Cintaku Siapa?

Cintaku Siapa?
7.Nasi goreng cinta


__ADS_3

Esty membangunkan yuna.


"Yun bangun, hari ini kita mau olahraga"kata Esty menguncang tubuh Yuna.


"jam berapa sih"kata Yuna sambil menggeliat sambil mengusap matanya.


"jam 5 sayang, sholat dulu sono"kata Esty yang ternyata sudah mandi.


"mandi jam berapa lo kok udah rapih banget"kata Yuna heran melihat Esty yang sudah memakai kaos dan celana olahraga.


"jam stengah 5,aku udah janjian sama elang mau jogging bareng di cfd, dia mau jemput kesini"kata Esty lagi


"oooh,terus gue sama siapa donk"kata Yuna kemudian bangun.


"sama pacar elu lah, cepetan sono"kata Esty mendorong yuna agar segera ke kamar mandi


"hah maksud loh,sama Heri itu?"kata Yuna


"iyalah siapa lagi, udah akuin aja dulu,udah sono"kata Esty mendorong


"iyaaah ,eeh tapi gue naik apa donk ke cfdnya nih males naik angkot"kata yuna lagi.


"yaah itu mah urusan elo,udah sono nanti habis waktu"kata Esty lagi kemudian Yuna meninggalkan Esty segera menuju kamar mandi.


***


Sementara itu di tempat Elang


"aduuh badanku sakit banget, kurang tidur nih nggak bisa tidur nyenyak,eeeh kamu pasti enak dan nyenyak tidurnya makanya bisa bangun pagi"kata Elang bangun sambil menguap dilihatnya Heri yang sudah bangun dan selesai mandi.


Heri garuk kepalanya yang ga gatel kemudian nyengir apaan nyenyak gue yang nggak bisa tidur malah.


"gue mau mandi sekarang mau jemput Esty"kata Elang


"trus gue"tanya Heri


"nanti kita bareng ke sono"kata Elang kemudian mengambik handuk dan bersiap mandi.


"okee"kata Heri kemudian mengambil hapenya .


[sayang,kamu udah bangun blom, jangan lupa siapin sarapan, kepalaku pusing ga bisa tidur,nanti aku bisa mati ]Heri


Namun tidak ada balasan dari Yuna. Dilihatnya berkali-kali hpnya namu tidak kunjung ada balasan. Setelah dilihat lagi sudah terbaca namun tak ada balasan juga. Sampai Elang keluar sambil nyanyi


"aku ingin terbang tinggi seperti Elang "kata Elang bersenandung. Heri tersenyum melihatnya.


"kamu suka lagu itu, karena sama ama nama kamu ya"tanya Heri


"iya bener, sebenernya nama gue Gilang tapi lebih seneng di panggil Elang"kata Elang dan Heri megangguk


"jangan lupa perjanjian kita, lo ajarin gue main gitar"kata Elang lagi


"gue minta WA lo ya"kata Elang kemudian Heri menyebutkan nomer dan Elang menyimpannya. Lalu dia Chat Heri.


"yang itu No gue"kata Elang lagi.


"ayo kita siap-siap"ajak Elang

__ADS_1


"lo ga buka toko"kata Heri


"nanti siang2 aja mau jogging dulu sama yayang tercinta"kata Elang lagi kemudian mereka bersiap


***


Esty mendengar bunyi pesan di hpny Yuna. Dia tengok kamar mandi dan Yuna Masih sibuk mandi. Kemudian Esty mengendap-endap lihat Hp Yuna. Di bukanya pesan dari Heri dan Esty pun tersenyum. Ditaruhnya lagi handphone. Dan keluar menuju ruang tengah. Lalu Yuna pun keluar dari kamar mandi kemudian menuju kamar tidurnya. Esty menelpon Elang.


"Lang kamu blom bangun, cepetan nanti kesiangan"kata Esty


"udah donk,ini aku udah berangkat udah deket tempat kamu"kata Elang lagi


"ooh ya udah"kata Esty menutup telpon tak berapa lama Esty mendengar suara motor. Segera Esty keluar rumah.


"hai Esty"kata Elang melambai.


"yuk berangkat"kata Esty bersiap


"trus dia nih"tanya Elang


"biarin disini aja,kalo mau nanti nyusul ya"kata Esty kemudian naik motor mengajak Elang buru-buru pergi.


Heri senyum dan melambai kearah keduanya yang pergi meninggalkannya. Lalu dia pun masuk keruang tengah di tengoknya tidak nampak Yuna kemudian dia duduk dan merebahkan dirinya kesofa. Yuna melihat hpnya dan mengecek pesan Di sentuhnya Riwayat pesan WA dari Heri. Namun sudah ada tanda cecklis 2.


"waah Esty kepo nih pasti"kata Yuna tahu kalo Esty telah membuka Chatnya. Eeh dasar cowok lebay kata Yuna dalam hati. Kemudian dibalasnya chat dari Heri


[iyah bos]Yuna


Dan pesan terkirim. Heri yang ruang tamu mendapat pesan baru langsung dibukanya. Dan tersenyum. Yuna tak segera mengenakan Baju dan hanya mengenakan handuk saja. Dengan PDnya dia keluar menuju ruang tamu sambil bersenandung namun terhenti.


Wajahnya tampak merah karena malu.


"kamu seksi banget sih"kata Heri yang melihat Yuna melintas dihadapanya dengan mengenakan handuk.Yuna berlari menuju kamar dan menguncinya.


"kurang ajar nih Esty kemana sih, jangan-jangan dia udah berangkat ga pamit"kata Yuna mengumpat kesal. Yuna memegang dadanya.


"rese banget, gue ditinggalin kalo dia ngapa-ngapain gue gimana"kata Yuna kesal tiba-tiba pintu kamar di ketuk.


"aaah mau ngapain dia"kata Yuna panic


"sayang gue keluar sebentar yah cari makanan"kata Heri kemudian pergi. Yuna mengatur nafas lega.


"beneran ga dia pergi"kata Yuna lagi namun segera dia mengenakan baju. Dan menyisir rambutnya yang basah habis keramas. Kemudian keluar kamar pelan-pelan. Dia tengok kanan kiri. Pikirannya kacau gimana kalo dia tiba-tiba peluk aku dari belakang (kwak... Kwak) bunyi gagak di kesunyian.


"ga ada siapa-siapa kayanya dia bener pergi"kata Yuna menuju pintu namun matanya masih mencari sekeliling.


"ga ada makanan"kata Heri didepan pintu Yuna melonjak kaget.


"ya ampun, kenapa sih ngagetin orang terus"umpat Yuna Kemudian Heri masuk lalu duduk di sofa dan rebahan. Yuna mengikuti nya.


"muka kamu udah ga bintik-bintik lagi, mendingan kamu balik deh ke rumah kamu"kata Yuna protes


"aku lapar, kepalaku pusing, semalam aku tidak bisa tidur,bikinin makanan dan biarin aku tidur sebentar"kata Heri sambil menutup mata.


yuna berdecak kemudian pergi kedapur dibukanya kulkas hanya ada telur, di rak ada mie instan dilihatnya magic com. Ada nasi tinggal sedikit. Kira-kira sepiring lagi. Oke bikin nasi goreng ajah. Setelah matang dibawanya keruang tamu diletakkan di meja namun dilihatnya Heri menutup mata.


"heei bangun"kata Yuna namun Heri tak membuka matanya.

__ADS_1


"Mas Heri bangun"kata Yuna lagi namun Heri masih menutup matanya


"kalo nggak bangun aku makan sendiri"kata Yuna kemudian duduk disofa sebelahnya. Heri Masih menutup mata. Kemudian Yuna mengambil nasi dan menyuapkan kemulutnya sendiri.


"hemm enak sekali"kata Yuna sambil menyuapkan beberapa kali namun tidak bangun juga. Mungkin cara ini berhasil.


"sayang aku habisin yah"kata Yuna geregetan Heri tersenyum kemudian membuka matanya dan duduk.


"eeeh buat aku mana"kata Heri


"ga ada"kata Yuna pergi membawa piring.


Namun Heri sigap merebut piring yang berisi nasi goreng. Yuna melongo


"tapi itu sendok bekas gue"kata Yuna terbata.


Namun Heri memakannya dengan lahap sampai menepuk dadanya tanda kepenuhan. Yuna panik dan mengambil gelas berisi air dan memberikan pada Heri. Heri kemudian langsung meminumnya.


"makanya pelan-pelan donk"kata Yuna kesal dan penuh kecemasan.


"makasih, nasi gorengnya enak"kata Heri kemudian meletakkan piringnya ke meja.


"trus kok ga dihabisin"kata Yuna


"buat kamu aja,kamu juga blom makan"kata Heri


"aku udah kenyang"kata yuna udah malas makan lagi


"ya udah gue habisin ya"kata  heri mengambil piring dan menghabiskannya. setelah Heri selesai makan dan minum.


"obatnya jangan lupa diminum"kata Mila mengingatkan. Heri menatap Yuna dan tersenyum.


"kamu khawatirin aku yah"kata Heri sambil mengerlingkan mata kearah Yuna. Yuna jadi keselek


"minum dulu"kata Heri memberikan minum dari gelasnya ke Yuna namun Yuna menolak melambaikan tangan dan mencari minum sendiri.Heri hanya tertawa sambil duduk di sofa dengan kaki kanan bertumpu pada kaki kirinya dan kedua tangan ke samping telentang menyentuh kepala sofa. Yuna kembali keruang tengah dari mengambil minum dilihat nya Heri duduk seperti. wuih dia ngrasa kayak yang punya rumah aja pikir Yuna dalam Hati.


{ini orang sok berkuasa banget sih sikapnya nih ngeselin gerutu Yuna}


"apa?, ada yang mau di katakan"kata Heri Yuna menarik nafas kemudian menaruh kedua tangannnya di dadanya.


"begini ya,aku udah bertanggung jawab,udah kasih tempat bermalam, udah kasih makan udah anterin berobat sekarang kamu kan sudah sembuh, bisa pulang kembali kerumahmu, pintunya sebelah sama maaaas"kata Yuna sambil menaikkan alisnya. supaya terkesan berkuasa sedikit.


Heri bangun dari duduknya mendekati Yuna sampai terdorong ke tembok. membuat Yuna panic menutup mata sambil menurunkan badan kabur .


"iiih apaan sih kamu, jangan coba-coba cari kesempitan dalam kesempitan"kata Yuna sambil membuat gerakan seolah-olah hendak melawan.


"kamu pikir aku mau ngapain , cuma mau matiin lampu doank"kata Heri memencet saklar lampu di tembok.


Yuna menurunkan tangan malu-malu giimana gitu.


"eeh hari ini kamu nggak ada acara kan ikut aku aja yuk"kata Heri mengajak Yuna


"kemana?aku ada Urusan sedikit?"kata Yuna mencari alasan untuk menghindar


"Ke Musa cafe"kata Heri lalu menarik tangan Yuna


"eeh tunggu aku bawa tas dulu"kata Yuna.biarin ajalah jalan-jalan pikir Yuna kemudian dia ambil tas dan masukin hpnya. Menuju keluar dan segera Heri menarik tanganya. Yuna menahannya untuk mengunci pintu.

__ADS_1


__ADS_2