Cintaku Siapa?

Cintaku Siapa?
14. Pacar Candaan


__ADS_3

"kamu sangat mengkhawatirkan aku, itu artinya ada cinta,makanya jangan sembarang bilang putus. bermulai sekarang hanya aku yang bisa memutuskan hubungan kita"kata Heri kemudian.


"haah kamu pikir kamu suamiku"kata Yuna jengah sambil mempercepat langkahnya.


"sebentar lagi aku akan jadi suamimu"kata Heri lagi mengejar Yuna.


"aku tidak mau punya suami pengangguran nggak jelas"kata Yuna.


"aaaaghh sakit"kata Heri menyentuh dadanya.


"kenapa kamu selalu bercanda dengan penyakit, lebih baik kita kembali lagi berobat,mana yang sakit"kata Yuna khawatir sambil mau menyentuh dada Heri namun Ragu,Heri langsung menarik tangan Yuna dan meletakkan di dadanya.


"tidak usah kedokter,hatiku yang sakit mendengar perkataanmu tadi"kata Heri sambil meringis,Yuna yang tahu akal-akalan Heri .


"oooh sakit ya? ini baru sakit"kata Yuna mencubit dada Heri,membuat Heri melepaskan tangannya dan Heri mengusap dadanya yang cubit Yuna. dasar cowok cari kesempatan melulu.


"enakkan,jadi nggak cuma hatinya yang sakit,tapi terasa sampe keluar, senengnya bikin orang cemas aja,malas aku mau pulang aja"kata Yuna lagi dan berjalan terus sementra Heri berhenti.


"maafin aku"kata Heri.


"tapi tolong jangan tinggalkan aku,baru sekarang aku merasa dicintai seseorang dengan tulus, izinkanlah aku bahagia dengan bisa bersamamu,kamulah satu-satunya orang yang mampu mengerti aku,"kata Heri membuat Yuna berhenti namun tanpa menoleh Yuna tersenyum dan tersipu.


"jadi tolong kembalilah sekarang, aku terlalu lelah tidak mau mengejarmu,kenapa jalanmu cepat sekali"kata Heri berada sejajar di sebelah Yuna.


"jangan-jangan kamu tersipu ya dengar kata-kataku tadi"kata Heri menoleh ke Yuna. dan Yuna yang tadi tersipu menoleh kearah Heri juga. Heri tersenyum dan tak lupa gaya khasnnya yang langsung mengedipkan sebelah matanya pada Yuna. tuh kan mulai lagi dia mungkin klo nggak gitu matanya gatel kali pikir Yuna membuatnya tersenyum geli**.


"tuh kan bener"kata Heri lagi.


"iiiih apaan sih, "kata yuna.


"sekarang aku harus mengantarmu kemana? Di hapemu tidak ada Nomer orang tuamu,aku mana tahu rumahmu,kalo ke kafe.... Mending kamu balik sendiri mau aku panggilkan taksi"tanya Yuna akhirnya .


"ya panggil taksi untuk kita berdua"kata Heri.


"hmmm"Yuna mengerutkan kening.


"aku mau ketempatmu saja"kata Heri. Tunggu kenapa dia minta ketempatku lagi, aku ga mau nampung dia lagi... enak aja, eeeh tapi kalo sekarang serius pacaran sama dia berarti harus tahu tentang dia dan keluarganya donk, okeh jadi gue harus korek informasi tentang dia karena gue ga mau cuma jadi pacar candaan doank.


"malah ngelamun,ayo naik mobil"kata Heri mendorong Yuna masuk ke taksi. Yuna yang sedang berpikir keras tersentak.


"loh kok udah ada taksi,kamu yang manggil,ya udah kita kerumahmu aja"kata Yuna.


"ketempatmu aja,pak anterin ke....."kata Heri menyuruh kepada sopir.


"ngapain ketempat aku sih, emank kamu kenapa lagi?,lagian dirumah ada Esty"kata Yuna.


"jadi kamu pengennya kita berdua-duan aja hhmm...hm"kata Heri menyenggol bahu Yuna dengan bahunya.


"iidih siapa lagi yang mau gitu"kata Yuna kesal.


"aku tahu itu yang ada di fikiranmu yang sesungguhnya"kata Heri lagi


"terserah kamu aja,lagian ngapain lagi,besok aku udah mulai kerja,jadi jangan ganggu aku pak ke kafe.... aja ya"kata Yuna.


"jangan pak ke.... aja,ga usah dengerin dia"kata Heri kemudian taksi berhenti.


"silahkan kalian turun,dan bicarakan tujuannya yang pasti kemana, setelah itu order lagi,ayo pak bu silahkan turun"kata sopir itu. Yuna dan Heri berpandangan kalu turun.setelah taksi pergi Yuna masih menatap kesal sambil tangannya menyulang di dada.


"jangan menatapku seperti itu,itu sangat menggodaku,kamu semakin terlihat seksi,membuat aku ingin mendekat padamu"kata Heri sambil mendekati Yuna .dan Yuna segera mengepalkan tangan kanannya kearah muka Heri yang mendekat namun Heri tak bergeming dan malah memegang tangan Yuna. Yuna menatap Mata Heri yang semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Yuna. lalu...


"apa kamu itu anak orang kaya,yang ditinggal orangtuanya kerja di luar negeri,lalu jadi anak yang bebas tinggal di mana aja,dan karena kesepian kamu memanfaatkan seorang wanita untuk jadi pacar candaan"kata Yuna akhirnya mengeluarkan uneg-unegnya. membuat Heri berhenti mendekatkan wajahnya ke wajah Yuna.


"apa aku terlihat seperti itu di fikiranmu,dan pacar candaan hhh aku baru dengar istilah itu"kata Heri.


"bisakah kamu jauhkan wajahmu dari wajahku"kata Yuna.


"apa... kenapa kamu minta aku menjauhkan wajahku dari wajahmu,hhh tapi kau menutup mata,seolah menunggu ku cium"kata Heri tersenyum Yuna langsung membuka matanya.


"aaaa aku menutup mata karena bau nafasmu"kata Yuna membuat Ivan.memeriksa nafasnya dasar tidak pandai berbohong apa hubungannya, bau nafas dengan menutup mata kenapa bukan menutup hidung,dasar baiklah aku akan menahan diriku.


***


POV Rudi


Rudi kembali kerumahnya dan bertemuu

__ADS_1


dengan mamanya yang segera menutup telpon setelah berbicara dengan seseorang.


“sayang nih mama mau minta


penjelasan sama kamu”kata Mamanya lihat raut muka mamanya Rudi tahu pasti


tentang ketemuannya dengan Anggun.


“apa mah”kata Rudi hendak naik ke


kamarnya.


“sini duduk dulu,mama mau Tanya serius”kata


Mamanya Rudi menurut dan duduk di dekat mamanya.


“pasti soal ketemuan tadi kan?”Tanya


Rudi sambil mengusap rambutnya


“apa bener kamu itu……… ”kata mama Rudi


kaget namun ditahannya. Ooh ternyata ini


yang dinyatakan gadis itu, yang membuat Anggun kabur kata Rudi dalam hati.


“ya enggak lah mah , aku masih normal


kok, dan aku nggak pernah ngelakuin hal-hal aneh”kata Rudi


“trus kenapa tadi tante Agustin


mamanya Anggun telpon marah-marah sama mama dia bilang, mama ini bohong soal


kamu,trus dia bilang tega banget jodohin anaknya yang cantik dan seksi, ke anak


mama yang ……, coba kamu pikir gimana mama nggak syok dengernya, jadi kamu


bohongin dia sengaja biar nggak jadi lagi, kenapa sih kamu ini?”kata mama Mirna


“dia juga bohong mah, kirim foto


sama aslinya itu jauh banget”kata Rudi


“maksudnya apa?”kata mama


“dia aslinya mmmmm”kata Rudi membuat


bentuk badan Anggun.


“apa masak sih dia bohong begitu”kata


Mamanya


“mama lebih percaya anak mama apa


orang lain?”kata Rudi bangkit dari tempatnya duduk.


“beneran kayak gitu, kalo gitu mama


yang akan marahin dia nanti kurang ajar bohongin anakku yang ganteng dan kaya”kata


mamanya


“udah ya mah, kali ini terakhir mama


jodoh-jodohin aku ya, jangan coba-coba lagi, aku udah lelah di permaluin kayak


gini”kata Rudi menaikki tangga.


“iya-iya, tapi kamu juga harus


segera bawa calon yang baik dan bener, kalo nggak mama bakalan cariin jodoh


lagi, itu kewajiban orang tua”kata Mama

__ADS_1


“tenang aja mah bentar lagi mama


akan dapet calon mantu”kata Rudi senyum-senyum.


“oh ya cepat kenalin”kata mama lagi


sementara Rudi sudah naik.Rudi


tersenyum-senyum mengingat sekilas kenangan yang dilakukannya dengan Yuna tadi.


Kenapa tadi aku tidak meminta nomer hpnya. Bisakah aku ketemu dengannya lagi.


***


Kembali ke Yuna dan Heri.


"kenapa tidak menjawab


pertanyaanku"kata Yuna masih kesal


“yang mana”kata Heri santai sambil


memeriksa bau nafasnya terus.


“jangan pura-pura ga tahu”kata Yuna


“oooh pacar candaan?,apaan tuh pacar


candaan”kata Heri


“sebelum itu”kata Yuna. Heri


mengingat-ingat .


“aku kesepian”kata Heri lagi


“bukan, dimana orang tuamu”kata Yuna


kesal.


Heri menatapnya serius.


“apa kita tak bisa begini saja, “kata


Heri melangkah pergi.


“maafkan aku, apa pertanyaanku


menyakitimu, aku juga tahu rasanya tidak punya orang tua, ya walaupun Cuma ibuku


yang ngga ada, baiklah kamu bisa cerita nanti jika mau, atau tak perlu cerita


bila menyakitkan”kata Yuna menunduk dan menangis. Dan Heri kembali kearahnya.


“aku minta maaf membuatmu sedih, aku


belum bisa cerita tentang orang tuaku saat ini, dan kedua orang tua masih ada,


tolong jangan menangis, aku tidak bisa melihatmu sedih”kata Heri mencoba


membuat Yuna yang mulai terisak. Dan Heri takut kalau sampai Yuna menangis


seperti waktu itu.


“boleh aku peluk, tuh kan kamu jadi


nangis, jangan kenceng-kenceng nanti dilihat orang emang nggak malu”kata Heri


memeluk Yuna dengan paksa.


“hik…hik…hik… bau keringet, jangan


memelukku”kata Yuna menangis dan setengah tertawa.


“kita ketempatmu aja ya”kata Heri

__ADS_1


dan Yuna mengangguk.


__ADS_2