
Di perusahaan. Rudi duduk menghadap computer.
“kok aku nggak bisa nemuin tuh cewek di perusahaan, padahal
udah keliling kesemua departemen”kata Rudi mikir dan heran. Sementara itu widi
sedang berada di dekat Bu Elma
personalia.
“ini bu, kartu absen punya Yuna”kata Widi menyerahkan. Kartu
absen yang berwarna kuning.
“tanda tangan manager dulu”kata Bu Elma.
“bukannya pak Adit lagi cuti sakit ya bu”kata Widi.
“ada gantinya, tuh orangnya ladi duduk, sono buruan ttd”kata
Bu Elma.
“oooh yang katanya, gantiin itu, ganteng nggak sih
orangnya”Tanya Widi.
“makanya sono ttd, biar langsung lihat sendiri,”kata Bu Elma
“kemarin udah keliling sih dia,tapi nggak masuk ruanganku,
Cuma ngintip dari luar aja”kata Widi lagi.
“ya udah sono, siapa tahu kecantol sama kamu nantinya”kata
bu Elma Lagi.
“iiih kecantol ha…ha….ha, bu Elma bisa Aja, ya udah atuh bu saya minta TTD dulu, biar
dia kecantol”kata Widi ketawa kemudian menuju ruangan Rudi. Wah ganteng juga ,Dan
pas mau nyampek ruangan Rudi mau berdiri mau pergi.
“pak permisi mau minta ttd”kata Widi namun Rudi tampak cuek.
Ih gue di cuekin.
“ehm taruh meja aja”kata Rudi sudah berjalan.
“maaf pak tapi lagi di tunggu personalia”kata Widi dan Rudi
menoleh.
“kamu mau cuti?”kata Rudi kembali mendekati Widi.
“bukan pak itu punya temen saya, dia izin pulang bapaknya
sakit”kata Widi lagi. Sambil menyerahkan kertas absen pada Rudi. Kemudian Rudi
menerimanya dan menandatanginya. Lalu menyerahkan kembali pada Widi namun sekilas Rudi melihat Nama
yang tertulis di absen itu. Setelah menerima absen itu kembali Widi hendak
menuju ke personalia.
“eeeh tunggu, coba lihat sebentar”kata Rudi lagi penasaran
dengan nama yang ada di absen itu. Dan Widi memberikan lagi Absen itu.
“Dyuna Larissa”kata Rudi lagi mengingat nama yang kemarin
ttd absen padanya.
“iya pak, itu temen saya”kata Widi lagi.
“oooh bagian gudang ya, sebentar ya”kata Rudi membawa absen
Yuna kembali ke mejanya. Kemudian Widi mengikutinya.
“kemarin pulang stengah hari ya”kata Rudi.
“kok bapak tahu”kata Widi Heran.
“kemarin habis istirahat dia nggak ada di ruanganmu”kata
Rudi lagi. Widi semakin aneh dan Heran.
“iya pak dia pulang stengah hari, karena di telpon
saudaranya katanya bapaknya pingsan harus dibawa kerumah sakit”kata Widi menjelaskan.
“ooooh, kamu punya nomer WA nya nggak, tolong tuliskan disini”kata
Rudi memberikan kertas namun dibolak-balik kertas itu sebelum memberikan pada
Widi. Mungkin takut kertas masih terpakai. Widi semakin bertanya-tanya dalam
hati.
“iiih pak saya nggak hapal nomernya ada di hp, hape saya ada
di bawah”kata Widi lagi ambil nyengir
“oooh, gitu ya, ya udah nanti kalu tulisin nomernya kirimin
ke saya,”kata Rudi
“bapak suka sama temen saya ya”kata Widi keceplosan. Ups wah
kayaknya dia curiga nih. Rudi berdehem.
“ehm, saya Cuma masu memastikan, saja supaya izin itu tidak
di salah gunakan karyawan, kemarin dia udah bikin absen karena nggak bawa id
card sekarang izin 3 hari nggak masuk ya kan”kata Rudi berdalih.
“oooh gitu ya pak, ya udah saya kasih nomernya nanti lewat
sms by computer ya pak”kata Widi yang masih merasa aneh dengan sikap Rudi.
“ooh iya nanti kirim by skype aja ya, id skype kamu
apa?”kata Rudi
“Widi gudang pak”jawab Widi .
Kemudian Widi membawa kembali absen itu lalu menyerahkan
kepada bu Elma. Sedangkan Rudi yang sok cool. Segera sharing ke computer
personalia, untukl melihat data karyawan dan mencari data atas nama Dyuna
Larisa. Dan Rudi berhasil mendapatkan data-data lengkap dari tgl lahir, umur,
status yang belum menikah. Dan Rudi tersenyum puas lalu di Fotonya data itu
dengan hapenya .
Widi menuju ruangannya sambil tersenyum aneh.
“ngapain elo, senyum-senyum sendiri”kata mb Indra. Nggak
usah cerita sama mba Indra dia pasti ngember nanti. Mending aku konfirmasi dulu
ke Yuna.
“nggak ada apa-apa, eeh manager baru guanteng loh”kata Widi
“ganteng juga aku nggak mau”kata mb Indra lagi
“ya Iyalah, mb Indra kan udah punya mas Broto”kata Widi.
“nah itu tahu, buat kamu aja kan blom pernah nikah”kata Mb
Indra
“iiih mb Indra, ya kalo mau sama aku, orang dia sukanya sama
yang lain”kata Widi lagi
__ADS_1
“yang lain siapa?”kata Widi.
“ada deh mb, tapi aku mau konfirmasi dulu sama pihak
terkait”kata Widi hampir keceplosan.
“kalo berita blom jelas nggak usah cerita”kata Mb Indra
lagi. Widi nyengir. Kemudian melihat komputernya. Oh iya tadi pak manager minta nomer WA yuna Pikir Widi kemudian
mencari nomer di kontak hpnya. Lalu mau diketiknya nomer WA yuna ternyata sudah
ada skype baru muncul atas nama Rudi.
“ya ampun orang ini kayakny beneran deh suka sama Yuna”guman
Widi. Dan menoleh takut ada yang mendengar. Upss untungnya nggak ada. Diterimanya
skype dari Rudi.
“jangan lupa kirimin nomernya sekarang”kata Rudi dalam
skypenya.
“tuh kan bener …..nggak salah lagi, aduh beruntung banget
deh kamu Yuna”kata Widi. Kemudian dia mengetik nomer WA Yuna pada skype dan
mengirimnya pada Rudi.
“Ini pak nomer Yuna 08XXXXXXXXXX “Balas Widi pada skype.
“oke terimakasih Widi”kata Rudi. Iih gila nih boss, nyebut
nama gue sok akrab kata Widi nyengir.
***
Yuna sedang memasak semakin risau dan tak sabar ingin
menyusul bapaknya dan tentunya suaminya.
“bi masaknya banyak banget, sih nanti keburu pulang lagi
mereka”kata Yuna.
“nggak bakal pulang toh nduk, orang baru jam 9 loh, bentar
lagi juga mateng, udah nggak sabar yo pengen ketemu bojomu”kata Bi Sumi.
“bukan itu bi, aku nanti malam kan harus balik , nanti nggak
sempet jalan-jalan kemana-mana”kata Yuna lagi.
“loh kok buru-buru toh, baru semalem loh kamu nginem ntar
malem udah pulang lagi”kata Bi Sumi.
“bi, kerja di pabrik nggak bisa lama-lama liburnya di
batesin”kata Yuna lagi.
“ooooh”kata Bi Sumi
“tadi katanya mas Heri mau ke Sendang… emank masih ada
airnya bi”Tanya Yuna.
“ada donk, itukan buat ngalirin sawah juga, tapi udah nggak
banyak airnya, blom musin hujan”kata Bi sumi
“berarti pak lek di sana juga”kata Yuna lagi.
“iya, ini udah siap makanannya ayo kita bawa rantangnya
anter ke kebun dulu”kata Bi sumi setelah semuannya beres. Yuna kemudian bersiap
tak lupa di bawanya hpnya. Dan membawa rantang yang berisi makanan begitu
juga Bi Sumi. Kemudian mereka sampai di
duduk sambil melihat hape bersama dengan Dadi sedangkan Bapaknya sedang
membereskan daun dan batang singkong. Yuna sampai dan menaruh rantang makannya
dan melihat Heri dan Dadi yang sibuk lihat Hp jadi sebal.
“ada Orang tua sibuk kerja keras, yang muda nggak tahu
malu”kata Yuna yang sengaja menyindir Heri.
“oooh mbak tadi udah , sekarang lagi istirahat”kata Dadi
“dia itu nyindir aku, bukan kamu”kata Heri melirik istrinya.
Dan berkata pada Dadi.
“masak mas, loh mb Yun tadi yang nyabut singkong itu mas
Heri loh ada 4 pohon”kata Dadi membela Heri.
“aaah masa, orang kota mana mau kerja kayak gitu”kata Yuna
dengan sinis menatap kearah Heri,.
“beneran mba tadi mas Heri yang Nyabut, ini aku yang
videoin”kata Dadi sambil mau menunjukkan video kepada Yuna. Heri masih diam
tanpa komentar dan menerima pembelaan Dadi.
“iya tadi suamimu yang nyabut, bapak malah duduk aja, pas
kamu kesini bapak baru turun, beresin daun-daunya doank”kata Pak Basuki sambil
duduk di sebelah Heri. Dan Dadi di sebelahnya kemudian Yuna lalu Bi sumi. Heri
menatap ke Yuna seolah berkata {sembarangan Nuduh ya}. puas dia ada yang bela in Tatapan itu lalu dijawab Yuna dengan menunjukkan kelingkingnya. Heri
Nampak geram.
“sudah makan dulu”kata Bi Sumi yang tak melihat itu.
“memangnya jam berapa sekarang kok udah mau makan”kata Heri
sambil melihat jam di hapenya. Baru jam 10 lewat 30.
“ha…ha…ha… kalo Disini jangan Heran ,makan itu, kalau
masakan sudah matang yang sekitar jam segini nanti jam 2 makan lagi”kata Pak Basuki.
“kalo jam 2 namanyo Mindo mas”kata Dadi lagi.
“Mindo, INDOMIE kali”kata Heri semua tertawa termasuk Yuna dan
Heri menatapnya dan tersenyum. Dan Yuna
menunjukkan kelingkingnya Dadi ternyata memperhatikan itu.
“otak mesum”kata Heri pelan.
“bubur sum-sum, bi sumi nggak bikin”kata bi Sumi kemudian.
Yuna tertawa ngakak diikuti Heri juga.
Dadi hanya melongo.
“tapi sebenernya saya masih kenyang,”kata Heri.
“oooh ya udah, ga usah makan nggak apa-apa “kata Yuna
langsung.
“nggak apa-apa aku bisa makan sedikit”kata Heri lagi dan
mengambil makan sedikit.
“kalian makan dulu aku mau nganter, nasi ini ka pak lik mu”kata
__ADS_1
bi Sumi
“oooh bu ayo” kata Dadi segera menyusul bi Sumi.
“eeh katanya mau ajak aku kesendang”kata Heri
“nanti nyusul aja sama mb yun , dia tahu tempatnya”kata
Dadi.
“ooooh,ya udah “kata Heri mengalihkan pandangan pada Yuna.
Sementara itu Yuna dan Heri saling pandang-pandang namun
masih terus meledek. Setelah selesai makan Yuna membereskan rantangnya.
“ya udah sono kalo mau kesendang, bapak mau tiduran disini
dulu”kata Pak Basuki.
“iya pak nanti kita balik lagi kesini ya”kata Yuna kemudian
sambil merapikan rantangnya.
“iya ”kata pak Basuki. Kemudian Yuna berjalan di pinggir ladang
diikuti dengan Heri di belakangnya.
“jauh nggak “Tanya Heri. Yuna berhenti dan menoleh.
“nggak terlalu jauh kok”jawab Yuna.
“tunggu sebentar “kata Heri mengusap bulir nasi dekat bibir
Yuna. Membuat Yuna tersipu dan langsung memalingkan muka.
“ehm, ehm kayaknya ada yang merah pipinya”ledek Heri sambil
berpindah lagi di depan Yuna dan Yuna melengos lagi karena masih malu.
“bagaimana kalau begini”kata Heri sambil memeluk Yuna dari
belakang karena gemas. Yuna berusaha melepaskan tangan Heri namun susah. Yuna
memengok kebelakang smbi memengangi tangan herii dan Heri menatapnya sambil
tersenyum. Kalo dibiarin dia keenakan aku harus melakukan sesuatu pikir Yuna.
Yuna Berpura-pura sesak nafas
“aduuuh, aku nggak bisa nafas”kat Yuna sambil melemaskan
badanya sampe terduduk di tanah membuat Heri reflek mengendurkan pelukannya.
“udah sembuh”kata Yuna kemudian Bangun dan Berlari.
“dasar kamu menipuku ya”kata Heri dan mengejar Yuna. Yuna
pun tertawa terbahak. Dan menjulurkan lidahnya meledek Heri sampai Yuna
terpeleset. Membuat Heri gentian tertawa .
“sakit tahu”kata Yuna mengeluh.
“makanya jangan berani-berani sama seorang suami, su-a-mi
oke”kata Heri mengeja dan menekankan.
“ya , aku minta maaf “kata Yuna kemudian bangun sendiri
walau agak sakit.
“tapi nggak apa-apa kan”kata Heri agak cemas.
“nggak sih”jawab yuna dan mengeluarkan Hp nya
“nih fotoin donk, disini pemandangan lagi bagus, buat
kenang-kenangan“kata Yuna memberikan hapenya pada heri.
“oke, ”kata Heri mengambil HP Yuna. Yuna mulai berpose dan
Heri kemudian memotret beberapa kali.
“gantian donk”kata Heri kemudian gantian memotret Heri.
“kita foto berdua”kata Heri.
“kalo selfie nggak kliatan pemandangannya”kata Yuna
“sini aku aja mbak yang motoin, aku siap jadi fotografernya”kata
Dadi tiba-tiba
“eeeeh Dad, kamu udah disini”kata Heri
“iya tadi suruh Nyusul , sama ibu takutnya pada Nyasar”kata
Dadi.
“batereku lemah lagi, lupa nggak di cash”kata Yuna.
“ya udah pake punyaku aja,”kata Heri kemudian menyerahkan
HPnya pada Dadi. Kemudian Dadi memotret
beberapa kali dan mereka selfi bertiga. Setelah itu mereka berjalan dijaln
setapak sedangkan Dadi sibuk videoin mereka. Dalam videonya terlihat saling
bercanda . Dadi hanya nyengir senang. Sesampainya di sendang.
“ini sendangnya”kata Heri sambil melihat sekeliling.
“iya, ini mas, kalo lagi musim ujan airnya bisa sampe sini “kata
Dadi sambil menunjukkan.
“oooh itu ada air terjun juga, tapi kecil, boleh nggak naik
keatas, “kata Heri senang.
“iya silahkan mas tapi hati-hati licin, takut terpeleset tebingnya
tinggi”kata Dadi
“oooh iya, saya dulu pernah petualangan beberapa kali”kata
Heri “eeeh itu ada pak Baki sama Bi Sumi ya ”kata Heri sambil melambai, Yuna
hanya memperhatikan tingkah Heri yang menurutnya Norak tapi dia suka karena
Heri mudah dekat dengan keluarganya.
“nak mau naik ya, hati –hati ya”kata pak Baki.
“iya pak”kata Heri.
“saya mau balik dulu, mau ngasih makan sapi”kata pak Baki.
“iya pak Lik, ati-ati”kata yuna. Kemudian pak Baki sama Bi
Sumi pun berjalan pulang.
“eeeh le , kamu nggak ikut pulang jangan nganggu pengantin
baru”kata pak Baki.
“nggak ganggu pak, saya lagi nyimpen momennya mereka ini lo”kata
Dadi.
“MOMEN opo iku?”kata pak Baki
“tukang foto itu lo pak”kata Bi sumi
“oooh ya udah,kita pulang dulu ati-ati bentar lagi duhur
pulang ya”kata pak Baki. Kemudian mereka mengangguk.
__ADS_1
BERSAMBUNG