Class 10 A

Class 10 A
12. Talk Part 7 End


__ADS_3

Muncul dua orang pria dari arah pintu masuk. Dua pria berbeda usia itu adalah dua orang yang memiliki pengaruh cukup kuat dalam sekolah ini.  Manda sangat mengenali kedua pria tersebut. Saat melihat kedua pria itu masuk ke dalam ruangan seketika rasa amarahnya muncul secara tiba-tiba. Ia sebenarnya sangat ingin mengampiri kedua pria tersebut. Namun melihat situasi yang sudah sangat kacau membuat niatnya urung seketika. Ia hanya bisa menggeram dan menyumpahi kedua pria tersebut dalam hatinya.


"Penasihat Akarta dan Tuan Newyork mengapa kalian bisa kemari?" Wasit benar-benar mati kutu ketika mendapati dua pria tersebut kini berdiri di hadapannya dan tampak sangat kecewa terutama Tuan Newyork.


Meski pun Tuan Newyork terlihat sangat kecewa namun ia sama sekali tidak bersuara dan hanya diam menatap tajam kepada Bian. Menyadari respon atasannya yang seperti itu membuat Akarta segera bertindak dengan memberi perintah pada sang wasit untuk melepaskan Bian.


"Lepaskan dia wasit! Sebaiknya anda cepat membereskan semua kekacauan ini. Lalu...." Akarta melirik ke arah lawan yang sudah dihabisi oleh Bian. "Anak yang sudah dihabisi oleh Bian itu biarkan saja di sini karena aku sudah memanggil petugas klinik untuk segera datang ke sini." katanya memberi perintah.


Wasit hanya bisa mengiyakan kata-kata dari Akarta tanpa bisa bertindak lebih jauh lagi. Ia sadar mengenai jabatan pria yang sedang berada di hadapannya saat ini.


Akarta kemudia beralih pada Bian lalu menatapi remaja laki-laki itu dengan tatapan tajam. Sangat jelas bahwa Akarta sangat murka dengan tindakan remaja laki-laki tersebut. Akarta berjalan mendakat ke arah Bian ia lalu dengan sengaja mendekatkan wajahnya pada wajah Bian. Dengan sangat perlahan ia menatapi setiap jengkal inci wajah indah remaja laki-laki itu. Lalu mendekatkan mulutnya ke arah telinga Bian dan membisikkan sebuah kata-kata peringatan. "Bagus... kau melakukan tugasmu dengan benar. Memang sudah sepatutnya saat kau melawan orang lain untuk dihabisi tanpa ampun. Tapi sayangnya kau masih belum terlalu kejam untuk membunuh atau menyiksa lawanmu. Kuhargai kerja kerasmu. Tuan Kepala Sekolah pasti akan sangat senang mendengar berita kemajuanmu saat ini." bisiknya di telinga Bian. Berkebalikan dengan ekspresi wajahnya yang terlihat sangat marah, Akarta justru memuji Bian lewat bisikannya tersebut. "ขอแสดงความยินดีที่รักของฉัน." lanjutnya kemudian diakhiri dengan hembusan nafas pelan di telinga remaja laki-laki itu.


Bian yang mendapati perilaku tidak sopan dari pria tersebut secara rekfleks tubuhnya bergetar sangat kencang. Seketika nyalinya menjadi ciut. Bian benar- benar merasa jijik sekaligus sangat benci dengan pria tersebut. Bian mendorong tubuh pria tersbut untuk menjauh dari dirinya.


"Akarta berhentilah melakukan tindakan pelecehan seksual padanya! Sudah seharusnya sejak dahulu aku memenjarakanmu atas tindakanmu itu." ucap Tuan Newyork memperingatkan. Tuan Newyork kemudian berjalan mendekat ke arah Bian. Ia lalu berkata seperti ini pada anak itu. "Setelah ini kau harus ikut denganku menghadap Tuan Wakil Kepala Sekolah." katanya memberi perintah.


Mendengar Tuan Newyork berkata seperti itu membuat Akarta terkejut. "Bukankah seharusnya kita membawanya kepada Tuan Kepala Sekolah?"


"Apa aku sebodoh itu untuk menyerahkan anak ini pada si 'iblis' itu?" Tuan Newyork kemudian membawa Bian untuk segera pergi meninggalkan ring tinju. Namun sebelum keduanya benar-benar meninggalkan ring tinju. Akarta kemudian mencegah kepergian keduanya.


"Biarkan saya saja yang pergi mengantarkannya pada Tuan Wakil Kepala Sekolah." Akarta dengan sengaja menawarkan dirinya untuk mengantarkan Bian.


"Tidak usah! Sebaiknya kau urusi saja semua kekacauan di sini. Kau tidak boleh menolak karena kau sangat tahu di mana letak posisimu Akarta."  Tuan Newyork menatap tajam pada Akarta.


Akarta hanya bisa menggeram namun pada akhirnya ia hanya bisa tetap patuh pada atasannya tersebut.

__ADS_1


Setelah memastikan tidak ada gangguan lagi yang membuat dirinya terhenti Tuan Newyork kemudian membawa pergi Bian menuju kantor pribadi wakil kepala sekolah.


*********


"Mary berhentilah menangis. Bian pasti akan baik-baik saja." Manda berusaha menenangkan Mary yang masih menangis.


Kurumi menyodorkan tisu pada Manda untuk diberikan pada Mary. "Aku sendiri juga tidak menyangka bahwa Bian-kun bisa bertindak sejauh itu." katanya dengan rasa tidak percaya.


Ipeh yang duduk di sebelah Kurumi hanya bisa menghela nafas. Sembari mengetuk-ngetukkan jarinya ke atas meja Ipeh lalu berkata seperti ini. "Ck. Bian pasti punya alasan yang cukup kuat mengapa ia bertindak sampai seperti itu. Bian itu bukan tipe orang yang akan menghajar habis lawannya tanpa sebab yang cukup jelas. Aku sangat memahami perasaannya itu... yah lagi pula kami sesama laki-laki memiliki perasaan seperti itu." katanya.


"Aku setuju dengan kata-katamu hanya saja aku tidak setuju pada bagian sesama laki-laki." ujar Kurumi menyuarakan pendapatnya.


"Memangnya ada yang salah? Lagi pula ini masalah perasaan sesama laki-laki." tukas Ipeh dengan cepat.


Oke tampaknya topik pembahasan mereka mulai keluar alur dari topik sebelumnya. Melihat situasi yang mulai runyam akhirnya, Manda berniat untuk menyudahi pembicaraan ini.


***********


Sesampainya di Kelas A


"Mary, sebaiknya kau istirahat saja dulu. Hari ini pasti sangat melelahkan untukmu." Manda menarik kursi lalu menggiring Mary untuk duduk di sana.


Setelah duduk Mary lalu menatap Manda. "Manda maafkan aku karena sudah merepotkanmu. Hmm... ini aku tetap akan mentraktirmu." Mary merogoh kantong celananya lalu mengambil selembar uang seratus ribu rupiah untuk diberikan kepada Manda.


Manda ingin menolak uang tersebut namun Mary tetap memaksanya untuk menerima uang tersebut. "Apa tidak apa aku menerima ini?" katanya memastikan.

__ADS_1


Mary menggeleng. "Ambil saja lagi pula aku tidak akan mentraktirmu setiap hari." ucapnya.


Manda mengusap-usap tengkuknya. Ia menjadi merasa tidak nyaman untuk kali ini saat menerima uang dari Mary. Padahal biasanya ia akan dengan senang hati menerima uang tersebut, mungkin suasana kali ini tidak mendukung seperti biasanya.


"Baiklah kau sebaiknya istirahat dulu. Aku ingin pergi keluar dulu." pamit Manda.


Mary menatap Manda dengan wajah yang terlihat penasaran. "Memangnya kau mau kemana? Sebentar lagi sekolah akan selesai. Kau tahu bukan kita tidak boleh pergi keluyuran sebelum sebelum jam makan malam." katanya mengingatkan Manda.


"Ah aku tidak akan pergi jauh-jauh dari sini, aku hanya ingin pergi mencari angin sebentar saja. Tidak akan lama kok." Manda kemudian segera pergi meninggalkan kelas dan membiarkan Mary berada di sana.


Mary hanya bisa menatap kepergian Manda dengan wajah yang terlihat kebingungan.


*********


School Eínai o Theós tou Polémou adalah nama dari sekolah menengah ke atas  ini. Sekolah ini adalah sekolah swasta dengan basis pengajaran internasional. Sama seperti sekolah lainnya, sekolah ini juga menerapkan pembagian kelas bagi siswanya sesuai dengan prestasi serta bakal yang dimiliki. Urutan kelas sekolah ini dimulai dari kelas A, B, C, dan D. Sama seperti pada umumnya orang-orang akan mengira bahwa anak-anak yang telah berhasil masuk kelas A adalah anak yang cerdas sekaligus beruntung namun... mereka semua tidak tahu bahwa semua itu hanyalah kebohongan besar.


Anak-anak kelas A sesungguhnya tidak lebih seperti budak yang terlantar, namun memiliki tittle yang tinggi. Setiap anak yang berhasil masuk dalam kelas ini akan dibagi kemampuannya berdasarkan bakat yang dimiliki oleh masing-masing siswanya. Dan kebanyakan bakat yang dimiliki oleh anak-anak kelas A adalah yang berada di atas rata-rata. Setiap anak akan bersaing satu sama lain untuk memperebutkan peringkat sepuluh besar. Bagi yang mendapat peringkat teratas akan diberikan hadiah berupa hak istimewa langsung dari kepala sekolah. Dan bagi yang prestasinya di bawah rata-rata harus bersiap di keluarkan dengan membayar denda sebagai bentuk ganti rugi dan jika tidak mampu membayar denda maka siswa tersebut akan di jual pada perusahaan besar lalu dipekerjakan sebagai budak. Sekolah ini memiliki koneksi yang begitu luar biasa dan karena koneksinya itulah sekolah ini bisa bertindak dengan seenaknya.


Setiap siswa yang memiliki keinginan untuk memberontak akan dijatuhi hukuman berat yaitu eksekusi mati oleh para dewan guru khusus. Selain itu juga untuk siswa yang mengalami sedikit penurunan akan dijatuhi hukuman karantina sampai siswa itu mampu menaikkan kembali posisisnya atau tidak mereka akan didepak secara tidak hormat dari kelas A.


Sistem pendidikan di sekolah ini sangatlah kotor. Meski pun memiliki basis sekolah internasional sekolah ini benar-benar memperlakukan siswa kelas A kurang lebih seperti hewan ternak siap panen. Namun bagi kelas B, C dan D mereka sama sekali tidak mengalami diskriminasi layaknya kelas A dan mereka semua hidup normal selayaknya pelajar. Pilih kasih? Mungkin saja ya karena jelas mereka yang terlibat dalam sekolah ini tetap ingin memuluskan bisnis mereka di dunia pendidikan. Mereka tetap menerapkan bisnis normal namun di satu sisi mereka menerapkan bisnis kotor dengan memanfaatkan anak-anak kelas A.


Anak-anak kelas A juga bukanlah anak-anak sembarangan kebanyakan dari mereka berasal dari kalangan elit menengah ke atas. Dan bahkan ada beberapa yang memiliki koneksi langsung dengan pemerintahan. Berkat keadaan seperti inilah maka sekolah semakin diuntungkan. Benar-benar licik dan kotor.


Tetapi ada beberapa siswa yang hanya memanfaatkan beasiswa untuk dapat bersekolah di sini. Misalnya saja seperti Bian, karena kemampuan bakatnya di atas rata-rata maka ia mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di sini. Syarat untuk mendapatkan beasiswa tidaklah mudah karena selain harus memiliki kemampuan di atas rata-rata siswa penerima beasiswa wajib mendapatkan posisi sepuluh besar serta tidak dapat menolak bila diberikan tugas tambahan lainnya. Karena syarat yang begitu berat siswa penerima beasiswa jumlahnya sangatlah kecil.

__ADS_1


Sekolah ini benar-benar merebut hak asasi manusia dan harus segera dihentikan. Lagi pula sekolah ini bisa berjalan karena berada di ranah bisnis yang kotor.


Karena hal-hal kotor inilah membuat Manda ingin menguak di balik misteri tersembunyi yang berada di sekolah ini lalu memberitakannya pada dunia luar. Bahwa telah terjadi pengeksplotasian manusia secara tidak manusiawi. Manda adalah salah satu dari siswa kelas A yang sangat berambisi untuk menjatuhkan sekolah ini.


__ADS_2