan bubur ayam,kamu udah sarapan belum maua di pesenin bubur
ayam?”kata Esty lagi
“aah ga usah tadi udah makan nasi goreng, dirumah sedikit”kata Yuna
mengingat pagi-pagi makan nasi goreng sedikit dan di habisin Heri.
“emank masih ada nasi di rumah”kata Esty lagi
“ada cukup buat 1 porsi”kata Yuna lagi.
“1 porsi, oooh pasti kalian tadi pagi makan sepiring berdua yah”kata Esty
meledek Yuna sambil ketawa.
“iiih apaan sih, sepiring berdua apaan? aku Cuma makan 2 sendok dia yang
ngabisin”kata Yuna jengkel. Sementara Esty masih tertawa sambil menutup
mulutnya.
“oooh itu masalahnya”kata Esty lagi dan masih tertawa.
“ ya udah makan lagi atuh nanti laper lagi”kata Elang menyahut setelah
buburnya habis.
“males ah makan bubur, sebenernya bukan itu masalahnya nggak usah di bahas
dai yah”kata Yuna.
“ya udah nanti aja di rumah ceritanya”kata Esty berbisik kearah Yuna dan
Yuna menggangguk.
“ngomong apa sih,malu ya kalo gue denger”sahut Elang.
“ssssst”kata Esty lagi. Membuat Elang kemudian menarik jarinya disela
bibirnya seolang sedang menutup resleting bibirnya.
“eeh katanya, di Sellly Center ada buka permainan,kita kesitu yuk”kata Yuna
lagi
“haah kamu mau main game, “Tanya Esty lagi Heran
“emank
orang dewasa nggak boleh main game”kata Yuna lagi dan mengajak Esty menuju
__ADS_1
Selly center. Elang hanya mengikuti tanpa bicara
bersambung