
Hape Yuna bergetar. Dia tengok kiri
kanan. Yuna menuju ke pojok ruangan. Ternyata Dadi sepupunya menelepon.
“Halo ada apa Dad”kata Yuna“mb Yun Pak de Sakit tadi pingsan,ini lagi di bawa
kerumah sakit”kata Dadi Panic“Astagfirullah, kok bisa emank tadi lagi ngapain”kata
Yuna panic“habis Dari kebon trus pulang , untung saya ikutin
sampe rumah tadi mb, sekarang lagi naik mobil ini, tapi masih blom sadar”kata
Dadi serak suaranya.“ya Udah tolong anter kerumah sakit dulu, nanti
kabarin lagi ya”kata Yuna Panic dan Dadi menutup telponnya dan Yuna mondar
mandir dengan panic .Menengok jam Sesekali.“kamu kenapa Yun kok panic gitu”kata PaK Jo
“Pak Nanti kalo istirahat saya nggak balik lagi, berarti
saya izin pulang kampung ya Pak”kata Yuna
“ada apa emangnya”kata Pak Jo
“bapak saya pinsan sedang di bawa ke rumah sakit,blom sadar
juga, saya khawatir kenapa-napa”kata Yuna
“oooh ya udah, nanti kalo perlu cuti biar Widi yang urus”kata
Pak Jo.
“ya Pak Makasih”kata Yuna merapikan kerjaaannya .
“mb Indra ,Widi nanti kalo habis istirahat saya nggak balik
lagi berarti pulang kampung ya”kata Yuna
“loh kenapa, ngedadak banget”Tanya mb Indra
“tadi saya dapet kabar dari sepupu , katanya bapak saya
pingsan lagi di bawa kerumah sakit, tapi saya nunggu kabar dulu dari sepupu
nanti”kata Yuna
“oooh ya udah hati-hati aja ya”kata Widi
“ya hati-hati”kata mb Indra. Kemudian bel istirahat pun berbunyi. Yuna segera mengambil tas dan pulang
kerumanya.
Esty bertemu Widi
“Wid mana Yuna, nggak keluar istirahat?”kata Esty.
"Yuna pulang"jawab widi
“pulang, kenapa?”Tanya Esty heran
“katanya bapaknya di rawat di rumah sakit”kata Widi lagi
“oooh ya udah aku telpon dia aja “kata Esty
“iya”kata Widi meninggalkan Esty. Kemudian dengan segera
Esty menelpon Yuna.
“Yuna kamu mau pulang kampung ?”kata Esty
“nggak tahu, aku nunggu kabar dari sepupu dulu”kata Yuna
“oooh ya udah nanti kalo jadi pulang kampung Hati-hati ya”kata
Esty menutup telpon namun Esty pun ikut khawatir. Apa aku susul aja pulang Yuna kan grasak grusuk orangnya pikir Esty. Dan segera pulang menyusul Yuna.
Setelah sampe rumah Yuna membaca pesan yang baru masuk dari
Dadi. [Mb Yun pakde udah masuk UGD tapi
blom sadar sampe sekarang]kata sms Dadi. {Ya udah aku pulang sekarang tolong jagain bapak ya jawab Yuna} . Segera
Yuna membuka pintu rumah dan menyiapkan beberapa baju ke dalam tas dan keluar
namun betapa terkejutnya sudah ada seseorang di depan pintu rumahnya.
“Kenapa smsku nggak di bales-bales”kata Heri menghalangi
Yuna yang mau keluar.
“aku nggak sempet kan kerja,awas donk aku aku mau lewat”kata
Yuna namun Heri tak jua menyingkir.
“nggak sempet ini, ada dirumah kerja apaan”kata Heri
“jangan kayak anak kecil donk, setiap saat aku harus bales
sms kamu, ada hal lain yang juga harus aku kerjakan tahu nggak”kata Yuna
jengkel dan mendorong Heri dengan cukup keras. Membuat Heri terjatuh. Yuna
Menoleh namun tak segera membantu Heri berdiri.
“ada apa sih kok dorong-dorong “kata Esty yang baru datang
dan membantu Heri bangun. Namun Heri menolak dan bangun sendiri.
Heri menarik nafas dan duduk.
“Yuna kamu nggak lihat, kasihan mas Heri sakit”kata Esti
“aku nggak apa-apa”kata Heri lagi
Yuna kemudian berbalik dan membantu Heri bangun.
“maaf, aku buru-buru aku sangat khawatir bapakku masuk rumah
__ADS_1
sakit dan belum sadar, aku Harus pulang sekarang, aku sedang panic jadi
bawaannya emosi, jadi kamu pulang aja ya” kata Yuna gemetaran.
“Aku yang minta maaf, karena nggak tahu, aku terlalu
merindukanmu”kata Heri lagi.
“baiklah sekarang kamu kembali saja, karena aku harus pergi”kata
Yuna
“biarkan aku ikut denganmu pulang Kampung”kata Heri.
“apa? Jangan nggak usah”kata Yuna tiba-tiba lemas. Dan ambruk
kemudian di pegang Heri dan Esty.
“tuh kan kamu blom makan ya?”kata Esty khawatir.
“nanti makan di bis aja, ga apa-apa kok”kata Yuna lagi
“Yuna aku temenin kamu pulang kampung ya, nanti kalo
kenapa-napa sama kamu, gimana?”kata Heri
“ya bener, biarin dia nemenin kamu pulang”kata Esty
ikut-ikutan.
“Esty, kamu yang bener aja, aku sama dia”kata Yuna.
***
“nih makan dulu”kata Heri memberikan nasi pada Yuna yang
sudah di dalam bis yang berjalan. Yuna menatap Heri.
“aku nggak lapar” kata Yuna menoleh ke arah luar.
“aku suapin ya”kata Heri mengarahkan tanganya ke mulut Yuna.
Yuna mendorong tangan Heri.
“kamu ini, jangan malah jadi sakit,nggak kasihan sama bapak
kamu”kata Heri lagi.
“aku makan sendiri aja”kata Yuna mengambil nasi dari tangan
Heri. Dan Heri pun tersenyum.
“berapa Hari kita sampe” Heri bertanya
“besok pagi,kamu ngapain sih ngikutin aku”kata Yuna lagi
“nggak apa-apa, sekaliyan aja, aku nengokin bapak kamu, dan
kenal keluarga kamu , kan aku calon suamimu”kata Heri mengerlingkan matanya.
Yuna melengos.
Yuna tertidur menempel di jendela. Heri memperhatikan Yuna dan membuka jaketnya
dan menutupi badan Yuna.
Heri tak bisa tidur dan hanya terus memandangi wanita di sebelahnya.
Sehingga Yuna pun terbangun Heri segera berpura-pura tidur. Yuna melihat jaket
yang menutupi badannya. Di ciumnya jaket.
“kirain bau”kata Yuna nyengir.
“bangun bentar lagi sampe”kata Yuna membangunkan Heri. Padahal
kan Heri pura-pura tidur.
“makasih jaketnya”kata Yuna mengembalikan jaket namun Heri
menolaknya.
“pake aja, kamu lebih butuh, annggap aja aku lagi peluk kamu”kata
Heri mengerlingkan matanya.
“ya ampun mulai lagi”kata Yuna setelah sampai terminal
kemudian mereka turun.
Setelah turun Yuna seperti orang bingung. Dan menoleh ke
Heri.
“Bingung ya, mau ngumpetin aku dimana?”kata Heri kok tahu aja dia.
“iya, mau ngumpetin ke kantong jaket nggak muat”kata Yuna
nyengir kesal.
“nggak usah di umpetin, cintaku kan udah ngumpet di hatimu”kata
Heri menggoda Yuna Aduuh mulai
nggombalnya. stengah menempelkan wajahnya ke pipi Yuna. Dan Yuna memukul
wajahnya.
“aaah sakit,masih jauh nggak?,kita naik apalagi sekarang?”kata
Heri memegangi pipinya.
“Naik ojek sekitar ½ jam lagi”kata Yuna segera mencari
tukang ojek setelah naik Heri mengikuti di belakangnya. Heri menatap suasana kampung
yang masih Asri masih jarang kendaraan. Rumah-rumah pun masih dari bilik kayu. Sesampainya
__ADS_1
di depan rumah bapaknya Yuna. Yuna segera membayar ojek.
Dadi keluar rumah karena mendengar suara motor.
“mb Yun udah sampe”kata Dadi
“pak mau mampir dulu nggak”kata Yuna mengajak tukang ojek
masuk
“nggak usah mb langsung balik aja, nanti kalo mau balik ke
terminal telpon aja mb”kata Tukang ojek
“ya pak makasih nomer hpnya”kata Yuna setelah tukang OJek
pergi .
“sopo mb iku, calon bojo yo”bisik Dadi.
Yuna menoleh ke Heri.
“oooh ini …. Mas Heri namanya, Bapak piye kabare, kok awakmu
ono nang kene, sopo sing jogo bapak neng rumah sakit toh ”kata Yuna.
“pak de ono neng njero, ndang mlebu toh”kata Dadi
“opo”Kata Yuna kaget. Dan segera masuk ke dalam. Dan dilihatnya ada bapaknya dan bi Sumi
ibunya Dadi.
“Bapak”kata Yuna langsung meluk bapaknya.
“apa nduk”kata Pak Basuki (bapaknya Yuna)
“bapak udah mendingan, katanya bapak pingsan, nggak
sadar-sadar di bawa kerumah sakit”kata Yuna menangis meluk bapaknya.
“kata siapa Nduk , orang bapak baik-baik aja, nih lihat”kata
Pak Basuki.
“beneran nggak apa-apa? Tapi kata Dadi”Tanya Yuna masih tak
percaya.
“oooh Dadi kamu ngomong apa sama Yuna”kata pak Basuki.
“walah pak de , dadi Cuma bilang, kalo pak de pingsan nggak
sadar-sadar , trus di bawa kerumah sakit, kalo nggak gitu pak de mb Yuna itu
nggak pulang-pulang, aku kasian sama pakde kangen di janjiin mau pulang nggak
pulang-pulang ”kata Dadi sambil masuk kerumah bersama Heri. Pak Basuki menatap
Heri yang baru masuk.
“Yuna kan pasti pulang nunggu waktu yang pas aja, syukur
Alhamdulillah kalo bapak baik-baik aja”kata Yuna meluk bapaknya lagi.
“itu siapa ndok calon mu ya “kata Bi Sumi dan Yuna menoleh
kearah. Heri dan semua mata tertuju kearahnya dan jadi kikuk. Yuna jadi
bingung. Sambil mangap.
“ya pak saya calonnya Yuna”kata Heri mendekati pak Basuki. Brrrk rasanya kayak ditimpa batu kepalanya Yuna berat banget nggak bisa berdiri.
“oooh Ya udah siapin dulu kamarnya”kata pak Basuki dan bi
sumi pun pergi dan segera menyiapkan Kamar untuk Heri.
“ayo mas sebelah sini”kata bi Sumi. Mengajak Heri mengikuti
Bi Sumi. Setelah Heri pergi.
“mb Yun, calonnya guaanteng ya”kata Dadi.
“pak dia itu temen, Yuna juga kenal blom lama”kata Yuna menjelaskan .
“masa kenal blom, kalo bukan buat serius, Yuna berani ajak
pulang kesini, kalo emank serius ya udah di segerakan aja, mumpung bapak masih
sehat”kata pak Basuki
“iiih bapak ngomongnya kayak gitu, kan bapak sehat sekarang”kata
Yuna sedih.
“mungkin sehat sekarang, nggak tahu besok , kalo Yuna udah
nikahkan Bapak nggak kepikiran lagi”kata Pak Basuki
“Bener mbk, kasian Pakde kepikiran mbak Yuna terus”kata
Dadi.
“ya udah bapak sehat, Yuna balik ya”kata Yuna lagi.
“kok baru dateng udah pengen balik aja, ya udah kalo mau
balik sekarang harus nikah dulu kamu”kata pak Basuki.
“bapak, masa nikah sekarang Yuna blom siap”kata Yuna.
“trus gimana omongan orang, kamu bawa laki-laki pulang,”kata
Pak Basuki.
“iya pak kan perlu persiapan”kata Yuna lagi
“ya udah kamu istirahat aja dulu”kata Pak Basuki.
__ADS_1
Bersambung