
Sesampainya dirumah kontrakan tempatnya dan Esty. Yuna masuk
dengan agak kesal.
“eeh Yuna, baru pulang”kata Esty Yuna tak menyahut dan meninggalkan
Esty yang meringis di ruang tengah merasa bersalah telah meninggalkan Yuna.
Esty mengelus dada kayaknya
dia marah banget deh sampe kaya gitu. Sementara Yuna masuk kamar dan melemparkan
tasnya ke kasur. Setelah itu segera keluar menuju kamar mandi. Esty hanya
memperhatikan Yuna sambil makan cemilan. Yuna menutup kamar mandi dengan agak
keras. Esty menutup matanya.
“aduuuh, kenapa Cuma gitu doank kok marah banget sih”kata
Esty menggerutu. Dan Yuna selesai ke mandi. Masih dengan menutup pintu kasar. Dan
masuk ke kamar dengan menutup dengan kasar juga.
Esty mengikuti dari belakang dan membuka pintu kamar pelan-pelan.
Dilihatnya Yuna sedang sibuk merapikan baju. Hah itu baju dari lemari udah lipetan kenapa di kluarin lagi .
“Yuna maafin gue”kata Esty pelan namun Yuna masih tak
menyahut dan sibuk dengan baju yang berada di depannya dan melipatnya dengan
kasar.
“Yuna tadi itu Elang sakit perut, trus katanya dia di telpon
supplier mau cex stock ke ruko.jadi dia ngajak aku pulang duluan, trus aku
nggak semlet deh kasih tahu kamu, makanya pas udah sampe rumah baru kirim
pesan, maaf ya”kata Esty menjelaskan dengan hati-hati. Namun tersentak saat
Yuna melempar. Bajunya ke lantai.
“dasar”umpatnya.uuuh
Esty lagi-lagi mengelus dada kenapa sih ini anak marah banget gitu sama aku.
“Yuna beneran
sorry, masa sih kamu nggak mau maafin aku”kata Esty sambil menunduk.
“menyebalkan, dasar,nggak punya perasaan aku nggak mau
maafin kamu”kata Yuna meleparkan lagi bajunya ke lantai. Baju ini nggak salah kok jadi sasaran langsung aja ke gue gitu marahnya
kata Esty dalam hati.
“ya udah kalo nggak mau maafin aku”kata Esty hendak keluar
kamar.
“dia yang menyebalkan nuduh aku selingkuh, kenapa aku bilang
putus nggak ada penolakan,aku pikir dia beneran suka sama aku, aku pikir
beneran bakal punya pacar”kata Yuna sambil sedikit terisak. Esty yang sudah dua
langkah mematung oooh ternyata bukan
marah ke gue . Kemudian di dekatinya Yuna
“kirain elu marah ke gue, emank ada apa sih?”kata Esty
penasaran.
“coba lihat sampe sekarang, dia nggak telpon nggak ngabarin,
kan aku bilang putus juga bohongan hik…hik , ga jadi dapet cowo ganteng hua…hua…”kata
Yuna seperti anak kecil
__ADS_1
“jadi kalian udah putus, padahal baru 2 hari jadian”kata
Esty sambil mengusap rambut Yuna.
“sakit ya kalo rasanya putus cinta”kata Yuna kearah Esty.
“aaah, nggak tahu aku blom pernah putus dari Elang, dan
jangan sampe sih, tapi bener nih kamu udah jatuh cinta sama dia?”Tanya Esty.
Yuna berhenti menangis dan menoleh lalu mengusap airmatanya.
“iya ya, baru 2 hari kenal, emank bisa langsung cinta”kata
Yuna.
“tapi bagaimana kalo iya aku udah jatuh cinta pada pandangan
pertama,tapi udah putus”kata Yuna menangis lagi
“ya udah cup…cup… mending sekarang putus, dari pada nanti udah
lama malah semakin mendalam perasaannya akan semakin sakit”kata Esty mengusap
pipi Yuna.
“tapi sakit tenggorokan ku”kata Yuna
“hah biasanya kalo nangis itu yang sakit dada loh”,eeh tapi
kok bisa dia bilang kamu selingkuh?”Tanya Esty heran.
““aku nggak tahu, tapi tatapan matanya itu nusuk banget
bener-bener kayak aku dosa banget, padahal aku Cuma nggak sengaja jalan sama
cowok,yah lumayan ganteng, tapi udah tua, apa mungkin dia ngliat ya”kata Yuna
berpikir.
“apa,?kok kamu beruntung banget sih bisa kenal dadakan sama
Tiba-tiba telpon Yuna berbunyi
***
Pov heri di café musa
sebelumnya Heri dan Pria itu berbicara.
“kak boleh nggak gue kasih tahu pacar gue dulu”kata Heri pada Dito
“pacar?”kata Dito heran
“oooh iya bisa bilang begitu”kata Heri lagi khawatir pada Yuna.
“tunggu Heri, aku ini bos mu dan temen kakakmu, walaupun kakakmu punya saham
disini,dan dia sebagai pemilik secara tak langsung, tapi kamu tak bisa
seenaknya gitu”kata Dito
“iya kak Dito saya tahu, saya minta maaf, tapi ini saya serius dengannya,
tolong jangan di ganggu dia ya, tapi jangan sampai dia tahu kalau keluargaku
pemiliknya”kata Heri lagi
"aku tidak ada urusan denganya,yang aku ada urusan denganmu"kata Dito lagi
"ya baiklah bolehkah aku berbicara sebentar kepadanya,dia pasti berpikir tidak-tidak tentangku"kata Heri agak khawatir.
"tunggu dulu,apa kamu tahu kakakmu selalu mengawasimu... dia bahkan menyuruhku memecatmu secara tak langsung,jika kamu tidak bekerja dengan baik walaupun itu hakku"kata Dito lagi
"aku tidak perduli, terserah kak Dito,mau memecatku juga silahkan,mereka juga tak mau perduli padaku"kata Heri berlagak ga butuh.
tapi.... kalau kakak memecatku aku harus tinggal dimana pikir Heri lagi dalam hati Dito hanya tersenyum.
"kamu masih sombong padahal kamu juga masih butuh,aku tidak akan memecatmu hanya memindahkanmu ke bagian cuci piring"kata Dito lagi
"apaa...kak Dito pikir,seorang cowok ganteng,keren ,terkenal dan penyanyi suruh cuci piring bagaimana dengan kulitku nanti akan melepuh rusak..."kata Heri. [kwak...kwak...]
__ADS_1
"jangan berlebihan mencuci piring tidak membuat kulit melepuh,kamu bisa gunakan sarung tangan"kata Dito kemudian pergi meninggalkan lalu menoleh.
"mulai dari hari ini yah,"kata Dito lagi
"oke boss, tapi aku perlu bicara dengan boleh nggak minta waktu sehari bersamanya untuk menikmati kafe ini"kata Heri memohon seperti anak kecil.
"baiklah"kata Dito sambil meninggalkan Heri.
kemudian Heri segera menemui Yuna namun Yuna sudah tidak ada agak panic Heri mencaru sampai keluar kafe. namun tidak didapatinya. mencoba menelpon Yuna tidak diangkat. akhirnya menelpon Esty.
"hallo, Esty apa Yuna bersamamu ?"kata Heri
"oooh iya tadi, tapi sekarang aku sama Elang sedang di jalan mau pulang, udah ya,susah megang telponnya "kata Esty
"tunggu kalian habis dari mana Sekarang Yuna dimana?"kata Heri
"dia masih di bunderan sendirian sono susul"kata Esty dan menutup telponnya.
Heri segera menunggu angkot namun tak kunjung datang. Entah kenapa dia begitu khawatir. coba ditelponya Yuna dan kirim pesan namun tak aktif WAnya bagaimana tahu titik keberadaannya. setelah naik angkot dengan agak kesal dan khawatir dia coba telpon Yuna lagi. setelah turun angkot dan membayar .Heri berlarian di Bunderan namun tak kunjung ketemu wajah Yuna. setelah di cex lagi hape. tampaknya WA Yuna sudah aktif kemudian dilacaknya keberadaan Yuna lewat wa. dan mendapati Yuna berada di sebuah Mall selly center. Heri mulai kecapean dan memegang dadanya yang terasa sakit. namun dia segera berlari dan akhirnya menemukan Yuna dalam keadaan terengah-engah.
***
Hape Yuna berdering terus. Dan yuna langsung cex hpnya. Terlihat nama Heri dan diletakkan kembali sambil manyun
"siapa yang telpon?kok ga diangkat?"tanya Esty penasaran dan mengambil handphone Yuna yang terus berdering.
"hah ini kan dia,benerang ga mau angkat,takutnya penting loh"kata Esty lagi.
"biarin aja ah,gue males"kata Yuna lagi .
"ihh bunyi terus tuh,biar gue yang ngangkat ya?"kata Esty langsung menerima panggilan. sedangkan Yuna yang hendak melarang gagal. hanya menaruh telunjuk ke bibirnya dan.
"bilang aku lagi di kamar mandi"kata Yuna.
"okeh"kata Esty kemudian ditempelkannya handphone Yuna di telinganya.
"hallo, ini my sweet ya"kata seseorang dari sana.
"my sweet?"kata Esty menoleh ke Yuna sambil senyum.
"bukan"kata Esty sambil nyengir ke Yuna dan Yuna mengernyitkan keningnya.
"ya udah siapa ajalah,soalnya ini di panggilan terakhir namanya My sweet, tolong siapa aja kamu soalnya yang punya hape ini orangnya sedang berada dirumah sakit AULIA"kata Seseorang.
"apa Rumah sakit,beneran kenapa emank mas?"kata Esty kaget .
"ada apa Es,kok ngomong rumah sakit"kata Yuna penasaran namun telunjuk Esty sudah di bibir sssst.
"iya,pak iya-iya pak makasih infonya saya akan segera kesana?"kata Esty kemudian menutup telponnya.Dan memandang Yuna.
"ada apa sih Es, dia ngomong apa,kok ada Rumah sakit segala?"kata Yuna bingung.
"Heri sedang dirumah sakit, dia bilang blom sadar,dan kamu harus tengok dia sekarang"kata Esty
"aah masa sih, akal-akalannya dia aja kali"kata Yuna manyun.
"kamu yakin ini cuma akal-akalan dia, tapi terjadi sesuatu ga tadi waktu di bunderan" kata Esty dan Yuna mengingat sesuatu.
"tidak ada yang aneh, cuma tadi pas dia nemuin aku itu kelihatan pucat karena capek ngos-ngosan,tapi sebelnya dia bilangin aku selingkuh jadinya gue nggak tahu jadi kesel sama dia trus aku putusin aja dia,kita jadian juga ga jelas kan beneran ga status kita pacaran"kata Yuna lagi
"kalian itu beneran udah resmi pacaran tidak perduli itu baru sebentar kenal atau tidak tapi kan udah jadian"kata Esty agak meninggi suaranya.
"iya juga sih,sebenernya seneng juga gue pacar"kata Yuna lagi.
"iih udah sono kamu ke rumah sakit AULIA buruan nanti kalo dia kenapa-napa bakal nyesel lo se umur hidup"kata Esty mendorong Yuna.
"ga mungkin Esty kalo soal itu dia pasti bercanda caper aja Kayak waktu itu"kata Yuna lagi
"ga mungkin bercanda,orang tadi bilang tadi Heri pingsan di Selly center"kata Esty lagi
"hah kenapa nggak bilang dari tadi,pantesan waktu aku ninggalin dia ada orang lari-lari trus bilang ada yang pingsan,berarti itu dia Ya Alloh"kata Yuna panic dqn khawatir lalu berdiri dan mondar mandir.
"aduh gimana nih, aku harus kesana naik apa,angkot pasti lama,ojek juga lama,naik ojek online aja biar cepet sampe sana"kata Yuna namun masih mondar mandir di kamar.
"kalo mondar-mandir di kamar ya nggak sampek-sampek neng"kata Esty aneh lihat Yuna mondar mandir kaya gosokan.
"ooh iya-ya tas gue mana,hp gue,eeeh tunggu kok dia ga telpon keluarganya sih"kata Yuna lagi sambi berhenti dan mikir.
"mungkin orang tadi itu lihat panggilan terakhir kamu,eeh my sweet deng"kata Esty membungkam mulutnya menahan tawa. Yuna tersipu mendengar kata my sweet.
"udah gi sono pergi,pastiin dia beneran dirumah sakit enggak?"kata Esty segera mendorong Yuna sampe keluar pintu kamar.
__ADS_1