
Heri terbangun dan merasa tidur sangat nyaman dan nyenyak.
Dengan menggeliatkan badan dia duduk. Ditengoknya sebelah istrinya sudah tidaka
ada di ranjang.
“kemana dia apa sudah sibuk didapur”kata Heri sambil menoleh
kesekeliling namun kemudian diturunkan
kakinya dan tersentak karena tiba-tiba ada yang menyentuh kakinya.
“ya ampun”kata Heri menarik kakinya ke ranjang kemudian
pelan-pelan melongokkan kepalannya. Kebawah ranjang. Namun Yuna segera duduk
sambil memeluk guling membuat Heri memegangi dadannya saking kagetnya.
“astagfirullahaladzim”katanya terus memegangi dadanya sambil
menatap wajah Yuna.
“kenapa tidur di bawah?”Tanya Heri masih memegangi dadanya
sambil terengah-engah karena kaget.
“ini semua gara-gara kamu?”kata Yuna ngomel.
“kok gara-gara aku, perasaaan aku tidur nyaman nggak
terbangun sama sekali,trus itu serius muka nggak dibersihin sampe pagi”kata
Heri kemudian tertawa.
“aku harus berjaga semalaman, siapa tahu kamu akan
menyerangku tiba-tiba”kata Yuna Lagi masih dengan mengomel .
“oooh ya udah, kalau bitu sekarang aja yuk kita
ngelakuin**** “kata Heri sambil mulai mendekati Yuna. Namun dengan sigap Yuna
memukulnya dengan Guling dengan keras.
“aduuuuh, aduuuh, “kata heri menahan pukulan Yuna.
“makanya jangan macam-macam”kata Yuna kesal.
“yang benar saja, aku punya hak kali, ngelakuin itu, “kata
Heri lagi
“aku tahu…. , hanya aku blom siap aja”kata Yuna lagi
“ Tuhan, kenapa menikah malah sial begini”kata Heri sambil
menadahkan tangan.
“oooh jadi kamu nyesel nikah sama aku”kata Yuna kemudian
bangun dan siap-siap memukul dengan Guling. Menyadari aka nada serangan Heri
pun bangkit dan berusaha kabur menuju pintu, walau masih terkena pukulan guling
sedikit.
“kemarin kau bilang ingin selalu bersamaku, sekarang
menyesal,dan sekarang apa mau menceraikan aku”kata Yuna masih sambil memukul
Heri dengan Guling dan segera Heri membuka pintu keluar. Sedangkan Yuna
melemparkan Guling tepat mengenai pintu yang sudah tertutup.
“dasar menyebalkan”stengah teriak Yuna. Namun bunyi Bruuk
cukup keras guling memukul pintu. Kemudian hp Yuna berbunyi ada Pesan dari
Widi.
“say gimana kabar Bapakmu”kata Widi
“Alhamdulillah Bapak nggak apa-apa , Sehat”jawab Yuna lewat
pesan WA
“Ooooh syukur kalo gitu, ooh ya kamu jadinya izin berapa
Hari”kata Widi
“3 hari aja, aku udah beli tiket kereta online balik nanti
malem”jawab Yuna
“oke kalo begitu”kata Widi lagi.
Heri yang sudah keluar menutup pintu sambil memegangi
dadanya lalu tersenyum melihat pintu. Saat menoleh sudah ada Dadi di dekat
depannya.
“yang habis MP Senyum-semyum aja”ledek Dadi Heri yang
tadinya tersenyum jadi meringis.
“eeeeh berapa Ronde Mas”Tanya Dadi Iseng.
“haaah sepanjang malam bangun tidur bangun tidur terus”jawab
Heri sekenannya sambil Berlalu.
__ADS_1
“wuih masa, hebat banget”kata Dadi. Kemudian Yuna keluar
dari kamar. Dadi langsung menegur.
“mb Yun”kata Dadi ketika melihat dari belakang Rambut Yuna
yang acak-acakan.
Yuna kaget mendengar suara Dadi, dan teringat mukannya yang
masih pake masker. Kemudian menutupi mukanya sambil menoleh.
“apa?”kata Yuna Agak ketus sambil menutup mukanya menghadap
Dadi.
“ha…ha…ha… Malu ya mb nggak tidur semaleman”kata Dadi
cengengesan.
“kok kamu tahu aku nggak tidur semaleman ,”kata Yuna membuka
tangan yang menutui kedua wajahnya.
“ya Ampun mb, makanya jangan kebanyakan tuh kan mukanya jadi
rusak”kata Dadi berlalu sambiil menggeleng.
“iiih apaaan sih, sok tahu banget, aduh ini muka jadi keras
banget, jangan jangan nggak bisa di bersihin”kata Yuna kemudian hendak menuju
kesumur. Dan melihat bi sumi sedang menunggu.
“bi Sumi ngapain disini, mau kesumur kok nggak ke sumur aja”kata
Yuna.
“eeeh, loh kamu kenapa mukanya”kata Bi sumi.
“oooh ini masker muka”kata Yuna.
“oooh, eh kebetulan kamu sono gi ambilin ember kecil ke
sumur”kata bi Sumi.
“kok nggak Bi Sumi aja sih”kata Yuna.
“ya nggak mungkin saya yang ambil, kan suamimu lagi mandi di
sumur, sono ambilin buruan”kata Bi Sumi.
“aaah entar aja nunggu selesai mandi sekalian”kata Yuna
“eeeh embernya mau di pake, buruan ambilin , masa malu ama
suamimu sendiri”kata bi sumi sambil dorong Yuna kearah sumur. Sehingga Yuna
berdiri. Membuat Heri terkejut dan langsung menutupi **** dengan tangannya
walaupun masih kelihatan. Melihat seperti itu Yuna tertawa dan entah kenapa
terbesit untuk menggodanya.
“iiih ngapain kesini sih, kan bisa gantian mandinya, apa
kamu pengen mandi bareng sama aku”kata Heri sambil berusaha menutupi
sekenannya.
“oooh iya gimana kalo aku bilang iya”kata Yuna mendekat Herii
padahal mau ambil Ember. Heri miring-miring Kemudian Yuna mengambil ember. Dan berjalan
keluar. Kemudian menoleh.
“eeeh dengar nya aku tak tertarik mandi denganmu, lagian aku
udah lihat punyamu segini”kata Yuna sambil menunjukkan kelingkingnya dan pergi
meninggalkan Heri.
“apa segini?berani melecehkanku, blom tahu aja nanti kubalas”kata
Heri kemudian menyiram badannya dan segera memakai handuk.
“ini bi”kata Yuna menyerahkan ember yang di bawanya pada bi
sumi.
Beberapa saaat kemudian Heri keluar sumur sambil
mengeringkan rambutnya dengan handuk dan sudah berpakaian. Yuna menoleh
kearahnya dan tersenyum mengejek. Sedangkan Heri membalas menatapnya dengan
tatapan penuh rencana pasti akan kubalas pikir Heri dalam hati. Ketika Yuna sudah berada di sumur Heri berpikir ingin
membalas Yuna.
“ngapain berdiri disitu”kata Yuna. Ketika Heri sudah berada
dekat sumur.
“kamu mau melihatku tanpa pakaian”kata Yuna.
“aku tak seperti kamu, yang punya otak mesum, aku Cuma kasih
tahu cuciin bajuku sekaliyan”kata Heri kemudian pergi.
“aaapaa.. otalk mesum, oooh ya tuhan, aku… ooooh dasar”kata
__ADS_1
Yuna ngedumel kesel sambil membersihkan masker di wajahnya yang agak susah
dengan keras.
***
“mas Ayo sarapan, aku mau kekebun sama Pak De mau ikut ndak”Tanya
Dadi.
“oooh iya boleh, aku juga blom pernah”kata Heri kemudian
duduk dekat Dadi dan Pak Basuki.
“makan seadanya ya, mungkin makanan disini beda sama makanan
di tempatmu, dikota”kata Pak Basuki.
“oooh sama aja pak, saya sudah biasa makan seadannya”kata Heri
kemudian ikut makan.
“oooh ya, saya nitip sama kamu… tolong jaga Yuna,bahagiain
dia, dia udah nggak ada ibunya…. Kalo sedikit Nakal yah didik jadi istri yang
bener” kata Pak Basuki.
“ahh bapak ini bisa aja, saya akan berusaha pak buat Yuna
bahagia”kata Heri.
“syukur kalo begitu”kata Pak Basuki.
“pak D nanti mau nanam jagung ya” kata Dadi.
“ga hari ini besok aja, mau nengokin kebun aja”kata Pak
Basuki.
“saya boleh ikut nggak pak”kata Heri.
“iya boleh nggak apa-apa2”kata Pak Basuki.
“iya mas, nanti ta ajak ke sawah bapakku , ada sendangnya “kata
Dadi
“apa itu sendang”kata Heri heran.
“air mas, eeeh kolam”kata Dadi
“ooooh, ayo “kata Heri. Kemudian pak Basuki bersiap membawa
cangkul dan karung sementara .Dadi membawa air minum. Heri keluar Rumah dan melihat Yuna sedang menjemur pakaian dan
terakhir celana **** punya Heri.
“nggak usah di usap-usap, kamu sebenernya pengen megang yang
aslinya kan, dasar otak mesum”kata Heri menyindir dan Yuna menoleh dengan
kesal. Lalu melemparkan celana itu pada Heri.
“jemur sendiri, dasar segini”kata Yuna menunjukkan
kelingkingnya sambil kabur. Heri mendesis kesal serasa harga diri
kelaki-lakianya terkoyak. Dan menjemur celana dengan sedikit kesal.
“akua mau kepasar mau ikut nggak”kata Yuna keluar lagi.
“nggak, aku mau ikut bapak ke kebun, Dadi mau ngajak aku ke
sendang, itu pasti tempat yang bagus”kata Heri lagi.
“memangnya nggak makan dulu,”kata Yuna berharap Heri mau
mengantarnya pergi ke pasar untuk belanja.
“udah sayang”jawab Heri menyubit dagu Yuna dengan gemas dan
Yuna berusaha menyingkirkan tangan Heri dari dagunyya
“mas Heri, ayo berangkat”kata Dadi.
“ooh iya ayo, aku pergi dulu ya istriku, tolong buatkan
makanan yang enak untukku”kata Heri mengerlingkan matanya. Aduh kumat deh kremiaannyua.
“kalo miinta masakin enak anterin aku belanja donk,…mau
kekebun?, pake jaket?, yang bener aja, kalo pagi emank dingin, tapi siangan
dikit juga panas”kata Yuna masih berharap Heri mengantarkannya ke pasar. Kemudian
Heri berbalik melepas jaketnya dan meletakkan jaketnya di kepala Yuna kemudian
senyum dan pergi.
“iiih di kira kepalaku ini cantolan baju, dasar, aduh males
kepasar pengen ikut ke kebun”kata Yuna
“habis belanja kita masak nanti anterin makan buat bapakmu
sama suamimu kekebun”kata Bi Sumi.
“oooh
iya ya”kata Yuna senang. Kemudian segera di mengetik sms pada Heri [fotokan kegiatan bapak dikebun ya]ketik
__ADS_1
Yuna pada heri [foto Bapak apa fotoku