Cintaku Siapa?

Cintaku Siapa?
8.Sang pemberi perhatian.


__ADS_3

Kemarinnya di kantor Rudi. Setelah Heri menelpon minta uang. Rudi memanggil Farid assistennya untuk mencari keberadaan Heri lewat WA nya. Kemudian Farid berangkat mengendarai mobil bosnya menuju tempat di mana lokasi WA menunjukkan. setelah sampai di Mega Mall di segera menelpon Heri. Ketika Heri bilang berada di klinik mall Farid langsung berlari mencarinya. Dilihatnya Heri sedang tiduran di ruangan itu ada beberapa orang disana. Dan seorang wanita yang menangis dan berpelukan. Dengan khawatir dia Segera mendekati Heri. Namun Heri memberikan kode untuk tak berbicara. Dan anehnya dia segera minta pergi dari mall itu. Dan wanita yang menangis itu ikut dalam mobilnya Sementara dua orang lagi pergi sendiri. Farid merasa Heran dengan Heri dan wanita di sebelahnya Heri. Sehingga matanya selalu memandang kearahnya. Setelah mengantar sampai di cafe Musa sesuai permintaan Heri. wanita itu keluar di susul Heri dan Farid namun Heri menahan Farid.


"Mas Heri,nggak mau pulang atau berobat ke rumah sakit saya khawatir kenapa-kenapa nanti juga pasti pak Rudi tanya"kata Farid khawatir


"Kak Farid saya nggak apa-apa, cuma alergi aja, salah makan, nggak usah cerita macam-macam sama Mas Rudi ya"kata Heri setengah berbisik. Lalu Farid menunjuk Yuna.


"ssst kak Farid dia adalah gebetan aku dan dia nggak tahu apa-apa soal aku, tolong jangan ganggu dia ya,Kak Farid balik dulu, beritahu mas Rudi aku baik-baik saja"kata Heri lagi.


Farid mengangguk lalu pergi mengendarai mobilnya menuju kantor. Kemudian mengetuk pintu ruangan Rudi.


"masuk"kata Rudi


"pak"kata Farid tertahan tatkala ada Maya sekretaris pak Rudi berada dalam ruangan.


"kamu keluar dulu"kata Rudi menyuruh Maya keluar. Setelah Maya keluar.


"silahkan lanjutkan"kata Rudi kepada Farid.


"tadi saya sudah menemukan Mas Heri, dia sedang berada klinik mall"kata Farid


"di klinik mall, apa terjadi dengannya? "kata Rudi tampak khawatir.


"dia bilang alergi karena salah makan"kata Farid


"alergi, dia alergi daging bebek,lalu Bagaimana keadaannya sekarang, kamu udah bawa kerumah sakit? "kata Rudi kemudian bangun dari kursinya dan mendekati Farid. Sambil mondar-mandir.


"mas Heri nggak mau,dia bilang nggak apa-apa, tadi saya Antar ke cafe Musa bersama seorang wanita"kata Farid lagi


"apa?bersama seorang wanita? Siapa? "kata Rudi berputar menghadap Farid


"dia Bilang gebetannya"kata Farid.


"ooh, ya udah kamu boleh pergi"kata Rudi Kemudian Farid keluar ruangannya. Rudi kembali duduk. Sambil berpikir keras. Kemudian dia berniat menuju Cafe Musa.


***


Rudi pulang kerja kemudian mampir ke cafe Musa. Dia menelpon seseorang dan ternyata. Pemilik cafe.


"hallo Rudi, ada apa? "kata Dito manager Cafe Musa


"apa kamu ada di cafe "tanya Rudi yang sudah duduk di dalam Cafe Musa tepat di depan panggung.


"iya ada, kenapa? Mau kemari datang saja"kata Dito.


"aku sudah di Cafe"kata Rudi lagi


"ooh baik lah aku akan menemuimu sekarang"kata Dito.


Kemudian dia mendapati keberadaan Rudi yang sedang duduk.


"eeh ada apa tumbenan kesini?"kata Dito yang tak lain adalah sahabatnya.


"bukankah Adikku penyanyimu, apa tak boleh aku kesini"kata Rudi


"meskipun tidak ada adikmu, kamu juga boleh kesini dan ajak Wanitamu kemari"kata Manager Cafe Musa sambil ketawa.

__ADS_1


"kamu sedang meledekku, di usiaku yang segini tua blom Menikah"kata Rudi lagi dan Manager Cafe Musa tertawa.


"apa mau ku carikan"kata Dito lagi


"tidak"kata Rudi lagi


"apa menunggu di jodohkan?,ooh aku lupa perjodohanmu buruk"kata Dito lagi.


Rudi mengingat beberapa kali orang tuanya menjodohkan dengan beberapa wanita namun berakhir dengan penolakan dari para Wanita. Sikapnya yang dan kaku serta cuek pada wanita. Bahkan kurang perhatian pada wanita.


"kamu memang tidak tahu bagaimana cara memperlakukan wanita"kata Dito lagi


"aku memang tidak menyukai mereka, lalu memangnya bagaimana aku harus bersikap,aku juga beberapa kali membuka diri namun hasilnya juga tetep sama apa aku kurang tampan ya? "kata Rudi lagi.


"Ha... Ha.. Ha kau ini tampan tapi tidak menarik oleh wanita"kata Dito cekikikan.


"sudahlah jangan bahas aku,apa Heri hari ini akan tampil?"kata Rudi mengalihkan pembicaraan.


"seharusnya Dia ada hari ini tapi, entahlah dia belum datang,aku tak tahu dia kemana? "kata Manager Cafe Musa.


"jadi Heri blom kesini? "kata Rudi menoleh kearah Manager Cafe Musa meyakinkan dan dia mengangguk. Rudi berpikir Farid tidak sedang membohongiku kan?


"berarti aku tidak bisa melihatnya Bernyanyi sekarang"kata Rudi lagi


"entahlah tadi sore aku seperti melihat dia diluar Cafe, tapi pas aku dekati tidak ada,entah apa perasaan ku aja"kata Dito


"apa hari ini dia Harusnya bernyanyi "kata Rudi


"iya seharusnya, tapi dia belum ada kabar"kata Dito lagi


"kalau begitu pecat saja Dia"kata Rudi


"aku dengar dari Farid ketika dia mengantarnya kemari dengan seorang Wanita"kata Rudi lagi


"Apa?berarti tadi yang kulihat benar Dia, tapi aku tak melihat wanita bersamanya "kata Dito lagi.


"masalah apa lagi yang di buatnya aku tidak tahu"kata Rudi lagi


"aku rasa masalahnya dia mengalahkanmu soal wanita"kata Dito dan Rudi menoleh.


"ya aku tahu, tapi apa yang di perbuat dengan wanita ini,aku khawatir dia melakukan hal yang diluar batas"kata Rudi lagi.


"dia memang Tampan memiliki suara yang bagus, banyak wanita yang menyukainya disini, tapi selama ini aku tidak melihat dia menyukai wanita disini, dia hanya suka saja sekelilingi wanita tapi hanya sebagai penggemar dia Saja"kata Dito lagi


"memangnya di luar kamu juga tahu"kata Rudi lagi. Dito menggeleng-gelengkan kepalanya.


"beritahu aku kalau dia kembali"kata Rudi kemudian berdiri


"kenapa tidak kamu telpon sendiri"kata Dito.


"kalo aku Telpon dia akan tahu aku sedang mengawasinya "kata Rudi lagi.


"apa benar aku harus memecatnya?"kata Dito lagi.


"terserah kamu, dia karyawanmu"kata Rudi kemudian pergi untuk pulang.

__ADS_1


***


Sesampainya dirumah Rudi memberi salam dan masuk. Papanya Pandu Rahardjo dan mamanya Mirnawati sedang diruang makan.


"Rudi makan bareng sini"kata mama Mirna ketika melihat putranya itu masuk.


"maaf mah Rudi udah makan tadi"kata Rudi berhenti


"ooh ya mama mau, kenalin kamu sama anak temen mama"kata mama Mirna.


Rudi menelan ludah teringat beberapa kali mamanya mencoba menjodohkan dengan anak temannya.


"mamah masih mau jodohin aku"kata Rudi yang masih berdiri.


"sudahlah mah"kata Papa Pandu


"ini beda, dia pasti tera kamu apa adanya, selain bebet dan bobotnya jelas,mau ya"kata Mama Mirna lagi.


"terserah mama ajah"kata Rudi kemudian pergi menaiki tangga menuju kamar atas.


"ya udah nanti aku bilang temen mamah buat cari waktu"kata Mama Mirna lagi


"yah"kata Rudi masih berjalan.


"mah Untuk apa lagi sih,jodoh-jodohin"kata Papa Pandu


"papa ini gimana sih, kita itu punya Anak 3, Widya sudah menikah Walaupun aku nggak terlalu suka dengan Nurman, untung saja dia punya Restoran, Nurman dia sudah umur tapi blom menikah,satu lagi nggak jelas disuruh bantu perusahaan nggak mau, kuliah lagi nggak mau entah mau jadi apa dia"kata Mama Mirna


"dulu dia pernah bawa calon, kenapa mama tidak diterima"kata Papa Pandu


"kan harus jelas latar belakangnya pah, anak kita pengusaha kaya masa harus menikah dengan orang miskin"kata Mama Mirna.


"kenapa harus jadi timbangan kaya dan miskin, yang penting kepribadiannya "kata Papa Pandu.


"aah papa ini, orang miskin cuma manfaatin orang kaya aja"kata Mama Mirna lagi.


"papa dulu juga miskin,kenapa mama mau nikah sama papa"kata Papa Pandu lagi.


"itulah kenapa ?seharusnya aku tidak menikahi papa"kata Mama Mirna tak menyelesaikan makanya dan pergi. Papa Pandu yang hendak memasukkan makanan kemulutnya pun tidak jadi. Dia seorang pensiunan guru SMA.


***


Rudi yang menaiki tangga keatas masih mendengar sedikit percakapan papa dan mamannya yang cukup keras. Kemudian masuk kamar dan menutup pintu lalu berdiri terdiam sejenak di belakang pintu. Kemudian bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Dirumah itu yang tinggal hanya dia papa dan mamanya dan beberapa asisten rumah tangga. Sementara kakak perempuannya Widya sudah menikah dan tinggal dirumah sendiri. Adiknya Heri pun jarang kerumah. Mungkin dia juga ga betah dirumah. Dan aku seharusnya tadi ga pulang kerumah mending ke apartemen sendiri dari pada pusing mendengar perdebatan orang tuannya. Dengan berendam di bak mandinya yang penuh busa. Setelah merasa cukup dia membersihkan badannya. Kemudian keluar dari kamar mandi dan mengenakan baju santai. Setelah itu duduk di ranjang Namun pandanganya tertuju pada lacinya. Dibukanya lacinya ditemukannya sebuah foto seorang wanita cantik berambut panjang sedang tersenyum. Itu adalah foto Iriana mantan pacarnya. Kemudian dia pindahkan foto itu kedalam sebuah kotak yang berisi benda-benda yang sudah tak terpakai.


***


Setelah Nurman menerima telpon dari Heri. Widya mendekatinya.


"siapa yang telpon"tanya Widya Heran


"ada,temen "jawab Nurman kaget.


"kok ngumpet-ngumpet"kata Widya heran ketika melihat suaminya telpon tidak didekatnya.


"nggak ngumpet, lagi nyari sinyal aja"kata Nurman pergi menghindari Widya.

__ADS_1


"bener, bukan telpon dengan wanita lain kan, awas kalo mas bohong kata Widya,aku mau pulang dulu"kata Widya lagi sambil pergi meninggalkan Nurman.


Nurman mengangguk saja pada Widya. Karena dia tahu Istrinya itu pencemburu dan tukang kepo, dan juga perhitungan. Sampe menghitung sendiri penghasilan suaminya di restaurant milik suaminya. Setelah Widya menghilang dari pandangan. Nurman melihat hpnya kemudian melakukan transaksi via mobil bank dan mengirim uang 3 juta. kerekening Heri. Lalu dia kabari Heri Via WA.


__ADS_2