Cintaku Siapa?

Cintaku Siapa?
22.Momen terindah


__ADS_3

Di perusahaan. Rudi duduk menghadap computer.


“kok aku nggak bisa nemuin tuh cewek di perusahaan, padahal


udah keliling kesemua departemen”kata Rudi mikir dan heran. Sementara itu widi


sedang berada di dekat  Bu Elma


personalia.


“ini bu, kartu absen punya Yuna”kata Widi menyerahkan. Kartu


absen yang berwarna kuning.


“tanda tangan manager dulu”kata Bu Elma.


“bukannya pak Adit lagi cuti sakit ya bu”kata Widi.


“ada gantinya, tuh orangnya ladi duduk, sono buruan ttd”kata


Bu Elma.


“oooh yang katanya, gantiin itu, ganteng nggak sih


orangnya”Tanya Widi.


“makanya sono ttd, biar langsung lihat sendiri,”kata Bu Elma


“kemarin udah keliling sih dia,tapi nggak masuk ruanganku,


Cuma ngintip dari luar aja”kata Widi lagi.


“ya udah sono, siapa tahu kecantol sama kamu nantinya”kata


bu Elma Lagi.


“iiih kecantol  ha…ha….ha, bu Elma bisa Aja, ya udah atuh bu saya minta TTD dulu, biar


dia kecantol”kata Widi ketawa kemudian menuju ruangan Rudi. Wah ganteng juga ,Dan


pas mau nyampek ruangan Rudi mau berdiri mau pergi.


“pak permisi mau minta ttd”kata Widi namun Rudi tampak cuek.


Ih gue di cuekin.


“ehm taruh meja aja”kata Rudi sudah berjalan.


“maaf pak tapi lagi di tunggu personalia”kata Widi dan Rudi


menoleh.


“kamu mau cuti?”kata Rudi kembali mendekati Widi.


“bukan pak itu punya temen saya, dia izin pulang bapaknya


sakit”kata Widi lagi. Sambil menyerahkan kertas absen pada Rudi. Kemudian Rudi


menerimanya dan menandatanginya. Lalu menyerahkan kembali  pada Widi namun sekilas Rudi melihat Nama


yang tertulis di absen itu. Setelah menerima absen itu kembali Widi hendak


menuju ke personalia.


“eeeh tunggu, coba lihat sebentar”kata Rudi lagi penasaran


dengan nama yang ada di absen itu. Dan Widi memberikan lagi Absen itu.


“Dyuna Larissa”kata Rudi lagi mengingat nama yang kemarin


ttd absen padanya.


“iya pak, itu temen saya”kata Widi lagi.


“oooh bagian gudang ya, sebentar ya”kata Rudi membawa absen


Yuna kembali ke mejanya. Kemudian Widi mengikutinya.


“kemarin pulang stengah hari ya”kata Rudi.


“kok bapak tahu”kata Widi Heran.


“kemarin habis istirahat dia nggak ada di ruanganmu”kata


Rudi lagi. Widi semakin aneh dan Heran.


“iya pak dia pulang stengah hari, karena di telpon


saudaranya katanya bapaknya pingsan harus  dibawa kerumah sakit”kata Widi menjelaskan.


“ooooh, kamu punya nomer WA nya nggak, tolong tuliskan disini”kata


Rudi memberikan kertas namun dibolak-balik kertas itu sebelum memberikan pada


Widi. Mungkin takut kertas masih terpakai. Widi semakin bertanya-tanya dalam


hati.


“iiih pak saya nggak hapal nomernya ada di hp, hape saya ada


di bawah”kata Widi lagi ambil nyengir


“oooh, gitu ya, ya udah nanti kalu tulisin nomernya kirimin


ke saya,”kata Rudi


“bapak suka sama temen saya ya”kata Widi keceplosan. Ups wah


kayaknya dia curiga nih. Rudi  berdehem.


“ehm, saya Cuma masu memastikan, saja supaya izin itu tidak


di salah gunakan karyawan, kemarin dia udah bikin absen karena nggak bawa id


card sekarang izin 3 hari nggak masuk ya kan”kata Rudi berdalih.


“oooh gitu ya pak, ya udah saya kasih nomernya nanti lewat


sms by computer ya pak”kata Widi yang masih merasa aneh dengan sikap Rudi.


“ooh iya nanti kirim by skype aja ya, id skype kamu


apa?”kata Rudi


“Widi gudang pak”jawab Widi .


Kemudian Widi membawa kembali absen itu lalu menyerahkan


kepada bu Elma. Sedangkan Rudi yang sok cool. Segera sharing ke computer


personalia, untukl melihat data karyawan dan mencari data atas nama Dyuna


Larisa. Dan Rudi berhasil mendapatkan data-data lengkap dari tgl lahir, umur,


status yang belum menikah. Dan Rudi tersenyum puas lalu di Fotonya data itu


dengan hapenya .


Widi menuju ruangannya sambil tersenyum aneh.


“ngapain elo, senyum-senyum sendiri”kata mb Indra. Nggak


usah cerita sama mba Indra dia pasti ngember nanti. Mending aku konfirmasi dulu


ke Yuna.


“nggak ada apa-apa, eeh manager baru guanteng loh”kata Widi


“ganteng juga aku nggak mau”kata mb Indra lagi


“ya Iyalah, mb Indra kan udah punya mas Broto”kata Widi.


“nah itu tahu, buat kamu aja kan blom pernah nikah”kata Mb


Indra


“iiih mb Indra, ya kalo mau sama aku, orang dia sukanya sama


yang lain”kata Widi lagi

__ADS_1


“yang lain siapa?”kata Widi.


“ada deh mb, tapi aku mau konfirmasi dulu sama pihak


terkait”kata Widi hampir keceplosan.


“kalo berita blom jelas nggak usah cerita”kata Mb Indra


lagi. Widi nyengir. Kemudian melihat komputernya. Oh iya tadi pak manager minta nomer WA yuna Pikir Widi kemudian


mencari nomer di kontak hpnya. Lalu mau diketiknya nomer WA yuna ternyata sudah


ada skype baru muncul atas nama Rudi.


“ya ampun orang ini kayakny beneran deh suka sama Yuna”guman


Widi. Dan menoleh takut ada yang mendengar. Upss untungnya nggak ada. Diterimanya


skype dari Rudi.


“jangan lupa kirimin nomernya sekarang”kata Rudi dalam


skypenya.


“tuh kan bener …..nggak salah lagi, aduh beruntung banget


deh kamu Yuna”kata Widi. Kemudian dia mengetik nomer WA Yuna pada skype dan


mengirimnya pada Rudi.


“Ini pak nomer Yuna 08XXXXXXXXXX “Balas Widi pada skype.


“oke terimakasih Widi”kata Rudi. Iih gila nih boss, nyebut


nama gue sok akrab kata Widi nyengir.


***


Yuna sedang memasak semakin risau dan tak sabar ingin


menyusul bapaknya dan tentunya suaminya.


“bi masaknya banyak banget, sih nanti keburu pulang lagi


mereka”kata Yuna.


“nggak bakal pulang toh nduk, orang baru jam 9 loh, bentar


lagi juga mateng, udah nggak sabar yo pengen ketemu bojomu”kata Bi Sumi.


“bukan itu bi, aku nanti malam kan harus balik , nanti nggak


sempet jalan-jalan kemana-mana”kata Yuna lagi.


“loh kok buru-buru toh, baru semalem loh kamu nginem ntar


malem udah pulang lagi”kata Bi Sumi.


“bi, kerja di pabrik nggak bisa lama-lama liburnya di


batesin”kata Yuna lagi.


“ooooh”kata Bi Sumi


“tadi katanya mas Heri mau ke Sendang… emank masih ada


airnya bi”Tanya Yuna.


“ada donk, itukan buat ngalirin sawah juga, tapi udah nggak


banyak airnya, blom musin hujan”kata Bi sumi


“berarti pak lek di sana juga”kata Yuna lagi.


“iya, ini udah siap makanannya ayo kita bawa rantangnya


anter ke kebun dulu”kata Bi sumi setelah semuannya beres. Yuna kemudian bersiap


tak lupa di bawanya hpnya. Dan membawa rantang yang berisi makanan begitu


juga  Bi Sumi. Kemudian mereka sampai di


duduk sambil melihat hape bersama dengan Dadi sedangkan Bapaknya sedang


membereskan daun dan batang singkong. Yuna sampai dan menaruh rantang makannya


dan melihat Heri dan Dadi yang sibuk lihat Hp jadi sebal.


“ada Orang tua sibuk kerja keras, yang muda nggak tahu


malu”kata Yuna yang sengaja menyindir Heri.


“oooh mbak tadi udah , sekarang lagi istirahat”kata Dadi


“dia itu nyindir aku, bukan kamu”kata Heri melirik istrinya.


Dan berkata pada Dadi.


“masak mas, loh mb Yun tadi yang nyabut singkong itu mas


Heri loh ada 4 pohon”kata Dadi membela Heri.


“aaah masa, orang kota mana mau kerja kayak gitu”kata Yuna


dengan sinis menatap kearah Heri,.


“beneran mba tadi mas Heri yang Nyabut, ini aku yang


videoin”kata Dadi sambil mau menunjukkan video kepada Yuna. Heri masih diam


tanpa komentar dan menerima pembelaan Dadi.


“iya tadi suamimu yang nyabut, bapak malah duduk aja, pas


kamu kesini bapak baru turun, beresin daun-daunya doank”kata Pak Basuki sambil


duduk di sebelah Heri. Dan Dadi di sebelahnya kemudian Yuna lalu Bi sumi. Heri


menatap ke Yuna seolah berkata {sembarangan Nuduh ya}. puas dia ada yang bela in  Tatapan itu lalu dijawab Yuna dengan menunjukkan kelingkingnya. Heri


Nampak geram.


“sudah makan dulu”kata Bi Sumi yang tak melihat itu.


“memangnya jam berapa sekarang kok udah mau makan”kata Heri


sambil melihat jam di hapenya. Baru jam 10 lewat 30.


“ha…ha…ha… kalo Disini jangan Heran ,makan itu, kalau


masakan sudah matang yang sekitar jam segini nanti jam 2 makan lagi”kata Pak Basuki.


“kalo jam 2 namanyo Mindo mas”kata Dadi lagi.


“Mindo, INDOMIE kali”kata Heri semua tertawa termasuk Yuna dan


Heri menatapnya dan  tersenyum. Dan Yuna


menunjukkan kelingkingnya Dadi ternyata memperhatikan itu.


“otak mesum”kata Heri pelan.


“bubur sum-sum, bi sumi nggak bikin”kata bi Sumi kemudian.


Yuna tertawa ngakak diikuti Heri juga.


Dadi hanya melongo.


“tapi sebenernya saya masih kenyang,”kata Heri.


“oooh ya udah, ga usah makan nggak apa-apa “kata Yuna


langsung.


“nggak apa-apa aku bisa makan sedikit”kata Heri lagi dan


mengambil makan sedikit.


“kalian makan dulu aku mau nganter, nasi ini ka pak lik mu”kata

__ADS_1


bi Sumi


“oooh bu ayo” kata Dadi segera menyusul bi Sumi.


“eeh katanya mau ajak aku kesendang”kata Heri


“nanti nyusul aja sama mb yun , dia tahu tempatnya”kata


Dadi.


“ooooh,ya udah “kata Heri mengalihkan pandangan pada Yuna.


Sementara itu Yuna dan Heri saling pandang-pandang namun


masih terus meledek. Setelah selesai makan Yuna membereskan rantangnya.


“ya udah sono kalo mau kesendang, bapak mau tiduran disini


dulu”kata Pak Basuki.


“iya pak nanti kita balik lagi kesini ya”kata Yuna kemudian


sambil merapikan rantangnya.


“iya ”kata pak Basuki. Kemudian Yuna berjalan di pinggir ladang


diikuti dengan Heri di belakangnya.


“jauh nggak “Tanya Heri. Yuna berhenti dan menoleh.


“nggak terlalu jauh kok”jawab Yuna.


“tunggu sebentar “kata Heri mengusap bulir nasi dekat bibir


Yuna. Membuat Yuna tersipu dan langsung memalingkan muka.


“ehm, ehm kayaknya ada yang merah pipinya”ledek Heri sambil


berpindah lagi di depan Yuna dan Yuna melengos lagi karena masih malu.


“bagaimana kalau begini”kata Heri sambil memeluk Yuna dari


belakang karena gemas. Yuna berusaha melepaskan tangan Heri namun susah. Yuna


memengok kebelakang smbi memengangi tangan herii dan Heri menatapnya sambil


tersenyum. Kalo dibiarin dia keenakan aku harus melakukan sesuatu pikir Yuna.


Yuna Berpura-pura sesak nafas


“aduuuh, aku nggak bisa nafas”kat Yuna sambil melemaskan


badanya sampe terduduk di tanah membuat Heri reflek mengendurkan pelukannya.


“udah sembuh”kata Yuna kemudian Bangun dan Berlari.


“dasar kamu menipuku ya”kata Heri dan mengejar Yuna. Yuna


pun tertawa terbahak. Dan menjulurkan lidahnya meledek Heri sampai Yuna


terpeleset. Membuat Heri gentian tertawa .


“sakit tahu”kata Yuna mengeluh.


“makanya jangan berani-berani sama seorang suami, su-a-mi


oke”kata Heri mengeja dan menekankan.


“ya , aku minta maaf “kata Yuna kemudian bangun sendiri


walau agak sakit.


“tapi nggak apa-apa kan”kata Heri agak cemas.


“nggak sih”jawab yuna dan mengeluarkan Hp nya


“nih fotoin donk, disini pemandangan lagi bagus, buat


kenang-kenangan“kata Yuna memberikan hapenya pada heri.


“oke, ”kata Heri mengambil HP Yuna. Yuna mulai berpose dan


Heri kemudian memotret beberapa kali.


“gantian donk”kata Heri kemudian gantian memotret Heri.


“kita foto berdua”kata Heri.


“kalo selfie nggak kliatan pemandangannya”kata Yuna


“sini aku aja mbak yang motoin, aku siap jadi fotografernya”kata


Dadi tiba-tiba


“eeeeh Dad, kamu udah disini”kata Heri


“iya tadi suruh Nyusul , sama ibu takutnya pada Nyasar”kata


Dadi.


“batereku lemah lagi, lupa nggak di cash”kata Yuna.


“ya udah pake punyaku aja,”kata Heri kemudian menyerahkan


HPnya pada Dadi. Kemudian  Dadi memotret


beberapa kali dan mereka selfi bertiga. Setelah itu mereka berjalan dijaln


setapak sedangkan Dadi sibuk videoin mereka. Dalam videonya terlihat saling


bercanda . Dadi hanya nyengir senang. Sesampainya di sendang.


“ini sendangnya”kata Heri sambil melihat sekeliling.


“iya, ini mas, kalo lagi musim ujan airnya bisa sampe sini “kata


Dadi sambil menunjukkan.


“oooh itu ada air terjun juga, tapi kecil, boleh nggak naik


keatas, “kata Heri senang.


“iya silahkan mas tapi hati-hati licin, takut terpeleset tebingnya


tinggi”kata Dadi


“oooh iya, saya dulu pernah petualangan beberapa kali”kata


Heri “eeeh itu ada pak Baki sama Bi Sumi ya ”kata Heri sambil melambai, Yuna


hanya memperhatikan tingkah Heri yang menurutnya Norak tapi dia suka karena


Heri mudah dekat dengan keluarganya.


“nak mau naik ya, hati –hati ya”kata pak Baki.


“iya pak”kata Heri.


“saya mau balik dulu, mau ngasih makan sapi”kata pak Baki.


“iya pak Lik, ati-ati”kata yuna. Kemudian pak Baki sama Bi


Sumi pun berjalan pulang.


“eeeh le , kamu nggak ikut pulang jangan nganggu pengantin


baru”kata pak Baki.


“nggak ganggu pak, saya lagi nyimpen momennya mereka ini lo”kata


Dadi.


“MOMEN opo iku?”kata pak Baki


“tukang foto itu lo pak”kata Bi sumi


“oooh ya udah,kita pulang dulu ati-ati bentar lagi duhur


pulang ya”kata pak Baki. Kemudian mereka mengangguk.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2