Class 10 A

Class 10 A
08. Talk Part 3


__ADS_3

Dengan mata berbinar Ipeh tidak lupa mengucapkan terima kasih pada Kurumi. Atas kemurahan hati Kurumi yang sudah memberikannya bekal makan siang yang bahkan menunya juga menjadi kesukaan dirinya. "Terima kasih Kurumi-san. Ngomong-ngomong tumben sekali kau membawa Manju sebagai bekal." ucapnya.


"Ah sebenarnya kue itu adalah kiriman dari keluargaku yang berada di Hiroshima. Kebetulan karena kau suka Manju jadi kuberikan kue ini padamu." kata Kurumi sembari membuka kotak bekalnya.


Kue yang diberikan Kurumi pada Ipeh sebenarnya adalah Manju. Namun Manju yang diberikan Kurumi bukanlah Manju yang seperti pada umumnya karena Manju yang satu ini bisa dibilang merupakan kue kebanggaan dari Kota Hiroshima sendiri. Momiji Manju kue dengan bentuk daun mapel atau yang biasa disebut daun Momiji dalam bahasa Jepang ini begitu lezat sehingga Momiji Manju menjadi kebanggaan masyarakat di daerah Hiroshima. Bahkan menjadi salah satu souvenir yang paling populer di Hiroshima, terutama di kawasan wisata Kuil Itsukushima di Pulau Miyajima. Momiji Manju dibuat dari tepung beras, didalamnya berisikan selai kacang merah dan gula sebagai pemanisnya. Namun seiring dengan perkembangan zaman, isinya dibuat semakin inovatif mulai dari selai buah, cokelat, keju hingga teh hijau.


"Kau pernah bilang padaku bahwa kau sangat ingin mencoba kue Momiji Manju bukan? Kalau begitu Ipeh-san boleh kudengar sedikit sejarah kue ini? Kau kan sangat terkenal dengan pengetahuan kulinermu yang amat luas." pinta Kurumi.


Ipeh berdehem terlebih dahulu sebelum memberi penjelasan pada Kurumi. "Momiji Manju kue khas Hiroshima ini diperkirakan sudah ada lebih dari 100 tahun yang lalu, dan pertama kali dibuat pada Zaman Meiji akhir (1868-1912). Seorang pembuat wagashi (panganan khas Jepang) yaitu Takatsu Tsunesuke menyediakan wagashi untuk ryokan (penginapan khas Jepang) yang berlokasi di kawasan wisata Momiji-dani yang populer di Miyajima dan merupakan kawasan dengan pemandangan musim gugur paling menakjubkan." Ipeh menghela nafas sebentar kemudian kembali melanjutkan penjelasannya. "Pemilik ryokan kemudian meminta untuk dibuatkan souvenir manis yang cocok dengan nama Momiji-dani. Kemudian, Takatsu akhirnya menyempurnakan Momiji Manju pada tahun 1906. Jadi begitulah penjelasan singkat mengenai sejarah Momiji Manju." Ipeh mengakhiri penjelasannya.


Kurumi mengangguk-anggukkan kepalanya pertanda bahwa ia sudah merasa puas mendengar penjelasan yang diberikan oleh Ipeh. "Sudah kuduga pengetahuanmu mengenai sejarah kuliner makanan memang sangat bagus." puji Kurumi.


Ipeh menggosok-gosokkan tangannya di belakang kepala untuk mengalihkan rasa malunya."Aih... aih kalau sampai di puji Kurumi-san sampai seperti ini benar-benar membuatku merasa malu lho."


Kurumi tertawa pelan begitu melihat reaksi lucu yang diberikan oleh Ipeh atas pujian dari dirinya. "Fufufu... astaga Ipeh-san rupanya kau punya rasa malu juga ya." katanya sedikit menyinggung.


Pada dasarnya Ipeh memang kerap kali bertingkah kurang ajar dan seolah tidak tahu malu. Jadi wajar saja bila Kurumi mengatakan hal seperti itu pada Ipeh.


"Yak Kurumi-san kenapa kau malah jadi berkata seperti itu." protes Ipeh.


"Oh jadi rupanya kau sadar juga ya atas sindiran yang kuberikan padamu tadi. Wah... wah kemajuan revolusi mental untuk dirimu Ipeh-san." sarkas Kurumi.

__ADS_1


"Kurumi-san bukankah Kurumi-san malah semakin menjadi-jadi, tolong hentikan itu aku tak kuat mendengarnya." jerit Ipeh.


Kurumi tertawa puas begitu berhasil mengerjai juniornya tersebut. "Cup...cup. Ipeh-san sebaiknya kau segera memakan bekalmu karena sebentar lagi waktu istirahatnya akan habis." Kurumi memberi peringatan waktu pada Ipeh.


Dalam hati Ipeh hanya bisa menjerit-jerit seperti ini. Tuhan apakah ini karma untuk seorang junior yang suka kurang ajar pada seniornya? 


Setelah merasa puas mentertawai juniornya tersebut Kurumi berniat untuk melanjutkan makan siangnya dan menyuruh juniornya tersebut untuk segera menghabiskan bekalnya.


"Cepat habiskan bekalmu lalu setelah ini kita akan kembali berlatih." kata Kurumi.


Ipeh mengangguk-anggukkan kepalanya lalu dengan segera mencari tempat makan yang enak untuk dirinya. Akhirnya ia memutuskan untuk makan di sebelah Kurumi yang saat itu duduk lesehan tidak jauh dari depan lokernya.


Kurumi dengan khidmatnya menyantap bekal makan siangnya dengan sangat lahap*. K*yarabenyang saat itu menjadi menu makan siang Kurumi merupakan salah satu bento paling populer dan terkenal dari Jepang. Sesuai namanya\, kyaraben atau character bento dibuat menyerupai karakter menggemaskan kesukaan anak-anak.


Mulai dari hewan lucu hingga tokoh dalam serial animasi Jepang dibuat menggunakan nasi, nori, telur, dan keju yang dibentuk sedemikian rupa. Biasanya kyaraben dibuat agar anak-anak semakin antusias melahap makanannya.


Kurumi sendiri sangat pandai memasak masakan khas negaranya berasal yaitu Jepang. Tak heran bila Ipeh sangat suka meminta bekal buatannya sendiri.


Sembari mengunyah Momiji Manjunya, Ipeh ingin meminta sedikit bekal buatan seniornya tersebut. "Kurumi-san boleh aku mencoba bekalmu?" tanyanya penuh harap.


Kurumi mendengus kesal. "Apa di dalam perutmu itu ada semacam black holenya? Padahal aku sudah memberikanmu Momiji Manju ditambah pula sebelumnya kau sudah makan siang di kantin bukan?" Kurumi masih ingat saat ia tadi memergoki Ipeh yang tengah makan siang bersama Manda.

__ADS_1


Ipeh menggaruk-garuk kulit kepalanya yang terasa tidak gatal. "Sebenarnya senior tahu bukan, bahwa bila aku ini diibaratkan seekor hewan maka aku ini adalah seekor unta. Unta memiliki punuk untuk menyimpan makanan dalam tubuhnya. Begitu pula dengan perutku yang bisa diibaratkan seperti itu." katanya memberi alasan yang tidak masuk akal.


Kurumi hanya bisa menepuk jidatnya saat mendengar alasan dari Ipeh yang terdengar sama sekali tidak masuk akal. "Lain kali aku sarankan padamu untuk belajar anatomi tubuh dengan lebih baik Ipeh-san. Kau tidak bisa menyamakan anatomi tubuhmu sendiri dengan tubuh hewan. Setiap makhluk hidup memiliki fungsi yang berbeda dari anatomi tubuhnya masing-masing." Kurumi tak habis dengan cara berpikir juniornya tersebut yang kelewat aneh.


Ipeh mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah lalu merespon perkataan seniornya dengan respon yang terdengar cuek. "Tidak usah terlalu diperdebatkan Kurumi-san. Aku hanya sekedar memberikan perumpaan saja." katanya.


Kurumi benar-benar merasa jengah dengan kelakuan juniornya tersebut. "Sebaiknya mulai sekarang kau menerapkan pola makan Hara Hachi Bu, Ipeh-san." saran Kurumi.


Sambil mengunyah Momiji Manjunya Ipeh menatap Kurumi dengan wajah yang terlihat kebingungan. "Hara Hachi Bu? Bisa kau jelaskan pola makan seperti apakah itu Kurumi-san." pintanya.


Kurumi berdehem sebentar kemudian ia langsung memberikan penjelasan pada juniornya tersebut. "Hara hachi bu adalah istilah dalam bahasa Jepang yang berarti makan sampai kamu kenyang 80 persen. Istilah ini berasal dari kota Okinawa, di mana orang menggunakan saran ini sebagai cara untuk mengendalikan kebiasaan makan mereka. Metode ini sangat tepat dilakukan bagi orang yang memiliki selera makan rakus sepertimu."


Ipeh merengut ketika Kurumi memberikan penjelasan mengenai metode makan khas Jepang tersebut. "Kalau metode seperti itu, rasa-rasanya hampir tidak mungkin dilakukan oleh orang sepertiku." keluhnya.


"Ya memang kau tidak bisa melakukannya." ujar Kurumi.


Mendengar ujaran Kurumi seketika itu juga Ipeh menjadi senang. "Kalau begitu tidak usah dilakukan oleh orang sepertiku bukan? Baguslah." katanya dengan senang.


TAK


Kurumi memukul kepala Ipeh dengan sebelah tangannya. Kurumi benar-benar merasa gemas dengan tingkah laku juniornya tersebut. "Baka, justru itulah karena sulit dilakukan kau harus berusaha lebih keras lagi. Kau ini memang tidak sayang dengan kesehatan tubuhmu sendiri. Bukan berarti karena kau masih muda lalu bisa dengan seenaknya makan sembarangan, justru karena kau masih muda kau harus bisa merawat kesehatan tubuhmu agar di masa senja kau tidak mengalami kesulitan dalam masalah kesehatan." ujarnya.

__ADS_1


"Tapi bagaimana mungkin metode keras seperti itu. Bisa dilakukan oleh orang sepertiku." protes Ipeh.


__ADS_2