
Sementara itu pagi jam 6:00 Rudi
masih di kamarnya. Kemudian mamanya mengetuk kamarnya.
“Rudi?”kata mama Mirna. Kemudian Rudi membuka pintu kamarnya.
“ya mah ada apa?, ”sahut Rudi
“hari ini kamu libur kan?”kata Mama Mirna
“iya, Rudi ke CFD di Bunderan”kata Rudi
“waah kebetulan banget kalo gitu, anak temen mamah juga hari ini mau ke
Bunderan , namanya Anggun , kamu sekaliyan kenalan ya sama dia, kali kamu harus
bersikap yang baik, suapaya dia mau nerima kamu”kata mama Mirna lagi
“haaah tapi mah, aku kan nggak pernah menolak mereka aja yang nggak mau
terima aku”kata Rudi lagi
“ya udah pokoknya, harus ketemu dulu, nanti aku kirimin foto sama nomer WA nya
yah, ya udah mama turun, dulu”kata Mama Mirna lagi. Kemudian meninggalkan Rudi.
Rudi hanya menghela nafasnya . Berkali-kali mamanya menjodoh-jodohkannya dengan
anak temen mamanya namun gagal. Rudi sebenernya sudah malas namun mau nggak mau
harus ikutin permintaan mamanya.
“hallo jeng kamu kirimin donk foto anakmu sama nomer WA nya sekarang anakku
mau ke Bunderan suruh anakmu ke Bunderan juga ya”kata Mama Mirna pada Agustin
temannya.
“iya iya, sekarang aku kirim, dan
suruh anakku siap-siap,kamu juga kirimin foto anakmu sama nomer Wa nya ya”kata
Agustin
“iya nanti aku kirim juga, eeh sudahnya anakku sudah turun dari kamarnya”kata
mama Mirna segera menutup telponnya.
Rudi Turun mendekati mamanya di meja makan.
“papa mana mah?”Tanya Rudi heran
“nggak tahu, kemana papamu pergi mungkin olahraga”kata Mama Mirna
“kok bisa mama nggak tahu?”kata Rudi Heran
“papamu itu mana bilang mau kemana, mama juga malas menanyakan,ini sudah
mama kirim fotonya Anggun dan Nomer WA nya nya”kata Mama Mirna mengalihkan
pembicaraan.
Kemudian hape Rudi berbunyi. Lalu di ceknya ada foto seorang wanita. Dan nomer
WA.
“Oh ya sayang itu, mama udah kirim foto sama nomer WA nya,jangan lupa ya
temuin dia sekarang”kata mama Mirna
“ooh ,Rudi berangkat dulu ya”kata Rudi berpamitan. Kemudian meninggalkan mamanya.
Membawa mobilnya menuju ke Bunderan. Ketika mau sampai di area Bunderan dan
hendak memarkirkan berbelok hampir menabrak seseorang seorang wanita. Wanita itu
mengelus dadanya. Membuat Rudi pun
terkejut dan membuka jendela mobilnya lalu melongokkan kepalannya kearah wanita
itu.
“maaf Mb, mbak nggak kenapa-kenapa?”kata Rudi dan wanita itupun menoleh
kearahnya. Entah kenapa tiba-tiba kehidupan seolah berjalan slow motion. Dan wanita
itu terlihat bersinar di matanya. Dan dadanya berdebar-debar.
“nggak , mas saya nggak kenapa-napa?lewat saja saya yang minta maaf tadi
nggak liha-lihat”kata wanita itu membuyarkan Rudi kemudian langsung pergi. Rudi
hendak mengatakan sesuatu namun tertahan. Karena wanita itu sudah menjauh. Segera
di parkirkan mobilnya dan hendak mencari wanita itu namun sudah tak ada. Yang ada
hanyalah bunyi pesan WA
“Hai ,aku Anggun kamu ada dimana sekarang?”kata Anggun pada Rudi. Rudi
membacanya namun malas membalasnya. Namun Anggun segera menelponnya. Akhirnya
Rudi pun mengangkatnya.
“hai mas Rudi, Posisinya sekarang dimana aku ada depan Selly Center”kata
Anggun lagi
“iya tunggu aku akan kesana”kata Rudi lagi menutup telponnya dan langsung
menuju lokasi yang di tunjukkan.
“iiih nggak sopan, masa langsung di matiin”kata Anggun yang memakai baju
warna Merah terang.
Rudi melihat foto Anggun yang dikirim ke hpnya kemudian mencari sosok yang
menyerupai foto itu atau yang mirip. Namun ketika dia sampai di Selly Center tidak
ada sosok itu malah ada seorang berbaju merah dengan badan lumayan gemuk
tersenyum kearahnya. Rudi menoleh ke belakangnya namun tak ada seseorang di
belakangnya. Aaah beneran mama nyuruh aku ketemuan sama dia kata Rudi dalam
Hati. Kemudian Rudi menggaruk kepalannya yang tidak gatal.
“Mas Rudi kan?”kata Anggun wanita gemuk yang berbaju merah. Rudi mengangguk
sambil nyengir. Dan Anggun langsung menggandeng tangannya. Dan beberapa orang
melihat kearahnya.
“kita cari sarapan dulu yuk”kata Anggun.
“bisa nggak jangan gandeng kaya gini ga enak dilihat orang”kata Rudi
“oooh emang kenapa, kan orang tua kita ngizinin”kata Anggun lagi tetep menggandeng
__ADS_1
Rudi. Dan Rudi tak bisa mengelak melihat badan Anggun lebih besar darinya. Namanya
sih Anggun tapi kok nggak anggun keluhnya dalam hati.
***
Sementara itu Esty dan Yuna serta Elang masuk kedalam Selly Center. Kemudian
Elang tiba-tiba memegang perutnya.
“mmmm”kata Elang sambil memukul-mukul pundak Yuna dan yuna menoleh kearahnya
tak mengerti.
“ada apa?”Tanya Yuna.
“mmmm”kata Elang lagi sambil memegangi perutnya.
“ngomong aja sih,aku nggak ngerti tahu?”kata yuna kesal. Esty langsung seolah
membuka Resleting mulut Elang. Yuna terpana.
“sakit perut nih mau ke toilet dulu ya”kata ELang kemudian.
“oooh emank harus gitu ya, lebay banget sih Lang?”kata Yuna
“ya udah sono ke toilet gi, makanya makan sambel jangan kebanyakan, aku sama
Yuna tunggu di sini ya?”kata Esty kepada Elang. Dan Elang mengangguk lalu
meninggalkan mereka.
“emank nggak apa-apa duduk di sini, kan kita nggak makan”kata Yuna lagi
“ga apa-apa kali sebentar doank”kata Esty lagi. Namun telponnya berdering.
Elang menelpon
“Siapa?”kata Yuna
“Elang telpon, kenapa nih, sebentar ya”kata Esty kemudian menjauhi Yuna dan
menerima telpon. Dan Yuna pun di tinggal sendirian. Pandangannya tertuju pada
pasangan yang sedang di duduk agak jauh darinya. Mereka adalah Anggun dan Rudi.
“kita sarapan dulu ya”kata Anggun dengan susah payah duduk agar bangkunya
muat. Rudi hanya tersenyum garing. Dan Yuna memperhatikan dan tersenyum
cekikikan.
“silahkan”kata Rudi lagi menawarkan pada Anggun.
“oke aku pesan dulu ya”kata Anggun setelah mulai nyaman duduk dan
bersemangat untuk pesan makanan. Setelah dia memesan makanan yang diinginkan.
“oooh pesan sebanyak ini apa habis”kata Rudi
“kamu takut nggak bisa bayar, tenang saja nanti aku yang bayar, silahkan
pesan saja”kata Anggun lagi
“oooh tidak aku sudah sarapan tadi di rumah”kata Rudi menggeleng. Sementara
Yuna menunggu Esty lama sekali.
“oooh ya udah aku belom sarapan dirumah”kata Anggun kemudian datang semua
makanan yang di pesan. Membuat mejanya penuh. Rudi menelan ludah. Dan menutup
“untuk sarapan sebanyak ini?nanti kamu sakit perut loh”kata Rudi
memperingatkan
“tenang saja, aku udah biasa makan seperti ini”kata Anggun lagi. Melihat
makanan penuh di meja membuat Rudi mulai eneg. Dan Yuna melihat itu tertawa
cekikikan. Dan tak sengaja Rudi menatap kearahnya. Oooh itu wanita tadi yang
hampir aku tabrak. Yuna memalingkan wajahnya ke hpnya namun tetep tak bisa
menahan tertawannya.
“aku mau permisi ke toilet dulu ya”kata Rudi sambil menatap tajam kearah
Yuna yang tertawa.
“oooh iya”kata Anggun sambil mengangguk dan menikmati sarapannya yang super
banyak menu.
Merasa di lihat oleh Rudi Yuna bangun dari duduknya dan meninggalkan tempat
makan itu. Namun Rudi sudah berada di depannya.
“permisi”kata Yuna ketika dihadang Rudi.
“ooh tunggu, bisa nggak kamu tanggung jawab dengan tertawamu tadi”kata Rudi
bingung mau bilang apa
“aaah tanggung jawab, maksudnya”Tanya Yuna bingung.
“oooh itu, bisa bantu aku nggak?”kata Rudi akhirnya
“bantu apa, kamu, ninggalin pacar kamu dan datang kepada orang tak dikenal
dan minta bantuan?”kata Yuna sambil menghela nafas.
“mmm sebenernya, dia bukan pacar aku, kami baru kenalan, dan kami janjian
ketemuan disini”kata Rudi lagi
“oooh blind date “kata Yuna lalu tertawa namun Rudi menutup mulutnya.
“sorry, tolong jangan ketawa”kata Rudi langsung melepaskan tangan dari bibir
Yuna.
“ooooh oke, trus aku bantu apa nih?”kata Yuna akhirnya.
“mau tidak pura-pura jadi pacar aku”kata Rudi.
“haah, ”kata Yuna
“tolong”kata Rudi
“ah nggak aaah”kata Yuna lagi
“tolonglah kalau tidak, setidaknya buat dia tidak menyukaiku”kata Rudi
memohon lagi
Dan Yuna menngernyitkan keningnya. Menatap
kearah Rudi serius.
__ADS_1
“oke baiklah, sebagai gantinya aku dapat apa?”kata Yuna
“kamu boleh minta apa saja”kata Rudi lagi
“oke deh”kata Yuna lagi.
“kalau begitu aku kembali dulu kesana ya”kata Rudi lagi. Kemudian kembali
menuju tempat duduk anggun. Setelah sampai betapa terkejutnnya karena semua
makanan sudah habis. Dan Anggun bersendawa. Membuat Rudi makin Ilfill.
“oooh sudah habis, padahal saya sebentar tadi”kata Rudi masih keheranan.
“kamu yang lama hhhk…hhkk…”jawab Anggun disertai cegukan
Rudi segera memberikan minum . Anggun segera menerima gelas yang berisi air
putih dan meminumnya sampai habis.
“terima kasih, aduh sekarang perutku sakit, aku mau ke toilet dulu ya”kata
Anggun akhirnya kemudian hendak bangun namun kepayahan.
“tadi sudah kubilang nanti sakit perut”kata Rudi
“nggak apa-apa kok, sebentar ya”kata Anggun lagi. Berusaha bangun.dan pergi
meninggalkan Rudi.sementara matanya berkeliling mencari Yuna namun tak
terlihat.
“kemana dia, apa dia berubah fikiran”kata Rudi. Lagi.
***
Sementara itu Yuna tersenyum memiliki ide yang lebih brilliant. Dia
mengikuti Anggun pergi ke toilet . dan Anggun menelpon mamanya.
“hallo mah”kata Anggun
“hallo, ada apa?gimana acara kencannya sayang?”kata mama Agustin
“orangnya cakep sih mah, tapi aku ditinggalin lagi makan, nggak romantic
bête jadinya”kata Anggun
“aah nggak apa-apa, yang penting kan keluarganya tajir sayang”kata Mama
Agustin
“iiih mama ini, manfaatin aku Cuma biar dapet orang kaya “kata Anggun.
“ya enggak lah sayang, kalo kamu nggak suka dia ya udah jangan di
lanjutin”kata Mama Agustin
“siapa bilang mah, Anggun mau kok… nggak apa-apa, biarin aja di nggak
romantic, yang penting ganteng dan kaya”kata Anggun sambil ketawa. Sedangkan
Yuna sibuk menguping. Nggak sengaja menyenggol alat pell sampe jatuh. Membuat
Anggun terkejut.
“eeh ya udah mah, nanti ngobrol lagi”kata Anggun menutup telponnya. Kemudian
merapikan rambutnya sambil ngaca. Dan Yuna mendekati.
“mbak tadi makan sama cowok itu pacarnya ya”kata Yuna pura-pura cuci tangan.
“mmm”kata Anggun mengangguk.
“beneran mbak, udah berapa lama pacaran sama dia”kata Yuna lagi.
“baru 2 bulan”jawab Anggun menatap kearah Yuna agak kesal karena Yuna kepo.
Yuna berdeak beberapa kali.
“ternyata baru dua bulan,”kata Yuna
“eeeh kamu siapa sih, kepo aja”kata Anggun hendak pergi. Namun Yuna
menahannya.
“tunggu mbak, aku harus kasih tahu kamu dia itu…”kata Yuna membisikkan
sesuatu ketelinga Anggun.
“haaah, ah nggak mungkin kamu pasti bohong, udah ah aku juga nggak kenal
sama kamu ini.”kata Anggun Pergi.
“aku ini korbannya mbak”kata Yuna lagi.
Namun dia menoleh sejenak. Namun Anggun berbalik lagi kearah Yuna.
“beneran nggak ,apa buktinya”kata Anggun. Kemudian Yuna hendak menunjukkan
foto dengan kamerannya.
“nggak usah, nggak usah, kalo itu emank bener aku nggak mau , lagian aku
baru kenal dia hari ”kata Anggun ketakutan. Kemudian segera kembali menuju
tempat Rudi berada. Dan melihat meja
sudah bersih.
“aaah mas ya kita kayaknya nggak bisa lanjutin deh hubungan ini, sebenernya
aku punya pacar, mamaku maksa aku buat ketemuan disini, maaf ya aku harus pergi”kata
Anggun lagi
“aaah iya nggak apa-apa?”kata Rudi
“mas udah bayarin makanannya kan?”kata Anggun lagi
“oooh udah tenang aja”kata Rudi lagi
“ya udah saya permisi dulu “kata Anggun pergi seperti agak ketakutan dan
terburu-buru. Membuat Rudi heran. Namun dia menarik nafas lega. Dan menutup
mata sejenak. Saat membuka mata. Sudah ada seseorang duduk kursi di depannya.
“hai mas”kata Yuna sambil melambai ke arah nya. Rudi tersenyum.
“jadi kamu yang udah bikin dia kabur, oke… apa yang kamu buat bikin dia
pergi, bukan ngelakuin hal yang aneh kan?”kata Rudi
“ga usah nanya macam-macam yang penting aku udah bantuin kamu, sekarang gentian
kamu tepatin janji kamu”kata Yuna lagi.
__ADS_1
bersambung