
Yuna yang tadinya menangis di kamar terrnyata tertidur. kemudian terbangun dengan cukup kaget. Melihat jam ternyata sudah jam 11 siang. Dengan segera dia bangun dan keluar kamar. ternyata dirumahnya sudah ramai orang sibuk memasak.
"calon penganten baru bangun"kata mb Murni ketika lewat didepan dan Yuna baru tersadar bahwa dia akan menikah nanti malam.
"Yuna aku udah bilang sama, bu Wati tetangga kita yang punya salon dan tata rias klo minjam baju kebaya dadakan bisa nggak, katanya bisa,kamu sekarang kerumahnya cobain bajunya muat apa ga"kata Bi sumi.
"ga usah pinjam kebaya kali bi, seadanya aja"kata Yuna.
"ini hari sakralmu walau ngedadak, bi Sumi udah ngomong,kamu tinggal kesana doank, ajak calonmu sekalian"kata bi Sumi
"haaah maksudnya, Heri, tapi ga usahlah bi.... aku bantuin dapur"kata Yuna terpotong.
"eeeeeh tenang ada dapur udah ada yang handle, udah sono, aku juga udah bilang bapakmu, kamu cari tuh calon bojomu"kata Bi sumi kemudian pergi.
Yuna bingung dan mengintip Heri dikamarnya tapi tidak ada. pergi kemana dia? kemudian Yuna keluar dan didapati bapaknya sedang membuat janur dengan beberapa orang.
"pak tadi, bi sumi bilang aku disuruh kerumah bu wati tapi lihat... ehm" kata Yuna.
"bojomu pergi sama Dadi blom balik"kata pak Basuki.
"kamu kesono aja, nanti kalo sudah pulang aku suruh nyusul kamu"kata bapaknya.
"Yuna ke rumah bu wati dulu pak"kata Yuna pergi. Heri pergi sama Dadi kemana. gue lagi pusing dia malah jalan2 apa dia kabur dan balik kekota. apa aku telpon saja ya.
"eeeh yuna kok diluar aja masuk"kata Bu Wati yang melihat Yuna sudah didepan pekarangan.
"iya bu"kata Yuna masuk kerumah Bu Wati yang memang pemilik sanggar rias pengantin.
"bu Wati lagi ga ada job"kata Yuna.
"ada tapi besok, kamu beruntung hari ini aku pinjamin baju sama make up gratis"kata Bu Wati.
"yang bener bu, aku ngrepotin berarti"kata Yuna lagi.
"nggak lah aku malah seneng bisa bantu kamu,nah kamu masuk sini pilih baju mana yang mau di pake"kata Bu wati
"aduuh bu, banyak banget saya bingung milihnya, yang mana ajalah bu wong cuma buat akad doank, kebaya aja"kata Yuna.
"oooh ya Udah coba yang ini muat nggak, sono ganti di kamar"kata bu wati.
"lagi ga ada orang kan bu, pada kemana"kata Yuna.
"ke rumahmu lah"kata vu wati
"oooh"kata Yuna sambil nyengir. kemudian Yuna keluar setelah memakai baju kebaya.
"loh kan ayu tenan kamu nduk, pas banget Bajune,sini ngaca "kata bu wati.
Yuna kemudian mengaca dan tersenyum malu lihat dirinya di cermin.
__ADS_1
"ya udah ini aja bu,"kata Yuna
"ga mau nyoba yang laen"kata bu Wati.
"ga usah ini aja"kata Yuna sambil terus mengaca .
"bu wati, Ini lo aku bawa mas Heri calon pengantin cowok nya"kata Dadi dari luar. Yuna mendengar nama Heri kaget dan bingung.
"siapa itu yang ngomong"kata bu Wati menyahut sambil membenahi baju yang di pake Yuna.
"Dadi bu"jawab Dadi.
"bu aku buka dulu bajunya"kata Yuna panic.
"loh jangan, biar bojomu lihat, ya udah masuk aja sekarang "kata by Wati. Yuna langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya tandanya Malu. Bu wati menarik rangan Yuna supaya membuka wajahnya namun Yuna dengan kuat menutup mukanya. pasti dia pikir aku ngebet banget sama pernikahan ini aduh malu banget.
"loh mb Yun kok mukanya ditutup"kata Dadi. Heri yang melihat itu tersenyum. tahu kalo Yuna sedang malu.
"bu aku mau ganti baju dulu ya"kata Yuna masih dengan menutup muka.
"iih tunggu, bojomu nyobain baju ya, trus ngapain coba mukanya ditutupin, malu sama calon bojo,udah buka aja sih"kata bu Wati. Yuna pun membuka tangan yang menutup wajah namun yang tampak hanya Dadi dan Bu wati dia tengok kiri kanan.
" ga ada dia lagi ganti baju"kata Dadi seolah tahu Yuna sedang mencari sosok Heri.
"suit suit, "Dadi bersiul Yuna Heran dan Dadi menunjuk kearah belakang Yuna. Dan Yuna seperti ada terpaan angin semilir yang mengipasi rambutnya matanya terpana melihat sosok pangeran memakai jas hitam menuju ke arahnya sangat tampan sekali. dan pria tampan itu mengerlingkan mata kearahnya, tapi kenapa mataku jadi perih.
"Dadi kok kamu ngerokok sih"kata Yuna ngomel.
"Mas guanteng tenan sampeyan,wah ga rugi mb Yun,aku aja terpesona"kata Dadi Heri tertawa dan melirik Yuna.
"ya udah ini pas bangeet buat kalian berdua,sekarang buka di pakenya ntar malem aja ya"kata bu Wati.
***
"kamu mau mahar apa"kata Heri pada Yuna diruang tamu rumahnya. setelah pulang dari rumah bu wati.
"apa, apa penting mahar, aku blom mikir, karena nikah dadakan"kata Yuna bingung.
"harus ada mas kawin,"kata Heri.
"iya, aku nggak mau beratin kamu, pengenya sih cincin, kalo nggak ada ya uang aja"kata Yuna.
"eeeh ini calon dipisah dulu jangan jadi satu"kata mb Murni
"iya bener, Dadi kamu ajak Heri pulang kerumah"kata Bi sumi.
singkat cerita nih Heri ada dirumah Dadi sepupu Yuna. sedangkan Yuna ada Dirumah bapaknya. waktu sudah mulai berjalan sholat isya udah terlewati. Yuna sudah mengenakan kebaya. undangan sudah datang dan tentu saja para tetangga dan kerabat dekat saja. Yuna terasa dag dig dug. Heri menyempatkan diri mengintip Yuna. dan tatapan mereka bertemu. Lalu Heri seperti biasa menggoda Yuna dengan kerlingan matanya. apa dia nggak deg degan sebegitu pedenya dia masih godain aku.
"Pak Basuki, bisa di mulai acaranya"tanya Pak Baskoro pemuka desa Munyu.
__ADS_1
"ya pak silahkan, saya minta tolong bapak untuk membuka acaranya"kata pak Basuki.
ada Ustad Yasin pemuka Agama desa Munyu di mintain tolong untuk jadi penghulunya.
setelah beberepa sambutan akhirnya tiba waktunya untuk akad Nikah.
"Yun akad mau di mulai kamu keluar, nduk "kata bi sumi.
"bi saya deg... deg... an,bisa nggak di batalin nikahnya"kata Yuna karena kakinya terasa kesemutan.
"ngomong opo kamu nduk, bisa aja tapi kamu pergi dari sini nggak usah balik lagi"kata Pak Basuki. Yuna kaget.
"pak kakiku kesemutan ga bisa jalan"kata Yuna.
"ayo dibantu bapak sama bibimu jalan"kata pak Basuki menggandeng Yuna. dan Yuna berjalan dengan kesusahan. dan beberapa orang berbisik saat dia hadir. ada yang menjelekkan ada pula yang memuji. Dan Heri melihat itu segera bangkit dang mengendong Yuna membuat orang-orang kaget. Yuna menatap Heri dengan penuh perasaan yang tak bisa di ungkapkan. kemudian mendudukkan Yuna di sebelahnya.
"kamu pasti grogi makanya kesemutan" bisik Heri. Yuna melirik Heri.
"kamu juga grogi, buktinya tangannya basah keringetan, tuh di leher dan jidatnya juga"kata Yuna Pelan.
"mempelai sudah ada, wali, ada saksi sudah ada juga mari kita mulai"kata ustad Yasin.
"pal Bas mau nikahin sendiri anaknya"tanya ustad Yasin.
"minta tolong bapak aja"kata pak Basuki
"mempelai sudah siap, ga ada paksaan, "kata ustad Yasin Yuna melirik bapakny dan menggeleng pelan.
"siapa nama mempelainya"kata ustad Yasin.
"mempelai heri dan Yuna pak"kata pak Basuki
"saudara Heri"kata ustad Yasin
"iya pak"kata Heri.
"kesiniin tanganya"kata ustad Yasiin. Heri mengangguk lalu mengulurkan tangan kanannya yang basah kena keringat.
"basah mas tangannya"kata Ustad Yasin di sambut tawa orang yang hadir. Heri mengusap tangannya dengan sapu tangan yang di berikan Dadi.
"apa mas kawinnya "kata ustad Yasiin.
"ini pak cincin 3 gram"kata Heri sambil mengeluarkan cincin dari kantung jas nya.
"nama lengkap"kata ustad Yasiin
"Heriyanto Bin Pandu Rahardjo"kata Heri
"saudara Heriyanto Bin Pandu Rahardjo saya Nikahkan dan kawinnkan anda dengan Dyuna Larisa Binti Basuki Candra dengan mas kawin cincin 3 gram tunai"kata ustad yasin dengan menghentakkan tangan.
__ADS_1
"saya trima nikah dan kawinya Dyuna Larisa Binti Basuki Candra dengan mas kawin cincin emas 3 gram tunai"kata Heri. dan semua saksi menyatakan sah. kemudian semua mengusap wajah termasuk Heri dan Yuna yang saling berpandangan.