
Yuna kembali dari meeting menuju ke ruang personalia dan mau memberikan form absen pada personalia.
"bu ini"kata Yuna berjalan hati-hati supaya bu Elma tidak melihat.
"eeh tunggu ,ini blom ttd,manager..."kata bu Elma
"iih bu,manager ga ada ga usah aja sih"kata Yuna
"kan ada gantinya,saya nggak mau terima ini,kamu mau dianggap nggak masuk hari ini,udah sono minta ttd dulu"kata bu Elma. sementara itu Rudi dan ketua HRD sedang mengobrol sambil melintas didekat Elma dan Yuna. Rudi sempat menoleh kearah Yuna. Namun Yuna tak melihatnya. dan Rudi menuju ke ruangan manager.
"iya...iya, "kata yuna mengambil kembali form absen.*iih mana ruangannya manager.
"bu ruangannya sebelah mana?"kata Yuna.
"tuh sebelah sono"kata Elma menunjuk ruangan kaca yang tertutup stengah transparan. Yuna segera menuju ruangan itu. Dengan sedikit deg-deg an. Yuna masuk dan langsung mendapati Rudi yang sedang menunduk kearah komputer. iih gimana nih,dia lagi,gue malu banget nih ah biarin aja.
"permisi pak mau minta tanda tangan"kata Yuna dengan senormal mungkin.
"oooh tanda tangan apa?"kata Rudi langsung menatap Yuna. membuat Yuna jadi salah tingkah.
"ini pak"kata Yuna menyerahkan form absennya. Rudi membacanya sejenak.
"oooh jadi tadi pagi kamu lari-lari karena ini?"kata Rudi dan tersenyum kearah Yuna.
"bapak lihat saya tadi pagi,aduuh"kata Yuna lagi sambik nyengir. Rudi masih menatap kembali form absen dan tak segera menandatanganinya.
"kenapa dengan id cardnya DYuna Larisa"kata Rudi menyebutkan nama lengkap Yuna.
"ga tahu pak,ga ketemu udah di cari-cari di rumah ga ada makanya kesiangan"jawab Yuna sambil gigit bibirnya.
"oooh No hp kamu berapa?"kata Rudi sambil menyiapkan kertas dan pulpen.
"nomer. hp pak,buat apa ya?"kata Yuna wah jangan-jangan gue mau di pecat.
"kamu inget ga waktu si tempat makan, aku minta tolong sama kamu buat pura-pura jadi pacar aku?"kata Rudi sambil menatap Yuna lagi.
"iya pak inget,kan aku udah bantuin bapak menjauhkan dari cewek cantik itu"kata Yuna sedikit tersenyum mengingat waktu itu. membuat Rudi jadi salah tingkah.
"iya, benar tapi kenapa kamu ga ikutin rencana, malah menuduh aku......"kata Rudi terpotong saat Yuna menaruh jari telunjuk dibibirnya sendiri.
"uups pak nanti ada yang denger loh,lagian itu diluar kerja pak,jangan di bahas di perusahaan"kata Yuna lagi.
"makanya aku minta nomermu,nanti aku minta pertanggung jawaban kamu diluar jam kerja"kata Rudi sambii mencari kertas.
"hah,"kata Yuna kaget.
"ini kamu tulis sendiri"kata Rudi memberikan kertas dan pulpen. Yuna sambil menatap Rudi dengan agak aneh menerima kertas dan pulpen dari tangan Rudi, lalu menulis nomer telponnya dan memberikannya kembali pada Rudi.
"tulis sekaliyan namanya,memangnya aku hafal nama kamu"kata Rudi mengembalikan kertas pada Yuna dan Yuna mendesis dan menuliskan namannya.
"ini,sekarang tandatangani absenku"kata Yuna memberikan kertas kembali pada Rudi.
"oke"kata Rudi mengambil absen Yuna.
"ooh ya pak,aku ucapin selamet ya,kata bapak sudah ada calon"kata yuna Rudi tersenyum merasa lucu dengan perkataan Yuna.
"dapet dari mana pak,janjian ketemuan lagi,apa di jodohin,apa kenal sendiri"kata Yuna kepo.
"sssst "gantian Rudi yang menaruh telunjuk di bibirnya
"itu pembicaraan di luar jam kerja,ini perusahaan sana kembali kerja"kata Rudi sambil memberikan form Absen yang sudah di ttd olehnya pada Yuna. Yuna menerimanya dengan sedikit tengsin lalu berpaling meninggalkan Rudi.
"eeeh doakan saja kali ini,dia lah jodohku"kata Rudi. Yuna menoleh sambil nyengir.dasar orang aneh. sementara Rudi menatap kepergian Yuna sambil tersenyum lalu melihat nomer hp dan nama yang tertulis di kertas. sementara Yuna menuju ke Elma dan menyerahkan kertas absennya lalu kembali menuju ruang kerjannya.
"pak maaf data tadi mana ya,kebawa sama bapak"kata pak ma'ruf ketua HRD membuat Rudi kaget yang sedang menatap nomer hp Yuna.
"hah,masa emank kebawa saya,mana?"kata Rudi sambil mencari-cari dan menemukan kertas itu yang sudah di tulisi nomer hp dan nama Yuna dibaliknya. segera dia mencoret nomer dan nama Yuna dengan spidol hitam sehingga tidak terlihat lagi. dan memberikan kepada pak Ma'ruf.
"iini"kata Rudi dengan berat hati memberikannya pada Ma'ruf.
__ADS_1
"pak kok di coret-coret, saya print baru aja ya maaf pa"kata Ma'ruf sambil mengembalikan kertas pada Rudi. Rudi tersenyum kesal dan mengeratkan giginya dasar,aku belum sempet menulis nomernya lagi,berapa tadi,,,siapa namanya tadi lupa. lalu Rudi mengepalkan kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah.
***
Yuna kembali menuju ruangan
departemennya.
“lama banget lo, meeting apaan sih?”Tanya
Indra agak sewot.
“meeting apaan na”Tanya Widi ikut
menyahut.
“meeting ngenalin boss doank”kata
Yuna kembali menuju tempat di mana kerjaannya berantakan.
“aaah udah aku tebak, meeting nggak
terlalu penting, tapi kok lama”kata Indra lagi sambil sibuk menulis.
“biasa paling mbak, basa basi
omongan yang nggak penting gitu, trus lama juga karena harus minta ttd form
absenku dengan manager baru”kata Yuna lagi.
“ooooh masih mudah nggak?,”kata Widi
kepo
“muda, sih tapi nggak muda-muda
banget, dan lumayan”kata Yuna ketawa.
“lumayan Ganteeeeeng gitu aja nggak
tahu”kata Indra nyeletuk.
“iya itu maksudnya ,mbak Indra tahu
aja, eeeh ngomong-ngomong kemana bapake?”kata Yuna.
“tadi pak jo ke klinik, trus kemana
ya tadi”kata Widi.
“lagi nurunin barang datang “kata
Indra
“ooooooohh “Widi menjawab dengan
panjang
“udah sembuh gitu, sakit perutnya”kata
Yuna sambil membereskan kerjaannya.
***
Heri meletakkan dagunya di meja dan mengguling-ngulingkan
hpnya.
“di sms nggka di bales, di telpon
__ADS_1
nggak di angkat sedang apa dia?,apa sibuk banget gitu”kata Heri yang berada di café.
“ngapain sih , ngelamun?”kata Uja salah
satu karyawan kafe kemudian duduk didekatnya.
“hmmm, eeh mending gue kesono aja
nungguin dia?”jawabnya kemudian bangun,.
“eeh mau kemana? Lo, baru mau gue
temenin”kata Uja.
“gue ada perlu, banget, penting,
bilang aja sama boss begitu”kata Heri sambil berjalan pergi.
“eehhh…eeeh…eeeh, enak banget elo
kerjanya, anak boss”kata Uja bangun sambil menggelengkan kepalanya sambil
menatap kepergian Heri.
***
Rudi yang sibuk dengan pekerjaannya
resah dan menggaruk kepalanya.
“kenapa tadi nggak gue simpen dulu
nomernya, namannya siapa lagi tadi, atau aku ke personalia aja minta form absen
yang tadi, tapi… nanti kliatan banget, atau nggak aku keliling aja nyari
perdepartemen dia ada di mana baru di cex didata karyawan, oke gitu aja”kata
Rudi bicara sendiri kemudian bangkit dari tempat duduknya.
Namun harus tertunda ketika ada
Supervisor produksi datang menemuinya.
“permisi pak ada masalah”kata Riki
Supervisor produksi.
“masalah apa?”kata Rudi yang sudah
berdiri.
“sepertinya ada salah proses, jadi
banyak rijek dan QC nggak mau jalaninya, jadi produksi macet”kata Riki.
“baik kita lihat aja ke produksi”kata
Rudi
“aduh keganggu lagi… ya udah nanti
aja habis istirahat siang”pikir Rudi dalam hati dan kembali duduk.
BERSAMBUNG
__ADS_1