Cintaku Siapa?

Cintaku Siapa?
21.Udah Nikah malah Berantem mulu


__ADS_3

Heri terbangun dan merasa tidur sangat nyaman dan nyenyak.


Dengan menggeliatkan badan dia duduk. Ditengoknya sebelah istrinya sudah tidaka


ada di ranjang.


“kemana dia apa sudah sibuk didapur”kata Heri sambil menoleh


kesekeliling namun  kemudian diturunkan


kakinya dan tersentak karena tiba-tiba ada yang menyentuh kakinya.


“ya ampun”kata Heri menarik kakinya ke ranjang kemudian


pelan-pelan melongokkan kepalannya. Kebawah ranjang. Namun Yuna segera duduk


sambil memeluk guling membuat Heri memegangi dadannya saking kagetnya.


“astagfirullahaladzim”katanya terus memegangi dadanya sambil


menatap wajah Yuna.


“kenapa tidur di bawah?”Tanya Heri masih memegangi dadanya


sambil terengah-engah karena kaget.


“ini semua gara-gara kamu?”kata Yuna ngomel.


“kok gara-gara aku, perasaaan aku tidur nyaman nggak


terbangun sama sekali,trus itu serius muka nggak dibersihin sampe pagi”kata


Heri kemudian tertawa.


“aku harus berjaga semalaman, siapa tahu kamu akan


menyerangku tiba-tiba”kata Yuna Lagi masih dengan mengomel .


“oooh ya udah, kalau bitu sekarang aja yuk kita


ngelakuin**** “kata Heri sambil mulai mendekati Yuna. Namun dengan sigap Yuna


memukulnya dengan Guling dengan keras.


“aduuuuh, aduuuh, “kata heri menahan pukulan Yuna.


“makanya jangan macam-macam”kata Yuna kesal.


“yang benar saja, aku punya hak kali, ngelakuin itu, “kata


Heri lagi


“aku tahu…. , hanya aku blom siap aja”kata  Yuna lagi


“ Tuhan, kenapa menikah malah sial begini”kata Heri sambil


menadahkan tangan.


“oooh jadi kamu nyesel nikah sama aku”kata Yuna kemudian


bangun dan siap-siap memukul dengan Guling. Menyadari aka nada serangan Heri


pun bangkit dan berusaha kabur menuju pintu, walau masih terkena pukulan guling


sedikit.


“kemarin kau bilang ingin selalu bersamaku, sekarang


menyesal,dan sekarang apa mau menceraikan aku”kata Yuna masih sambil memukul


Heri dengan Guling dan segera Heri membuka pintu keluar. Sedangkan Yuna


melemparkan Guling tepat mengenai pintu yang sudah tertutup.


“dasar menyebalkan”stengah teriak Yuna. Namun bunyi Bruuk


cukup keras guling memukul pintu. Kemudian hp Yuna berbunyi ada Pesan dari


Widi.


“say gimana kabar Bapakmu”kata Widi


“Alhamdulillah Bapak nggak apa-apa , Sehat”jawab Yuna lewat


pesan WA


“Ooooh syukur kalo gitu, ooh ya kamu jadinya izin berapa


Hari”kata Widi


“3 hari aja, aku udah beli tiket kereta online balik nanti


malem”jawab Yuna


“oke kalo begitu”kata Widi lagi.


Heri yang sudah keluar menutup pintu sambil memegangi


dadanya lalu tersenyum melihat pintu. Saat menoleh sudah ada Dadi di dekat


depannya.


“yang habis MP Senyum-semyum aja”ledek Dadi Heri yang


tadinya tersenyum jadi meringis.


“eeeeh berapa Ronde Mas”Tanya Dadi Iseng.


“haaah sepanjang malam bangun tidur bangun tidur terus”jawab


Heri sekenannya sambil Berlalu.

__ADS_1


“wuih masa, hebat banget”kata Dadi. Kemudian Yuna keluar


dari kamar. Dadi langsung menegur.


“mb Yun”kata Dadi ketika melihat dari belakang Rambut Yuna


yang acak-acakan.


Yuna kaget mendengar suara Dadi, dan teringat mukannya yang


masih pake masker. Kemudian menutupi mukanya sambil menoleh.


“apa?”kata Yuna Agak ketus sambil menutup mukanya menghadap


Dadi.


“ha…ha…ha… Malu ya mb nggak tidur semaleman”kata Dadi


cengengesan.


“kok kamu tahu aku nggak tidur semaleman ,”kata Yuna membuka


tangan yang menutui kedua wajahnya.


“ya Ampun mb, makanya jangan kebanyakan tuh kan mukanya jadi


rusak”kata Dadi berlalu sambiil menggeleng.


“iiih apaaan sih, sok tahu banget, aduh ini muka jadi keras


banget, jangan jangan nggak bisa di bersihin”kata Yuna kemudian hendak menuju


kesumur. Dan melihat bi sumi sedang menunggu.


“bi Sumi ngapain disini, mau kesumur kok nggak ke sumur aja”kata


Yuna.


“eeeh, loh kamu kenapa mukanya”kata Bi sumi.


“oooh ini masker muka”kata Yuna.


“oooh, eh kebetulan kamu sono gi ambilin ember kecil ke


sumur”kata bi Sumi.


“kok nggak Bi Sumi aja sih”kata Yuna.


“ya nggak mungkin saya yang ambil, kan suamimu lagi mandi di


sumur, sono ambilin buruan”kata Bi Sumi.


“aaah entar aja nunggu selesai mandi sekalian”kata Yuna


“eeeh embernya mau di pake, buruan ambilin , masa malu ama


suamimu sendiri”kata bi sumi sambil dorong Yuna kearah sumur. Sehingga Yuna


berdiri. Membuat Heri terkejut dan langsung menutupi **** dengan tangannya


walaupun masih kelihatan. Melihat seperti itu Yuna tertawa dan entah kenapa


terbesit untuk menggodanya.


“iiih ngapain kesini sih, kan bisa gantian mandinya, apa


kamu pengen mandi bareng sama aku”kata Heri sambil berusaha menutupi


sekenannya.


“oooh iya gimana kalo aku bilang iya”kata Yuna mendekat Herii


padahal mau ambil Ember. Heri miring-miring Kemudian Yuna mengambil ember. Dan berjalan


keluar. Kemudian menoleh.


“eeeh dengar nya aku tak tertarik mandi denganmu, lagian aku


udah lihat punyamu segini”kata Yuna sambil menunjukkan kelingkingnya dan pergi


meninggalkan Heri.


“apa segini?berani melecehkanku, blom tahu aja nanti kubalas”kata


Heri kemudian menyiram badannya dan segera memakai handuk.


“ini bi”kata Yuna menyerahkan ember yang di bawanya pada bi


sumi.


Beberapa saaat kemudian Heri keluar sumur sambil


mengeringkan rambutnya dengan handuk dan sudah berpakaian. Yuna menoleh


kearahnya dan tersenyum mengejek. Sedangkan Heri membalas menatapnya dengan


tatapan penuh rencana pasti akan kubalas pikir Heri dalam hati. Ketika Yuna sudah berada di sumur Heri berpikir ingin


membalas Yuna.


“ngapain berdiri disitu”kata Yuna. Ketika Heri sudah berada


dekat sumur.


“kamu mau melihatku tanpa pakaian”kata Yuna.


“aku tak seperti kamu, yang punya otak mesum, aku Cuma kasih


tahu cuciin bajuku sekaliyan”kata Heri kemudian pergi.


“aaapaa.. otalk mesum, oooh ya tuhan, aku… ooooh dasar”kata

__ADS_1


Yuna ngedumel kesel sambil membersihkan masker di wajahnya yang agak susah


dengan keras.


***


“mas Ayo sarapan, aku mau kekebun sama Pak De mau ikut ndak”Tanya


Dadi.


“oooh iya boleh, aku juga blom pernah”kata Heri kemudian


duduk dekat Dadi dan Pak Basuki.


“makan seadanya ya, mungkin makanan disini beda sama makanan


di tempatmu, dikota”kata Pak Basuki.


“oooh sama aja pak, saya sudah biasa makan seadannya”kata Heri


kemudian ikut makan.


“oooh ya, saya nitip sama kamu… tolong jaga Yuna,bahagiain


dia, dia udah nggak ada ibunya…. Kalo sedikit Nakal yah didik jadi istri yang


bener” kata Pak Basuki.


“ahh bapak ini bisa aja, saya akan berusaha pak buat Yuna


bahagia”kata Heri.


“syukur kalo begitu”kata Pak Basuki.


“pak D nanti mau nanam jagung ya” kata Dadi.


“ga hari ini besok aja, mau nengokin kebun aja”kata Pak


Basuki.


“saya boleh ikut nggak pak”kata Heri.


“iya boleh nggak apa-apa2”kata Pak Basuki.


“iya mas, nanti ta ajak ke sawah bapakku , ada sendangnya “kata


Dadi


“apa itu sendang”kata Heri heran.


“air mas, eeeh kolam”kata Dadi


“ooooh, ayo “kata Heri. Kemudian pak Basuki bersiap membawa


cangkul dan karung sementara .Dadi membawa air  minum. Heri keluar Rumah dan melihat Yuna sedang menjemur pakaian dan


terakhir celana **** punya Heri.


“nggak usah di usap-usap, kamu sebenernya pengen megang yang


aslinya kan, dasar otak mesum”kata Heri menyindir dan Yuna menoleh dengan


kesal. Lalu melemparkan celana itu pada Heri.


“jemur sendiri, dasar segini”kata Yuna menunjukkan


kelingkingnya sambil kabur. Heri mendesis kesal serasa harga diri


kelaki-lakianya terkoyak. Dan menjemur celana dengan sedikit kesal.


“akua mau kepasar mau ikut nggak”kata Yuna keluar lagi.


“nggak, aku mau ikut bapak ke kebun, Dadi mau ngajak aku ke


sendang, itu pasti tempat yang bagus”kata Heri lagi.


“memangnya nggak makan dulu,”kata Yuna berharap Heri mau


mengantarnya pergi ke pasar untuk belanja.


“udah sayang”jawab Heri menyubit dagu Yuna dengan gemas dan


Yuna berusaha menyingkirkan tangan Heri dari dagunyya


“mas Heri, ayo berangkat”kata Dadi.


“ooh iya ayo, aku pergi dulu ya istriku, tolong buatkan


makanan yang enak untukku”kata Heri mengerlingkan matanya. Aduh kumat deh kremiaannyua.


“kalo miinta masakin enak anterin aku belanja donk,…mau


kekebun?, pake jaket?, yang bener aja, kalo pagi emank dingin, tapi siangan


dikit juga panas”kata Yuna masih berharap Heri mengantarkannya ke pasar. Kemudian


Heri berbalik melepas jaketnya dan meletakkan jaketnya di kepala Yuna kemudian


senyum dan pergi.


“iiih di kira kepalaku ini cantolan baju, dasar, aduh males


kepasar pengen ikut ke kebun”kata Yuna


“habis belanja kita masak nanti anterin makan buat bapakmu


sama suamimu kekebun”kata Bi Sumi.


“oooh


iya ya”kata Yuna senang. Kemudian segera di mengetik sms pada Heri [fotokan kegiatan bapak dikebun ya]ketik

__ADS_1


Yuna pada heri [foto Bapak apa fotoku


__ADS_2