
sebelumnya.
Heri mulai merasa gatal-gatal pada wajah leher dan tangannya namun sia masih berjalan dibelakang Yuna dan Esty. ketika Yuna dan Esty masuk kedalam toko kaset. Pandangan matanya kearah tengah dimana ada arena musik. posisinya di lantai 2. Heri pun menuju balkon.
"hai semua selamat berbelanja, saya disini bersama teman-teman saya akan menghibur semua yang sedang ada disini, tapi sebelumnya saya mau bikin challenge nih, ada yang mau ga?, callenge ya adal ah siapa yang berani nyanyi dan menyatakan cinta buat gebetannya nanti gue kasih 500 ribu buat jajan sama pasangannya "kata pemusik. namun blom ada yang maju. pikiran liar Heri beraksi untuk memanfaat moment itu segera dia mencari lift dan turun.
"ayo ada yang berani ga"kata pemusik itu. untung saja belum ada yang maju menawarkan diri. setelah Heri sampai kemudian dia mengangkat tangan menuju pemusik itu.
"oke ini ada cowok, mau ikutan challenge, namanya siapa mas"kata pemusik itu. disertai suara riuh dan tepuk tangan banyak orang yang menyaksikan di Mall itu.
"Heri"jawab Heri kearah microphone.
"ceweknya namanya siapa"kata pemusik itu
"Yuna"kata Heri lagi.
"mas Heri ini mau nyanyiin lagu buat Yuna"kata pemusik itu tepuk tangan riuh.
"mana ceweknya mas"tanya pemusik itu.
Heri tak menjawab dan berbisik.
"ada,tapi gue bisa minta tolong ga, soalnya ini surprise buat dia, panggilin dia,namanya ,Yuna dia ada ditoko kaset "kata Heri ditelinga pemusik . pemusik itu lamgsung mengangguk.
"untuk saudari Yuna, yang berada ditoko kaset, silahkan menuju ke balkon untuk menyaksikan pasangan anda"kata pemusik itu. namun orang-orang itu melihat sekeliling saling pandang mencari sosok Yuna.
"yang mana mas ada ga diantara mereka"tanya pemusik itu
"blom ada mas, bilang aja saya pingsan gitu"kata Heri berbisik pada pemusik itu.
"oke saya boleh minta tolong ,ga, ada relawan untuk membantu mencari gebetan cowo ini,namanya siapa mas tadi"tanya pemusik itu.
"Yuna"jawab Heri.
"namanya Yuna, dia sekarang ada di toko kaset, ya mas [Heri mengangguk]ada yang bersedia ga"kata pemusik itu kearah atas. dan seorang pria melambaikan tangan.
__ADS_1
"ooh itu ada yang mau nyariin"kata pemusik itu. kemudian mereka mempersiapkan lagunya.
"mas saya mau main gitar sendiri boleh ya"kata Heri pada pemusik itu.
"oh iya silahkan"kata pemusik itu. kemudian pemusik sibuk merekam Heri yang sudah mulai bernyanyi.
Yuna berlari dari dalam toko kaset. sementara Esty tak bisa lari karena membawa banyak belanjaan namun saat Esty mau mengejar hpnua bunyi. sementara Yuna benar-benar khawatir dan merasa bersalah karena sudah menyuapi bebek pada Heri.
"dimana mas"tanya Yuna pada pria yang memberi tahunya.
"sini mb"kata pria itu mengajak Yuna ke pinggir balkon. Yuna celingukan pandangan kearah cowok dilantai 2 yang sedang duduk dengan memegang gitar. Cowok itu mengerlingkan mata kearahnya. Walaupun cukup jauh namun terlihat oleh Yuna. aduuuh ampun deh gue dikerjain umpat Yuna dalam hati.
pria yang mengantar Yuna ke balkon melambai kearah Heri dan pemusik itu. Heri melambai membenarkan. Yuna berdecak dan menoleh kearah pria yang memanggilnya.
"mas mau aja disuruh orang itu"kata Yuna hendak pergi namun suara Heri mengalihkan kanya.
"jangan pergi, aku mau kamu dengerin lagu ini spesial buat kamu Yuna"kata Heri suara riuh orang yang menonton iti menyadarkan Yuna. membuat Yuna memerah mukanya karena malu. gimana nih semua orang jadi ngliatin gue kata Yuna berkecamuk dalam hati. namun suara Heri yang mulai bernyanyi terdengar merdu ditelinganya. bahkan suara penonton dan tepuk tangan orang tal terdengar lagi. dan tak satupun orang ada di sekelilingnya. seolah terhipnotis dengan lagu itu. Esty setelah menerima telpon kemudian mencari Keberadaan Yuna dan melihatya dipinggir balkon segera dia hampiri dengan susah payah.karena membawa belanjaan tang cukup banyak. penasaran apayang membuat Yuna mematung. Esty mendengar suara orang sedang bernyanyi kemudian melihat siapa yang menyanyi. mulut Esty menganga lebar dan segera ditutupnya dengan tangan kirinya.
"Yun serius nih ganteng banget, suara nya bagus banget " kata Esty pada Yuna yang juga sedang terpana.
Esty menoleh kearah priabyang dari jauh melambaikan tangan ternyata itu Elang pacarnya.
"eeeh lang sini"kata ESty
"lagi ngapain"kata Elang pada Esty
"liatin ini,siapin kamera cepetan, ini moment bersejarah "kata Esty pada Elang tanpa babibu lagi Elang segera mengeluarkan hapenya ESty merebut hape Elang.
"biar aku aja,kamu tolong bawain belanjaanku ya"kata Esty , Elang berdecak lalu membawa belanjaan Esty
"makanya kalo mau pergi ajak aku donk"kata Elang.
"iya aku mau ngajak kamu, tapi Yuna nggak mau kali aku ngajak kamu, takut di cuekin eeh malah sekarang aku yang di cuekin jadi obat nyamuk lagi,ssssst diam dulu aku lagi ngrekam"kata Esty menyuruh Elang diam. Yuna tersadar setelah tepuk tangan ramai. baru dia tahu kalau dia masih di dalam mall. hah tadi perasaan aku berdua doank dengan cowok itu, bener nih dia itu penjahat bisa hipnotis aku ,udah terlanjur malu nih aku samperin dia aja bikin perhitungan kata Yuna dalam hati. dan Yuna hendak menuju kearah eskalator untuk turun ke lantai 2. Esty sibuk merekamnya dan mengejar Yuna dari belakang Elang mengikuti. setelah Yuna sampai tepat didepan Heri. Heri tersenyum padanya dan sempat mengerlingkan mata kearahnya. Yuna menarik nafas mempersiapkan kata-kata.
"Yuna aku serius, lagu tadi merupakan perasaan aku ke kamu, aku ingin kita bisa terus bersama, tolong jaga cinta kita jangan pernah kamu ninggalin aku"kata Heri langsung terjatuh dan pingsan. Yuna yang mau protes kaget semuanya pun riuh. pemusik dan beberapa orang berusaha menyadarkan Heri. Heri membuka mata sekilas lalu menutup matanya lagi. Esty yang masih merekam langsung meminta Elang membantu Yuna untuk membawa Heri ke klinik. Yuna yang tadinya setengah kesal jadi panic dan tampak khawatir. setelah sampai diklinik Heri di periksa.
__ADS_1
"dokter kenapa dia"kata Yuna.
"sepertinya keracunan makanan"kata Dokter tiba-tiba Yuna meneteskan airmata.
"trus gimana dok apa ga bisa ditolong" kata Yuna cemas dan suaranya bergetar karena menangis. Heri tersadar dan batuk-batuk dia merasa mual. segera dengan cekatan Yuna memberikan plastik buat muntah. semua makanan di keluarkan. Esty dengan cekatan mengambil air mineral yang ada di dalam belanjaannya yang di bawa Elang dan memberikan pada Yuna. lalu Yuna membuka tutupnya dan memberikan air pada pada Heri. setelah Heri meminumnya.
"syukurlah sudah dimuntahkan semua, kamu punya alergi ya"kata dokter pada Heri
"iya dok alergi daging bebek"kata Heri
"ini kalo ga muntah bisa fatal, silahkan istirahat dulu, nanti juga baikkan"kata dokter mau pergi.
"berarti dia baik-baik aja dok, ga perlu kerumah sakit"kata Esty.
"tidak perlu, istirahat sebentar saja nanti pulih"kata dokter lagi.setelah dokter pergi pemusik yang tadi ikut membawa Heri bicara.
"oh ya bro ini duit yang udah gue janjiin"kata pemusik itu dan memberikan uang 500 ribu pada Heri.
"terimakasih "kata Heri
"cepet sembuh ya gue harus balik panggung"kata pemusik itu menjabat tangan Heri dan meninggalkan tersisa Esty, Elang dan Yuna bersamanya.
"hai"kata Heri pada Yuna .
"terimakasih ya, baru kali ini ada orang yang khawatir dan peduliin aku kaya gitu"kata Heri sambil senyum. Yuna tak bisa menahan tangisnya dan akhirnya menangis seperti anak kecil ingin memeluk Heri namun malu akhirnya dia menangis dan memeluk Esty.
"peluk aku donk, kok kamu peluk dia"kata Heri mengadahkan tangannya. namun Yuna menangis keras memeluk Esty dan memukul pundak Esty. Esty jadi batuk-batuk. Heri mulai merasa tidak nyaman kemudian menutup. mukanya telinganya. Elang hanya diam saja.
"apa temenmu selalu begitu kalo menangis"kata Heri masih menutup telingannya.ESty mengangguk.
"suruh dia berhenti telingaku mulai sakit"kata Heri kemudian hanphone bunyi.
"hallo mas Heri masih di mall, di sebelah mana"tanya Farid.
"di klinik mall"jawab Heri menutup Telpon.
__ADS_1