Cintaku Siapa?

Cintaku Siapa?
10.Ngedate dadakan 1


__ADS_3

Sementara itu pagi jam 6:00  Rudi


masih di kamarnya. Kemudian mamanya mengetuk kamarnya.


“Rudi?”kata mama Mirna. Kemudian Rudi membuka pintu kamarnya.


“ya mah ada apa?, ”sahut Rudi


“hari ini kamu libur kan?”kata Mama Mirna


“iya, Rudi ke CFD di Bunderan”kata Rudi


“waah kebetulan banget kalo gitu, anak temen mamah juga hari ini mau ke


Bunderan , namanya Anggun , kamu sekaliyan kenalan ya sama dia, kali kamu harus


bersikap yang baik, suapaya dia mau nerima kamu”kata mama Mirna lagi


“haaah tapi mah, aku kan nggak pernah menolak mereka aja yang nggak mau


terima aku”kata Rudi lagi


“ya udah pokoknya, harus ketemu dulu, nanti aku kirimin foto sama nomer WA nya


yah, ya udah mama turun, dulu”kata Mama Mirna lagi. Kemudian meninggalkan Rudi.


Rudi hanya menghela nafasnya . Berkali-kali mamanya menjodoh-jodohkannya dengan


anak temen mamanya namun gagal. Rudi sebenernya sudah malas namun mau nggak mau


harus ikutin permintaan mamanya.


“hallo jeng kamu kirimin donk foto anakmu sama nomer WA nya sekarang anakku


mau ke Bunderan suruh anakmu ke Bunderan juga ya”kata Mama Mirna pada Agustin


temannya.


“iya iya, sekarang aku kirim,  dan


suruh anakku siap-siap,kamu juga kirimin foto anakmu sama nomer Wa nya ya”kata


Agustin


“iya nanti aku kirim juga, eeh sudahnya anakku sudah turun dari kamarnya”kata


mama Mirna segera menutup telponnya.


Rudi Turun mendekati mamanya di meja makan.


“papa mana mah?”Tanya Rudi heran


“nggak tahu, kemana papamu pergi mungkin olahraga”kata Mama Mirna


“kok bisa mama nggak tahu?”kata Rudi Heran


“papamu itu mana bilang mau kemana, mama juga malas menanyakan,ini sudah


mama kirim fotonya Anggun dan Nomer WA nya nya”kata Mama Mirna mengalihkan


pembicaraan.


Kemudian hape Rudi berbunyi. Lalu di ceknya ada foto seorang wanita. Dan nomer


WA.


“Oh ya sayang itu, mama udah kirim foto sama nomer WA nya,jangan lupa ya


temuin dia sekarang”kata mama Mirna


“ooh ,Rudi berangkat dulu ya”kata Rudi berpamitan. Kemudian meninggalkan mamanya.


Membawa mobilnya menuju ke Bunderan. Ketika mau sampai di area Bunderan dan


hendak memarkirkan berbelok hampir menabrak seseorang seorang wanita. Wanita itu


mengelus dadanya. Membuat  Rudi pun


terkejut dan membuka jendela mobilnya lalu melongokkan kepalannya kearah wanita


itu.


“maaf Mb, mbak nggak kenapa-kenapa?”kata Rudi dan wanita itupun menoleh


kearahnya. Entah kenapa tiba-tiba kehidupan seolah berjalan slow motion. Dan wanita


itu terlihat bersinar di matanya. Dan dadanya berdebar-debar.


“nggak , mas saya nggak kenapa-napa?lewat saja saya yang minta maaf tadi


nggak liha-lihat”kata wanita itu membuyarkan Rudi kemudian langsung pergi. Rudi


hendak mengatakan sesuatu namun tertahan. Karena wanita itu sudah menjauh. Segera


di parkirkan mobilnya dan hendak mencari wanita itu namun sudah tak ada. Yang ada


hanyalah bunyi pesan WA


“Hai ,aku Anggun kamu ada dimana sekarang?”kata Anggun pada Rudi. Rudi


membacanya namun malas membalasnya. Namun Anggun segera menelponnya. Akhirnya


Rudi pun mengangkatnya.


“hai mas Rudi, Posisinya sekarang dimana aku ada depan Selly Center”kata


Anggun lagi


“iya tunggu aku akan kesana”kata Rudi lagi menutup telponnya dan langsung


menuju lokasi yang di tunjukkan.


“iiih nggak sopan, masa langsung di matiin”kata Anggun yang memakai baju


warna Merah terang.


Rudi melihat foto Anggun yang dikirim ke hpnya kemudian mencari sosok yang


menyerupai foto itu atau yang mirip. Namun ketika dia sampai di Selly Center tidak


ada sosok itu malah ada seorang berbaju merah dengan badan lumayan gemuk


tersenyum kearahnya. Rudi menoleh ke belakangnya namun tak ada seseorang di


belakangnya. Aaah beneran mama nyuruh aku ketemuan sama dia kata Rudi dalam


Hati. Kemudian Rudi menggaruk kepalannya yang tidak gatal.


“Mas Rudi kan?”kata Anggun wanita gemuk yang berbaju merah. Rudi mengangguk


sambil nyengir. Dan Anggun langsung menggandeng tangannya. Dan beberapa orang


melihat kearahnya.


“kita cari sarapan dulu yuk”kata Anggun.


“bisa nggak jangan gandeng kaya gini ga enak dilihat orang”kata Rudi


“oooh emang kenapa, kan orang tua kita ngizinin”kata Anggun lagi tetep menggandeng

__ADS_1


Rudi. Dan Rudi tak bisa mengelak melihat badan Anggun lebih besar darinya. Namanya


sih Anggun tapi kok nggak anggun keluhnya dalam hati.


***


Sementara itu Esty dan Yuna serta Elang masuk kedalam Selly Center. Kemudian


Elang tiba-tiba memegang perutnya.


“mmmm”kata Elang sambil memukul-mukul pundak Yuna dan yuna menoleh kearahnya


tak mengerti.


“ada apa?”Tanya Yuna.


“mmmm”kata Elang lagi sambil memegangi perutnya.


“ngomong aja sih,aku nggak ngerti tahu?”kata yuna kesal. Esty langsung seolah


membuka Resleting mulut Elang. Yuna terpana.


“sakit perut nih mau ke toilet dulu ya”kata ELang kemudian.


“oooh emank harus gitu ya, lebay banget sih Lang?”kata Yuna


“ya udah sono ke toilet gi, makanya makan sambel jangan kebanyakan, aku sama


Yuna tunggu di sini ya?”kata Esty kepada Elang. Dan Elang mengangguk lalu


meninggalkan mereka.


“emank nggak apa-apa duduk di sini, kan kita nggak makan”kata Yuna lagi


“ga apa-apa kali sebentar doank”kata Esty lagi. Namun telponnya berdering.


Elang menelpon


“Siapa?”kata Yuna


“Elang telpon, kenapa nih, sebentar ya”kata Esty kemudian menjauhi Yuna dan


menerima telpon. Dan Yuna pun di tinggal sendirian. Pandangannya tertuju pada


pasangan yang sedang di duduk agak jauh darinya. Mereka adalah Anggun dan Rudi.


“kita sarapan dulu ya”kata Anggun dengan susah payah duduk agar bangkunya


muat. Rudi hanya tersenyum garing. Dan Yuna memperhatikan dan tersenyum


cekikikan.


“silahkan”kata Rudi lagi menawarkan pada Anggun.


“oke aku pesan dulu ya”kata Anggun setelah mulai nyaman duduk dan


bersemangat untuk pesan makanan. Setelah dia memesan makanan yang diinginkan.


“oooh pesan sebanyak ini apa habis”kata Rudi


“kamu takut nggak bisa bayar, tenang saja nanti aku yang bayar, silahkan


pesan saja”kata Anggun lagi


“oooh tidak aku sudah sarapan tadi di rumah”kata Rudi menggeleng. Sementara


Yuna menunggu Esty lama sekali.


“oooh ya udah aku belom sarapan dirumah”kata Anggun kemudian datang semua


makanan yang di pesan. Membuat mejanya penuh. Rudi menelan ludah. Dan menutup


“untuk sarapan sebanyak ini?nanti kamu sakit perut loh”kata Rudi


memperingatkan


“tenang saja, aku udah biasa makan seperti ini”kata Anggun lagi. Melihat


makanan penuh di meja membuat Rudi mulai eneg. Dan Yuna melihat itu tertawa


cekikikan. Dan tak sengaja Rudi menatap kearahnya. Oooh itu wanita tadi yang


hampir aku tabrak. Yuna memalingkan wajahnya ke hpnya namun tetep tak bisa


menahan tertawannya.


“aku mau permisi ke toilet dulu ya”kata Rudi sambil menatap tajam kearah


Yuna yang tertawa.


“oooh iya”kata Anggun sambil mengangguk dan menikmati sarapannya yang super


banyak menu.


Merasa di lihat oleh Rudi Yuna bangun dari duduknya dan meninggalkan tempat


makan itu. Namun Rudi sudah berada di depannya.


“permisi”kata Yuna ketika dihadang Rudi.


“ooh tunggu, bisa nggak kamu tanggung jawab dengan tertawamu tadi”kata Rudi


bingung mau bilang apa


“aaah tanggung jawab, maksudnya”Tanya Yuna bingung.


“oooh itu, bisa bantu aku nggak?”kata Rudi akhirnya


“bantu apa, kamu, ninggalin pacar kamu dan datang kepada orang tak dikenal


dan minta bantuan?”kata Yuna sambil menghela nafas.


“mmm sebenernya, dia bukan pacar aku, kami baru kenalan, dan kami janjian


ketemuan disini”kata Rudi lagi


“oooh blind date “kata Yuna lalu tertawa namun Rudi menutup mulutnya.


“sorry, tolong jangan ketawa”kata Rudi langsung melepaskan tangan dari bibir


Yuna.


“ooooh oke, trus aku bantu apa nih?”kata Yuna akhirnya.


“mau tidak pura-pura jadi pacar aku”kata Rudi.


“haah, ”kata Yuna


“tolong”kata Rudi


“ah nggak aaah”kata Yuna lagi


“tolonglah kalau tidak, setidaknya buat dia tidak menyukaiku”kata Rudi


memohon lagi


Dan Yuna menngernyitkan keningnya. Menatap


kearah Rudi serius.

__ADS_1


“oke baiklah, sebagai gantinya aku dapat apa?”kata Yuna


“kamu boleh minta apa saja”kata Rudi lagi


“oke deh”kata Yuna lagi.


“kalau begitu aku kembali dulu kesana ya”kata Rudi lagi. Kemudian kembali


menuju tempat duduk anggun. Setelah sampai betapa terkejutnnya karena semua


makanan sudah habis. Dan Anggun bersendawa. Membuat Rudi makin Ilfill.


“oooh sudah habis, padahal saya sebentar tadi”kata Rudi masih keheranan.


“kamu yang lama hhhk…hhkk…”jawab Anggun disertai cegukan


Rudi segera memberikan minum . Anggun segera menerima gelas yang berisi air


putih dan meminumnya sampai habis.


“terima kasih, aduh sekarang perutku sakit, aku mau ke toilet dulu ya”kata


Anggun akhirnya kemudian hendak bangun namun kepayahan.


“tadi sudah kubilang nanti sakit perut”kata Rudi


“nggak apa-apa kok, sebentar ya”kata Anggun lagi. Berusaha bangun.dan pergi


meninggalkan Rudi.sementara matanya berkeliling mencari Yuna namun tak


terlihat.


“kemana dia, apa dia berubah fikiran”kata Rudi. Lagi.


***


Sementara itu Yuna tersenyum memiliki ide yang lebih brilliant. Dia


mengikuti Anggun pergi ke toilet . dan Anggun menelpon mamanya.


“hallo mah”kata Anggun


“hallo, ada apa?gimana acara kencannya sayang?”kata mama Agustin


“orangnya cakep sih mah, tapi aku ditinggalin lagi makan, nggak romantic


bête jadinya”kata Anggun


“aah nggak apa-apa, yang penting kan keluarganya tajir sayang”kata Mama


Agustin


“iiih mama ini, manfaatin aku Cuma biar dapet orang kaya “kata Anggun.


“ya enggak lah sayang, kalo kamu nggak suka dia ya udah jangan di


lanjutin”kata Mama Agustin


“siapa bilang mah, Anggun mau kok… nggak apa-apa, biarin aja di nggak


romantic, yang penting ganteng dan kaya”kata Anggun sambil ketawa. Sedangkan


Yuna sibuk menguping. Nggak sengaja menyenggol alat pell sampe jatuh. Membuat


Anggun terkejut.


“eeh ya udah mah, nanti ngobrol lagi”kata Anggun menutup telponnya. Kemudian


merapikan rambutnya sambil ngaca. Dan Yuna mendekati.


“mbak tadi makan sama cowok itu pacarnya ya”kata Yuna pura-pura cuci tangan.


“mmm”kata Anggun mengangguk.


“beneran mbak, udah berapa lama pacaran sama dia”kata Yuna lagi.


“baru 2 bulan”jawab Anggun menatap kearah Yuna agak kesal karena Yuna kepo.


Yuna berdeak beberapa kali.


“ternyata baru dua bulan,”kata Yuna


“eeeh kamu siapa sih, kepo aja”kata Anggun hendak pergi. Namun Yuna


menahannya.


“tunggu mbak, aku harus kasih tahu kamu dia itu…”kata Yuna membisikkan


sesuatu ketelinga Anggun.


“haaah, ah nggak mungkin kamu pasti bohong, udah ah aku juga nggak kenal


sama kamu ini.”kata Anggun Pergi.


“aku ini korbannya mbak”kata Yuna lagi.


Namun dia menoleh sejenak. Namun Anggun berbalik lagi kearah Yuna.


“beneran nggak ,apa buktinya”kata Anggun. Kemudian Yuna hendak menunjukkan


foto dengan kamerannya.


“nggak usah, nggak usah, kalo itu emank bener aku nggak mau , lagian aku


baru kenal dia hari ”kata Anggun ketakutan. Kemudian segera kembali menuju


tempat  Rudi berada. Dan melihat meja


sudah bersih.


“aaah mas ya kita kayaknya nggak bisa lanjutin deh hubungan ini, sebenernya


aku punya pacar, mamaku maksa aku buat ketemuan disini, maaf ya aku harus pergi”kata


Anggun lagi


“aaah iya nggak apa-apa?”kata Rudi


“mas udah bayarin makanannya kan?”kata Anggun lagi


“oooh udah tenang aja”kata Rudi lagi


“ya udah saya permisi dulu “kata Anggun pergi seperti agak ketakutan dan


terburu-buru. Membuat Rudi heran. Namun dia menarik nafas lega. Dan menutup


mata sejenak. Saat membuka mata. Sudah ada seseorang duduk kursi di depannya.


“hai mas”kata Yuna sambil melambai ke arah nya. Rudi tersenyum.


“jadi kamu yang udah bikin dia kabur, oke… apa yang kamu buat bikin dia


pergi, bukan ngelakuin hal yang aneh kan?”kata Rudi


“ga usah nanya macam-macam yang penting aku udah bantuin kamu, sekarang gentian


kamu tepatin janji kamu”kata Yuna lagi.


 

__ADS_1


bersambung


__ADS_2